THE RULER (HOT SERIES)

THE RULER (HOT SERIES)
PART 17


__ADS_3

Sementara itu didalam sebuah pesawat, seorang pramugari tengah sibuk membangunkan penumpang wanitanya yang tertidur sangat pulas dikabinnya.


"Nona bangunlah, sebentar lagi pesawatnya akan mendarat" Tutur sang pramugari dengan sopan mengusap halus lengan Agatha yang kini tengah tertidur setelah kelelahan bolak balik toilet karena mual.


"Ada apa ??" Tanya William yang kebetulan berdiri disampingnya. Wajahnya terlihat basah menandakan pria tersebut baru saja keluar dari kamar mandi guna mencuci wajahnya.


"Ah, Bbegini tuan" Ucapnya dengan gugup melihat pria yang tadi sempat berbagi kehangatan dengannya di toilet. "Saya hanya ingin membangunkan Nona ini karena sebentar lagi pesawatnya akan mendarat". Ucapnya sambil tersenyum manis dengan nada bicara yang dibuat sehalus mungkin.


Namun lain halnya dengan William, pria tersebut kembali bersikap dingin sehingga membuat wanita yang berdiri didepannya hanya mampu meringis melihat tingkahnya.


"Biarkan saja !!" Ucapnya acuh kemudian kembali duduk ditempatnya.


Dan Wanita tersebut hanya mampu menghembuskan napasnya frustasi. "padahal tadi kami sudah sangat dekat. dia bahkan memanggilku sayang saat dia mendapatkan pelepasannya" Ucapnya dalam hati tak terima.


[Flasback on]


Agatha duduk dengan gelisah begitu pesawat yang ditumpanginya akan mulai lepas landas.


Diliriknya pria disampingnya yang mulai memejamkan mata begitu sang Kapten mengatakan peringatannya untuk memulai penerbangan.


Membuatnya hanya bisa meringis melihat kelakuan rekan disampingnya. "Bagaimana ini aku takut ??" Lirihnya sambil menggigit tipis bibir bawahnya." Salahkan Aunty nya yang tidak pernah mengenalkan Agatha pada dunia luar, sehingga pada saat Agatha mulai berbaur, dirinya akan terlihat seperti ini, sedikit kampungan memang. Namun Agatha benar-benar ketakutan dan mulai merasa mual begitu pesawat mulai naik menuju permukaan.


"Emmm . . Mau muntah." Ucapnya dalam hati, kemudian tanpa pikir panjang langsung berdiri dan mendorong salah seorang pramugari yang mencoba menghentikannya untuk berdiri dari tempatnya.


"Nona tunggu !!" Teriak seorang pramugari yang melayaninya namun tetap tidak didengar. Membuat wanita cantik tersebut menarik napasnya dalam kemudian mengikuti langkah kaki Agatha yang berjalan cepat didepannya.


Salah seorang pramugari lain yang berada tak jauh darinya menyunggingkan senyum sinis melihat kejadian yang ada didepannya. "Dasar kampungan" Gumamnya pelan namun masih dapat didengar dengan jelas oleh William.


Didekatinya William yang kini tengah memejamkan matanya dengan damai. "Tuan ingin saya buatkan sesuatu ? Seperti jus mungkin ??" Ucapnya dengan sangat halus dan sopan.


Sementara yang ditanya hanya acuh tanpa berniat ingin membuka matanya. "Tidak, cukup buatkan sesuatu yang segar untuk wanita yang duduk disampingku !! pastikan dia tidak mengalami kesulitan saat berada dipenerbangan kalian !!" Ucapnya dengan santai tanpa membuka mata.


"Baik tuan" Akhirnya sang pramugari pergi dan menjalankan perintahnya.


Diam-Diam William memperhatikan semua gerak-gerik Agatha, dari mulai wanita tersebut meringis sampai tindakannya yang mendorong salah seorang pramugari yang menghalangi jalannya kemudian diikuti dengan pramugari lain yang meluncurkan kata-kata yang tidak pantas dibelakangnya.


Satu ulas senyum terpatri diwajah tampannya kala melihat Agatha yang mulai memejamkan matanya dengan tenang.


Dihampirinya Agatha yang tengah tertidur disamping kabin miliknya.


"Akhirnya kau tertidur juga setelah membuat banyak keributan" Ucapnya dengan pelan.


Diusapnya dahi mulus Agatha yang masih mengeluarkan bulir-bulir keringat disertai kerutan halus didahinya. menandakan bahwa perempuan tersebut benar-benar ketakutan saat ini.


Satu kecupan bahkan mendarat didahinya tanpa permisi sehingga membuat kerutan tersebut hilang digantikan deru napas yang mulai tenang.


"Tidurlah, jangan takut aku akan menjagamu disini" Bisiknya dengan pelan kemudian william pergi menuju toilet hendak membasuh wajahnya.


Pada saat William membuka toilet betapa terkejutnya dia melihat pramugari yang tadi menawarinya minum tengah bertelanjang tanpa mengenakan satu helai benangpun yang melekat ditubuhnya.


"Tuaan ." Panggilnya dengan nada erotis.

__ADS_1


Dan William hanya mampu meneguk salivanya dengan kasar melihat pemandangan didepannya.


Ditariknya lengan William dengan pelan menuju p****nya sambil mulutnya berbisik dengan manja "Aakh. Tolong tutup pintunya sayang". Desahnya dengan sangat erotis tepat ditelinga William.


William yang merupakan pecinta s** tentu tidak dapat menahan godaan didepannya.


Ditutupnya pintu tersebut dengan kasar kemudian tanpa basa basi langsung ******* bibir wanita didepannya.


Agatha merasakan gejolak diperutnya kembali. dirabanya sabuk pengaman yang melingkar diperutnya dengan lemah kemudian berdiri. Tujuannya saat ini adalah toilet umum yang berada dibelakangnya.


Seorang pramugari dengan sigap menghampiri dan bertanya tujuannya dengan nada lembut "Nona anda ingin kemana ?? boleh saya bantu ??" Ucapnya dengan nada khawatir melihat rona di kulit wajahnya yang terlihat semakin pucat.


"Tidak, terimakasih aku bisa sendiri." Tolaknya dengan halus.


"Anda yakin ??" Tanya-nya dengan ragu.


Yang langsung dibalas anggukan mantap oleh Agatha. "Sangat Yakin" Ucapnya sambil tersenyum.


Sambil menghembuskan napasnya dengan berat sang pramugari akhirnya mengangguk dengan pasrah.


"Baiklah, tapi saya akan tetap berdiri disini, jika anda butuh sesuatu anda bisa memanggil saya" Ucapnya tetap pada pendiriannya.


Membuat Agatha tertawa ringan karenanya. Agatha bisa merasakan wanita didepannya ini cukup tulus untuk melayaninya. "Baiklah terserah kau saja, Dan tolong buatkan aku limun !!. aku ingin meminumnya jika kau tidak keberatan". Pintanya sambil tersenyum.


Yang langsung dibalas anggukan oleh wanita cantik didepannya.


"Terima kasih" Ucapnya kemudian berjalan dengan lemah menuju toilet yang ada didepannya.


"Aaaakhhh. Pelan-pelan .!!" Rintihnya kemudian dilanjutkan dengan erangan lain "Anda menusuknya terlalu dalam tuan, Aaaaakhh, Tidak, jangan, Aakku, Aaaakhh. hmmmmmpt..." Begitulah isi racauan tersebut. Membuat Agatha yang berdiri kaku didepannya merinding mendengat suara erotis didepannya.


Dengan secepat kilat tubuhnya segera berbalik masuk menuju tolet yang ada disampingnya.


Dihidupkannya keran air didepannya dengan harapan agar dirinya tidak dapat mendengar suara-suara aneh tersebut.


"Hebat. Mualku bahkan langsung hilang begitu mendengar rintihannya." Gumamnya dengan kesal. kemudian membasuh wajahnya dengan air dingin.


"Aaaakh. Lebih cepat tuaaan ..... Aaaaakh..Hmpppttt." Rintihan tersebut bahkan masih terdengar jelas membuat Agatha makin memaki kedua makhluk yang tengah bergelung disamping toiletnya.


"Aaaaakkhh ..... Kau sangat nikmat Sayang. Aku akan, Errghhh.... bergeraklah lebih cepat lagi !! Aaaaakh ..... Plak" kini giliran sang pria yang mendesah kelabakan. Membuat Agatha yang telah selesai dengan aktivitasnya membelalakan bola matanya merasa hapal dengan suara yang didengarnya.


"Aaaaaakhhhh. Faster Honey, I wanna cum !!" Teriak pria tersebut disela aktifitas panasnya.


Sontak saja membuat Agatha langsung keluar dan menendang pintu disampingnya. "Brengs***k !!" Umpatnya dengan kesal.


Sementara pria yang kini tengah memompa tersebut hanya tersenyum simpul disela erangannya.


Bahkan N***nya semakin menggebu-gebu setelah mendengar umpatan dibalik pintu kamar mandinya.


[Flasback off]


Setelah menunggu beberapa puluh menit, akhirnya pesawat yang ditumpangi William dan Agatha mendarat dengan mulus di Bandar Udara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta.

__ADS_1


Diliriknya Agatha yang masih terlelap disampingnya. Membuat William Menghembuskan napasnya kasar.


Seorang Pramugara datang menghampirinya sambil membungkuk sopan.


"Tuan jika anda tidak keberatan saya bisa memangku nona ini sampai beliau pindah menuju mobilnyal !!" Tawarnya yang langsung di hadiahi pelototan tajam oleh William.


"Akan aku patahkan tangan dan kakimu jika kau berani menyentuhnya" Ucapanya dengan ketus sambil mengetatkan rahangnya.


"Maafkan saya tuan" Tuturnya dengan penuh rasa sesal.


Namun tak digubris pria didepannya. William bangkit berdiri dan menghampiri Agatha yang sudah dibukakakan sabuk pengamannya oleh pramugari yang tadi melayaninya.


Dipangkunya wanita yang kini tengah terlelap damai tersebut dengan sangat lembut.


"Terimakasih, kau boleh mengambil tip mu setelah ini" Ucapnya pada seorang pramugari yang telah melayani Agatha dengan baik.


Hal tersebut sontak membuat wanita cantik tersebut membungkukan tubuhnya sambil mengucapkan terimakasih.


William keluar dari pesawat tersebut dibantu oleh kapten yang membawakan barang-barangnya menuju mobil.


Sesampainya didepan pintu mobil, William menolehkan wajahnya ke arah sang kapten "Terimakasih atas pelayananya kapten. kau juga bisa mengambil bonus mu nanti" Ucapnya yang langsung dibalas ucapan teramakasih pula oleh sang kapten.


William masuk kedalam mobilnya dan langsung memberikan perintah kepada sang supir agar membawanya langsung ke mansion.


********


Bunyi keributan terdengar sekali lagi didepan pintu ruangan milik William. Bahkan saat ini sang wanita terlihat sangat murka ketika mendapati pria yang dicarinya tengah melakukan perjalanan dengan wanita yang menjadi saingan cintanya.


Luka dipipinya bahkan belum sembuh dengan sempurnya karena ulah wanita tersebut yang meninju rahangnya dengan gila.


"Cepat kau katakan dimana mereka saat ini ??" Ucapnya dengan murka pada salah seorang resepsionist yang berjaga didepannya.


"Saya tidak tahu nona, dan mohon maaf anda tidak lagi diperkenankan masuk kesini !! Tuan sendiri yang mengatakannya pada saya." Ucapnya dengan tetap mempertahankan sopan santunnya.


Sementara Margareth, sebaliknya. perempuan tersebut dengan sombong berkata. "HAh, Perempuan hina sepertimu tidak pantas berbicara seperti itu padaku !! Aku bebas keluar masuk kantor ini dengan ataupun tanpa ijin darimu !!" Tukasnya dengan sinis.


"Maafkan saya nona, saya hanya menjalankan perintah !!" Balasnya sambil menunduk.


Membuat Margareth semakin kesal melihat sikap keras kepala wanita didepannya. "Brengsek, lihat jika aku sudah menjadi nyonya Caldwell, akan aku buat kau merangkak dan memohon dibawah kakiku !!" Ucapnya mencoba menakut-nakuti wanita didepannya.


Namun sayangnya respon yang dididapat sebaliknya. Perempuan tersebut bahkan dengan tenang berkata. "Saya doakan hal tersebut tidak akan pernah terjadi." Ucapnya kemudian memanggil security yang sedang celingak celinguk sambil mengedarkan pandangannya setelah mendapat perintah dari rekannya. "Pak disini !!" Teriaknya membuat pria tersebut langsung mengangguk dan berjalan menghampirinya.


"Tolong antarkan nona ini keluar, dan untuk kedepannya jangan biarkan beliau masuk, ini perintah tuan !! Ucapnya dengan serius tanpa menatap kearah Margareth yang sudah membelalakan matanya dengan marah.


Sementara sang security hanya mengangguk paham. "Mari nona, silahkan ikuti saya !!" Ucapnya menarik lengan Margareth keluar.


"Lepaskan, jangan lancang !!" Ucapnya namun tetap tak digubris oleh pria disampingnya. "Awas kalian berdua, aku akan membuat perhitungan dengan kalian setelah ini !! Aaaaahh. William tolong aku !!" teriaknya. Bahkan saat ini tubuhnya sudah diseret paksa masuk kedalam lift.


Sementara dari arah pintu tangga darurat Sabrina yang memperhatikan keributan tersebut hanya mampu bergumam. "Jadi William pergi ??" Ucapnya menatap sendu lunch box yang dipegangnya.


*******

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2