THE RULER (HOT SERIES)

THE RULER (HOT SERIES)
PART 09


__ADS_3

Sebuah lagu mengalun indah di ponsel pintar milik William.


William mengambil telephone genggam tersebut dan mematikan alarm nya.


"Sudah jam 05" Ucapnya dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Aku harus ke kantor tapi bajuku belum diganti. jika aku pulang malah tidak akan keburu." Gumamnya dengan mata tertutup.


"Jason juga sedang tidak disini" Kemudian matanya terbuka seketika saat mengingat Agatha. "Aku akan menghubunginya" Gumamnya kemudian, sementara dibalik pintu kamar mandi seorang wanita malam bayarannya tengah menghampirinya sambil tersenyum menggoda.


Tuuuutt ..... tuuuuut ......


Satu panggilan tidak terangkat.


Dua panggilan juga tidak diangkat.


Hingga yang ketiga barulah Agatha mengangkatnya.


"Hallo" Jawab Agatha dengan suara seraknya yang sialnya malah terdengar seksi di telinga William, sehingga tanpa sadar dia menelan salivanya sendiri.


"Ekheeem ..... Agatha ini saya William. Tolong kamu bawakan saya satu set pakaian kantor pagi ini ke ruangan saya. Untuk ukurannya nanti saya kasih tau." Ucapnya yang hanya dibalas gumaman oleh Agatha.


"Jangan sampai telat, pagi ini Saya ada rapat penting dengan klien, paham ??!!."


"Iya paham, Ada lagi ??" Tanya Agatha masih dengan suara seraknya. membuat William tidak henti-hentinya menelan ludahnya kasar ditambah wanita yang sedang duduk diatasnya kini mulai aktif meraba bagian dada dan selangkangannya.


"Tidak, hanya itu saja." Ucap William kemudian menutup sambungan Telephonenya dan menindih wanita yang tadi menggodanya.


"Beraninya Kau menggodaku" Ucapnya kemudian mulai menciumi lehernya dengan buas.

__ADS_1


Pagi itu William kembali bercinta dengan wanita malam bayarannya. bahkan saat dikamar mandipun Dia melakukannya. seolah-olah nafsunya tidak ada habisnya setelah mendengar suara serak Agatha.


*********


Disisi lain Agatha berjalan dengan terburu-buru sambil membawa paper bag berisi pakaian dan sepatu pesanan Bos nya.


"Nah kan kemana lagi ini orangnya ?? Udah jalan buru-buru juga malah nggak ada orangnya ??" Omelnya sambil melemparkan paper bag Keatas meja atasannya.


"Hadeeuuh . . tau gini mending Aku makan dulu tadi"


Saat membalikan tubuhnya betapa terkejutnya Dia melihat sang CEO berdiri tepat dihadapannya hingga tanpa sengaja kaki kirinya menginjak kaki kanannya sendiri membuat William refleks memegang pinggangnya dan Agatha yang merangkulkan tangannya ke leher William.


Mata mereka saling beradu, William bahkan tidak mau menurunkan pandangannya.


Matanya menatap tajam mata cantik Agatha, hidungnya yang mancung, kulitnya yang mulus tanpa cela sampai terakhir matanya menatap tepat di bibir merah Agatha yang terbuka menampilkan sedikit gigi putihnya yang rapih.


Ingin rasanya William menyesap bibir ranum tersebut, ********** dan menutup bibirnya dengan bibir miliknya agar tidak terbuka lagi.


Namun lain halnya dengan William, Melihat Agatha yang menurunkan pandangannya dari mata William malah membuat darahnya semakin berdesir.


Saat Agatha menurunkan pandangannya William menarik pinggang Agatha agar semakin dekat dengannya. hingga bibirnya dengan bibir Agatha hanya berjarak beberapa cm saja dari bibirnya.


Napas William bahkan terasa hangat menerpa wajah Agatha. Agatha bingung harus melakukan apa, otaknya linglung dan tubuhnya kaku.


Satu tangan William terulur menyentuh permukaan bibir bawah Agatha. mengusapnya dengan lembut sambil sesekali mulutnya menelan ludahnya sendiri dengan kasar.


Lama tangan William bermain-main dengan bibir Agatha hingga membuatnya tidak tahan sendiri dan mendekatkan wajahnya perlahan ke bibir ranum tersebut.


Perlahan namun pasti William mendekatkan bibirnya hingga menyentuh permukaan bibir Agatha yang tertutup.

__ADS_1


Dengan napas yang memburu William membuka mulutnya ingin mengecup bibir Agatha hingga sebuah ketukan menyadarkannya.


"SHIT...... " Umpatnya menatap tajam pintu yang perlahan terbuka dan menampilkan sosok wanita cantik yang menyembulkan wajahnya dibalik pintu.


Melihat itu Agatha refleks melepaskan tautan tangan William dipinggangnya dan dengan gugup melihat seseorang yang baru saja masuk dengan wajah bingung menatap keduanya.


"Hai William selamat pagi" Sapa wanita tersebut berjalan kearahnya. Namun tidak dihiraukan, William malah menatap Agatha yang melepaskan diri dari rengkuhan tangannya.


"Pagi Sabrina ada apa ??" Ucapnya menatap Sabrina dengan malas.


Sabrina yang melihat jawaban malas William hanya tersenyum lalu berkata "Aku membawakan sarapan untukmu, bisakah kita memakannya bersama ?? Aku yakin Kau belum sarapan."


"Tidak terima kasih, Agatha sudah memesankan sarapan untuku dibawah" Jawabnya sambil melangkah kearah sofa mengambil telephone genggam yang Dia tinggalkan tadi.


Mendengar jawaban tersebut Agatha membelalakan matanya dengan sempurna, namun sedetik kemudian Dia mengatur kembali Ekspresi Wajahnya. "Itu benar nona, Mohon maafkan Saya, Saya tidak tahu jika Nona akan kemari membawakan sarapan untuk Tuan."


"Aaah. begitu ya ? Sudah tidak apa-apa Agatha Aku akan memakannya sendiri bersama rekanku yang lain." Ucapnya sambil tersenyum kecut kearah Agatha sementara William hanya berdiri sambil memainkan Telephone genggam miliknya.


"Baiklah" Ucap Agatha sambil tersenyum kaku.


"Kalau begitu Aku permisi, Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian." Ucapnya yang hanya diangguki Agatha sambil tersenyum manis.


Setelah Sabrina pergi William langsung meyambar Paper bag yang ada didepannya kemudian masuk keruangan pribadi miliknya.


Sementara Agatha memilih keluar untuk membuatkan Kopi dan memesan sarapan untuk Dirinya dan Atasannya.


**********


__ADS_1


To Be Continue ......


__ADS_2