The Secret Lady

The Secret Lady
darah


__ADS_3

Entah ini sebuah hukuman karna dia terlalu berharap semuanya akan baik-baik saja dan mulai nyaman dengan semua ini, Wilona pikir semuanya bisa seperti novel-novel yang dia baca. Ketika tokoh antagonis berubah perhatian keluarga yang selama ini tidak pernah ia dapatkan akan berubah, tapi kenyataannya semua masih sama ayah yang dia dan Wilona asli impikan tetap tidak melihat kearahnya.


Kakak yang penyayang hanya sebuah impian hari ini, dia melihat apa itu keluarga. Ayahnya untuk kesekian kalinya tidak mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu menuduh dan hanya mendengar dari satu sisi, anggap dirinya egois.


Wilona hanya ingin perhatian dan kepercayaan orang terdekatnya, apakah tidak cukup semua penderitaan nya selama ini terasingkan dianggap pembawa sial, belum lagi sikap para pelayan yang menganggapnya Beban sejak ia pindah ke kediaman utama.


Selamat ini Wilona hanya menutup telinga mencoba menerima semuanya tapi tidak hari ini, dia marah melihat snow diperlukan dengan kejam apa salahnya binatang itu, dia hanya ingin melihat rumah baru untuk nya melahirkan namun kenapa putra mahkota tega padanya


"Snow maaf" ujar Wilona lirih mereka kini berada di kamar. Wilona dengan telaten membasuh tubuh kotor snow, dia tidak sanggup melihat snow yang terus-menerus merintih sakit rasanya melihat Bintang kesayangannya kesakitan


"Maaf.. andai aku tidak membawa mu kemari andai aku menemani mu tadi dan tidak menyambut putra mahkota kau pasti tidak akan kesakitan maaf snow hiks...hiks" tangis Wilona pecah saat melihat darah segar yang keluar dari tubuh snow


"Nona tidak perlu merasa bersalah.. sebentar lagi saya akan melahirkan mau kah nona menemani saya" ujar snow masih dengan lirih


"Tentu aku dan Chester akan menemani mu. Chester kunci pintu dan pasang pelindung di kamar ini buat sekuat mungkin aku tidak ingin ada yang menganggu" perintah Wilona tegas


Chester tentu saja langsung melaksanakan perintah Wilona, chaster segera membangun pelindung yang kuat disekitar pintu jendela dan semua sisi kamar wilona hingga tiba pada saat yang di tunggu snow akhirnya melahirkan semua berjalan lancar.


Hingga anak ke dua lahir namun saat anak ketiga, semua sudah tidak kondusif badai terjadi diluar sana namun langit biru masih ada suasana yang tidak masuk akal untuk saat ini,


Anak pertama snow berawan putih, anak keduanya berwarna coklat kemerahan dan anak ketiga berwarna hitam putih warna hitam lebih mendominasi pada anak terakhir yang membuatnya manjadi paling mencolok dari anak snow yang lain serta warna yang tidak cocok untuk bintang suci.


Anak pertama



...Anak ke-dua...



...Anak ke-tiga ( anggap itu hitam putih)...


...



...


belum lagi dengan pelindung mana yang chaster pasang semua kini berwarna hitam kemerahan, menandakan ada sesuatu yang tidak beres dengan pelindung yang dibuatnya pada akhirnya pelindung itu pecah hanya pelindung pada pintu yang tidak terpecah dan masuk lah segerombolan orang berpakaian hitam.


"Chester buka pelindung mana Sekarang" kata Wilona tegas


"Maaf Wilona tidak bisa, pintu itu seperti menolak mana ku" ujar Chester penuh khawatir maksud awal Wilona hanya ingin melindungi orang luar dari kekuatan snow yang mungkin saja bisa lepas kendali tapi kenapa situasinya jadi seperti ini,

__ADS_1


Anehnya pelindung yang dibuat dari Chester masih terpasang sangat kuat dan menolak mana pembuatannya semua mulai terasa tidak benar, mulai dari putra mahkota yang bertindak gegabah, penyerangan snow oleh putra mahkota, dan sekarang para penyusup yang tiba-tiba berada di kamarnya.


Mana di pintu juga seakan-akan kan tidak mengijinkan Wilona untuk kabur ataupun membiarkan orang luar masuk, semua terasa seperti sebuah menjebakan untuk dirinya mati akibat penyerangan binatang suci dan demon best peliharaannya sendiri. Semua terasa seperti sebuah rencana yang sempurna seakan mereka tau Ranca Wilona selanjutnya


"Wah... wah kita beruntung kali ini, ingin membunuh kita malah menemukan binatang suci yang baru lahir, demon beat dan serigala tiga musim bukankah kita beruntung" ujar seorang dengan pakaian hitam itu


" Kau benar tuan apa lagi diruangan ini hanya ada dua binatang itu dan seorang gadis kecil yang sebenar lagi mati" ujar pria lain masih dengan tawa menyeramkan


Pada situasi ini mustahil Wilona tidak merasa takut, nyawanya serta bintang kesayangan dalam bahaya belum lagi dia tidak dapat meminta pertolongan pada siapa pun


"Tidak akan aku biarkan kalian menyakiti nona dan anak-anak snow" ujar chaster bulu-bulu nya sudah berdiri bersiap menyerang mereka, snow yang masih lemas hanya mengeram kerah orang-orang berbaju hitam sambil berusaha melindungi Wilona dan anak-anaknya


Sementara Chester sudah mulai menyerang para penyusup itu, beberapa penyusup sudah berhasil dikalahkan Wilona yang masih syok hanya bisa diam dan melihat kamarnya yang rapi, bersih, wangi, kini sudah banyak darah dan mayat yang bergeletakan


Sebuah serangan mengarah pada Wilona, beruntung wilona masih dapat menghindari serangan tersebut dan hanya mengenai lengannya sedikit, Dia sedikit terkecoh dengan serangan musuh dari arah depan hingga Wilona tidak menyadari ada sebuah pisau yang mengarah padanya lagi. tepat saat Wilona ingin menghindar sebuah serangan langsung mengenai penyusup hingga pisau itu terlempar cukup jauh dan berkahir menancap di lantai kamarnya,


"Nona tidak papa" ujar snow walaupun dalam keadaan lemah binatang suci itu masih bisa menolongnya, sementara Wilona merasa menjadi beban bagi orang-orang kediaman ini bahkan bagi bintang peliharaannya sendiri.


"Maaf snow" ujar Wilona lirih.


Dia memandang Setiap orang yang ada di sana dengan pandangan menusuk mengeluarkan seluruh aura membunuhnya dan dalam sekali serang lima orang penyusup sudah menegang nyawa


Kamar yang awalannya rapi, bersih, wangi kini dipenuhi darah dan mayat manusia di setiap jengkalnya, baik Chester atau pun snow sudah tidak memiliki tenaga untuk bertarung Wilona dapat mendengar teriakan dari beberapa pelayan yang sejak awal tidak ia inginkan masuk


"Panggil siapa pun untuk menolong nona, saya khawatir telah terjadi sesuatu pada nona" suara Anna tidak kalah nyarinya memerintahkan pelayan untuk mencari pertolongan


"Ada apa ini? Apa yang terjadi kenapa dari kamar Wilona mengalir banyak darah" tanya sebuah suara yang Wilona sendiri sulit mengenalinya, Karan dia harus terus-menerus menghindari serangan penyusupan yang jumlahnya sekitar enam orang


"SIAPAPUN TOLONG" terikat Wilona bertepatan dengan sebuah pedang yang mengincar jantungnya. Beruntung wilona memiliki refleks yang bagus hingga peda itu mencap dan di pintu kamarnya


"Kyaa nona" teriak sebuah suara saat sebuah pedang menembus pintu kamar Wilona,  entah itu suara siapa? yang Wilona fikrikan sekarang bagaimana mengalahkan para penyusup ini dan melindungi snow dan Chester yang mulai kehabisan tenaga.


"Bertahanlah" sebuah pedang mengarahkan ke anak-anaknya snow yang jaraknya sedikit jauh dari tempat snow berada saat ini, Wilona sangatlah sedih melihat snow yang baru saja melahirkan tapi harus berjuang untuk melindungi dirinya dan juga anaknya.


Wilona berlari dan menyerang beberapa penyusup yang menghalangi jalannya, tiba dihadapan anak-anak snow Wilona sudah tidak memiliki tenaga alhasil badannya lah yang dia jadikan tameng untuk melindungi anak-anak snow, dia tau ini tindakan bodoh tapi hanya ini yang bisa dia lakukan untuk menembus kesalahannya pada snow.


Wilona merasa bahwa snow menjadi susah karna dirinya membawa binatang suci ke kediaman Duke Razel, andaikan dia tidak membawa snow kemari pasti binatang itu dapat melahirkan dengan tenang tanpa merasakan sakit seperti saat ini. Semua sirna saat sebuah bayangan besar melindungi dirinya dari pedang itu, walaupun pedang itu berhasil menusuk tubuhnya Wilona dan bayangan yang tidak lain adalah snow hingga tembus.


Wilona yakin pedang itu tidak mengenai organ vitalnya maupun snow karna ia sadar snow melindunginya dalam bentuk manusia rambut putih snow menutupi wajahnya. Darah yang merembes dari pedang yang menikam dirinya mulai mengenang bercampur dengan darah snow mengenai tiga anaknya, cahaya putih menyinari tubuh mereka.


Entah ini hayalan Wilona atau memang kenyataan, ketiga anak snow memiliki garis biru gelap pada punggung mereka seakan-akan mereka tertusuk pedang dan meninggalkan bekas luka memanjang sebagi tanda, tubuh Wilona mulai tidak melemah pandangan nya mulai kabur dan berakhir dengan tubuhnya yang ambruk, Wilona masih bisa melihat Chester yang marah pada para penyusup namun untuk berbicara saja Wilona tidak sanggup


"Dasar b******k kalian aku bunuh kalian semua" teriak chaster penuh murka dan menyerang penyusup membabi-buta hingga pada sisa tenaganya yang terkahir pintu kamar Wilona terbuka

__ADS_1


"Wilona" teriak seseorang sebelum Wilona benar-benar kehilangan kesadarannya hanya suara pertarungan yang dia dengar, seorang penyusup berhasil meloloskan diri dari serangan Leon meskipun kedua tangannya telah dipotong.


"Aku tidak akan membiarkan hidupmu dan keluarga mu tenang. Tuan ku akan membalas kekalahan ini" ujar penyusup tersebut sebelum menghilang dibalik mentari yang mulai terbenam.


" Kalian panggil tabib jangan hanya berdiri" ujar Leon murka tangannya berusaha menahan tubuh Wilona dan snow yang tertusuk pedang hingga  menembus tubuh keduanya


" Leon apa yang terjadi" tanya Edward yang baru saja datang, bohong jika ia tidak syok melihat kondisi adiknya yang meregang nyawa belum lagi dengan kamar yang setiap sisinya terdapat darah segar


" Bisa berhenti bicara dan dan bantu aku membawa snow dan Wilona" ujar Leon tangannya sudah berada di bilah pedang yang menancap dipunggung snow bermaksud mencabutnya


" Jangan. Tunggu tabib datang jika kau asal mencabutnya bisa saja itu memperparah kondisi Wilona" jelas Edward berusaha tenang.


"Tapi Wilona akan mati jika dibiarkan seperti ini, bagaimana jika ada racun dalam pedang ini Wilona bisa mati kapan saja" ujar Leon panik


" Sabar aku yakin Wiliam akan segera membawa tabib terbaik untuk wilona" ujar Edward berusaha menenangkan


Edward hancur melihat kondisi Wilona. Adiknya itu baru saja Wilona sadar, baru saja dia dan adik-adiknya bahagia kenapa tuhan memberikan cobaan pada mereka lagi, kenapa harus Wilona  yang selalu menderita. Edward terduduk tubuhnya bergetar menahan sedih dia tidak sanggup untuk melihat kondisi adiknya saat ini


Pedang itu menembus tubuh Wilona dan juga snow darahnya mengalir hingga pintu kamar. Edward sudah tidak biasa membedakan mana darah adiknya dan mana darah para penyusup, hingga pandangannya menangkap makhluk imut yang tidak jauh dari tubuh Wilona dan snow, ada ke mungkin Wilona mengorbankan dirinya demi mahluk imut itu.


Tiga ekor binatang suci yang baru saja lahir namun ada yang aneh dengan ketiganya, warna mereka yang tidak lazim untuk binatang buas suci. Bintang suci identik dengan warna putih


Walaupun ada yang berwarna cokelat mereka juga tidak memiliki warna biru pada punggung nya, belum lagi para binatang suci itu terbaring di atas karpet bulu yang terlapisi darah membuat mahluk itu terkesan menyeramkan dan imut secara bersamaan, saat Edward ingin memindahkan tangannya terasa sakit seperti diiris-iris perlahan kemudian panas


"Aku membawa tabib, cepet periksa keduanya" ujar Wiliam yang baru saja datang dengan membawa empat orang tabib. Tidak satupun dari mereka memiliki penampilan yang sempurna ada yang tidak memakai baju, ada yang tidak memakai alas kakinya, bahkan ada seorang tabib yang hanya memakai celana pendek dan baju kaos saja.


" jika ada yang mati dari keduanya kau dan seluruh keturunan mu akan mati ditangan ku" kata Chester penuh perintah walaupun tubuhnya lemah, dia masih bisa membunuh beberapa orang lagi demi nona dan sahabat nya walaupun dia dan snow sering tidak akur tapi kedua hewan itu saling melindungi satu sama lain.


.


.


.


* Sesi curhat  tipis-tipis, baca syukur nggak baca ya udah*


Kalo boleh jujur! cerita ini tuh cuma cerita yang aku buat karna iseng, aku nggak nyangka bakal banyak yang baca jadi kalo masih banyak typo, tanda baca yang nggak bener atau yang lainya tolong kasih tau. Aku sadar awal buat cerita ini tuh aku hantam rata, baik tanda baca ataupun kata-katanya. Aku maklum kalo banyak banget dari kalian yang komen minta di perbaiki penulisan ataupun tanda bacanya, jujur aku belum ada waktu buat revisi ini cerita ini.


Nulisnya pun kadang kejar tayang sama dunia nyata, kadang aku mikir mau aku stop aja deh ini cerita. malu gitu kalo ada yang pembacaan yang lebih paham dari pada aku, tapi aku nggak tega sama kalian yang setia dan sabar nunggu cerita yang penulisnya aja kadang belibet ini. Aku usaha buat cerita ini makin baik walaupun aku yakin masih banyak kesalahan entah dari penulisan tanda baca ataupun istilah-istilah yang lain


Aku bersyukur banget karna kalian masih mau baca cerita ini, terima kasih untuk saran dan dukungan kalian untuk chapter selanjutnya aku usahakan secepatnya. Jangan lupa untuk vote dan komen ingat komen yang membangun bukan membully ya, bullying itu dosa kawan


see you next chapter bay bay 💞

__ADS_1


__ADS_2