THE RULER (HOT SERIES)

THE RULER (HOT SERIES)
PART 01


__ADS_3

...BALLROOM SHERATON NEW YORK TIMES SQUARE HOTEL...


...----------------...


Sesuai Agendanya malam ini William tengah berada di Ballroom salah satu hotel termewah di New york Amerika Serikat dimana Perusahaannya Abhivandya Group sedang merayakan hari jadinya yang ke-10.


Seperti biasa William menyapa satu persatu rekan bisnisnya, memberikan sambutan bahkan Dia ikut mengobrol dengan beberapa direksi beserta jajarannya yang ada di perusahaannya. Dia senang di hari jadinya yang ke 10 perusahaannya sama sekali tidak kehilangan performanya bahkan Dia selalu menduduki peringkat ke-1 di seluruh pasar saham di Amerika. Sama hal-nya dengan Kartel "De La Morto" Miliknya, Semua bisnisnya berjalan dengan lancar. penyelundupan senjata dan obat-obatan bahkan sudah menyebar ke berbagai wilayah dibelahan dunia, begitu hal-nya dengan kasino dan perdagangan manusianya, semuanya berjalan sesuai yang semestinya.


William berjalan ke arah Asisten pribadinya kemudian berkata.


"Jason, setelah pesta ini apa aku mempunyai jadwal lain ?" Tanya-nya pada sekretaris pribadinya.


"Tidak tuan, setelah pestanya selesai anda bisa beristirahat, saya juga sudah menyiapkan kamar untuk anda menginap malam ini."


"Bagus. karena setelah ini aku ingin istirahat dan tolong pastikan agar tidak ada siapapun yang menggangguku."


"Baik tuan."


"Baiklah aku pergi sekarang Jason, tolong kau urus sisanya sampai selesai" Ucapnya sambil menepuk pundak sekretarisnya.


"Tuan tunggu sebentar." Ucapnya mencoba menahan sang majikan.


"Ada apa ? bukankah acaranya sudah hampir selesai ?." Tanya-nya dengan dahi yang dikerutkan.


"Barusan Saya mendapatkan kabar bahwa Tuan Karol baru saja tiba bersama putrinya."

__ADS_1


"Tuan Karol ? Siapa Dia ? aku belum pernah mendengarnya."


Jason mengela napasnya kemudian menjelaskan. "Dia merupakan salah satu pemilik perusahaan besar di Rusia tuan, malam ini Dia menyempatkan waktunya untuk hadir di acara ulang tahun perusahaan anda. Dan menurut saya akan lebih baik jika anda datang untuk menyapanya " Ucap Jason dengan muka datarnya.


"Baiklah dimana dia sekarang ? aku akan menemuinya sebelum pergi."


"Dia disana tuan bersama putrinya sabrina." Tunjuk jason pada seorang pria dengan wanita cantik di sampingnya.


William melihat arah tangan Jason " Baiklah, aku akan kesana sekarang. dan tolong berikan kunci kamarku. aku akan pergi setelah menyapa mereka. "


"Baik tuan." Ucapnya menyerahkan kunci kamar president suite pada bosnya.


Dengan langkah pasti William menghampiri mereka.


"Oh, nak. selamat malam. perkenalkan ini putriku sabrina." Tunjuknya pada wanita di sampingnya.


William hanya mengangguk sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya pada wanita disampingnya.


"Selamat malam Nona."


"Selamat malam " Ucap sabrina sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.


"Kebetulan kami sedang berlibur di sini. dan asistenku mengatakan bahwa salah satu perusahaan terbesar di Amerika sedang merayakan hari jadinya malam ini. untuk itulah aku dan putriku di sini untuk mengucapkan selamat padamu nak. " Ucapnya.


William tersenyum, "Terima kasih banyak tuan karena telah menyempatkan waktunya untuk kami, kami harap tidak ada kekurangan dalam penyambutan kami." Ucap william sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Tidak nak, semuanya sempurna." Ucap tuan karol sambil menerima uluran tangannya.


"Jujur aku sangat terkesan denganmu, di usiamu yang masih muda kau bahkan sudah sesukses ini."


William hanya tersenyum manis menanggapi pujian dari pria yang ada didepannya tersebut "Terima kasih banyak tuan, suatu kehormatan mendapat pujian dari salah satu pengusaha besar moskwa, aku bahkan harus belajar banyak darimu". Ucapnya mencoba merendah.


Tuan Karol tertawa dengan renyah mendengar Pujian dari Pria didepannya. "Kau benar-benar pria yang luar biasa nak, Aku harap pertemuan kita dapat berlanjut setelah ini." Ucapnya menepuk pelan pundak William.


"Terima kasih banyak Tuan. Dengan senang hati" Ucapnya sambil tersenyum sopan. "Baiklah, kalau begitu saya pamit undur diri. silahkan nikmati pestanya Tuan, Nona" Ucapnya sambil tersenyum berjabatan tangan.


"Tentu, nak, selamat malam."


Setelah kepergian william, tuan karol mendekati putrinya yang tengah memandang kepergian william dengan senyumannya yang tidak pernah hilang dari bibirnya.


"Nak, sampai kapan kau akan melihatnya terus seperti itu ? ucapnya sambil tersenyum ke arah putrinya."


"Ah, ayah bukan bagitu, aku hanya sedikit mengaguminya." Ucapnya sambil tersipu malu.


*********


HAPPY READING, SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYA YA TEMAN-TEMAN. 😊😊


MOHON MAAF KALO ADA SALAH-SALAH KATA.


MINTA DUKUNGANNYA, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN & SHARE. TERIMA KASIH. 💝💝🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2