The Secret Lady

The Secret Lady
DANAU


__ADS_3

Sepeninggal Wilona cardis langsung memanggil Rudolf untuk  melaporkan kegiatan Wilona yang di mintanya dari para penjaga


" Tuan sejak nona sakit nona hanya menghabiskan waktunya bermain dengan sinsu dan sesekali mempraktekkan kekuatan sihirnya"


"Binatang itu, apa kau yakin demon beat yang ada disekitar Wilona tidak membahayakan kesehatannya"


"Sisnu yang dikontrak nona kira-kira berusia lima puluh tahun dan untuk umur nona demon beat tersebut sudah cukup menghawatirkan terutama jika nona tidak terkontrol"


"Maksudnya sinsu akan lepas kontrol jika Wilona tidak bisa mengkontrol kekuatannya" tanya cardis


"Benar tuan. nona dengan mana yang dapat dikatakan hebat tapi mengingat nona yang masih muda kekuatannya jika tidak dikontrol dengan baik akan menyebabkan benca terutama dengan adanya sinsu. Tapi ada sisi positif sinsu berada disisi nona, saya membaca jika demon beat sinsu dapat menstabilkan kekuatan  mana yang kuat serta sinsu dapat membagi mana  dengan nona dan dapat menstabilkan kondisi nona saat ini" jelas Rudolf


"Bagus terus pantau kegiatan Wilona dan tolong siapakah permintaan Wilona" perintah cardis pada Rudolf


Rudolf cukup senang dengan perubahan tuannya tersebut semenjak kepergiannya dukcess cardis lebih banyak menghabiskan waktu dengan berkerja.


hal itu kadang yang membuatnya khawatir dengan kondisi tuan nya tersebut bahkan ke-tiga putranya juga ikut-ikutan gila kerja.Mereka tidak banyak berbicara dan menghabiskan waktu bersama mereka hanya akan bertemu ketika sarapan dan jika ada kerjaan, sisanya mereka akan sibuk dengan kerjaan masing-masing.


Edward sibuk dengan kepemimpinan nya guna persiapan mengantikan posisi Duke masa depan, Wiliam sibuk dengan melati para prajuritnya di barak, dan Leon sibuk dengan penelitiannya di menara sihir.


Sejak kepergian dukcess kempat pria itu lebih memfokuskan kegiatan mereka dengan berkeja, tanpa mengenal waktu dengan kondisi yang seperti ini mengakibatkan mereka tidak dekat satu sama lain tidak seperti ketiak mendiang dukcess masih ada.


Ditempat lain Wilona tengah berjalan di taman ditemani ana dan Nana dari kejauhan dapat dilihat seekor anjing menghampiri mereka lebih tepatnya Wilona, melihat Wilona demon bets langsung menerkam Wilona menjilati wajah nya hal itu membuatnya tertawa karena geli dengan aksi makhluk yang kini hampir sepinggangnya


"Chester berhenti ini geli" kata Wilona masih diiringi dengan tawa yang seakan-akan membuat bunga disekitarnya bermekaran, setelah Chester puas bermain dengan Wilona mereka  berjalan-jalan dipinggir danau menikmati pemandangan indah yang sudah mampir dua bulan terakhir ini tidak dilihatnya


"Wilo ingin piknik disini bisa kah kalian menyiapkan nya" pinta Wilona sambil memainkan tanaman ditepi danau sesekali Wilona memasukan tangannya kedalam air dengan wajah polosnya


"Baik nona tapi berjanjilah untuk tidak terlalu dekat dengan danau" pinta anna sebelum meninggalkan Wilona dan Chester. Sepeninggal Anna dan Nana Wilona langsung mengubah ekspresinya


"Sekarang hanya tinggal kita berdua jadi kenapa kamu mau menjadikan aku partner bukan kah demon beat sangatlah enggan membuat kontrak dengan manusia" tanya Wilona masih dengan memandangi tubuh danau

__ADS_1


"Kami menang enggan untuk memulai sebuah kontrak dengan manusia, tapi kamu berbeda ibumu adalah manusia dengan hati malaikat. Ibumu tidak segan untuk menyelamatkan nyawa ibuku yang saat itu hampir mati ditangan pemburu" Wilona menatap Chester.


Demon beat yang dikatakan tidak pernah berbicara bahkan ketika dikontrak oleh manusia tidak satupun dari mereka yang berbicara hanya Chester mungkin karena dia makhluk dengan  mana yang kuat


"Ibu mu masih sempat untuk menyelamatkan kami padahal saat itu ibumu tengah mengandung mu, dia membagi mana nya dengan demon beat yang terkenal sangat kejam bahkan menyembuhkan luka yang dialami ibuku.


saat itu ibuku berhutang nyawa dan ingin menjadi hewan kontrak nya namun iya menolak dengan alasan dia tidak sanggup jika harus mengorbankan kebebasan yang dimiliki ibuku, hanya untuk membalas budinya yang tidak beberapa sejak saat itu ibumu dan ibuku berteman  hingga saat kelahiran mu ibuku masih menunggumu lahir saat kamu lahir cahaya yang menyinari seluruh tubuh mungilmu  baik ibumu dan ibuku tahu kamu anak yang sepesial" Chester lalu merebahkan kepalanya diatas paha Wilona Jiak dilihat makhluk ini lebih mirip seekor anjing dibanding demon beat


"Lalu apa yang selanjutnya terjadi bukankah ibuku meninggal Karan melahirkan aku" tanya wilona kemudian membelai kepala Chester dengan lembut


"Ibumu tidak meninggal karena melahirkan kamu tapi karna racun yang ada di dalam tubuh nya ibumu bisa saja hidup jika tidak melahirkan kamu tapi dia memilih untuk melahirkan kamu dengan sisa kekuatannya ibu mu menitipkan cahaya terkahir dalam tubuh ibuku.


kami juga mengunjungi mu mungkin kamu tidak sadar setiap kali kamu merindukan ibumu atau sedih selalu ada yang membuat mu tersenyum dan kmua kembali bersemangat hingga beberapa Minggu lalu ibu ku mati.


Di saat terakhirnya dia menitipkan kekuatan yang diberikan oleh Ibumu dan menyuhku untuk mengambilkan saat kamu sudah siap dan saat melihat mu menolongku dari semak berduri tanpa peduli tangan mu aku mengerti kenapa ibu mu dan ibuku sangat menjagamu dan itulah sebabnya aku mau membuat kontrak dengan manusia bodoh seperti mu " jelas Chester yang masih nyaman menerima belaiyan di kepalanya hingga


PLAK


Wilona langsung menjauhkan diri dari pemuda yang tengah menahan tangannya,   Wilona diam dan memperhatikan setiap detail pemuda di hadapannya satu kata yang terlintas di benak nya imut. Bagaimana tidak imut mata bulat rambut hitam dan kuping serigala yang menghiasi kepalanya serta ekor yang tampak imut persis seperti filem fantasy yang pernah dia tonton dulu tapi Bagaimana mungkin makhluk jelek ini berubah jadi manusia batin wilona tanpa ia sadari makhluk itu dapat mendengar apa yang ia katakan


"Berhenti mengatai aku bodoh" kata pemuda dihadapannya masih dengan wajah kesalnya Karna perubahannya belum sempurna


"Ka..kamu bisa bicara" tanya Wilona terbata bata ia pikir hanya dengan merubah wujudnya dari sinsu ke manusia membuatnya tidak mendengar apa yang ia pikirkan dan tidak dapat berbicara Namun tebakannya salah


"Tentu saja kau fikir aku makhluk lemah yang saat berubah wujud hanya bisa diam kalo kmu mengharapkan aku bertindak seperti itu hanya dalam mimpimu" kata Chester Wilona melihat penampilan Chester tidak bisa berpaling mahluk dihapalnya saat ini tidak hanya imut tapi juga keren


Namun sedetik kemudian Wilona negelangkan kepalanya mengingat Chester adalah sinsu demon beat yang sangat menyesalkan


"Yaya terserah sekarang cepat kembali ke wujud aslimu aku tidak ingin ada keributan karna ada orang yang melihat penampilan mu" perintah Wilona dengan tegas Chester langsung berubah menjadi serigala sinsu


"Ini lebih baik jangan menampilkan wujud manusia mu jika belum sempurna mana ada manusia yang punya ekor dan telinga hewan" Wilona berjalan menuju pinggir danau dan berusaha meraih bunga yang tampak indah di pinggir danau

__ADS_1


"Baik, menjauh dari tempat itu kau bisa jatuh dan aku tidak bisa menolongmu jika jatuh ke air" 


"Kenapa bukankah demon beat itu kuat tidak mungkinkan makhluk kuat lemah akan air?" tanya Wilona yang masih berusaha menggapai bunga


"Tidak. Hanya saja aku tidak suka air dan aku tidak bisa berenang" jawab Chester polos wajahnya tampak sedikit murung


" Ahh..  ayo pergi aku juga tidak ingin jatuh bunga itu juga susah di gapai" kata Wilona namun saat ia berbalik tanah yang ia pijak licin dan membuatnya jatuh kedalam danau, Chester yang melihatnya langsung ingin menolong namun mengingat kemampuan nya yang buruk dia hanya bisa membuat suara agar ada ornag yang menolong tuannya.


"To.. tolong... Tolong" Wilona sudah mulai lelah kakinya mulai keram andaikan pakaiann yang ia gunakan tidak membuatnya susah untuk berenang pasti dia tidak akan tenggelam dan menyia-nyiakan tenaganya


Chester yang melihat sekelilingnya sepi berlari hingga iya melihat Edward dan Leon yang tengah berlatih tanpa fikir panjang Chester langsung menerkam kedua pemuda tersebut dan merampas senjata salah satunya.


"Apa-apaan makhluk itu kakak ayok kita kejar dan rebut kembali pedang kita setelah itu kita musnahkan demon beat itu" kata Leon


Semetara di danau Wilona masih berjuang untuk tetap mengapung ia tidak ingin mati dengan caran yang mengenaskan seperti ini, ia ingin hidup dengan damai dan merasakan cinta


Dari kejauhan Wilona dapat melihat segerombolan orang yang tengah berlari kerah danau tenaganya mulai habis pakaian yang digunakannya membuatnya semakin tertarik.


Wilona mulai tidak sanggup untuk terus mengambang di permukaan perlahan mulai tenggelam nafasnya sesak Wilona masih berusaha untuk dapat sampai kepermukaan namun gagal  air mulai memasuki paru-parunya sesak yang iya rasakan semakin


"Apa akhirnya aku kan mati tanpa keluarga dan kasih sayang lagi, siapapun tolong" kata Wilona dan setelahnya kegelapan datang


.


.


.


.


Apakah Wilona akan selamat pastilah tokoh utama selamat yang jadi pertanyaannya dia sadar apa nggak oke sampai jumpa di next chapter bay bay 💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2