The Secret Lady

The Secret Lady
Pangeran Lucas


__ADS_3

Semua orang tengah dikumpulkan oleh Duke razel, masih nampak jelas wajah masam Wiliam dan Leon


"Lihat wajah tuan muda Leon, bukankah itu tampak sangat mengenaskan" ujar seorang pelayan yang masih bisa di denger Wilona


"Tapi tuan Wiliam tidak kalah, lihat rambutnya itu belum lagi wajahnya ketika cemberut sangat manis" timpal pelayan yang lain


Wilona hanya tersenyum setiap kali mendengar komentar-komentar pelayanan. Mengenai Leon dan Wiliam mereka tampak sangat lucu dimatanya , belum lagi dengan wajah sangar bin dingin milik mereka bisa dibuat cemberut


"Jadi ada apa Ayah mengumpulkan kami semua" tanya Edward yang mulia bosan dengan keheningan yang melanda ruang tamu mereka


"Ayah mendapatkan kabar bahwa putra mahkota dan Baginda kaisar akan berkunjung, ayah harap kalian menjaga sopan santun. Ayah tidak ingin ada keributan akibat perbuatan kalian ingat jangan sampai membuat ayah malu" ingat Duke razel pada Setiap anaknya, bisanya ketika putra mahkota datang banyak putri atau putra bangsawan yang mencari perhatian sang pangeran


"Kalo begitu Wilona akan berada didalam kamar selama putra mahkota berada di sini" ujar Wilona pelan namun masih bisa didengar oleh mereka semua


"Kenapa Wilona tidak ingin menyambut raja dan putar mahkota" tanya Duke razel lembut pada Putrinya itu


"Saya hanya akan membuat malu anda, lebih baik saya berada dikamar dari pada anda malu memiliki putri yang cacat" ujar Wilona lirih, gadis kecil itu Bahkan tidak mengangkat kepalanya sejak sang Duke mengingatkan mereka. Dia merasa kehadirannya Hanya akan membuat kediaman Duke makin malu


"Kau tidak pernah membuatku malu, aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Kau sama seperti kakak-kakak mu yang lain duduk lah" kata Duke razel pada Wilona saat melihat gadis itu ingin beranjak dari tempat duduknya


"Besok raja dan putra mahkota akan datang siapkan diri kalian, sekarang kalian bisa kembali beristirahat lah dengan tenang selamat malam" lanjut Duke razel pada anak-anaknya sebelumnya meninggalkan ruang tamu


Semetara Wilona hanya diam mencerna kejadian yang baru saja menimpanya saat ini, ada apa dengan kakak dan ayahnya bukan kah mereka membenci dirinya, bukankah mereka ingin kematiannya kenapa sekarang mereka seolah-olah mengharapkan dirinya menerima mereka sebagai keluarga.


"Nona saya dengar dari beberapa pelayan putra mahkota dan Baginda raja besok ingin berkunjung apakah benar" panggil snow dari Arah belakang saat mereka berada di koridor, entah kenapa diantara dua hewan buas yang dipelihara Wilona, hanya snow satu-satunya  hewan buas yang cukup dekat dengan penghuni kediaman Duke Razel kecuali para kesatria.


Jika dilihat secara keseluruhan snow dan Chester terlihat sama hanya saja Chester lebih terlihat sangar dan snow terlihat cukup ramah,  tapi itu hanya tampak luarnya saja. Jika mereka sudah dihadapkan dengan prajurit elit di kediaman Duke Razel mereka sama kuatnya dengan prajurit bintang emas dan shadow


Dua kelompok prajurit ini lah yang menjadi kekuatan terbesar dalam kejayaan Atlantas mereka merupakan prajurit khusus yang dimiliki oleh Duke razel, kedua kelopak prajurit ini lebih sering di gunakan untuk berperang dan mengintai musuh kerajaan ataupun musuh Duke Razel sendiri


Prajurit bintang emas adalah kesatria yang di latih langsung oleh Duke Razel dan Edward, kesatria bintang emas memiliki keunggulan dalam bidang senjata, strategi dan kekuatan fisik.


Sementara shadow adalah kesatria bayangan yang dilatih langsung oleh Leon dan Wiliam, prajurit  ini memiliki keunggulan dalam bidang sihir, alikima serta ilmu pedang. Kedua prajurit ini  juga ditugaskan seperti kebanyakan kesatria pada umumnya, hanya dalam beberapa kondisi pasukan elit ini dapat terlihat.


Jikaka tidak diamati secara teliti mereka sama seperti prajurit ataupun kesatria pada umumnya, cukup susah untuk membedakan dua prajurit elit tapi tidak dengan Wilona sudah beberapa kali Wilona bertemu dengan prajurit ini dan semuanya disebabkan oleh chaster dan snow yang tidak memiliki teman "bermain"

__ADS_1


Semenjak Wilona pulang dari lembah Valley sudah enam kali gadis itu bertemu para kesatria elit, pertemuan pertama Wilona dan prajurit elit diawali dengan kecemburuan Chester pada snow.


Saat itu snow tengah dimanja oleh Wilona dan membuat Chester cemburu karna Wilona yang tidak suka jika kedua hewan peliharaannya berkelahi, akhirnya Chester melampiaskan nya pada kesatria yang ada di lapangan latihan dan di sanalah Wilona bertemu dengan pimpinan kesatria elit untuk pertama kalinya. Sekitar 40 kesatria luka-luka ringan dan 20 kesatria elit luka berat. Sejak saat itu kesatria elit seperti "mainan" untuk snow ataupun Chester


"Nona kenapa?"tanya snow saat melihat Wilona tidak merespon pertanyaannya


"Benar. Baginda raja dan putar mahkota akan datang berkunjung besok dan aku harap kamu serta Chester tidak membuat keributan" pinta Wilona pada Chester


"Snow bisa tolong antar kan aku keruangan ayah, ada yang ingin aku sampaikan" lanjut Wilona, Chester langsung berubah wujud menjadi manusia dan menuntun Wilona ke kediaman Duke razel.


Bukan hal yang mengherankan lagi bagi orang-orang kediaman Duke Razel  saat melihat snow berubah jadi manusia, saat tiba diruangan Duke Razel snow mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk.


"Ada apa Wilona" tanya Duke razel masih tidak mengalihkan pandangannya dari tumpukan berkas dihadapannya


"Wilona meminta sebuah ruangan untuk tempat persalinannya snow, Wilona yakin saat mendekati hari persalinan. Snow akan bersikap agresif kepada orang-orang tidak akan aman jika membiarkan snow melahirkan dikamar" jeda Wilona melangkah mendekati kursi dibantu oleh snow yang telah berubah ke wujud aslinya


"Selama ini snow dan Chester selalu tidur di kamar Wilona, ada baiknya menyediakan kamar khusus untuk snow tempat yang aman dan nyaman untuk snow melahirkan ini juga demi kenyamanan semua orang. Bagaimana menurut anda tuan Duke" lanjut Wilona seraya mengelus bulu snow


"Bisa kah kau berhenti memanggilku dengan sebutan tuan Duke, aku ayahmu Wilona dan untuk tempat persalinan snow. Ayah sudah menyiapkannya di dekat tempat peristirahatan prajurit elit selain di sana aman snow juga bisa membantu prajurit untuk berlatih" jelas Duke razel pada Wilona, wajah Wilona langsung cerah dan terlihat sangat bahagia


" Snow besok kita lihat rumah baru mu ya" kata Wilona dengan semangat, snow langsung mengantarkan Wilona menuju kamarnya untuk beristirahat 


"Baik nona saya juga tidak sabar, selamat tidur nona" kata snow menyelimuti Wilona hingga sebatas leher


***


Pagi harinya Wilona tampak sangat rapi selain ingin menyambut putra mahkota dan juga Baginda raja Wilona juga ingin bermain-main dengan Chester dan snow di taman dekat lapangan latihan prajurit


"Nona anda tampak sangat bersemangat hari ini" tanya Anna saat melihat nona mudanya Sepenjang jalan menuju ruang makan selalu tersenyum manis


" Hem.. aku ingin bermain di taman bersama chaster dan snow kak Anna, hari ini juga yang mulia raja dan putra mahkota akan berkunjung aku ingin tampil cantik dan rapi" ujar Wilona penuh semangat


" Yahh nona ingin bermain dengan Chester dan snow berarti saya dan Anna tidak anda butuhkan" ujar Nana dengan nada sedikit sedih


" Aku ingin bermain dengan kalian berdua juga bukan kah kita sudah lama tidak bermain berlima" kata Wilona sesaat sebelum memasuki ruang makan

__ADS_1


" Selamat pagi semuanya" ujar Wilona ceria


Semua orang yang ada di sana cukup terperangah dengan senyum manis dan pakaian yang cukup mengenaskan yang Wilona kenakan, Duke razel bahakan sedikit tidak rela jika putri kecilnya itu menyambut Baginda raja dengan penampilan yang sangat mengenaskan seperti ini


"Ayah jika Wilona tidak menyambut Baginda raja dan putar mahkota apa tidak papa" tanya wilona ditengah mereka makan


"Andai bisa ayah juga tidak ingin kamu ikut menyambut Baginda raja, bukan karna kondisimu saat ini tapi kami tidak rela jika kau harus dilihat oleh Baginda raja dan putra mahkota" ujar Duke razel terang terangan 


"Sayang itu tidak bisa Wilona kita semua harus tetep menyambut Baginda raja dan pangeran" lanjut Duke razel terlihat wajah tidak rela dari Edward, Wiliam dan Leon


Setelah mereka sarapan pagi mereka menunggu keluarga kerjaan didepan gerbang, tidak lama sebuah kereta kuda dengan lambang singa terlihat mengahampiri Kediaman Duke razel.


Seorang pria tua bersama anak laki-lakinya turun dari kereta tersebut, Wilona masih menunduk ia sedikit malu dan merasa tidak nyaman saat dipandang oleh Baginda raja dan juga putra mahkota kerajaan Atlantas itu.


"Salam kepada  matahari dan bulan kerajaan Atlantas semoga kemakmuran menyertai anda" ujar mereka bersamaan masih dengan Wilona yang menundukkan kepalanya gadis itu masih enggan memperlihatkan wajahnya dan sedikit malau dengan kondisinya saat ini


" Selamat datang di kediaman saya yang sederhana ini Baginda silahkan masuk" kata Duke razel mempersilahkan mereka masuk Wiliam menarik lembut tangan Wilona untuk memberi jalan pada Baginda raja dan putar mahkota


"Kalian bisa menjutkan aktifitas kalian lagi, ayah dan yang mulai raja serta putra mahkota ada yang perlu di bicarakan" jelas Duke razel pada anak-anaknya, Wilona membuang nafas dan segera mengangkat wajahnya


"Kenapa Wilona sejak tadi terus menunduk" tanya Leon


"Hanya sedikit takut membuat nama kediaman Duke Razel malu karna memiliki putri yang buta" kata Wilona santai tapi dapat dilihat jelas wajah bersalah dari Leon.


" Wilona kakak dengar kau ingin bermain di taman dekat lapangan latihan prajurit elit, apa kakak boleh menemani mu" pinta Wiliam, sudah beberapa hari ini pria itu disibukkan dengan "mainannya" sekarang ini ia ingin menghabiskan waktu bersama adik kecilnya itu


"Tidak hari ini aku ingin bermain dengan Chester, snow dan pelayanan pribadi ku tidak ada yang boleh ikut mungkin nanti" kata Wilona masih dengan senyum kemudian gadis itu berjalan meninggalkan mereka dibantu oleh Anna pelayan pribadinya


"Huuf pada hal aku ingin menghabiskan waktu bersama adik ku yang manis itu" ujar Wiliam lesu


"Sebaiknya kita segera menuju lapangan latihan prajurit aku yakin Wilona akan lewat sana untuk melihat rumah baru untuk snow" hibur Edward pada adik-adiknya yang tampak sedikit lesu


Hello everybody balik lagi bareng bubbles disini gimana gimana masih pada penasaran sama kelanjutannya,  tunggu chapter selanjutnya ya. Jangan lupa untuk vote dan komen ya .  Ini hadiah dari aku karna kalian buat mood ku buat nulis kelanjutan cerita ini, apa lagi kemarin lagi buntu banget mau dibawa kemana kisah hidup Wilona bingung mau aku buat menderita atau Heppy-heppy dulu baru langsung ku matikan tapi berkat kalian. Aku  jadi punya setumpuk ide buat cerita ini lebih gila dan koplak lagi


Kriket dan saran kalian aku tunggu ingat kritik yang membangun ya bukan membully, bully itu dosa loh kawan kawan sampai ketemu di chapter selanjutnya see you next chapter bay bay 💞 💞

__ADS_1


__ADS_2