The Secret Lady

The Secret Lady
berbeda


__ADS_3

Tabib langsung bertindak setelah melihat kondisi  Wilona dan snow, empat tabib langsung dikerahkan untuk menyelamatkan nyawa mereka.


Edward, Leon dan Wiliam tengah menunggu di luar dengan harap-harap cemas. Bohong jika mereka tidak khawatir apa lagi setelah melihat kondisi Wilona tadi, pedang itu menembus tubuh kecil Wilona darah segar masih terasa di telapak tangan Leon, untuk ke-dua kalinya dia gagal menjaga adiknya


" Aku kakak yang tidak berguna, harusnya.. harusnya aku bisa lebih cepat membuka pintu" gumam Leon lirih sambil memukul kepalanya, Leon merasa menjadi orang yang paling tidak berguna karna menjaga adiknya saja ia tidak bisa. Memimpin puluhan pasukan elit untuk berperang ia sanggup, tapi kenapa hanya menjaga adiknya dia biasa lengah bahkan menyebabkan adiknya hampir meregang nyawa untuk kedua kalinya.


"Leon berhenti bertindak bodoh seperti ini, Wilona akan marah melihat keadaan mu Sekarang" hibur Wiliam bohong jika dia tidak hancur dan merasa bersalah saat ini, andai dia bisa mengubah keadaan dia rela bertukar posisi dengan Wilona


"Kenapa kalian terlihat kacau, semua baik-baik saja kan" tanya Duke razel yang baru datang bersama dengan raja dan putar mahkota, bahkan dengan santainya Duke razel masih sempat bersenda gurau bersama raja dan putra mahkota seperti Edward tidak melihatnya saja, sesaat Edward merasa bahwa dirinya dan adik-adiknya  tidak lah berarti bagi Duke.


" Apa kau tidak punya mata tuan Duke" kata Edward emosi, apa ayahnya itu tidak punya mata untuk melihat situasi saat ini


"Dimana sopan santun mu Edward" ujar Duke razel tidak kalah emosi


"BISAKAH KALIAN DIAM, tidak bisa kah kalian Melihat kondisi saat ingin bertengkar" kata Wiliam, Habis sudah kesabarannya saat melihat kakak dan ayahnya bertengkar dan tidak melihat tempat.


"Bisa kah seseorang menjelaskan apa yang terjadi" kata Raja Herry saat melihat kondisi mulai tidak kondusif saat ini. Saat Edward ingin menjelaskan situasi yang terjadi pintu kamar Wilona terbuka, tampak beberapa prajurit tengah menggotong mayat penyusup.


"Apa maksudnya semua ini Edward? Wilona.. bagaimana kondisi Wilona" kata Duke razel masih berusaha untuk terlihat tenang walaupun hatinya sudah meronta-ronta karna khawatir.


"Hahaha.. Sekarang kau baru sadar Duke razel yang terhormat, saat aku dan Edward memohon pada mu untuk membantu kami kau bilang apa?  Adik ku hanya ingin memenangkan diri dan menyuruh kami berhenti khawatir dengan nya" ujar Wiliam wajahnya pun sangat merah karna menahan emosi nya yang sudah sampai tahap maksimal.


William tidak pernah terlihat sangat marah sebelumnya, bahan saat Wilona di asing kan Wiliam masih bisa bersabar, tapi tidak untuk kali ini sudah cukup dia menahan diri untuk semua perlakuan ayahnya itu. Bagaimana bisa dia terlihat tenang dalam kondisi seperti ini, bahkan tidak sedikitpun dia khawatir dengan kondisi sang adik


"Sekerang lihat karna kau...Adik ku yang baru saja sembuh harus kembali meregang nyawa dan kau putra mahkota, andaikan kau tidak mencoba merebut bintang suci miliki adik ku.. semua ini tidak akan pernah terjadi. Jika adik ku tidak dapat diselamatkan aku tidak akan memaafkan kalian" lanjut Wiliam pemuda itu meninggalkan Duke razel, Raja serta putra mahkota. Raja dan putra mahkota merasa kehadirannya hanya membawa pengaruh buruk pada kediaman Duke Razel, apalagi jika melihat kondisi saat ini


" Sekarang anda puas Duke razel, Wilona kembali  berjuang untuk hidupnya.. tidak cukup kah perlakuan mu dulu, tidak cukup kau membuatnya menderita.. apa susahnya mendengar kan Wilona sesaat saja!!  Apa susah memberikan nya perhatian sedikit saja?" Ujar Edward.


Pemuda itu tentu emosi saat melihat perlakuan sang ayah yang menurutnya sangat tidak adil. Wilona tidak pernah meminta apa pun dari mereka, bahkan ketika Edward menanyakan kepada Wilona tentang keinginannya, dia hanya menjawab ingin mendapatkan bunga cahaya sebagai hadiah. Sebuah permintaan sederhana yang bahkan tidak pernah terbayang di benak putri bangsawan lain


"Ayah hanya ingin yang terbaik untuk Wilona apa salah Edward" ujar Duke razel masih kekeuh pada pendiriannya bahwa semua yang dia lakukan untuk kebaikan Wilona

__ADS_1


"Apa yang terbaik untuk Wilona di mengasingkan, direndahkan bahkan seorang pelayan Berani merendahkan Wilona. Itu yang ada sebut terbaik untuk Wilona? Apa itu yang Wilona inginkan? Pernahkah Anda menanyakan apa keinginan Wilona tuan Duke " ucap Edward sebelum pergi meninggalkan mereka begitu saja


"Maaf  yang mulia atas keributan yang terjadi" kata Duke razel masih berusaha untuk terlihat tenang dihadapan sang raja


"Tidak apa kalo kau butuh bantuan kami siap membantu kami permisi razel" ucap raja Herry beserta putra mahkota, rencana awal mereka akan menginap malam ini dan kembali keesokan harinya. namun setalah melihat situasi saat ini Pilihan terbaik untuk sekarang adalah segera kembali Ke istana dan membiarkan sang Duke menyelesaikan masalahnya


Duek razel hanya memandang kosong kepergian raja Herry, apa caranya salah untuk menyambut kedatangan Baginda raja kediamannya? Dia hanya ingin menyambut Baginda raja dan putar mahkota dengan cara terbaik. Bukan dengan kondisi seperti sekarang dan kenapa Wilona bisa terluka lagi? Bukanya anak itu memiliki kekuatan yang besar? Kenapa semua terasa begitu rumit


Duke razel memasuki kamar Wilona tempat itu masih dipenuhi dengan darah segar pandangannya tidak lepas dari sang putri, matanya masih terpejam belum lagi  serigala putih yang tidak jauh dari tempat  Wilona tertidur.


Bintang suci adalah binatang buas yang di berkati dewa dan Dewi, legenda mengatakan jika terakhir  tiga serigala suci dengan anugrah tiga musim pada diri mereka niscaya akan membawa kemakmuran. Namun barang siap yang memisahkan mereka akan mendapatkan kemalangan Sepenjang hidupnya, anak terpilih akan mendapatkan kekuatan dan kesetiaan  dari empat batu jiwa.


Akan lahir seorang anak  yang dapat mengenakan kekuatan serigala tiga musim anak tersebut dapat dikenali dengan kekuatan cahaya dan tanda berupa garis lulur pada tubuhnya dan para bintang kontraknya, serta mata biru yang sejernih bagian lautan dan secerah langit.


Hidup dalam kemalangan adalah takdirnya, hidup diantara kematian mati adalah penebusan dosa nya hanya sebuah pengorbanan tulus yang dapat menebus penderita anak terpilih.


sekarang Duke razel melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Putrinya itu adalah anak terpilih, anak yang seumur hidupnya akan menderita tanda pada tubuh Wilona menjelaskan semuanya keraguannya selama ini. Anak yang terlahir dengan dua jiwa bukanlah sebuah kebetulan melainkan sebuah takdir yang tidak bisa dihindari, selamanya Putri kecilnya itu akan menderita dan dirinya telah menjadi salah satu orang yang menjadi penyebab  penderitaan putrinya itu.


"Maafkan ayah... Ayah bukan orang tua yang baik untukmu... Ayah hanya bisa membuatmu semakin menderita" gumam Duke razel. Berusaha untuk tidak menangis apalagi terlihat lemah dihadapan anak-anak nya


"Percuma penyesalan mu itu tuan ku tetap berjuang sendirian, harusnya kau sebagai ayah melindunginya bukan membuatnya semakin menderita"ujar chaster dengan nada lemah, serigala itu masih mendengar ucapan Duke razel walaupun pelan.


berterima kasihlah pada pendengarannya yang cukup tajam itu tapi kenapa pendengarannya yang tajam ini tidak berguna untuk menemukan penyusup itulah salah satu penyesalan dalam hidup Chester saat ini, dia gagal menjaga nona mudanya dan berakhir dengan kejadian yang kembali membuatnya merasa tidak berguna sebagai demon best sinsu, hingga sebuah pertanyaan bodoh keluar dari mulut pemimpin Kediaman ini


"Apa kesalahan ku ini fatal hingga kau begitu membenci ku?" Tanya Duke razel dengan tenang walaupun penampilannya cukup menyedihkan


"Kau bodoh atau apa? Seekor bintang buas seperti kami, tidak akan pernah membenci ataupun mengucilkan anak-anak kami dan kau manusia dengan anugrah dewa paling besar teganya memperlakukan darah daging mu dengan keji, bagi ku derajat mu lebih rendah dibandingkan kami bintang buas. Aku tau ini kasar,  tapi coba lah untuk bersikap baik sudah cukup penderitaan nya selama ini jangan kau ikut menambah penderitaannya lagi " nasehat Chester sebelum menutup matanya, tenaganya sudah habis menghadapi para penyusup itu


"Bagaimana keadaan putri ku tabib"tanya Duke razel tidak mempedulikan pandangan menusuk dari para putranya


" Nona baik-baik saja. Binatang buas peliharaan nona juga sudah di obati dan kondisinya semakin baik, lukanya juga sembuh dengan cukup cepat tapi.. saya sarankan tuan segera memanggil  Saint Lucy ada yang janggal dengan tubuh nona. kami para tabib tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi, saya harap tuan memikirkan pendapat saya  ini demi kebaikan nona muda, saya permisi tuan-tuan" kata tabib itu meninggalkan kamar Wilona

__ADS_1


***


Duke razel memasuki kamar putri kecilnya di sana ada chaster yang memindahkan anak-anak snow, sepertinya binatang itu sudah mulai pulih. ada juga Wilona yang masih terbaring lembah, Wajahnya pucat bibirnya kering bahkan keringat masih membasahi wajah nya


"Keluar.. untuk apa anda berada di sini" tanya Edward dingin, pandangan mata biru itu masih sangat tajam seakan-akan dia siap membunuhnya kapan saja.


"Tidak.. aku ayah nya kali ini.. kali ini aku ingin menebusnya" jawab Duke razel tegas


" Apa yang ingin kau tebus. Wilona yang kau asing kan karna ke egois mu atau kau yang tidak pernah melihat dan memperdulikannya" celetuk Wiliam tidak kalah sinis


"Aku bukan kakak yang baik tapi aku berusaha menebus dosa ku pada wilona... Aku berusaha membuatnya tersenyum dan melindunginya dengan semua kemampuan ku tapi kau.. kau kembali menghancurkan semua nya, lihat karna mu adik ku kembali tidak sadarkan diri. Jika sesuatu terjadi padanya aku bersumpah tidak akan memaafkan mu" ujar Leon Tidak kalah sinis , pemuda itu mencium tangan dingin Wilona berharap gadis itu akan bangun dari tidur panjangnya


"Rudolf.. panggil Saint Lucy Sekarang jika dia tidak mau datang seret dia kemarin, apa pun caranya bawa dia kehadapan ku sekarang" perintah Duke razel pada Rudolf, tanpa memperdulikan ucapan putra-putranya.


Duke razel berjalan menghampiri ranjang wilona mencium dahi Wilona penuh sayang,  kemudian duduk di ranjang wilona memegang tangan dingin sang anak. Hanya ini yang bisa ia lakukan dia telah gagal menjadi ayah untuk putrinya, bahkan dipanggil dengan sebutan ayah rasanya ia tidak pantas ayah mana yang tega memperlakukan anaknya seperti ini.


Hanya dia hanya ayah yang bodoh seperti dia, tangis Duke razel pecah ketika ingatan tentang perlakuannya pada sang putri kembali teringat


"Aku ayah yang bodoh, maaf.. maaf" hanya itu yang dapat Duke razel ucapkan saat ini


Sementara Wilona gadis itu mendengar semuanya, tangis ayah, amarh Edward, Wiliam dan  Leon  ia mendengar nya hanya saja. Tubuhnya sama sekali tidak dapat digerakkan matanya terasa dingin entah apa yang terjadi tapi ia ingin bangun, dia ingin memeluk ke tiga kakak mereka sudah berusaha untuk melindunginya walaupun gagal.


Maaf bertahanlah sebentar lagi aku akan kembali, maaf karna aku kalian kembali lemah bersabarlah


.


.


.


Hai bubbles kembali lagi maaf baru bisa up, sejujurnya belakang ini mood ku lagi jelek banget dan sama sekali nggak ada keinginan buat nulis. Tapi sekarang aku udh kembali jadi selamat menikmati ceria ku ini, kritik dan saran aku terima kalo ada typo mohon di kasih tau dan di maklumi.  see you next chapter bay bay 💞

__ADS_1


__ADS_2