
Matahari memasuki celah jendela menyinari empat orang yang tengah tertidur di ruangan tersebut. Saat Wilona membuka mata hal pertama yang ia lihat adalah ayah dan ketiga kakaknya yang tengah tidur dipinggir kasurnya wajah kerutan-kerutan diwajah tua ayah semakin jelas dan wajah leleha ketiga saudaranya.
Wilona bangunan dari tidurnya berusaha turun dari tempat tidur berusaha untuk tidak membangunkan ketiga orang itu, Wilona mengunakan kekuatannya untuk memindahkan orang-orang yang tengah terlelap di kamarnya dua orang ia tidur di kasur sisanya ia rendahkan di sofa menyelimuti mereka dan berjalan menuju kamar mandi
Wilona memang seorang nona muda tapi terkadang ia sering bersikap seperti wanita dewasa yang memiliki Quality time untuk dirinya sendiri, saat sudah dirasa siap Wilona berjalan keluar kamar menuju ruang belajar dan mengerjakan pekerjaan yang sempat ia telantarkan beberapa waktu, tanpa Wilona sadari diluar ruang belajar tengah terjadi kekacauan
karna hilangnya nona muda kediaman Duke razel bahkan sang Duke mengerahkan seluruh pasukannya untuk mencari keberadaan Wilona
Saat makan siang Wilona baru keluar dari ruang belajar pemandangan yang pernah ia lihat adalah sekumpulan kesatria dan pelayan yang tengah dimarahi oleh sang Duke, Wilona menghampiri kumpulan pelayan yang tengah menunduk tersebut
" Apa yang terjadi kak Enny" tanya wilona pada salah satu pelayan yang cukup dekat dengannya
" Nona muda menghilangkan para ksatria dan pelayan tengah dikerahkan untuk menemukan keberadaan nona muda" bisik Enny tanpa melihat lawan bicara
"Nona muda? Sejak kapan kediaman Duke razel punya nona muda Selain Wilo" Jawab Wilona dengan sedikit tertawa kecil, Enny yang mendengar ucapan tidak sopan tersebut langsung berbalik berniat memperingati orang yang dia kira adalah pelayan
"ASTAGA NONA" teriak Enny tanpa sadar membuat seluruh orang yang ada diruangan tersebut mengalihkan perhatian kepadanya, dan langsung memeriksa tubuh nona mudanya berharap tidak ada luka ditubuh kecil tersebut
"Dari mana saja kau" tanya cardis tegas
"Aku.." belum selesai menjawab pertanyaan yang diajukan oleh ayah nya ucapannya keburu terputus karna pertanyaan yang datang tanpa permisi dari para saudaranya
" Kenapa pergi tanpa pengawalan"
"Dasar memusnahkan kau masih sakit kenapa berkeliaran"
"Tidak tau orang khawatir masih saja pergi tanpa pamit bagaimana jika sesuatu terjadi"
Wilona yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya diam tanpa sadar air matanya menetes orang-orang diruangan tersebut langsung heboh khawatir jika nona muda mereka mendapat masalah ketika menghilang
"Kenapa ada yang sakit"
"Dimana yang sakit"
"Berhentilah menangis dan beritahu kami bagian mana yang sakit"
"Pelayan panggil tabib untuk memeriksa nona muda" cardis langsung menggendong tubuh putrinya menuju kamar semetara Wilona masih terus menangis
"Kenapa baru sekarang" kata wilona dengan air mata yang menetas kan air matanya
"Eh.." kata mereka
" Maksudnya apa wilona" kata cardis menatap putrinya
__ADS_1
"Kenapa baru sekarang kalian peduli" kata Wilona dengan senyuman aneh
"Kami menang peduli padamu"kata Edward berjongkok di hadapannya memeluk adiknya itu, Wilona hanya diam dan tersenyum manis kerah mereka
"Ayo kakak dan ayah kita kerjakan proyek wilayah yang terkena bencana sekarang aku sudah sehat" kata Wilona dengan senyum cerahnya, mereka pergi menuju ruang kerja Duke dan melakukan pekerjaan yang sempat tertunda saat Wilona sakit.
Setelah perbincangan di ruang Duke Wilona pergi menuju kamarnya duduk dan mengunci pintu kamar nya setelah dirasanya aman di berjalan menuju kamar rahasia yang ada dikamar tersebut.
Didalam kamar tersebut terdapat pisau tipis, pedang, silet, cambuk bahakan alat alat penyiksaan lainnya
Wilona berjalan menentukan pilihan yang akan ia gunakan pilihannya jatuh pada pisau tipis yang berada di tengah ruangan, wilona membuka rok yang ia gunakan lalu menyayat kulitnya sendiri darah menetes membasahi paha putihnya.
Wajahnya yang cantik tampak menyeramkan dengan senyum Simpul yang menghiasi wajahnya menambah kesan menyeramkan
Banyak orang yang tidak tau bahwa Airin Rachmi adalah salah satu anak dengan jiwa yang terguncang sejak peninggal kedua orang tuanya ia sering menyakiti dirinya menyayat bahkan membuat luka sobek pada dirinya merupakan hal biasa.
Pada saat bangku SMA ia mulai meninggalkan kebiasaannya menyakiti dirinya sendiri, hingga pada saat ia tenggelam di danau entah kenapa jiwa nya yang pernah tidur bangkit kembali
Tawa menggelegar memenuhi ruangan remang tersebut, ruangan ini ia temukan tanpa senjata saat ia membersihkan kamarnya.
kemungkinan ruang rahasia ini terhubung dengan penjara bawah tanah namun karna jalan utamanya tertutup reruntuhan batu membuat ruangan tersebut tidak pernah ada orang yang tahu sampai ia tanpa sengaja menemukannya
" Berhenti menyiksa diri sendiri" kata Chester yang entah datang dari mana
"Gadis bodoh berhenti bersikap seperti ini ini hanya melukai perasaan dan jiwa mu" kata Chester berusaha menyadarkan Wilona dari kegilaannya
"Aku harus apa pura-pura bodoh ha. aku tidak ingin mati tapi aku juga ingin kasih sayang mereka yang tulus bukan karna paksaan" kata Wilona masih dengan memegang pisau yang terus menerus menyayat paha putihnya
" Bodoh berhenti" rebut Chester saat wanita itu terus tersenyum manis sambail melukai dirinya, Chester yang sudah berwujud manusia mengobati luka yang ada di pahanya dengan telaten setelah dirasa cukup ia membawa Wilona keluar dari ruangan tersebut
Inilah efek samping dari mengontrak demon beat,
jiwa haus akan darah yang tidak tertahan namun pada suatu saat apa yang Wilona sembunyikan akan terkuak terutama luka di anggota tubuhnya
Setelah dirasa cukup Chester membalut luka tersebut merebahkan tubuh Wilona yang lelah dikasur menutupinya dengan selimut hingga dada kemudian mencium kepala gadis tersebut
Aku harap kamu kuat aku yakin kebahagiaan akan segera tiba batin Chester
Chester keluar dari kamar Wilona, setelah kepergian Chester Wilona membuka matanya berjalan kearah meja membuka buku yang ada di meja tersebut membukanya dan menulis sesuatu disana
RENCANA HIDUP BARU
1 hindari keluarga Duke ❎
__ADS_1
2 bantu keluarga Duke ✔️
3 buat Mereka mencintai aku ✔️
4 hindari putra mahkota
5 bersikap baik pada Viona
Setelah melihat kertas yang ada diatas mejanya Wilona hanya tersenyum kemudian ia kembali mengingat kejadian sebelum melukai dirinya
Flashback
Saat Wilona ini berada di perpustakaan ia mendengar suara orang yang tengah berbisik-bisik di ujung perpustakaan Karan rasa penasarannya ia berjalan ke arah tersebut dan mendengar sesuatu yang membuatnya menyesal berjalan kesana
" Kenapa dia selamat bukankah kalian sudah membuat semua orang sibuk sejak ia jatuh" kata seorang pemuda pada beberapa pengawal bayangan Wilona
" Maaf tuan muda ketiga kami sudah berusaha untuk menjauhkan semua orang tapi demon beat membuat rencananya gagal Maafkan kami" kata pengawal tersebut
Wilona yg mendengar hal tersebut langsung mundur hatinya sakit kakak yang berusaha dia perlukan baik ternyata menginginkan kematiannya, Wilona menutup mulutnya air matanya mengalir Wilona berusaha menekan suara tangisnya agar tidak didengar oleh Mereka
Tidak lama seorang kesatria masuk dan mengabarkan hilangannya Wilona dari kamar dan tanpa pengawalan
"Cih merepotkan" kata Leon sebelum keluar dari perpustakaan, saat Leon sudah keluar tangis yang sejak tadi ia tahan tiba-tiba keluar tanpa bisa ia kendalikan dan saat Wilona berada di aula ia melihat wajah khawatir semua orang kecuali Leon wajah dan ucapannya yang tidak sejalan membuatnya merasa sakit
Flashback off
Apa yang Wilona alami saat itu membuatnya yakin bahwa dunia ini tidak ada seorang pun yang dapat ia percaya termasuk keluarga nya sendiri, Wilona kembali melihat luka yang terdapat di pahanya senyum sinis kembali terlihat diwajahnya
"Apa dunia ini nggak ada orang yang bisa di percaya apa semua orang penghianat, kenapa semua tidak perihak padaku" kata Wilona lirih
Malam itu ia kembali menangis membayangkan masa depan yang ia akan hadapi nantinya rasa sakit tanpa keluarga dan rasa sakit akan penghianat tunangannya nanti
.
.
.
.
Sesuai sama yang aku bilang kemarin aku bakal up kalo vote udah sampe 30 dan coment 5 tapi karna aku baik aku up, nah ini hitung-hitung hadiah idul Fitri sampai di chapter selanjutnya mungkin untuk dua Minggu kedepannya aku nggak akan up karna ada perlu keluar kota dan susah sinyal.
See you next chapter 💞💞💞
__ADS_1