THE RULER (HOT SERIES)

THE RULER (HOT SERIES)
PART 11


__ADS_3

Setelah semua perdebatan kecil yang mereka buat disepanjang perjalanan tadi akhirnya Cadillac CT6 yang mereka tumpangi telah tiba di depan pintu masuk area resort. Dengan mata berbinarnya Agatha terus menelanjangi satu persatu pemandangan yang ada didepannya saat mobil yang mereka tumpangi memasuki Area kawasan Resort.


William yang tanpa sengaja menengok kearahnya melihat binar kekaguman diwajah wanita cantik tersebut.


"Kau suka ??" Tanya-nya membuat sang pemilik tubuh memutar kepalanya seketika kemudian menganggukan kepalanya antusias pada bos nya tersebut.


Sementara William hanya tersenyum kecil melihat kelakuan wanita disampingnya tersebut.


"Aaaah . rasanya jadi seperti sedang mengasuh anak remaja piknik saja" Ucapnya dalam hati sambil tersenyum teduh melihat kearah Agatha dengan satu tangan memegang kemudi.


Jujur Saja selama pengalamannya hidup didunia belum pernah sekalipun Dia menemui wanita dengan kepribadian sepolos dan secuek wanita disampingnya ini. Biasanya William hanya akan tertarik dengan wanita dewasa seksi dengan berbagai macam erangan yang sanggup membuatnya terbang sampai hilang akal.


Sementara Agatha, wanita disampingnya ini jelas sangatlah berbeda. Entah karena hal apa membuat Agatha lebih terlihat seperti seorang wanita kuper yang tidak tahu apapun mengenai dunia yang ada disekelilingnya.


"Baru diajak lihat Resort saja sudah seperti ini apalagi kalau kuajak masuk klub" Ucapnya dalam hati.


Sementara mereka bergelut dengan pikirannya masing-masing Cadillac CT6 yang mereka tumpangi telah tiba tepat di depan pintu lobi resort mewah dengan gaya yang klasik namun tetap memancarkan kesan elegant yang kuat, dengan didepannya sudah berdiri wanita cantik yang bisa mereka tebak merupakan Asisten pribadi dari pemilik resort tersebut.


"Tolong parkirkan mobilnya !!" Ucap Wanita cantik tersebut pada seorang valet. kemudian berjalan menghampiri tamunya.


"Selamat pagi Tuan, Nona" Ucapnya tersenyum ramah. "Mari, silahkan ikuti saya !!, Tuan Robert Sudah menunggu anda didalam."


"Ya Terima kasih" Ucap William kemudian mereka berdua berjalan mengikuti arahan sang Sekretaris.


"Silahkan Tuan, Beliau sudah menunggu anda didalam". Ucapnya mempersilahkan William untuk masuk.


"Thank you" Yang hanya di balas anggukan oleh sekretaris cantik tersebut.


Tuan Robert sang pemilik Resort yang sudah mengetahui kedatangan William langsung berdiri saat pintu ruangannya sudah dibuka oleh sekretaris cantiknya. "William. kemarilah nak, silahkan masuk !!" Ucap pria paruh baya tersebut ketika melihat William menyembulkan kepalanya kemudian masuk kedalam ruangan.


"Selamat pagi paman, Apa kabar ??" Ucapnya kemudian menjabat tangan pria paruh baya yang ada didepannya tersebut.


"Selamat pagi anaku. Seperti yang kau lihat, aku baik." Ucapnya kemudian memeluk William.


"Dan siapa wanita cantik yang ada disampingmu ini ??" Ucapnya beralih menatap Agatha yang berdiri tepat dibelakang William.


"Ah, kenalkan dia Agatha. Sekretaris pribadiku".


Agatha hanya tersenyum kemudian menunduk hormat pada pria paruh baya yang ada didepannya.


Lain halnya dengan tuan Robert yang menaikan Alisnya bingung. "Mengapa dia yang menjadi sekretarismu ?? Kemana Jason ?? Bukankah sebelumnya dia yang selalu mengikutimu kemanapun kau pergi ??"


"Jason sedang mengurus proyek baruku yang lain dan Agatha saat ini sedang menggantikan posisinya untuk sementara waktu."


Paman Robert mengangguk-anggukan kepalanya paham. "Aku juga mendengar kau mulai membangun beberapa Resort dan banyak hotel serta penginapan dibagian selatan amerika." Ucapnya sambil berjalan kearah sofa diikuti oleh William yang berjalan dibelakangnya.


William menganggukan kepalanya "Lebih tepatnya di bagian Charleston-Carolina paman."


"Pengamatanmu memang sangat tajam nak, Kau akan mendapatkan banyak keuntungan dengan itu."


"Mendiang orangtuamu juga pasti akan sangat bangga melihat kau yang sekarang ......" Ucapnya kemudian.


William hanya tersenyum getir mendengar ucapan dari sahabat mendiang Dady nya tersebut dan mengingat kembali kecelakaan tragis yang menewaskan kedua orang tuanya. Sedangkan tuan Robert yang melihat perubahan diwajah William jadi merasa tidak enak hati. "Nak Maafkan aku". Ucapnya menyesal.


"Aku Baik-baik saja paman". Ucapnya masih tersenyum getir sedangkan Agatha yang berdiri disampingnya hanya diam mendengarkan pembicaraan antara kedua pria didepannya.


Sampai sedetik kemudian Pintu ruangan kerjanya diketuk oleh seseorang dari luar.


"Dad boleh aku masuk ??" Ucap wanita cantik yang menyembulkan wajahnya dibalik pintu.


Melihat itu tuan Robert hanya mendelikan bola matanya sambil berkata "Masuklah.... !!"

__ADS_1


Margaret kemudian tertawa puas dan masuk kedalam ruangan tersebut.


"Maafkan saya Tuan" Ucap sang sekretaris karena selalu gagal menahan putri majikannya tersebut.


Tuan Robert hanya mengayunkan tangannya kearah sekretaris pribadinya agar segera keluar dari ruangannya.


"Duduklah nak jangan berdiri disitu !!" Ucap tuan robert yang melihat putrinya hanya diam memandang kearah William yang duduk disebelah Dady nya.


"William kau ingat dengan margareth ?? Dia adalah putri ku satu-satunya ...... dulu aku dan dady mu sering mengajak kalian berlibur bersama saat kalian masih kecil." Ucapnya memperkenalkan margareth dengan wajah yang sumringah.


"Margareth ......??" Ucapnya mencoba mengingat-ingat. "Bocah dekil, cerewet dengan ingus kering yang menempel itu ??" Ucapnya yang langsung dihadiahi gelak tawa oleh margareth dan dady nya.


"Kau dengar itu bocah ?!!" Ucapnya sambil terus tertawa "Dia bilang kau dekil. .Hahaha .... ya tuhan Margareth." Ucapnya terus tertawa kemudian menatap putri satu-satunya yang sekarang sudah mengerucutkan bibirnya akibat perkataan sang ayah.


Sedangkan William hanya menaikan alisnya bingung. "Ada apa dengan kedua orang ini ?" Ucapnya dalam hati kemudian melihat kearah Agatha yang seolah berkata "Jangan Tatap aku !!!".


"Dad, kau itu jahat sekali"


"Maafkan aku sayang. aku hanya terkejut, mengingat selama ini tidak pernah ada yang berani berkata seperti itu padamu". Ucapnya sambil terus tertawa. bahkan sekarang matanya sudah mengeluarkan buliran bening akibat terus saja tertawa.


"Ck, " Margareth yang kesal melihat tingkah dady nya langsung beralih menatap William.


"William, Hai Apa kabar ? sudah lama sekali kita tidak bertemu. Aku Margareth yang dulu selalu kau ajak bermain saat masih kecil" Ucapnya sambil tersenyum manis.


"Ya Margareth, Sekarang aku sudah ingat .... Aku baik, seperti yang kau lihat tentunya" Ucap William sambil tersenyum.


Sedangkan tuan Robert hanya diam memperhatikan interkasi keduanya. terbit seulas senyuman dibibir tuanya.


"Ya kau terlihat hebat sekarang" Ucapnya dengan senyuman anggun yang tidak pernah hilang dari bibir seksinya.


"Terima kasih, kau juga" Ucap William menatap lekat wanita cantik bertubuh seksi didepannya dari atas sampai bawah.


Tuan Robert yang melihat rona bahagia di wajah putrinya langsung berdehem keras. "Baiklah William, aku rasa kita tidak perlu melakukan negosiasi lagi dan aku akan langsung menandatangani kontrak kerjasamanya sekarang juga !!


"Anda serius tuan ?" Ucap William menatap lekat pria didepannya.


"Aku serius, asalkan kau mau mengabulkan satu permintaanku !!"


"apa itu ??" Tanya-nya menaikan satu alisnya.


"Makan malamlah dengan putriku ini nanti malam dan buatlah dia bahagia !!" Ucap tuan robert dengan serius.


William menatap kearah Agatha yang hanya dibalas tatapan mata dengan isyarat "Terserah kau saja tuan" .


"Hanya makan malam ??" Tanya William pada tuan Robert.


"Ya, hanya makan malam !! Setelah itu kedepannya apapun yang ingin kalian lakukan itu terserah kalian aku tidak akan ikut campur"


"Baiklah aku setuju, Nanti malam aku akan menjemputnya langsung di mansion anda Tuan"


"Good William, Terima kasih banyak dan semoga kerja sama ini dapat berjalan baik kedepannya"


Mereka kemudian saling berjabat tangan dan setelahnya langsung menandatangani kontrak kerjasama yang akan mereka jalani kedepan.


William yang tadinya ingin mengajak paman Robert makan siang bersama pun tidak jadi dan langsung pamit kembali ke perusahaannya bersama dengan Agatha.


Sedangkan Margareth yang merasa senang lansung memeluk sang dady begitu William dan sekretarisnya keluar.


"Kau memang yang terbaik dad ..... Aku menyayangimu" Ucapnya lalu mencium pipi dadynya dengan sayang.


Sedangkan tuan Robert hanya tertawa melihat tingkah putri semata wayangnya tersebut.

__ADS_1


*******


Disisi lain Sabrina tengah serius berkutat dengan pekerjaannya.


"Aduh pusing banget, ini bagaimana caranya aku benar-benar tidak paham ...." Ucapnya mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Kalau begini aku jadi ingin pulang saja ke rumah ayah." Ucapnya sambil terus meringis. sampai matanya menatap seorang pria yang tengah menatap layar komputer dengan satu tangan memegang kertas.


Sabrina mendekati pria tersebut. "Hai, permisi boleh aku mengganggumu sebentar ?? Ucapnya sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Boleh, Ada apa ?" Ucapnya dengan datar.


"Emmmmm ...... ya, pertama-tama kenalkan dulu namaku sabrina ? Ucapnya mengulurkan satu tangannya kearah pria didepannya.


"Daniel ....."


"Emmmm ... Begini Daniel bisakah kau ikut ke mejaku sebentar ?? ada yang ingin aku tanyakan padamu .... Tolong lah, ya ?!!" Ucapnya dengan kedua tangan disatukan.


"Ya tentu, Ayo !!"


"Ayo !!" Ucap Sabrina menarik tangan Daniel menuju mejanya.


"Di bagian ini ....!! aku tidak paham dibagian ini, bisakah kau mengajariku caranya daniel ? Aku benar-benar sudah pusing dari tadi tidak ketemu-ketemu caranya" Ucapnya sambil memijat pelipisnya sedangkan daniel hanya tersenyum melihat kelakuan wanita didepannya.


"Baiklah Akan aku ajari" Kemudian duduk dan mulai mengajari sabrina yang berdiri di sampingnya. sesekali dirinya bertanya saat ada penjelasan dari daniel yang kurang dipahaminya.


"Bagaimana ?? Kau sudah paham sekarang ??" Tanya-nya menolehkan wajahnya kearah samping.


"Ya daniel. Terima kasih." Ucapnya tersenyum manis.


"Sama-sama ..... Aku balik ke mejaku dulu kalau begitu" Ucapnya. "Jika ada yang tidak kau pahami lagi panggil saja aku"


"Siaap bos ..... " Ucapnya tertawa renyah. "Terima kasih Daniel."


"Oke" Kemudian berjalan pergi meninggalkan meja sabrina.


Sedangkan Sabrina memilih untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Ah, iya aku belum mengirim pesan pada William hari ini" Ucapnya kemudian Mengambil Hp. nya yang dia simpan didalam tas.


"Hai William, Apa kau sudah makan siang ?? Jika belum bagaimana kalau makan siang bersama ??" Begitulah isi pesan yang di kirimnya.


Tring. Satu pesan masuk dari hp. Sabrina.


"Maaf Sabrina tidak bisa, aku sibuk" Balas William.


Sabrina yang melihat penolakan dari William hanya menarik napasnya dalam "Sabar sabrina aku yakin lambat laun William pasti tertarik padamu" Ucapnya dengan yakin.


To Be Continue ......


************


Catatan :


"Charleston merupakan kota tertua dan terbesar kedua di negara bagian Carolina Selatan-Amerika Serikat. Charleston begitu dikagumi karena keindahannya,  lingkungan pohon melati dengan bunga-bunga yang menjuntai dan kawasan perang bersejarah Mejadikan kota tersebut sebagai kota terbaik didunia Versi majalah Travel+Leisure."


Dan ini merupakan visual penampakan kota tersebut.



__ADS_1


__ADS_2