The Secret Lady

The Secret Lady
teman bermain


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju taman Chester terus bercerita tentang bagaimana serunya dia bermain-main dengan prajurit elit. Andaikan para prajurit itu mendengar ucapan Chester, Wilona dapat menjamin para prajurit itu akan berkata kasar pada demon beat itu. Bermain-main saja sudah menyebabkan banyak prajurit elit yang menderita luka ringan maupun berat, bagaimana jika Chester serius.


Sementara snow serigala putih itu tengah mengecek rumah barunya, saat serigala putih itu pergi wajahnya tampak sangat semangat dan pastinya sangat bahagia menantikan kelahiran anaknya nanti


"Wilona kamu mendengar ku tidak" tanya Chester,oh mana mungkin Wilona bisa mendengar ucapan Chester yang ngalur Ngidul entah kemana kalo didepannya saat ini snow tengah diperlukan tidak baik.  Suara-suara makian dan pertarungan dapat didengarnya dengan jelas


"Bawa bintang suci itu kemarin, aku ingin memilikinya" ujar seorang pemuda pada sekumpulan kesatria yang menari tali yang menjerat snow dengan tidak berperasaan. Bayangkan saja serigala putih, yang sekerang sudah sebesar mobil sedan di tambah tengah hamil besar tengah tarik hingga jatuh. Bahan dengan tidak berbelas kasih nya, mereka masih menarik serigala putih itu dengan tidak berperasaan


"Apa yang kalian lakukan" tanya Wilona, aura gadis kecil itu bahkan sudah sangat gelap walaupun ia tidak dapat melihat dengan jelas, ia masih bisa melihat bagaimana hewani yang dia rawat penuh kasih sayang diperlukan tidak baik. Hatinya sakit saat itu


"Lepaskan" perintah Wilona tegas, tidak ada keraguan di wajahnya. Bahkan rahang dan matanya sudah memerah Karan menahan amarah,  tapi para prajurit itu tidak peduli mereka masih menarik snow menuju pemuda diujung taman.


"AKU BILANG LEPASKAN" bentak Wilona bahkan secara tidak sengaja Wilona melepaskan kekuatannya, hanya dengan bentakan saja sudah ada beberapa pengawal yang terluka.


Seperti yang kita tau Wilona memiliki lima elemen hanya menggunakan elemen angin miliknya sedikit saja para pengawal itu sudah tidak dapat bangun, bayangkan jika Wilona mengerahkan seluruh kemampuan yang di milikinya.


"Siapa kau berani-beraninya menganggu kesenangan ku" ujar pemuda itu angkuh, dari penampilannya saja Wilona sudah mengenalinya. Rambut biru, mata biru  belum lagi  pakainya yang berwarna merah lengkap dengan atribut kerjaan lengkap. Wilona akui wajah itu cukup tampan untuk kelakuannya yang minusnya


Lukas ert de Morgana, putra mahkota kerajaan Atlantas yang terkenal dengan keangkuhan dan ke sombongnya, apa gunanya wajahnya yang rupawan serta gelarnya sebagai putra mahkota. Jika kelakuannya saja sudah seperti sampah dimata  Wilona. Di tidak mungkin lupa dengan orang yang kelak membunuhnya itu, bagaimana mungkin Wilona bisa mencintai pemuda sampah seperti ini


"Aku bertanya? Kau punya mulut gunakan untuk bicara. Upss aku lupa selain buta kau juga bisu" hina Lucas disertai tawa para prajuritnya, sementara Chester yang ada disebelah Wilona sudah sangat geram dengan sang putra mahkota itu.


"Nona haruskah saya membunuhnya?" Tanya Chester pelan


"Sabar biar aku saja" ujar Wilona masih berusaha tenang


"Kalau pun saya buta, setidaknya saya punya sopan satun ketika berkunjung kerumah orang. Tidak seperti seseorang yang seenaknya mengambil bintang suci dikediaman Duke" kata Wilona tidak kalah pedas, hey kawan jangan lupa ketika seorang wanita marah. Mereka bisa lebih menyeramkan dari hantu sekalipun mereka cantik


"Kau... Kalian bunuh perempuan tidak tahu diri itu" perintah Lucas pada para kesatria yang tersisa, sementara Wilona dengan santai dan tidak berdosa nya melangkah mendekati snow, melepaskan jeratan pada leher snow dapat dilihat lehernya telah merah, bahkan serigala putih itu kesakitan saat ini. Amarah Wilona semakin menjadi, saat melihat salah satu kesatria  berhasil membuat Chester terluka


Wilona Sekarang sudah tidak lagi perduli jika ayahnya ataupun sang raja murka karna perbuatannya.  Dia hanya ingin mengajar wajah sok tampan putra mahkota,  sementara Anna dan Nana sudah pergi menuju ruang kerja sang Duke untuk melaporkan kejadian tersebut


Brug


Tinju Wilona pada wajah sok tampan putra mahkota, bakan ia tidak perduli jika nanti ayahnya alias sang Duke menghukumnya hanya satu yang Wilona inginkan yaitu menghabisi wajah sok tampan orang dihadapannya ini


Brug


Brug


Brug


Entah sudah berapa kali Wilona memukul, menonjok wajah Lucas dapat dilihat wajahnya yang semula tampan bak dewa Yunani kini seperti gembel di pinggir jalan. Masih belum puas hanya memukul dan menonjok wajah itu Wilona bahkan menendang nya  putra mahkota hingga tubuh itu  menghantam tembok, jika kalian tanya kemana para kesatria atau pun pengawal putra mahkota mereka tengah terluka akibat "permainan" chaster.


"Wilona apa yang kau lakukan terhadap putra mahkota" tanya sebuah suara dari arah belakang, dapat dilihat wajah marah sang Duke belum lagi sang raja yang tengah menatapnya tajam


"Lihat kelakuan gadis buta itu seperti gadis yang tidak pernah Di ajarkan sopan santun" komentar raja tajam pandangnya masih tidak lepas dari wilona

__ADS_1


"Aku hanya...


"Gadis itu menghajarku tanpa sebab jika kau tidak percaya tanyakan saja pada pengawal dan kesatria ku"  dipotong putra mahkota penuh fitnah, sepertinya orang tersebut belum cukup Wilona beri pelajaran


"Sudah aku bilang bukan jaga kesopanan saat putra mahkota dan Baginda raja datang, tapi apa yang kau lakukan kau malah membuat nama ayah tercoreng. Dasar anak tidak tau diri, harusnya kau bersyukur aku masih mau menampung gadis buta seperti mu" marah Duke razel bahkan ia sudah tidak melihat tepat ketika memarahi Wilona. Dia pun tidak sadar bawa ucapannya telah melukai perasaan putri kecilnya itu secara tidak langsung


"Hahahha karna siapa saya buta? Saya tidak pernah meminta untuk di selamatkan. Kalau boleh jujur saya lebih suka menyusul bunda dibandingkan hidup bersama anda" kata Wilona lirih  air matanya meluncur bebas, bahkan sang ayah  tidak mendengarkan penjelasannya dan langsung menuding nya dengan ucapan yang kasar


"Segera kirim saya kembali ke paviliun teratai dan jangan pernah menemui saya sekalipun saya sakit ataupun mati" lanjut Wilona lirih kemudian berjalan kerah snow saat Wilona ingin membantu serigala putih itu berdiri ucapan sang pangeran kembali membuatnya marah


"Letakkan kembali bintang suci itu. Tidak seharusnya orang cacat seperti anda  memiliki makhluk sempurna seperti dia" ujar pangeran sombong


"Hahaha meletakkan sesuatu yang sejak awal telah menjadi milikku dalam mimpimu pangeran, ingat sesuatu yang kau sombong kan itu tidak abadi. Lihatlah Duke Razel yang terhormat kamu membela sesuatu yang salah sejak awal.  ayo snow, Chester aku muak berada di sini" ujar Wilona kemarahan masih jelas di wajah cantiknya.


Brug


Brug


Brug


Tepat ketika Wilona meninggal taman tiga pukulan langsung mengenai wajah Duke Razel, tidak ada tatapan penuh hormat dari ketiga putranya. Hanya ada kemarahan, kekecewaan yang terpancar jelas dari tatapan ketiganya Bahkan sekerang setelah putrinya pergi, ia sama sekali belum mengerti apa yang terjadi sebenarnya


"Puas anda membuat Wilona sedih, aku berusaha menghibur nya sejak ia dinyatakan buta dan dengan teganya kau mengatai dia" ujar Leon penuh amarah persetan dengan keramah-tamahan terhadap keluarga kerjaan


"Sadar kah kau Duke Razel. Dia orang kau katakan buta  adalah putri mu, dia orang yang mengorbankan dirinya hanya untuk menyelamatkan kakak yang bahkan tidak melihat nya sedikit pun saat itu"  kata Wiliam penuh amarah


Prok


Prok


Prok


" aku sangat terkesan dengan putra dan putri mu Cardis, mereka sangat menjaga dan melindungi apa yang mereka anggap miliknya, Maaf atas kesalahan putra ku ini. Dia masih muda dan masih sangat ceroboh" kata Raja Herry kagum sekaligus bersalah


"Tapi aku sangat kecewa dengan mu, bagaimana bisa kau menghina putrimu sendiri disaat kami masih ada dan kau membela putra mahkota tanpa mendengar penjelasan putri mu." Ujar raja Herry penuh dengan kekecewaan terhadap sang Duke sekaligus tangan kanan sang raja


"Tunggu, apa maksudnya semua ini hanya tes? Jika ia. Apa kau pernah menyangka sang pangeran membuat adik ku yang sudah hancur semakin hancur" ujar Wiliam sinis dan pemuda itu langsung pergi meninggalkan mereka yang masih termenung atas ucapannya tadi


***


"Gadis tadi cukup menarik untuk di jadikan teman" ujar Lucas saat mereka tengah bersiap untuk makan malam


"Kau ingin berteman dengan putri Duke razel, walaupun ia buta. Serius Lucas?"  tanya Raja Herry pada putra mahkota, anaknya satu-satunya walaupun ia sombong dan angkuh dia tidak pernah meremehkan orang lain.


Tapi tidak hari ini Lucas meremehkan putri Duke razel yang buta,  tanpa tau kekuatan besar yang tersembunyi di balik sikap tenang nya. Hari ini dia dikalahkan oleh orang yang tidak pernah ia kira sebelumnya


"Baik jika itu permintaan mu, tapi ayah tidak berjanji jika dia akan menerima mu sebagai temannya. Setelah apa yang kamu lakukan pada nya tadi pagi, kau harus berusaha sendiri untuk menjadi temannya jangan memaksanya untuk menjadi teman mu. Mengerti Lucas!!" Lanjut sang raja pada Lucas, anak itu hanya mengangguk tanda setuju walaupun sombong dan angkuh Lucas merupakan anak yang penurut terutama pada ayahnya itu

__ADS_1


Saat mereka sampai di ruang makan seorang kesatria mengumumkan kedatangan mereka "Baginda raja Herry beserta putra mahkota Lucas   telah tiba" ucap kesatria itu lantang,  di ruangan makan sudah ada Duke razel entah kemana anak-anaknya saat ini, hanya ada wajah menyesal yang terlihat sangat jelas di wajah tuanya nya itu.


"Salam matahari dan bulan kerajaan Atlantas semoga anda selalu diberkati" kata Duke razel walaupun terlihat tegar tapi sangat kelihatan wajah lelahnya saat ini


"Ada apa cardis kenapa kau terlihat gusar dan dimana anak-anak mu?  bukanya ini waktunya makan malam" tanya raja Herry pada sang Duke yang kelihatan tidak nyaman dengan pertanyaan raja


" Mereka meminta untuk makan dikamar yang mulia, maaf atas ketidak sopanan putri saya pada yang mulia pangeran" kata Duke razel dengan nada tidak enak, dia sudah tau bahwa putra mahkota lah yang memulai semua ini namun apalah daya dia hanya seorang bawahan yang tidak mungkin bisa menegur anak dari atasnya


"Kau tidak perlu merasa bersalah putra ku yang bersalah dalam hal ini, maafkan dia atas kelancangan nya karena berusaha mengambil binatang suci dari tempat ini" jeda sang raja sambil merintis daging dihadapannya


" Bukan hal besar Baginda, tapi karna hal itu hubungan antara saya dan Putri saya merenggang saya meminta kompensasi atas hal ini. Saya meminta yang mulai pangeran mau meminta maaf pada Putri saya sampai dia memaafkannya, saya tau ini berlebihan tapi sebagi ayah saya tidak terima putri saya dihina seperti itu belum lagi yang mulia memfitnah putri saya. Sekali lagi saya mohon maaf Baginda" ujar Duke razel walaupun ia merasa malu mengatakan ini karna dia sendiri yang dengan mudahnya percaya ucapan putra mahkota saat itu, tapi ia juga tidak bisa membiarkan putrinya diremehkan cukup dia dan putarnya saja yang meremehkan Wilona orang lain jangan


Anggaplah dia jahat tapi ini satu-satunya hal yang bisa ia lakukan sebagai ayah meski, kedepannya anak-anaknya mungkin tidak akan menganggapnya ada. Terutama Wilona, sejak kejadian tadi pagi gadis itu mengurungkan diri di kamarnya tidak makan maupun minum, para pelayan nya pun dia biarkan khawatir hanya suara tangisnya dan lolongan serigala putih serta Chester yang terdengar dari pintu kamarnya. Saat ia ingin masuk pintu itu sudah dilapisi sihir pelindung yang sangat kuat hingga kekuatannya tidak berguna


"Baik sesuai keinginan mu anak ini Memang harus mengakui kesalahannya, putra mahkota ataupun raja jika ia salah itu tetaplah salah. Pemimpin harus mau mendengar orang lain untuk mendapatkan keputusan yang paling benar, Lucas aku perintahkan kau untuk meminta maaf kepada putri Duke razel. Ini kesalahan mu dan kau harus berani bertanggung jawab mengerti" perintah raja dapat dilihat wajah Lucas yang nampak sangat tidak ikhlas atas kelurahan yang raja


Brak


Pintu ruang makan terbuka sangat keras menampilkan Wiliam dan Edward yang penuh dengan amarah dan wajah yang penuh ke khawatiran


"Yang mulia Duke razel kami mohon segera buka kamar Wilona" pinta Wiliam tegas


"Ada apa, kenapa kalian terlihat khawatir? Wilona hanya memenangkan diri jadi berhentilah khawatir dengan nya " ujar Duke razel santai menganggap bahwa anaknya terlalu memanjakan Wilona


"Pantas Wilona menganggap kami mahluk yang menjijikkan Sekarang aku tau dari mana darah menjijikkan ini berasal" ujar Wiliam sinis


"Apa maksudmu Wiliam dimana sopan santun mu dihadapan Baginda raja dan putar mahkota" ujar Duke razel memperingatkan


" Sopan santun ku sudah lama hilang sejak kau lebih mementingkan kehormatan mu dibandingkan adikku, biarkan aku yang mengurus Wilona. Kau tidak pedulikan jika kamar Wilona dipenuhi darah dan pintunya tertutupi mana hitam. Kau tidak perduli jika adik ku meregang nyawa  sekalipun, jadi teruslah bersikap seperti itu. Teruslah peduli  pada kehormatan mu itu,  Wiliam ayo kita selamat kan wilona biarkan Dia dengan kehormatannya itu" ujar Edward kemudian pergi begitu saja tanpa memperdulikan tatapan orang-orang di sana


Sementara raja, Lucas dan Duke razel masih terdiam di tempatnya. Memproses kejadian yang baru saja terjadi, Duek razel berdiri dan meninggalkan ruangan itu meninggalkan raja Herry yang nampak bingung dengan situasi yang terjadi.


...


...


...Bonus picture Lukas ert de Morgana  putra mahkota kerajaan Atlantas si brengcek pembuat onar ...


.


.


.


Ini part terbanyak yang pernah aku tulis jadi selama ini, menurut kalian gimana puas nggak terus apa yang terjadi sama wilona? Kenapa kamar Wilona penuh darah hemm pada penasaran nggak sama kelanjutannya.


Aku harap kalian menikmati cerita ini, up untuk chapter selanjutnya vote 50 comen 60 lumayan tinggi sih tapi aku harap kalian mau memperbaiki mood ku yang mulai nggak bagus ini dengan baca comen-comen kalian

__ADS_1


Jangan lupa untuk vote dan komen ya, see you next chapter bay bay 💞💞


__ADS_2