THE RULER (HOT SERIES)

THE RULER (HOT SERIES)
PART 12


__ADS_3

Setelah membalas pesan singkat dari Sabrina William langsung melempar ponsel tersebut kearah tumpukan kertas yang ada didepannya.


Banyak sekali berkas yang harus Dia urus dan tanda tangani hari ini, mengingat proyek baru yang akan Dia jalankan tidaklah satu.


Ditambah lagi Jason yang saat ini sedang tidak bersamanya membuat beban kerjanya bertambah.


Saat William tengah fokus dengan pekerjaannya Agatha datang dengan segelas Latte ditangannya.


"Tuan ini minumannya." Ucapnya merapikan sebagian dokumen yang sudah selesai William kerjakan kemudian menaruh Latte tersebut didepannya.


"Terima Kasih" Ucap William mendongakan kepalanya menatap lekat Agatha.


Setidaknya disaat seperti ini ada Agatha yang akan setia menemani dan mengerti apa yang menjadi keinginan dan kebutuhannya.


"Sama-sama" Kemudian mengambil dokumen tersebut dan berjalan ke arah meja kerjanya melanjutkan sesuatu yang tertunda karena aktifitasnya membuat latte untuknya dan juga tuannya.


Siang itu mereka berdua habiskan hanya berada didalam ruangan. Saat makan siangpun Agatha dan William lebih memilih untuk memesan makanan dan memakannya langsung disana. Hal tersebut mereka lakukan agar dapat lebih menghemat waktu sehingga mereka dapat menyelesaikan sisa pekerjaan mereka dengan cepat.


Sampai tanpa terasa, waktu telah menunjukan pukul 07 malam Agatha sudah menyelesaikan seluruh tugasnya dengan baik begitupun dengan William.


Keduanya secara bersamaan merentangkan tangannya keatas sambil menghembuskan napas lega.


William dan Agatha yang sama-sama memalingkan wajahnya kearah wajah masing-masing langsung tertawa dengan lepasnya.


Entah mengapa sejak awal dirinya bekerja dengan William tidak ada sedikitpun rasa canggung ataupun kaku didalam dirinya. Agatha bahkan terkesan lebih santai saat menghadapi William. begitupun sebaliknya William juga sangat nyaman saat Agatha berada didekatnya.


"Kau ini ..... " Ucap William sambil terus tertawa. Entah apa yang mereka tertawakan sejak tadi namun hal tersebut mampu membuat suasana hati keduanya menjadi hangat dan lega.


"Ayo, sudah selesai semua kan ?" Ucap William sambil memakai Jasnya kemudian seperti biasa dia akan berdiri didepan mejanya dan menunggu Agatha membereskan meja kerjanya.


"Sudah semua, Ayo !!" Ucap Agatha menyampirkan tas nya kemudian berjalan kearah William.


Keduanya berjalan bersama menuju Basement perusahaan.


"Agatha Kau pulang naik apa ?" Ucapnya ketika keduanya telah sampai di Basement.


"Naik Mobil, Itulah sebabnya aku berjalan kemari" Ucapnya sambil satu tangannya terus mencari kunci mobil didalam tas miliknya.


Sedangkan William hanya merutuki kebodohannya saat Agatha menjawab pertanyaannya dengan wajah tanpa dosa.

__ADS_1


"Ketemu. " Ucapnya mengacungkan kunci mobil kearah William.


"Ya sudah Ayo aku antar sampai masuk mobil !!" Ucapanya sambil berlalu".


Namun hanya dibalas keryitan halus oleh Agatha "Kenapa harus diantar ?"


"Ya takut kamu kesasar lah" Ucap William dengan santainya.


"Kesasar ?? Dia pikir aku ........" Ucapnya menggantung sambil mengikuti langkah kaki William.


"Mobilmu yang mana ??" Tanya William.


"Yang itu !!" Tunjuknya pada satu buah mobil dengan merek Mini Cooper S Cabrio berwarna putih tulang yang ternyata berada tepat disamping mobil milik William.


"Ya sudah barengan aja pulangnya kalau gitu. kamu jalan duluan nanti aku ikutin dibelakang !!" Ucapnya kemudian masuk kedalam mobil miliknya.


"WHAT !! Gimana sih jadi laki .? tadi katanya mau nganter sampe depan mobil sekarang malah dia yang masuk duluan" Gerutunya sambil membuka pintu mobil miliknya sendiri kemudian dengan cepat melajukan mobil tersebut keluar dari dalam Bassement.


Hingga dipersimpangan, Agatha yang memang berbeda arah dengan William langsung menekan klakson mobilnya sebelum berbelok sementara William berjalan lurus menuju kearah Butik langganannya sebelum dirinya pergi ke rumah tuan Robert untuk menjemput Margareth.


Sampai beberapa menit kemudian mobil tersebut berhenti tepat disebuah butik dengan brand ternama milik dari sahabatnya tersebut.


"Yes That's Me ..... Apa kabar Clau ??" Ucapnya langsung duduk walau sang pemilik belum mempersilahkannya untuk duduk.


"Tidak sopan .... PLAK." Ucapnya memukul bahu pria didepannya.


"Sudahlah jangan basa basi, Untuk apa kau kesini ?" Ucap Claudiya menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


Bukannya tersinggung William malah terkekeh mendengar pertanyaan sarkasme dari wanita didepannya.


"Aku ada makan malam dengan seorang wanita. Bisakah kau menyiapkan satu pakaian terbaikmu untuku ??" Ucapnya yang hanya dibalas keryitan halus wanita didepannya.


"Hanya untuk makan dan kau sampai datang kesini ??" Tanya-nya


"Ck, Dia anak dari sahabat alhamarhum Dady. jadi setidaknya aku harus menghargainya".


Claudiya mengangguk-anggukan kepalanya. "Baiklah tunggu sebentar. Sepertinya aku punya satu." Kemudian masuk kedalam dan mengambil satu set pakaian beserta jasnya yang akan dia berikan untuk sahabatnya tersebut.


William menatap satu set pakaian tersebut dengan puas. "Kau memang yang terbaik Clau ..!!" Ucapnya menyambar pakaian ditangan Claudia kemudian langsung berjalan kearah ruang ganti.

__ADS_1


Saat William keluar Claudia yang sedang duduk pun langsung berdiri dan menghampirinya. "Ck,ck ck .... Kau sangat tampan." Ucapnya sambil merapikan kerah baju William. "Aku yakin malam ini dia pasti langsung minta ditiduri." Ucapnya sambil tertawa puas.


Sementara William hanya membalasnya dengan sebuah seringai kemudian pamit dan langsung melajukan mobil tersebut kearah perumahan elit dimana mansion Margareth berada.


**********


Setelah menjemput Margareth di mansionnya. William langsung membawa Margareth ke sebuah restoran mahal yang ada di new york-Amerika serikat.


Dengan langkah tegap William menggandeng tangan margareth masuk kedalam restoran tersebut.


Seorang Pramusaji berjalan mendekat kearah keduanya.


"Selamat malam Tuan, Nona ."Ucapnya membungkukan badan dengan hormat. Silahkan ikuti saya !! Kursinya ada disebelah sana" Ucapnya berusaha sesopan mungkin kemudian berjalan terlebih dahulu menuju meja khusus yang sudah dipersiapkan pihak restoran untuknya."


"Terima kasih " Ucapnya yang hanya dibalas anggukan hormat oleh pramusaji tersebut kemudian dengan perlahan William menarik kursi didepannya untuk margareth. "Silahkan, Nona Margareth ? Ucapnya sambil tersenyum.


"Thank you William. " ucapnya kemudian duduk seanggun mungkin.


Disusul dengan seorang pramusaji yang langsung menghidangkan hidangan pembuka untuk tamunya. "Tuan, nona, Ini adalah menu terbaik dari kami malam ini, Silahkan dinikmati !!" Ucapnya setelah menyajikan makanan tersebut didepan keduanya.


"Terima kasih" Ucap William yang hanya dibalas Anggukan oleh pria didepannya.


Sementara Margareth hanya tersenyum tanpa berniat ingin berbicara dengan pria pramusaji didepannya.


"Silahkan Nona Margareth aku menyiapkan semua ini khusus untukmu !!" Ucap William sambil tersenyum ramah.


"Panggil saja aku Margareth William jangan tambahkan nona didepannya !!" Ucapnya dengan nada yg dibuat selembut mungkin.


"Baiklah" Ucapnya.


William dan Margareth kemudian memakan hidangan makan malam mereka dengan tenang.


Perlahan namun pasti mereka pun tampak semakin akrab satu sama lain, Margareth bahkan sudah tidak canggung lagi untuk berbicara santai dengan William. Sesekali Margareth mengerucutkan bibirnya kesal saat William terus saja bercerita tentang penampilannya yang dulu yang jauh dari kata sempurna.


"Oke oke cukup William berhenti tertawa !! Kau sudah mengatakannya lebih dari 3 kali malam ini !!" Ucapnya dengan sangat kesal ketika William terus saja mengatai penampilannya yang dulu.


"Hei Hei, kenapa kau sangat marah ?? Aku bilang itu dulu. sekarang kan kau sudah ..... " ucapnya sengaja dijeda kemudian kedua tangannya Dia lipat didepan dada. Seraya bersiul dengan nada menggoda William menatap Wanita seksi didepannya dengan pandangan sulit diartikan.


*******

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2