
...#Paradise Club#...
Suara dentuman musik dengan keras memekik setiap gendang telinga para pengunjung sebuah club malam yang berada tepat di tengah-tengah jantung kota new york.
Puluhan orang berbondong-bondong mendesakan badannya mencari kenikmatan dunia ditengah gelapnya malam.
William dan Margareth merupakan salah satu diantara puluhan orang tersebut.
"Wait _____!!!" William mencekal pergelangan tangan Margareth saat dirinya baru saja menginjakan kakinya di bar mewah tersebut, membuat Margareth yang hendak duduk di depan mini bar mengurungkan kembali niatnya akibat cekalan ditangannya.
"Ada apa ??" Tanya-nya
"Kau yakin kita tidak salah tempat karena berakhir disini ??" Tanya William mencoba memastikan kembali.
"Tidak ..."
"Kau yakin ??" Tanya-nya kembali ? William pikir Margareth hanya akan mengajaknya ke tempat hiburan lain seperti Mall atau butik untuk menguras seluruh isi dompetnya. Namun nyatanya Margareth malah membawanya ke sebuah Club malam yang tidak jauh dari tempat mereka makan malam tadi.
"Maksudku jika sampai dady-mu tahu, apa dia tidak akan marah ??" Tanya-nya sambil menaikan sebelah alisnya.
Sementara Margareth malah memilih duduk setelah meminta dibuatkan satu gelas Vodka pada seorang bartender didepannya.
Merasa diacuhkan William mengangkat tangannya pasrah ke udara kemudian membalikan tubuhnya hendak keluar dari tempat terkutuk tersebut. Dia tidak ingin terlibat lebih jauh lagi dengan wanita yang ada didepannya ini. karena sudah dapat dipastikan jika hal tersebut dilakukan maka akan sangat berdampak buruk bagi kehidupannya kelak.
Meskipun William sangat menyukai dunia malam, namun baginya, merupakan pantangan besar untuk bermain dengan wanita yang berasal dari relasi bisnisnya sendiri apalagi Margareth merupakan putri dari sahabat Dady-nya sendiri.
"Tunggu, William kau mau kemana ??"
Baru saja William membalikan tubuhnya, Margareth sudah mencekal pergelangan tangannya membuat William terpaksa membalikan tubuhnya kembali dengan ekspresi yang sangat dingin "Aku peringatkan satu hal, Jika kau ingin berpikir macam-macam dengan mengajaku kesini sebaiknya buang jauh-jauh pikiranmu itu .!!" Ucapnya melepaskan cekalan ditangannya dengan kasar dan berbalik.
"But, William"
William kembali berbalik "Dan stop memanggil namaku disini !!" Bentaknya kemudian dengan cepat keluar dari ruangan tersebut.
"Shit ... What the fu__ck." Umpatnya dengan kesal kemudian dengan cepat menyusul William yang sudah berjalan jauh didepannya.
"William tunggu !! Hei, Kenapa kau marah ?? Maafkan aku oke ? Aku pikir kau suka dengan tempat-tempat seperti ini, itulah sebabnya aku mengajakmu kemari !!" Ucapnya sambil menghadang pria yang tengah berjalan acuh didepannya.
"Minggir !!" Tukas William dengan dingin.
__ADS_1
Membuat Margareth terkejut dan minggir seketika. "Maafkan aku, Aku tidak akan melakukannya lagi aku janji" Lirihnya dengan pelan namun sama sekali tidak ditanggapi oleh pria didepannya.
"Jika kau ingin pulang akan aku antarkan, Tapi jika kau ingin masuk kedalam, silahkan !! Aku akan pulang dan tolong ingat satu hal !! pertemuan kita hanya sampai dengan malam ini saja. Setelahnya kita akan kembali pada kehidupan kita masing-masing !!!" Tukas William dengan sangat tegas dan nada yang sangat dingin.
"Tidak William jangan seperti itu, baiklah lebih baik kita pulang sekarang." Jawab Margareth dengan cepat karena tidak ingin membuat William semakin kesal dengannya.
"Sudahlah lebih baik aku ikuti saja dulu keinginannya, baru setelah ini aku pikirkan lagi bagaimana cara mendekatinya" Batinnya dalam hati.
Setelahnya mereka masuk kedalam mobil dengan William yang memegang kemudi.
*******
Ceklekk ....
Nathalie membuka pintu kamar Agatha dengan sangat pelan. kakinya sengaja dijinjitkan agar tidak menimbulkan suara derap langkahnya, sementara kedua tangannya memegang sandal rumahan yang tadi Dia buka sebelum memasuki kamar Agatha.
Dengan sangat pelan Nathalie mengendap memasuki kamar Agatha. pokusnya saat ini adalah meja belajar Agatha dimana diatasnya terdapat sebuah Smart phone keluaran terbaru yang menjadi incarannya saat ini.
Dengan sangat cepat kedua tangannya mengambil ponsel tersebut. Jemari lentiknya sibuk mencari sebuah nomor ponsel yang diperlukannya dengan sesekali matanya menatap waspada pada pintu kamar mandi Agatha, sampai sedetik kemudian mulutnya berseru riang saat dirinya menemukan nomor tersebut.
Dibukanya ponsel pintar miliknya sendiri kemudian dengan sangat cepat menyalin nomor tersebut untuk disimpan diponsel pintar miliknya.
Setelah dirasa cukup, Nathalie meletakan kembali ponsel tersebut ke tempat semula dan keluar dengan sangat pelan dari kamar tidur Agatha.
"Oh. God ... Rasanya seperti sedang mencuri dirumah sendiri." Ucapnya sambil duduk dilantai anak tangga paling bawah dengan satu tangan masih memegang sandal dan satu tangan lagi memegang smart phone miliknya tepat didepan dadanya sendiri.
Setelah dirasa tenang barulah Nathalie membuka Smart Phone tersebut kemudian menekan sebuah nomor yang tadi disalinnya dari ponsel pintar Agatha.
Tuuuuuuttttt .....
Dengan gugup Nathalie menunggu panggilan tersebut namun tidak diangkatnya. "Ck., Sombong sekali orang ini" Ucapnya dengan kesal. "Sudahlah mungkin dia sedang sibuk. lebih baik aku tunggu sebentar lagi saja siapa tahu nanti diangkat." Gumamnya sambil berdiri dan melangkahkan kakinya menuju dapur.
*******
Kembali pada William yang kini tengah memarkirkan mobilnya didepan pintu gerbang Mansion keluarga Robert.
"Terima kasih William !!. Bagaimana jika kau mampir dulu kedalam ? Bertemu dady mungkin." Ucap Margareth sambil menolehkan wajahnya kearah samping.
"Tidak, Terima kasih. Aku akan langsung pulang" Ucapnya dingin.
__ADS_1
"Aku____" Ucapnya ragu "William apakah kita masih tetap bisa berteman setelah ini ??"
William menaikan Alisnya seketika "Teman yang seperti apa ?? Aku pikir tidak !! Bukankah sudah jelas yang aku katakan tadi ??" Ucap William. Karena kesan pertama yang Margareth perlihatkan tidak sesuai dengan diri William, membuat dia tidak ingin terlibat lebih jauh lagi dengan wanita licik didepannya ini.
Sementara Margareth hanya menggigit bibir bawahnya frustasi "Tapi Bukankah Kita sudah saling memaafkan ? Lagipula kenapa tidak kita lupakan saja kejadian di Club tadi dan bersikap seperti biasa lagi ?? "Ucapnya tanpa tahu malu.
William membuka mulutnya hendak menjawab namun sebuah panggilan menginterupsi keduanya. Alis William dikerutkan dengan sangat dalam melihat nomor tidak dikenal yang menghubunginya.
"Siapa ??" Tanya Margareth yang sudah mencondongkan badannya kedepan.
Karena kesal dengan sikap Margareth William langsung menutup panggilan tersebut "Bukan siapa-siapa" ucapnya sambil memasukan telpon tersebut kedalam saku jasnya.
"Turunlah, Aku harus pulang !!" Dan tolong sampaikan salamku pada Tuan Robert". Ucapnya menekan tombol Auto lock agar margareth segera turun dari mobilnya.
Membuat Margareth mau tidak mau turun dari Mobil tersebut dan tanpa menunggu waktu William langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal begitu Margareth turun dari mobilnya.
Saat ini yang menjadi tujuannya adalah Apartemen terdekat miliknya yang akhir-akhir ini sering dia datangi karena lokasinya yang cukup dekat dengan perusahaan miliknya sendiri.
Dan saat sedang diperjalanan sebuah panggilan dari nomor tidak dikenal masih saja berdering diponsel pintar miliknya. sudah lebih dari tiga kali nomor tersebut menghubunginya namun tetap diabaikan oleh William.
Sampai dirinya tiba didepan pintu Apartemen mewahnya, barulah dia mengangkat panggilan tersebut.
"Halo ....!!"
" ............"
"Maaf dengan siapa ??"
" ............ "
"Oh, Astaga, Langsung To the point saja Nona !!" Ucapnya malas sambil duduk di bibir ranjang dengan satu tangan membuka satu persatu sepatu miliknya.
"............"
William memutar bola matanya malas mendengar ocehan seorang wanita dibalik telponnya "Baiklah besok pukul 07 di Cafe Imperial, Bagaimana ??
" ............... " kemudian tuuuuuttt___ wanita tersebut menutup sepihak sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban dari William membuat William berdecak sambil menatap nanar telphone genggam miliknya.
"Ck, Benar-benar keluarga yang aneh" Ucapnya melempar ponsel tersebut kemudian masuk kedalam kamar mandi miliknya sendiri.
__ADS_1
******
To be Continue.