
"Apa ?? Tanya-nya ketika William terus menatapnya dengan tatapan binalnya. "Jangan menatapku seperti itu !! Aku malu" Ucap Margaret tersenyum malu sambil satu tangannya menyelipkan anak rambut ke belakang telinganya.
Sementara William yang melihat itu hanya tertawa dengan kencang. Karena sudah bukan hal baru bagi William untuk membuat seorang wanita tergila-gila padanya.
"Baiklah,,, Baiklah,,, Setelah ini kau ingin aku antar kemana lagi ?? Tanya-nya setelah berhenti tertawa. "Apa kau ingin langsung pulang ?? Biar aku yang antar !!" Ucapnya tanpa basa basi.
"Oh. Ayolah William ini masih jam 09 malam, aku tidak ingin pulang sesore ini." Ucapnya merengek manja setelah menyelesaikan suapan terakhirnya.
"Bagaimana jika kita mengunjungi suatu tempat terlebih dahulu. Aku tahu tempat yang cocok untuk kita dan tidak jauh dari sini tentunya??" Ucap Margareth sambil tersenyum penuh arti.
"Ok, Lets' Go ...!!! Tunggu apa lagi, Kau sudah selesai bukan ?" Ucap William dengan senyuman Smirk nya.
Margareth langsung berdiri dan memeluk lengan William kemudian keduanya meninggalkan Restoran tersebut dan menuju tempat persinggahan selanjutnya.
*******
Sementara ditempat lain Agatha tengah tengkurap di atas kasur Queen size miliknya dengan kedua tangan memeluk erat boneka kelinci besar kesayangannya.
Agatha yang kesal karena tadi saat makan malam Nathalie memarahinya habis-habisan gara-gara dirinya ijin untuk melakukan perjalanan bisnis bersama William, langsung melarikan dirinya kedalam kamar dan mengunci dirinya dari dalam.
Agatha buka pintunya !! Aunty belum selesai bicara !!" Teriak Nathalie menggedor pintu kamar Agatha.
"Tidak mau !! Sudah Agatha bilang Agatha tidak mau keluar dari pekerjaan Agatha yang sekarang !! Lagipula ini hanyalah perjalan bisnis biasa kenapa Agatha tidak boleh pergi ?? Agatha sudah dewasa Aunty, Agatha bisa menjaga diri Agatha sendiri." Teriak Agatha dari dalam dan mulai menangis.
"Buka dulu pintunya, Aunty mau masuk !!"
"Tidak Mau !!"
__ADS_1
"Agatha cepat buka pintunya atau Aunty suruh orang untuk dobrak pintu kamar kamu !!" Ancam Nathalie agar Agatha mau membuka pintunya.
"Aunty jahat, hiks... !!" Teriak Agatha kemudian berlari untuk membuka pintu kamarnya.
"Hei, kenapa kau menangis sayang ??" Ucap Nathalie begitu Agatha membuka pintu kamarnya.
"Karena . hiks.. karena Aunty jahat sama Agatha !!" Ucapnya sambil kedua tangannya mengusap kasar pipinya yang terkena air mata.
"Ya tuhan anak ini, Kemarilah ikut dengan Aunty !!" Ucap Nathalie menuntun Agatha agar masuk kedalam kamarnya kemudian mereka berdua duduk di bibir ranjang kamar tidur Agatha.
Nathalie menarik napasnya dalam sebelum dirinya berbicara. "Coba Agatha bilang, dibagian mana kesalahan Aunty sampe Agatha marah pada Aunty ??" Tanya-nya pelan sambil satu tangannya mengusap lembut kedua mata Agatha yang masih saja mengeluarkan Air matanya.
"Hiks .... Agatha tidak marah, Hiks.. !!" Ucapnya pelan dengan bibir berkedut menahas tangis, membuat Nathalie mengulum bibirnya menahan tawa melihat kelakuan Agatha yang tidak pernah berubah jika Nathalie memarahinya.
"Baru saja dia bilang dia bisa menjaga dirinya sendiri, tapi melihat kelakuannya saat ini aku malah berpikir sebaliknya" Batin Nathalie dalam hati kemudian mencubit gemas pipi keponakan tersayangnya itu.
Sementara Nathalie hanya menghembuskan napasnya kasar sebelum melanjutkan kembali ceramahnya. "Dengar Agatha Aunty melakukan ini karena ....."
"Karena sayang Agatha." Ucap Agatha memotong cepat ucapan Nathalie. "Agatha tahu, Agatha juga sudah sering dengar Aunty bicara seperti itu. tapi kan sekarang Agatha sudah dewasa, jika Aunty terus memperlakukan Agatha seperti itu lalu kapan Agatha bisa berubah Aunty ?? Apa Aunty tidak kasihan sama Agatha .?? semua teman-teman Agatha dulu bahkan selalu meledek Agatha. Mereka bilang, hiks .... mereka bilang Agatha kuper, Agatha tidak gaul, Agatha norak, Hiks... Begitu katanya." Ucap Agatha kembali terisak. "Mereka bahkan menjauhi Agatha karena Agatha yang seperti itu".
Sementara Nathalie hanya menghela napasnya berat. karena bukan tanpa alasan Agatha diperlakukan seperti itu olehnya. Nathalie hanya takut keberadaan Agatha tercium oleh musuh-musuh ayahnya dan itu akan menyebabkan keselamatannya terancam.
"Aunty minta maaf sayang, Aunty melakukannya karena Aunty terlalu khawatir. Agatha ngerti kan kalau Aunty ini sayang sekali sama Agatha ?" Ucap Nathalie membawa Agatha agar masuk kedalam pelukannya.
Agatha hanya menganggukan kepalanya yang berada didalam dekapan Nathalie. "Tapi kali ini Agatha harus pergi Aunty, Karena Agatha sudah menandatangi kontrak dengan perusahaan Agatha, jika Agatha tidak pergi nanti Agatha terkena penalti." Ucapnya tetap membujuk Nathalie.
"Memangnya berapa jumlah penaltinya ?? Aunty bisa ko buat ......"
__ADS_1
"Auntyyyy !!!!" Rengek Agatha yang sudah tau apa yang akan di ucapkan Nathalie selanjutnya.
"Baiklah, baiklah ..." Ucap Nathalie.
"Jadi ??" Tanya Agatha mendongakan kepalanya menatap tepat di wajah Nathalie yang cantik.
"Apa ?" Elak Nathalie pura-pura tidak mengerti membuat Agatha mengerucutkan bibirnya kemudian berbalik tengkurap memunggungi Nathalie memeluk kembali boneka kelinci miliknya.
"Baiklah, Baiklah. Tapi sebelumnya Aunty ingin bicara dulu dengan bos kamu itu bagaimana ??"
"Auntyy, ihhh !!!" Teriak Agatha dengan pelan semakin menenggelamkan wajahnya didalam boneka kesayangannya.
Membuat Nathalie semakin menarik napasnya dengan berat "Oke hanya tiga hari jika sampai lebih, mau tidak mau Agatha harus keluar dari perusahaan itu dan masuk ke perusahaan Aunty, bagaimana ??" Ucap Nathalie dengan sangat berat.
Membuat Agatha bangun seketika dan langsung memeluk Aunty kesayangannya. "Agatha sayang Aunty, makasih ya. CUP. !!" Ucapnya sambil terus menghujami wajah Nathalie dengan ciuman.
"Tapi janji dulu !!" Pinta Nathalie sambil menyodorkan jari kelingkingnya ke hadapan Agatha.
"Iya Agatha janji. Agatha hanya 3 hari perginya, Agatha akan menjaga diri Agatha dengan baik, melaporkan semua kegiatan Agatha pada Aunty setiap harinya." Cerocosnya dengan satu tarikan napas membuat Nathalie tersenyum senang mendengarnya.
"Semoga aku tidak salah langkah tuhan." Ucap Nathalie kemudian.
Sementara Agatha hanya tersenyum bahagia melihatnya. karena untuk pertama kalinya dirinya akan bebas dan menghirup udara baru diluar sana. Tanpa aturan dan tanpa pengawasan dari Auntynya ini.
*******
To be Continue
__ADS_1