
William saat ini tengah duduk serius dimeja kerja Mansion utamanya untuk memeriksa satu persatu dokumen kelengkapan tanah yang diberikan Nathalie padanya melalui Jason.
Sesuai janjinya, wanita cantik tersebut bahkan tidak segan-segan menyerahkan sendiri serentetan dokumen penting tersebut pada sekretaris William. Sepertinya Agatha memang begitu penting begitu pikir William dalam hati.
Sambil mengangguk anggukan kepalanya, William membaca satu persatu kelengkapan surat tersebut.
Satu ulas senyum bahkan tidak pernah hilang dari bibirnya karena telah berhasil mendapatkan sebidang tanah yang begitu diincarnya selama ini.
"Kerja bagus Jason." Ucapnya melirik sekilas pria disampingnya. "Setelah ini kau langsung jalankan rencanya !!. Aku ingin pada saat aku kembali dari Atlanta proyek tersebut sudah harus berjalan !!" Tegasnya memasukan kembali dokumen tersebut kedalam map cokelat dan menyimpannya dilaci meja kerjanya.
Jason hanya menganggukan kepalanya paham "Anda tidak perlu khawatir Tuan !!" Jawabnya
"Nona Nathalie juga mengingatkan akan janji tuan padanya mengenai nona Agatha !!" Tambahnya pada saat William sudah bangkit berdiri kemudian menyambar Jas hitam miliknya.
Ya tepat setengah jam lagi William dan Agatha akan berangkat menuju Atlanta melalui bandara internasional new york untuk melakukan perjalanan bisnis pertama mereka. lebih tepatnya pertama untuk Agatha dan biasa untuk William.
"Katakan padanya untuk tidak perlu mengkhawatirkan itu Jason !!" Ucapnya menepuk pundak sang sekretaris kemudian melangkah keluar diikuti Jason dibelakangnya.
Sesampainya dibawah, salah seorang Maid menghampirinya. "Ini tas anda Tuan ." Ucapnya sambil menunduk.
Diraihnya tas kerja tersebut yang isinya dapat dipastikan hanya beberapa tumpuk dokumen tanpa pakaian karena kebiasaan William jika pergi tidak pernah membawa bekal pakaian kecuali jika dia pergi dengan orang Asing.
Haih, bahkah belum apa-apa William sudah mengklaim Agatha bukanlah orang asing baginya.
Saat sebuah mobil yang dipersiapkan penjaga mansion tiba didepannya, Jason segera melangkah kedepan kemudi sementara William masuk dibelakangnya.
Dilajukannya mobil tersebut menuju Bandara dengan kecepatan sedang.
********
Sementara ditempat lain Agatha telah sampai terlebih dahulu dengan Nathalie yang duduk disampingnya.
"Aunt .. " Panggil Agatha sambil melirik sekilas wanita yang tengah menyilangkan kakinya dengan kaca mata hitam bertengger dihidung mancungnya.
__ADS_1
"Apa ?? Udah ya sayang, Jangan suruh Aunty pulang lagi !!" Ucapnya tanpa menatap balik Agatha yang tengah menatapnya dengan intens.
"Tapi nanti jika bos Agatha lihat, Agatha bisa malu" Ucapnya dengan wajah memelas, sementara Nathalie hanya diam melihat lalu lalang orang yang berjalan didepannya.
"Aunt ih .!!" Panggil Agatha geram.
"Iya iya nanti Aunty pulang kalau kamu udah terbang" Ucapnya tetap setia menatap kedepan.
Sementara Agatha hanya mendelikan bola matanya melihat kelakuan Nathalie yang tidak akan pernah berubah. "Burung kali ah terbang". Ucapnya
Sampai beberapa menit kemudian akhirnya yang ditunggu-tunggupun datang. William yang lebih dulu melihat Agatha tengah duduk dilobi tersebut langsung melanjutkan langkahnya untuk menemui gadis tersebut.
Disapanya terlebih dahulu Nathalie yang tengah duduk bersilang kaki didepannya. "Hallo. Nona Nathalie apa kabar ?? Saya William." Sapanya mengulurkan satu tangannya kedepan.
Sementara Nathalie hanya mendongak tanpa merubah posisinya "Heh bagus juga aktingnya." Ucapnya dalam hati kemudian menolehkan wajahnya kesamping dimana Agatha tengah memelototinya karena Nathalie tidak kunjung menerima uluran tangan pria didepannya.
"Baiklah, Baiklah." Ucapnya paham pada arah pandangan keponakan tercintanya.
"Ya Tuan Caldwell, kabar baik terima kasih" Ucapnya sambil tersenyum menerima uluran tangan pria didepannya.
Gadis tersebut hanya menganggukan kepalanya paham, dan menyambar tas nya yang berisikan pakaian.
"Agatha pamit dulu, Aunty jangan khawatir oke !! Nanti pulangnya akan Agatha berikan oleh-oleh untuk Unty" Ucapnya memeluk Nathalie dengan sayang. Sementara yang dipeluk hanya diam saja.
"Kenapa Aunty diam saja ??" Tanya-nya setelah melepaskan pelukan.
Dibukanya kacamata hitam tersebut karena tidak mendapatkan jawaban dari sang pemilik "Loh, ko nangis ??" Tanya Agatha panik ketika melihat Nathalie yang mengeluarkan air matanya setelah kacamatanya dibuka.
"Anak nakal " Ucapnya menjewer kencang telinga Agatha kemudian langsung memeluknya.
"Hati-hati disana !! Hiks, "Ucapnya menenggelamkan wajahnya dileher sang keponakan. "Dan jangan lupa juga perjanjian kita, ingat !!"
Agatha yang bingung hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil satu tangannya mengusap lembut punggung Nathalie.
__ADS_1
"Aunt, Agtha mau berangkat ini !!" Lirihnya disela tangisan Nathalie.
Membuat Nathalie melepaskan pelukannya sambil mengangguk "Hati-Hati !! Ingat untuk menghubungi jika sudah sampai oke ??" pintanya sambil mengusap lembut puncak kepala Agatha.
Sedangkan untuk William, Nathalie hanya menepuk pundaknya sambil melayangkan tatapan penuh arti pada pria didepannya yang langsung dibalas anggukan paham oleh William.
"Baiklah kami permisi dulu Nona Nathalie !! Ucapnya pada Nathalie kemudian satu tangannya tanpa permisi merangkul Agatha dan langsung menyeretnya masuk kedalam bandara dimana pesawat pribadinya sudah menunggu untuk ditempati oleh tuannya.
"Hei, Hei, perhatikan tanganmu pria tua !!" Ucapnya melotot memarahi aksi William yang merangkul Agatha. Bahkan satu tangannya sengaja dikibas-kibaskan guna mengejek Nathalie.
"Awas ya jika sampai Tuan mu macam-macam dengan keponakanku, akan aku ratakan perusahaan kalian dengan tanah !!" Ancamnya memarahi Jason yang kini tengah berdiri disampingnya.
"Ahehehe . Yah baiklah nona" Ucapnya sambil menggaruk-garukan pelipisnya yang tidak gatal. "Haiih, meratakan perusahaan. yang benar saja." Ucapnya dalam hati.
Nathalie kemudian membalikan tubuhnya meninggalkan tempat tersebut dengan kesal. saking kesalnya dia bahkan sampai menambrak seorang pria yang tengah berjalan didepannya.
"Aduh. Jalannya tolong dong tuan !!" Ucapnya dengan kesal kemudian menatap seseorang yang ditabraknya.
"Aunty Nathalie " Sapa pria didepannya sambil tersenyum hangat.
Sementara Nathalie hanya menaikan alisnya bingung "Jangan sembarangan, aku tidak pernah mempunyai keponakan tua sepertimu" Jawabnya dengan ketus kemudian memakai kembali kacamata hitamnya.
"Yang benar saja, umurnya saja mungkin lebih tua dariku" Gumamnya dengan pelan sambil melangkah pergi. Terlihat tidak sopan memang tapi begitulah Nathalie jika dengan orang yang tidak dikenalnya.
Melihat respon yang didapatkannya, pria tersebut hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah.
"Sepertinya aku harus lebih sering bertemu dengan keponakannya agar lebih dikenal" Ucapnya pelan sambil melihat wanita yang kini semakin jauh melangkah didepannya.
Sementara satu tangannya meraih telephone genggam miliknya untuk dihidupkan dan langsung menghubungi wanita pujaannya.
"Kenapa tidak aktif ??" Tanya-nya heran pada diri sendiri. kemudian mengirimkan pesan dimana isinya adalah. "cantik aku sudah pulang, kenapa ponsel mu tidak aktif, hem ?" Namun pesannya juga tetap tidak terkirim.
Membuat Aiden hanya bisa menarik napasnya dengan kasar. pria tersebut bahkan langsung terbang menuju new york begitu pekerjaannya telah selesai. "Padahal aku begitu merindukannya." Tuturnya dengan kecewa kemudian melanjutkan langkahnya untuk keluar dari Bandara tersebut.
__ADS_1
******
To Be Continue