THE RULER (HOT SERIES)

THE RULER (HOT SERIES)
PART 05


__ADS_3

3 Hari kemudian hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Dimana saat ini seluruh perwakilan dari masing-masing Divisi tengah menunggu pimpinan mereka lengkap dengan laporan yang telah mereka persiapkan selama 3 hari kemarin.


Setelah 15 menit menunggu akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang. Semua orang langsung berdiri dan menundukan wajahnya begitu sang CEO tiba termasuk Agatha yang juga berdiri dari tempat duduknya disamping Aiden.


"Selamat Pagi Semuanya. Mari Silahkan duduk dan kita mulai rapatnya sekarang !!" Ucap William kemudian duduk di ikuti karyawan lain setelah sebelumnya serempak menjawab sapaan Bos nya tersebut.


Setelah duduk ekor matanya tiba-tiba menangkap bayangan seseorang yang Dia kenal atau lebih tepatnya yang Dia selidiki belum lama ini.


Tepat di sampingnya wanita itu pun juga membulatkan bola matanya dengan sempurna "Bagaimana bisa ?". pikirnya"


Sementara yang ditatap hanya tersenyum sambil membuka laporan yang ada didepannya. Hingga 3 jam kemudian rapat tersebut berkahir dan semua orang tersenyum puas dengan laporan yang di presentasikannya masing-masing.


"Agatha kau boleh pergi dan lanjutkan pekerjaanmu !! Terima kasih karena sudah menemaniku....." Ucap Aiden sambil tersenyum.


"Baik Pak, Permisi" Ucapnya kemudian berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut.


William yang dari tadi terus memperhatikan interaksi kedua orang tersebut hanya diam sambil sesekali melirik kearah Agatha dengan wajah datarnya hingga saat Agatha keluar dari ruangan tersebut barulah Dia menatap Aiden yang ada di sampingnya.


"Will aku sudah melakukan apa yang kau minta kemarin. dan ini hasil laporan yang orangku dapatkan semoga ini cukup membantumu." Ucapnya kemudian menyerahkan sebuah amplop berwarna cokelat kehadapan pria yang ada di depannya tersebut.


"Terima Kasih Aiden " Ucapnya sambil mengambil dan membuka amplop tersebut. didalamnya terdapat sebuah photo beserta kertas yang berisi informasi mengenai orang yang dicarinya.


"Maafkan aku sebelumnya bukannya aku ingin ikut campur urusanmu. Tapi untuk apa kau mencari orang tersebut ? setahuku dia bukanlah, Emmm ...... maksudku Dia adalah .... "


"Dia adalah Seseorang yang berasal dari dunia bawah. Itu bukan yang ingin kau katakan ?!" Ucap William menjawab rasa penasaran Aiden yang hanya di balas anggukan kepala olehnya.


Raut wajahnya seketika berubah, William mengusap rahangnya dengan kasar kemudian menatap lurus kedepan. "Aku tidak bisa menceritakan masalahku dengannya, tapi satu hal yang pasti Dia berhutang sesuatu yang besar terhadapku"

__ADS_1


Aiden yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti. Dia tidak ingin terlalu ikut campur dengan sesuatu yang bukan urusannya.


"Baiklah aku tidak akan bertanya lagi. hanya saja aku ingin mengingatkanmu agar kau lebih berhati-hati lagi dan sebaiknya kau tidak perlu berurusan dengan mereka. Mengingat sepertinya mereka bukanlah orang yang baik Will". Ucapnya sambil menepuk bahu William yang hanya menatap lurus kedepan dengan pandangan yang kosong.


"Pikirkanlah saranku Will, hiduplah dengan baik dan jangan pernah berurusan dengan mereka. Aku permisi". kemudian melangkah pergi meninggalkan William yang masih diam menunduk memikirkan apa yang sahabatnya tersebut katakan.


William bukannya tidak ingin mendengarkan saran dari Aiden. Hanya saja ada satu hal besar yang benar-benar harus Dia selesaikan dengan orang tersebut ditambah desakan dari sepupunya yang terus mengingatkannya membuatnya tidak mungkin mundur lagi. Bahkan salah satu tujuan William masuk kedalam dunia bisnis adalah untuk menemukan keberadaan orang tersebut mengingat orang yang dicarinya sepertinya sangat terlindungi dengan baik.


***********


Sementara disisi lain Agatha yang sekarang sudah berada di meja kerjanya terlihat sangat gelisah setelah keluar dari ruangan rapat tersebut. Bagaimana tidak, orang yang beberapa saat lalu sempat bersitegang dengannya adalah bos nya sendiri.


"Bagaimana ini ,,,,,,,,,,?? Bagaimana jika orang itu masih menyimpan dendam terhadapku." Ucapnya sambil menggigit kuku jarinya.


"Habislah aku. apa yang harus aku lakukan ? apakah aku harus datang dan meminta maaf atau aku langsung saja menyerahkan surat pengunduran diriku ......?? ya tuhan apa yang harus kulakukan aku benar-benar frustasi saat ini." Ucapnya sambil terus meringis membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi padanya setelah ini.


"Astaga."


"Ada apa ?? "Tanya Agatha kesal.


"Astaga kenapa kau marah-marah ? apa terjadi sesuatu di ruang rapat tadi ? apa kau melakukan kesalahan dan dipecat oleh bos besar kita ?" Cerocos Celine yang kini berdiri disampingnya.


"Yang benar saja, jika aku dipecat maka aku tidak akan duduk disini,, pintar !!!" Ucapnya sambil mendelikan matanya pada seseorang disampingnya.


"Ya terus kenapa ?"


"Tidak ada" Ucapnya sambil mendesah pelan. Ada apa ? kenapa datang kesini ??" Tanya-nya kemudian.

__ADS_1


"Ah- iya, itu aku ingin meminta laporan hasil rapat tadi. Apakah ada ??" Tanya-nya.


"Itu ada disitu kamu ambil sendiri saja aku capek soalnya." Ucap Agatha kemudian meloloskan kepalanya di atas meja kerjanya sendiri.


"Haish, .... kau ini." Ucapnya kemudian mengambil laporan tersebut.


Sementara disisi lain Jason yang merupakan Asisten pribadi William tengah menuju ke meja kerja Agatha dan telah sampai didepannya sehingga membuat Celine yang melihat itu langsung menyenggol sikut Agatha agar wanita disampingnya cepat bangun.


"Ada apa lagi siiii ...... " Ucapnya kesal namun sedetik kemudian Dia langsung berdiri dan menundukan wajahnya.


"Permisi, maaf menganggu waktunya ... Apakah benar anda yang bernama Agatha ?? " Ucap Jason tanpa basa basi.


"B-benar Tuan. Ada yang bisa saya bantu" Ucap Agatha dengan gugup.


"Ya, Silahkan ikut dengan saya nona. ada yang ingin bertemu dengan anda !!" Ucapnya kemudian.


"Bbertemu ? Siapa tuan ? apakah saya bisa menolaknya ??" Agatha mengumpat merutuki kebodohannya, Bagaimana bisa dirinya berbicara tidak sopan seperti itu pada asisten khusus CEO yang ada didepannya tersebut.


"Tidak nona !! Dan sebaiknya kita cepat !!!." Ucapnya tegas kemudian berjalan mendahului Agatha.


Melihat itu Agatha hanya tertunduk lesu tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti intruksi dari orang kepercayaan bos nya tersebut. Bahkan Celine yang ada disampingnya hanya bisa mengusap punggung Agatha pelan berharap wanita tersebut dapat lebih tenang.


 


*******


Mohon maaf jika ada salah-salah kata atau kesalahan dalam penulisan. 🙏

__ADS_1


Terima kasih buat yang udah mampir, jangan lupa like, komen dan share-nya. 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2