THE RULER (HOT SERIES)

THE RULER (HOT SERIES)
PART 06


__ADS_3

Hari demi hari Agatha lalui dengan tenang Dia masih melakukan kegiatannya seperti biasa, membuat laporan keuangan, memasukannya dan terkadang sesekali Dia juga akan pergi keruangan Aiden ketika pria tersebut memanggilnya dengan alasan pekerjaan.


Ya, setelah pertemuannya dengan sang pimpinan ternyata tidak membuatnya keluar dari perusahaan dikarenakan kinerjanya yang memuaskan dalam satu tahun terakhir ini sehingga William tidak mempunyai alasan untuk memecatnya. Karena, jika Dia melakukan hal tersebut maka takutnya akan berdampak buruk terhadap citranya dan perusahaan. Agatha pun saat itu langsung meminta maaf kepada William dan berjanji tidak akan pernah mengulangi hal tersebut dikemudian hari dan William menerimanya. Mereka sekarang layaknya seorang bawahan dan atasan pada umumnya.


Sementara untuk Aiden, Mereka kini semakin dekat. Setelah sebelumnya Aiden menepati janjinya untuk makan malam dengannya sejak saat itulah kedekatan mereka dimulai. Bahkan Aiden sudah tidak canggung lagi saat bertemu dengan Agatha. Mengantar jemput Agatha, Bahkan tak jarang mereka sering terlihat menghabiskan waktu makan siang berdua saat sedang jam makan siang.


Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena saat ini Aiden sudah pindah ke perusahaan pribadi milik keluarganya. Tadi pagi saat Aiden menjemputnya Dia mengatakan bahwa mulai hari ini Dia tidak akan bekerja di perusahaan ini lagi. Agatha sempat bertanya alasannya dan Aiden menjawab alasan Dia meninggalkan perusahaan ini adalah Karena orangtua Aiden sudah memberikan hak waris penuh kepadanya sehingga Dia sudah tidak perlu lagi bekerja diperusahaan milik sahabatnya itu. Aiden juga menawarkan Agatha untuk ikut bersamanya namun dirinya menolak, Dia tidak ingin ikut dengan Aiden karena baginya pekerjaannya disini sudah sangat memuaskan dan dia tidak ingin pindah hanya karena alasan pribadi. Mendengar hal tersebut Aiden hanya bisa tersenyum mengiyakan.


Jika mengingat hal itu Agatha hanya bisa menghembuskan napasnya frustasi. bagaimana tidak frustasi, Setelah Aiden keluar dari jabatannya sebagai direktur keuangan sekarang jabatan tersebut diambil alih oleh Rivalnya sendiri. Mrs. Meli yang sebelumnya menjabat sebagai wakil direktur kini telah dinaikan jabatannya sebagai direktur keuangan.


"Habislah sudah. sekarang aku hanya bisa berdoa semoga nenek sihir itu tidak mengangguku." Ucapnya dalam hati. Namun sepertinya semesta memang tidak berpihak padanya. belum sempat dia mendaratkan bokongnya, seseorang dari balik pintu tiba-tiba memanggilnya.


"Agatha Gabriella ikut saya sekarang !!" Perintahnya dengan nada angkuh.


mendengar itu Agatha hanya bisa menghembuskan napasnya berat kemudian dengan setia berjalan mengikutinya.


Mrs. Meli hanya berjalan tanpa menengok kebelakang. Dia tidak berjalan menuju ke ruangannya melainkan menuju lantai 11 Dimana sang CEO berada.


Sesampainya mereka didepan pintu barulah Mrs. Meli menengok kearah Agatha yang sedari tadi berjalan dibelakangnya.


"Dengarkan saya, saat didalam kamu cukup diam dan bantu saya mencatat apa yang CEO katakan, selebihnya jangan melakukan apapun jika saya tidak mengatakannya, Paham ?!!"


"Paham Mrs. " Jawabnya sambil menunduk


Mrs. Meli kemudian berbalik kembali dan langsung membuka pintu ruangan tersebut setelah sebelumnya mengetuk dan meminta ijin kepada Jason sang Sekretaris.


Sesampainya didalam Mrs. Meli langsung diam mengangumi ruangan CEO yang begitu mewah dan terawat. Tidak hanya itu Dia juga sangat terpesona melihat Sang Penguasa tengah duduk dengan Gagahnya dengan kacamata bertengger di hidung macungnya dan satu tangan memegang laporan.


Menyadari ada seseorang yang tengah menatapnya William langsung menghentikan kegiatannya. Dia membuka kacamatanya kemudian menatap tajam dua orang yang ada didepannya.


"Ada Apa ??" Tanya-nya dengan nada dingin.


Mrs. meli hanya bisa menelan ludahnya kasar mendengar suara berat yang dikeluarkan atasannya tersebut. lain halnya dengan Agatha yang sedari tadi hanya menunduk tidak barani menatap siapapun yang ada didepannya. "Ah. Maaf Tuan" Ucapnya sambil tersenyum kemudian berjalan dengan elegant kedepan meja Atasannya.


"Perkenalkan saya merupakan Direktur keuangan yang baru Tuan, Pihak HRD menyuruh saya menemui anda."

__ADS_1


"Ya silahkan duduk !! Ucapnya kemudian matanya menatap Agatha dan berkata. "Kau juga duduk !!"


Agatha refleks langsung menatap lawan bicaranya, kepalanya terlihat mengangguk kemudian langsung duduk disamping Mrs. Meli.


"Jadi kau merupakan direktur baru yang akan menggantikan Aiden ?" Tanya-nya to the point.


"Benar Tuan" Jawab Mrs. Meli.


"Sudah paham mengenai tugas dan kewajiban yang harus kau lakukan nantinya, Mrs. Meli ??" Tanya-nya setelah membaca Name Tag yang dipakai wanita tersebut.


"Sudah Tuan, kebetulan sebelumnya saya juga sudah menjabat sebagai wakil Direktur pada saat Tuan Aiden masih menjabat sebagai Direktur keuangan diperusahaan ini". Jawabnya dengan tegas dan percaya diri.


"Bagus itu lebih baik karena saya hanya suka bekerja dengan orang yang profesional dan cekatan."


Jawaban William hanya ditanggapi anggukan paham oleh Mrs. Meli.


"Dan satu hal lagi yang harus kau ingat, sebagai Seorang Direktur Keuangan Kau diwajibkan hanya setia kepada perusahaan. Jangan sekali-kali kau berbuat curang apalagi sampai menghianati perusahaan ini !! Jika itu sampai terjadi maka kau akan menerima akibatnya." Tambah William dengan suara tegas dan berwibawanya.


"Baik Tuan Saya paham" Jawab Mrs. Meli dengan tegas. Sampai kapanpun Dia tidak akan pernah menghianati perusahaan tempatnya bekerja mengingat sebelumnya William tidak pernah main-main jika ada salah satu karyawannya yang bermasalah.


"Terima kasih Tuan, Saya berjanji tidak akan mengecewakan anda dan perusahaan". Ucapnya menerima uluran tangan atasannya tersebut.


William hanya menganggukan kepalanya tanda setuju. "Silahkan jika ingin kembali dan melanjutkan pekerjaan anda Mrs. !!" Sambung William.


"Baik Tuan Saya permisi" Ucapnya kemudian mengajak perempuan yang ada disampingnya pergi juga "Ayo Agatha"


Namun belum sempat Mereka melangkah tiba-tiba William berkata.


"Tunggu Mrs. biarkan Dia disini. Kau boleh pergi sendiri keruanganmu. Aku Masih mempunyai urusan dengannya."


Mrs. Meli kemudian menatap Agatha yang sepertinya tidak ingin ditinggalkan diruangan tersebut seorang diri. "Jangan membuat masalah turuti saja perintah Tuan !! Kau mengerti ??" Ucapnya yang hanya di balas anggukan kepala pasrah oleh Agatha.


"Saya permisi Tuan" Ucapnya sambil membungkuk hormat kemudian pergi.


Setelah Mrs. Meli pergi William melangkahkan kakinya mendekati Agatha hingga tanpa Agatha sadari Sang Atasan kini sudah berada didepannya.

__ADS_1


"Sekarang hanya ada kau dan aku jadi tidak usah menunduk lagi !! Angkat kepalamu dan tatap aku saat kita sedang bicara !!" Perintahnya dengan nada tak terbantahkan.


Agatha mendongakan kepalanya dengan tatapan bingung atas apa yang William ucapkan barusan.


"Tidak perlu bingung seperti itu ....." Ucap William sambil berjalan menuju sofa yang biasa digunakan olehnya jika ada kerabat atau tamu penting yang datang.


"Kemarilah, ada yang ingin Aku bicarakan denganmu !!" perintahnya


Agatha hanya menganggukan kepalanya kemudian duduk di sofa yang ada disebelah William.


"Langsung saja Aku ingin mulai besok kau menjadi sekretarisku. Jika ada yang tidak kau mengerti Kau boleh menanyakannya langsung pada Jason. Dia akan menjelaskan semuanya secara rinci mengenai apa yang boleh dan tidak boleh kau lakukan sebagai sekretarisku !!" Ucapnya langsung tanpa basa basi.


"Maaf Tuan ??" Tanya-nya bingung.


"Aku maafkan sekarang kau boleh kembali ke ruanganmu" Ucapnya dengan wajah tanpa dosa.


"Bukan itu maksudku" Agatha menelan salivanya kemudian melanjutkan "Tuan tidak bisa seenaknya mengganti posisi Saya. Jika Saya menjadi sekretaris Anda lalu Siapa yang akan menggantikan saya disana ??" Ucapnya dengan mata yang menatap penuh lawan bicaranya.


"Kau tidak perlu khawatir karena mulai besok akan ada orang yang akan mengantikan posisimu" Jawabnya kemudian.


"Tapi kenapa harus Saya ? Bukankah masih banyak yang lainnya ?? Saya bahkan belum lama bekerja diperusahaan ini, Bagaimana jika saya tidak bisa melakukan tugas saya dengan baik ?? "Tanya-nya beruntun.


Dia benar-benar cerewet ... Batin william dalam hati. "Bukankah sudah Aku katakan Jason akan membantumu !! Lalu apa lagi yang menjadi kendala ??!!"


Agatha hanya diam sambil menimbang-nimbang tawaran dari atasannya tersebut. Sementara William hanya menggit bibir bawahnya khawatir jika Agatha menolak tawarannya.


"Baiklah Saya setuju, Besok pagi Saya akan langsung menemui Tuan Jason untuk menanyakan semuanya". Toh nggak ada ruginya juga kalau Aku terima, lumayan kan bisa naik gaji, hihihi (ucapnya dalam hati)


Syukurlah (batin William dalam hati) "Baiklah Aku ucapkan terima kasih dan selamat atas posisi barumu" Ucap William bangkit dari duduknya dan menjabat tangan Agatha"


"Sama-Sama dan Terima kasih untuk kenaikan jabatannya Tuan" Jawab Agatha menerima uluran tangan dari atasannya tersebut. "Terserah dia mau mikir apa toh ini juga nggak ngerugiin aku".


Mereka berdua sama-sama tersenyum dengan pikiran mereka masing-masing.


**********

__ADS_1


To be continue.


__ADS_2