THE RULER (HOT SERIES)

THE RULER (HOT SERIES)
PART 08


__ADS_3

PERINGATAN :


MOHON BIJAK DALAM MEMBACA, DI PART PALING BAWAH ADA BEBERAPA ADEGAN RANJANG YANG TIDAK AUTHOR SKIP.


BAGI YANG TIDAK BERKENAN BOLEH DI SKIP, BAGI YANG BERKENAN BOLEH LANJUT, OK ?? 😉


SO. HAPPY READING, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DI AKHIR. 👍👍


***********


Malam Akhirnya tiba. Beberapa karyawan mulai berdatangan keluar dan pulang menuju rumahnya masing-masing. William dan Agatha masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing meski waktu sudah menunjukan pukul 07:00 malam.


Hingga sebuah pesan masuk mengalihkan perhatian keduanya.


Agatha membuka hp. nya dan melihat isi pesan tersebut.


From : Little Aunt Nathalie "Malam ini Aunty yang jemput, sekarang lagi dijalan." Begitulah isi pesan yang Dia terima.


To : Little Aunt Nathalie"Ok Agatha tunggu didepan. jangan lama-lama !! Bentar lagi Agatha selesai kerjanya." Jawabnya.


"Siapa ?" Tanya william melirik Agatha.


"Bukan siapa-siapa."


"Oh"


"Ayo pulang, sisanya lanjutkan besok saja" Ucapnya membereskan dokumen yang ada di depannya diikuti Agatha yang juga membereskan mejanya kemudian berjalan kearah William yang sudah berdiri didepan mejanya menunggu Agatha.


"Ayo .... " Ucap William kemudian berjalan ke arah pintu sambil membuka telephone genggam miliknya.


Saat William membuka pintu berbarengan dengan Sabrina yang menuju kearahnya.


"Bisa-bisanya Aku lupa kalau malam ini ada janji dengannya ?" Gerutunya yang masih bisa didengar jelas oleh Agatha.


"Hai William, Aku kesini untuk menjemputmu." Ucapnya sambil tersenyum manis. "Bisa kita pergi sekarang ?"


"Tentu, mobilnya ada dibawah". Ucap William kemudian berjalan menuju lift dengan Agatha yang berdiri disamping kanannya sedangkan Sabrina disamping kiri.


"Agatha kamu bawa mobil ??" Tanya William yang sudah sampai di luar Lobi perusahaannya.


"Tidak, Ada seseorang yang akan menjemputku, Dia ..... " Belum sempat Agatha melanjutkan ucapannya tiba-tiba sebuah mobil sport mewah berwarna maroon menghampirinya.

__ADS_1


"Agatha cepat masuk" Teriak seorang wanita cantik dari dalam mobil yang kira-kira usianya hampir menginjak 30 tahun dengan kacamata bertengger di hidung mancungnya.


"Iya sebentar" Ucapnya kemudian berpamitan kepada William dan sabrina.


"Saya permisi duluan Tuan dan nona sabrina".


"Pergilah" Ucap William menganggukan kepalanya.


Agatha masuk kedalam mobil sport tersebut dan meninggalkan mereka berdua.


Sementara William pergi kearah lain untuk menempati janjinya dengan sabrina.


*********


"Siapa mereka ??" Tanya Nathalie sambil membuka kacamatanya.


"Yang tadi ?"


"Iya yang tadi, siapa ?"


"Yang laki-laki bosnya Agatha, kalau yang perempuan namanya Sabrina".


"Temen kamu ?"


"Karyawan baru ko bisa langsung lengket gitu sama Bos nya ?"


Agatha hanya menggelengkan kepalanya "Agatha juga nggak tau, mungkin kerabatnya atau temennya kali." Kemudian menurunkan kedudukan kursi mobil menjadi lebih rendah dan akhirnya tertidur".


******


Sementara disisi lain William saat ini baru saja tiba di Club malam langanannya.


Setelah selesai makan malam dengan Sabrina William langsung melajukan mobilnya menuju Club Malam xxxxx untuk bertemu dengan Edward sepupunya.


Disana terlihat Edward tengah mengelus paha seorang wanita malam yang duduk dipangkuannya dan sesekali mendaratkan ciuman dibibirnya.


PLAK. "Jangan melakukannya disini" Ucap William kemudian duduk di sofa sebelah Edward".


Edward hanya terkekeh mendengarnya "Bawakan Aku salah satu yang terbaik untuk saudaraku ini" Ucapnya sambil meremas benda kenyal wanita malam didepannya dan berbalik mengahadap kearah William yang tengah menuang alkohol kedalam gelasnya.


"Kau terlihat lelah ??" Ucapnya sambil menuangkan alkohol kedalam gelasnya.

__ADS_1


"Aku memang lelah" Ucapnya kemudian meminum alkohol tersebut dalam satu tegukan.


"Maka dari itu aku mengajakmu kesini" Ucapnya kemudian memberi kode pada wanita yang dibaru saja tiba tersebut untuk mendekati William.


Dengan gerakannya yang gemulai wanita bertubuh seksi tersebut mendaratkan bokongnya di pangkuan William, menggerakan pinggulnya kemudian tangannya aktif meraba dada William.


William hanya diam menikmati sentuhan dan goyangan pinggul wanita dipangkuannya tersebut dengan sesekali matanya terpejam ketika pinggulnya menggesek miliknya.


"Damn it ...!!" William berdiri "Aku akan mengambilnya Edward" kemudian langsung menyambar kunci kamar yang disodorkan Edward padanya.


Sesampainya dikamar, William langsung mendorong wanita malam tersebut kearah kasur. pahanya langsung menindih tubuhnya sementara bibirnya sudah membungkam mulut wanita tersebut dengan tangan yang terus meremas ****** didepannya.


"Aaaakkhhhhhh......" Erang wanita tersebut ketika William memasukan satu jarinya.


"Tuan Apa yang .....??


"Oh, my ....."


"Tuaaaaan......... Hentikan !!! " Pintanya disela erangannya dengan nada memohon. Bahkan saat ini 3 jarinya sudah dia masukan kedalam sana.


Sudah tidak terhitung berapa kali wanita malam tersebut merintih, mengerang, bahkan memohon Namun William sama sekali tidak memperdulikannya.


"Aku Mohon Tuaaan !!!" Pintanya untuk yang kesekian kalinya yang hanya d balas seringai licik oleh William.


"Menjeritlah lebih keras lagi sayang !! Baru aku akan melepaskannya." Ucap William yang kini telah membalik wanita dibawahnya menjadi tengkurap.


satu tangannya tetap bergerak aktif sementara satu tangan lainnya membuka satu persatu pakaian wanita didepannya.


Kesal dengan perlakuan William yang terus mempermainkan tubuhnya hanya menggunakan tangan, membuat wanita tersebut bangkit berdiri kemudian mendorong William untuk tidur terlentang. Sehingga kini William berada dibawah sementara wanita malam tersebut berada diatasnya.


"Wohoooo ..... Kau sangat tidak sabaran girl." Ucapnya dengan seringai nakal.


"Aku menginginkan ini." Ucapnya sambil mengelus pangkal paha william.


"As You Wish, Darling" Ucap William menarik tengkuk wanita diatasnya.


"Masukan sayang aku sudah tidak tahan !!!" Ucap William yang langsung diangguki oleh wanita diatasnya.


3 jam lebih mereka bermain dengan liarnya. bahkan saat William dikamar mandi pun Wanita malamnya tidak berhenti menggoda dan mengajaknya untuk ****** sampai William kelelahan dan tertidur disampingnya.


***********

__ADS_1


To Be Continue.


__ADS_2