THE RULER (HOT SERIES)

THE RULER (HOT SERIES)
PART 15


__ADS_3

Dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya Nathalie berjalan sangat elegant menuju sebuah meja Cafe yang letaknya tidak terlalu jauh dengan tempat Agatha bekerja.


Terdapat Aura tegas seorang pemimpin diwajah cantik wanita tersebut. "Selamat Pagi Tuan Caldwell, Perkenalkan saya Nathalie. Terima kasih karena sudah menyempatkan waktunya untuk menemui saya pagi ini" Sapanya sambil mengulurkan satu tangannya dengan sangat sopan.


"Selamat pagi Nona Nathalie." Sanggahnya bangkit berdiri menerima uluran tangan wanita cantik didepannya "Tidak masalah, silahkan duduk. Saya sudah memesan minuman untuk kita berdua." Ucapnya tak kalah sopan. Kemudian mempersilahkan Nathalie untuk duduk.


"Terima Kasih ."


Yang dibalas anggukan sopan oleh pria didepannya "Kita bisa memulai pembahasannya jika nona tidak keberatan ?!"


"Panggil saja Nathalie !!" Pintanya.


"Baiklah, Tentu ."


"Begini Tuan Caldwell saya yakin anda sudah mengetahui identitas mengenai Keponakan saya Agatha, kita bahkan sudah pernah bertemu satu kali saat saya menjemput keponakan tercinta saya malam itu."


Yang langsung dibalas anggukan setuju oleh pria didepannya. karena faktanya William memang sudah mengetahui siapa Agatha sebenarnya. dan itulah yang menjadi alasan tambahan kenapa dia sampai menjadikan wanita tersebut sekretaris pribadinya.


"Sejujurnya saya sangat tidak suka jika Agatha bekerja diluar sana. Saya ingin Agatha terus berada disisi saya. Jika ingin bekerja-pun saya ingin dia bekerja di perusahaan milik saya." Ucapnya sengaja memberi jeda sambil menatap lekat cangkir latte didepannya.


"Namun, Agatha tetaplah seorang gadis pada umumnya, seiring bertambahnya usia Anak itu seperti semakin ingin menjauh dari jangkauan saya." Ucapnya tesenyum getir.


Dan William menangkap Lekat senyuman tersebut dihati dan pikirannya. seperti ada sesuatu yang lain yang sangat serius selain kekhawatiran pada umumnya, begitu pikirnya dalam hati.


Tanpa berniat ingin memotong, William Hanya mendengarkan apa yang dikatakan Wanita didepannya sambil sesekali menyeruput kopi panas didepannya.


"Dan terakhir saya mendengar jika besok sore Agatha akan melakukan perjalanan pertamanya diluar new york, Meskipun untuk bekerja tapi ini adalah kali pertama dia meninggalkan saya. dan entah kenapa sedikit membuat saya takut dan tidak rela." Ucapnya menatap lekat pria didepannya.

__ADS_1


Sementara William menaikan alisnya tak suka mendengar ungkapan terakhir dari wanita didepannya. "Maaf nona Nathalie, untuk yang satu itu sepertinya saya kurang sependapat dengan anda !. Tentu Agatha dapat menolak pergi dengan saya setelah dia dapat membayar konsekuensi yang dia ambil sebelumnya." Ucap William dengan cukup tegas.


"Sebagai seorang pengusaha tentunya anda pasti paham dengan semua itu ?? Tambahnya, Mengacu pada sebuah kontrak kerja setiap karyawan sekaligus memberi sindiran pada wanita didepannya.


Nathalie mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan apa yang William katakan "Tentu saya paham Tuan Caldwell, dan kedatangan saya kemari bukanlah untuk membatalkan rencana tersebut melainkan saya ingin meminta bantuan anda secara pribadi untuk membantu saya mengawasi dan melindungi Agatha selama dia berada disisi anda." Ucapnya tanpa basa basi lagi.


Sementara William hanya mengangguk- anggukan kepalanya paham. "Lalu apa yang bisa saya dapatkan jika saya melakukannya ?".


"Satu bidang tanah yang menjadi incaran anda dipelelangan kemarin akan saya berikan jika anda mampu melakukannya." Ucap Nathalie tanpa ragu meskipun dia harus merelakan pundi-pundi rupiahnya demi Agatha.


Sementara William langsung tersenyum senang dan tanpa ragu menjabat tangan wanita tersebut sebagai tanda persetujuan akan penawaran yang di berikan padanya.


"Baiklah Nona Nathalie saya terima tawarannya. senang bekerja sama dengan anda" Ucapnya tanpa basa basi.


" Eh secepat ini kah ?" pikirnya dalam hati. "Tentu, dan tolong ingat janji anda pada saya !!" Ucapnya menerima uluran tangan rekan didepannya. Kemudian setelahnya mereka kembali pada perusahaan mereka masing-masing.


******


Sesuai dengan ucapannya pada Nathalie, William kini sudah berada tepat didepan lobi khusus ruangan kerjanya.


Dengan wajah sumringah William melemparkan kunci mobilnya pada Jason yang saat ini tengah berdiri kaku didepan pintu ruangannya.


Melihat sang majikan melemparkan kunci mobilnya membuat Jason reflek menangkap kunci tersebut.


"Ada apa dengan wajahmu itu hah ?" Tanya William menghampiri Jason namun tidak dijawab oleh laki-laki tersebut.


"Silahkan Tuan !!" Balasnya membukakan pintu ruangannya yang hanya dibalas keryitan oleh sang tuan.

__ADS_1


"Aneh sekali" Ucapnya melangkah masuk dan betapa terkejutnya dia ketika pintu terbuka dilihatnya Agatha tengah bersimbuh dengan rambut yang terus ditarik paksa oleh wanita seksi yang sedang mengamuk didepannya.


Terlihat Agatha yang sedikit kewalahan disana. sementara Margareth terus saja menarik rambut hitam miliknya.


William menatap Jason yang ada di sampingnya, sememntara jason yang paham dengan maksud tatapan William langsung menjelaskan. "Ekheem .... Sekitar 8 menit yang lalu nona Margareth menorobos masuk kedalam ruangan anda, Awalnya dia hanya ingin mencari anda namun sepertinya beliau marah saat melihat meja yang ditempati nona Agatha berada tepat disamping anda sehingga pada saat itu tanpa berpikir ulang langsung mendorong dan menampar nona yang sedang berdiri membelakanginya." Ucapnya panjang lebar.


"Lalu kenapa kau diam saja melihat mereka bertengkar ?" Tanya William heran.


"Karena saya ingin menunggu anda tuan, dan sebagai tambahan mereka belum bertengkar. sekarang barulah mereka bisa dikatakan bertengkar anda bisa lihat itu jika tidak percaya." Ucapnya mengarahkan pandangan pada Agatha yang kini memegang kendali menjambak rambut margareth kemudian mendorongnya ke belekang dengan sangat keras.


William dan Jason hanya diam melongo melihat serangan Agatha yang bahkan tanpa rasa takut melayangkan bogemnya pada pipi mulus milik margareth.


"Brengsek, dan ini untuk tamparanmu wanita gila !!. BUM" Agatha Menghantamkan kepalan tangannya dengan cukup keras ke pipi Margareth sehingga membuat wanita itu terhuyung ke belakang.


"Tuan !!" Jason terlihat panik melihat prilaku Agatha pada putri rekan bisnis william tersebut.


"Biarkan saja !! aku ingin lihat sampai dimana wanita itu bisa menghadapinya !' Ucapnya sambil tersenyum simpul. "Benar-benar wanita yang menarik" Batinnya dalam hati.


Margareth kemudian bangkit sambil bertumpu pada meja "Beraninya kau j_____g sialan, kau tidak tahu siapa aku, hah ?? Aku pastikan kau akan menyesal dan menerima akibatnya !" Ucapnya dengan murka.


"Hehhh, "Agatha tersenyum jijik mendengar ucapan wanita didepannya. "Kau pikir aku takut ?? bahkan jika kau tidak puas aku akan dengan senang hati menunjukan rekaman cctv nya kepada mereka". Sanggah Agatha dengan tak kalah sinis.


"Dan satu hal lagi " Bisiknya tepat didepan wajah margareth. "Jangan coba-coba mengusiku jika kau tidak ingin merasakan sakit lebih dari ini !!" Membuat Margareth terkejut melihat perubahan sikap wanita didepannya.


Sementara Agatha memilih pergi dari ruangan tersebut. bahkan dengan santainya melewati William yang kini tengah berdiri sambil menyungingkan senyuman kearahnya.


********

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2