
Sudah seminggu Wilona tinggal di lembah velley, rencana awal pembangunan waduk yang seharusnya memakan waktu tiga sampai empat hari terpaksa diperpanjang karna kondisi akses menuju tempat pembangunan yang lumayan susah di tempuh, kapasitas dan lusa waduk ternyata melebihi harapan Wilona.
Waduk yang seharusnya delapan ribu delapan ratus hektar ternyata setelah jadi menjadi sepuluh ribu hektar itu sekitar seperempat dari wilayah lembah velley bisa kalian bayangkan seberapa luas lemah velley ini.
"Nona kita sudah sampai di tempat tujuan" kata seorang kesatria dari balik kereta
Wilona turun dengan bantuan kesatria tersebut dan melihat bangunan waduk yang telah jadi air mulai dialirkan oleh para penyihir
daerah-daerah yang sebelumnya telah terpendam banjir mulai mengering dan kembali ke keadaan semula sementara wilayah yang mengalami kekeringan mulai kembali normal setelah dialiri air, air yang tadinya sempat meresahkan sekarang sudah mulai teratasi pembangunan waduk ini membendung empat aliran sungai dan ditambah dengan air dari daerah lain yang terkenq banjir, jangan kalian fikir banjir di sini sama dengan banjir di dunia airin.
Air disini masih jernih bahkan saking jernihnya kita bisa melihat dasar waduk wilona juga melepaskan sejumlah bibit ikan guna menjaga kondisi waduk agar tetep bersih dan menambah penghasilan penduduk lokal. Hari ini adalah hari terakhir nya berada di lembah velley besok ia akan kembali ke ibu kota maka dari itu hari ini Wilona ingin menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan dan mencari beberapa tanaman obat untuk rumah kaca yang baru dibangunnya di kediaman Duke Razel
"Saya akan berjalan-jalan sebentar paman kesatria bisa menunggu saya di kereta" kata Wilona sambil melihat Padang rumput yang tidak jauh dari waduk, tujuan Wilona kesini adalah untuk mencari beberapa tanaman obat untuk ia teliti di kediman Duke razel dan mencari tanaman-tanaman langkah yang hanya berada di lembah velley ataupun tanaman yang belum pernah di teliti oleh orang lain
"Baik nona, pesan saya nona jangan terlalu jauh ketika sedang berjalan-jalan lingkungan di sekitar sini sering ditemui bintang buas" Pasan kesatria itu pada Wilona, Wilona hanya mengangguk singkat dan kembali mencari tanaman yang ia cari
Setelah kepergian kesatria tadi Wilona sudah menemukan beberapa tanaman yang ia inginkan salah satunya adlah tanaman Lombok tanaman yang menurut warga sini dianggap hama padahal ini merupakan rempah, Wilona akan menanamnya di rumah kaca nanti, tanam yang telah di dapatkannya sudah cukup banyak diantaranya ada kunyit, jahe, ginseng, Astragalus, Echinacea dan lainnya
Saat Wilona ingin kembali ia mendengar suara dari balik semak-semak karna rasa penasarannya Wilona memberikan diri untuk melihat sumber suara yang ia dengar dengan langkah perlahan Wilona mendekat.
Alangkah terkejutnya Wilona ketika melihat seekor serigala putih yang tengah terluka bulunya seputih salju namun darah yang mengalir dari kakinya membuat warna putih dari bulunya tampak menyeramkan luka akibat perangkap hewan yang cukup parah ditambah dengan serigala putih tersebut yang tengah mengandung pasti berat bagi hewan itu bertahan dengan kondisi tubuh yang terluka seperti itu,wilona mendekati serigala putih yang tengah terkapar tak berdaya itu, serigala putih tampak siaga saat Wilona berjalan mendekat walaupun dalam kondisi tengah terluka
Gerr
__ADS_1
Gerr
Gerr
" Tenang lah aku tidak berniat jahat aku hanya ingin melepas jebakan ini dari kaki mu" kata Wilona saat ia sudah cukup dekat dengan perangkap saat tangannya ingin menggapai perangkap serigala putih itu menyerangnya
Wilona mundur saat serigala putih itu kembali menyerangnya namun kembali terjatuh akibat jebakan yang ada dikakinya saat serigala putih itu tampak tidak berdaya Wilona kembali menghampiri seriga dengan cepat iya membuka jebakan itu dan berjalan menuju keranjang obat herbal yang iya bawa
Ia mengambil beberapa kunyit membersihkan kulitnya dan menghaluskan kunyit tersebut setelah dirasa cukup halus Wilona berjalan menuju serigala putih yang tampak tidak berdaya, bulunya yang semula berwarna putih kini sudah berlumur darah dengan hati-hati Wilona membersihkan luka serigala putih geraman serigala tidak ia hiraukan baginya jika ia tewas karna menolong makhluk yang tengah terluka itu ia rela toh di dua kehidupannya ia belum mengenal apa artinya cinta dan kasih sayang
Setelah ia rasa cukup bersih dengan hati-hati ia Baluran kunyit yang telah lahus tadi ke luka serigala putih itu untuk menjadi pengikat luka iya merobek sedikit gaung yang ia gunakan, setelah dirasa semuanya sempurna barulah Wilona menatap mata serigala putih yang ada di hadapannya itu
" Lain kali hati-hati jangan injak jebakan lagi. Semoga lekas sembuh serigala cantik" kata Wilona entah keberanian dari mana ia mengelus kepala serigala itu dengan sayang kemudian berniat pergi meninggalkan serigala putih yang tengah berusaha untuk bangun, hingga sebuah suara membuatnya mematung
" Terima kasih nona" kata serigala putih dengan tulus
"Serigala putih cantik bukan kamu yang berbicara kan" tanya Wilona dengan harapan bahwa serigala didepannya ini tidak akan menjawab dan pergi begitu saja namun harapan hanya sebuah mimpi bagi Wilona saat seriga itu tersenyum manis tapi bagi Wilona senyum itu sangat lah mengerikan
" Benar saya yang berbicara. Saya mengucapkan terima kasih pada nona karna telah melepaskan jebakan dari kaki saya" jawab serigala putih sambil berjalan kerah Wilona
Wilona yang melihat serigala putih berjalan mendekati nya otomatis mundur ia tidak ingin berbaring diatas ranjang hanya untuk pemulihan akibat mana nya yang meledak-ledak akibat hewan di hadapan nya saat ini cukup Chester yang membuatnya harus berbaring di kasur dan meminum berbagai cairan aneh
" Ma- mau apa kamu menjauh lah, saya sudah menolong mu jadi jangan mendekat berhenti di situ" kata Wilona dengan sedikit gugup
__ADS_1
" Nona ijinkan saya dan bayi di kandungan saya untuk membuat kontrak dengan Anda" kata serigala putih
" Tidak. Aku menolaknya serigala cantik kamu masih sakit dan aku tidak ingin membuat kontrak dengan hewan yang tengah hamil dan terluka jika kamu ingin membuat kontrak aku mohon sembuhkan dirimu terlebih dahulu" wilona menjeda ucapnya menarik nafas berusaha untuk tetap tenang dan menjelaskan apa keinginan nya pada mahluk dihadapannya saat ini
"Aku juga tidak ingin anak yang ada di dalam kandungan mu terpaksa harus membuat kontrak dengan ku, aku ingin ia membuat kontrak dengan keinginannya sendiri. Aku ingin ia bebas menentukan siapa orang yang ingin dia ikuti tanpa harus di paksa jika kamu ingin ikut aku akan membawa mu tapi aku mohon rubah wujudmu menjadi hewan yang lebih kecil agar penjaga dan para pelayan ku tidak takut " pinta Wilona.
Serigala putih sangat besar untuk ukuran seekor serigala bagaimana tidak besar serigala itu seukuran gajah bayangkan saja bagiman reaksi pelayan dan para kesatria saat melihat Wilona membawa serigala berukuran gajah, seorang gadis kecil dengan serigala putih seukuran gajah mengikutinya bukan kah itu nampak sedikit menakutkan
" Baik. Tapi berjanjilah ketika saya sembuh anda akan membuat kontak dengan saya dan jika anak saya ingin membuat kontrak dengan nona, nona akan menyetujuinya" kata serigala putih sementara Wilona hanya menggunakan kepalanya tapi percayalah dimasa depan Wilona akan menyesali keputusan nya hari ini. Dia akan dibuat pusing dengan tingkah dari serigala putih yang ada dihadapannya, serigala itu pun berubah menjadi anjing Siberian Husky putih dan mengikuti Wilona kembali ke kereta kudanya
"Silahkan nona" kata kesatria yang menjaga yang membantu Wilona masuk sementara serigala putih telah masuk lebih dahulu saat kesatria ingin mengeluarkan serigala putih serigala itu mengeram dengan sigap Wilona menyuruh kesatria untuk membiarkan serigala itu.
Perjalanan kembali kekediaman Duke razel memakan waktu sekitar dua hari dengan kereta kuda selama perjalanan Wilona juga menyempatkan untuk membaca beberapa buku yang ia bawa dai kediman Duke razel di lembah velley saat hari mulai gelap Wilona menyuruh para pengawal dan pelayanannya untuk membangun tenda peristirahat mereka.
Wilona tidak mencari penginapan karna selama perjalanan Wilona hanya melihat pohon- pohon yang menjulang tinggi menandakan jalur yang mereka lewati mungkin jalur pegunungan atau bahkan jalur hutan akan cukup bahaya jika mereka tetap memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan saat malam hari tiba.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hai ada yang rindu sama cerita ini maaf udh menggantung kalian sampai saat ini. Semoga chapter ini menghibur hari-hari kalian setelah aku gantung sekian lamanya see you next chapter bay bay 💞💞💞