
Author POV
Boom
Boom
Boom
Suara ledakan terdengar di sekitar kediaman Duke Razel, segerombolan orang berbondong-bondong keluar untuk melihat suara kencang yang terdengar dari luar. Bukan sebuah bom atau ledakan yang terjadi namun Kembang api berbagai warna, bentuk telah ditembakkan dan kini tengah menghiasi langit malam kediaman Duke Razel
Selamat ulang tahun kak Leon
Tulisan di kembang api secara berurutan, andai malam ini tempat itu tidak terjadi penyerangan pasti acara ulang tahun Leon kan menjadi ulang tahun nya yang paling berkesan. Dari balkon disalah satu kamar dikediaman Duke Razel tampak sekumpulan orang yang tengah berjuang menyelamatkan nyawa gadis kecil yang tampak mengenaskan, darah terus mengalir dari mulut dan punggungnya
Para tabib berusaha untuk menggantikan pendarahan pada gadis kecil itu, wajahnya kian memucat nafasnya mulai tidak beraturan
Leon. pemuda itu tengah memandang kosong kearah langit malam air mata terus mengalir rambut yang semula tertata rapi kini sudah berantakan, baju yang awalnya menjadi kebanggannya dihadapan para bangsawan kini sudah berlumuran darah.
Aroma darah masih tercium di ruangan itu empat pria yang tadi saling menyalahkan sudah menghilangkan yang ada hanya empat pria yang tampak rapuh tidak ada satupun dari mereka yang terlihat baik-baik saja.
"Apa kamu tidak sadar Wilona sangat menyayangimu, dia mengorbankan dirinya demi kita. Orang-orang yang tidak pernah mengharapkan kehadirannya" ujar Edward yang baru saja menghampirinya ia masih menatap kearah ranjang dimana para tabib sedang berjuang menyelamatkan seorang gadis kecil.
Kemajanya sedikit terbuka sudut bibirnya pecah, darah Wilona yang ada di baju dan tangannya telah mengering
"Percuma kalian menyesali semuanya pada akhirnya adikku yang manis kini tengah berjuang antara hidup dan mati" ujar Wiliam penampilannya tidak kalah berantakan dengan Leon dan Edward.
Rambut pirang keperakan serta wajah tampannya kini telah berlumur darah bahkan darah kering yang berada ditangannya masih belum ia bersihkan, sekerang ketiga pemuda itu tampak seperti psikopat gila
__ADS_1
"bukan ini yang aku inginkan, aku tidak pernah memintanya untuk mempertaruhkan nyawanya apa lagi untuk melindungi ku" ujar Leon masih menatap kosong kerah langit, dia tidak pernah mengharapkan akan di lindungi oleh makhluk lemah yang sangat ia benci keberadaan nya.
"Kau menang tidak pernah memintanya tapi dia tidak sanggup melihat kita mati ataupun menderita, aku mendengar ia berbicara dengan demon beat sinsu dan snow Wolf jika ia sudah cukup dewasa ia akan pergi meninggalkan ke mewah ini hanya untuk hidup tenang di sebuah desa" Wiliam pemuda itu membuang nafas sejenak mulai beranjak dari tempatnya duduk berniat membersihkan tubuhnya,
"Apa kau tidak pernah menyayanginya, ia tidak berharap banyak dari kita dia cuma ingin di cintai dan disayang apa itu berlebihan Leon. Aku dan Edward akan memperbaiki keadaan keluarga kita yang mulai merenggang" lanjut Wiliam, ia tidak ingin saat adiknya terbangun dan melihat keadaannya sekarang. Pasti ia akan membuat adik kecilnya itu ketakutan
"Tapi dia pembunuh ibu, apa otak kalian telah dicucinya hingga Kalian melupakan fakta bahwa dia pembunuh" ujar Leon saat melihat kedua saudaranya tampak khawatir dan mulai menerima kehadiran gadis itu. Leon pun khawatir dengan kondisi gadis kecil itu tapi rasa bencinya menutupi rasa khawatirnya. Langkah Wiliam terhenti saat mendengar ucapan Leon dia berjalan kearah Leon dengan tatapan membunuh
Brug
Brug
Brug
"Orang yang kau sebut pembunuh itu sudah menyelamatkan mu SIALAN APA HATIMU ITU SUDAH MATI" entah pemuda itu sadar atau tidak dengan perkataannya, Wiliam kembali memukul Leon habis habisan Wiliam seakan-akan tidak peduli jika adiknya itu mati
"Tapi dia sendiri yang menyiapkan racun dan penyerangan ini, dia sendiri yang berbicara padaku" ujar Leon masih kukuh pada pendiriannya bahwa Wilona adalah penyebab semua kekacauan ini. Saling pukul antara Leon dan Wiliam berakhir saat pintu ruangan tersebut hancur bersama masuknya due hewan peliharaan Wilona
"Kau benar, tidak seharusnya kita menuruti keinginan nona untuk menyalakan benda sialan itu hanya untuk membuat makhluk rendahan seperti mereka bahagia" ujar snow entah bagaimana bulunya yang semula berwarna putih kini sudah berwarna merah dengan api yang mengelilinginya
" Cardis etma de Razel, Duke yang memiliki kedudukan dan kekuasaan paling berpengaruh di Atlantas setelah raja. Namun mencari penyebab penyerangan terhadap kediamannya pun ia tidak bisa. anda tidak pantas disebut Duke terhebat sepanjang sejarah kerjaan Atlantas" ujar Chester kemudian menyerang Duke Razel dengan sekali serangan, Leon Edward serta Wiliam yang melihat kejadian itu sejara waspada melindungi ayah mereka jika kedua makhluk itu kembali mengamuk
"Bahkan ketiga putranya lebih menyedihkan lagi, mereka tidak bisa menemukan penghianat dikediaman mereka sendiri dan terus menyalahkan nona kita yang berbaik hati menanggung penderitaan mereka. Andaikan aku tidak pernah berjanji pada nona untuk melindungi kalian dapat dipastikan Kalian akan musnah bersama tempat ini" ucap snow menatap tajam semua orang yang berada di ruangan itu bahkan para tabib sudah berhenti menyelamatkan Wilona karna takut nyawa mereka akan hilang oleh dua binatang buas itu.
"Tapi memang nona kalian itu yang penghianat dia sudah merencanakan semua ini, sekali pembunuh akan tetap menjadi pembunuh. Belum cukup membunuh bunda sekarang dia ingin memberontak dan membantai keluarganya sendiri" ucap Leon seraya menatap sini kearah Wilona dan kedua binatang buas dihadapannya
"Tangkap, kau bilang nona ku merencanakan penyerangan dan pemberontak hari ini kau baca baik-baik perkamen dan surat itu. Nona ku sangat menyayangi kalian, ia rela mengorbankan dirinya untuk kalian dan ini balasnya. Kalian bahkan tidak bisa menyiapkan tabib terbaik untuk nya sungguh ironis, aku pastikan jika nona ku tidak selamat seluruh kerajaan ini akan rata oleh tanah" para tabib yang mendengarnya otomatis langsung terduduk dengan wajah pucat
__ADS_1
"BRENGSEK CEPAT LAKUKAN TUGAS KALIAN ATAU AKAN AKU PENGGAL KEPALA KALIAN SEKARANG JUGA"murka Duke razel saat melihat para tabib yang terduduk tanpa memperdulikan Wilona yang sedang kejang. Para tabib langsung kembali menangani kondisi Wilona dengan perasaan bercampur aduk
"Pemandangan yang sungguh indah seorang pria yang berpura-pura menjadi ayah yang baik, Jika kami tidak ada disini pasti kalian akan membiarkan nona sekarat. Sekarang saja nona sudah dibiarkan kejang-kejang" snow penuh profokasi makhluk itu seakan-akan tengah menambahkan minyak didalam api yang tengah membara
"Ini pasti bohong bagaimana mungkin orang kepercayaan ku mampu berhianat" gumam Edward lirih saat dirinya selesai membaca perkamen yang snow berikan
" Berikan padaku aku yakin anak itu pasti memanipulasi data dan m ngarangnya aku tidak percaya Valen bisa berhianat" rebut Leon pemuda itu masih teguh pada pendiriannya bahwa Wilona adalah penyebab utama kekacauan di hari ulang tahunnya
Halo semuanya
Aku yakin saat kalian membaca surat ini aku pasti sudah mendekati kematian, apa kak Leon menyukai kado yang aku siapkan?. Aku membuatnya seharian penuh berharap kejadian di pesta tidak akan terjadi, berharap kau akan mengerti kode yang aku berikan tapi sepertinya kau tidak mengerti sampai kalian harus membaca surat ini. Tahukah kalian aku tidak pernah meminta apa pun kepada kalian, aku tidak pernah protes dengan sikap kalian, aku juga berusaha untuk menjadi putri yang tidak kekanak-kanakan untuk kalian. Tapi kenapa kalian masih membenciku apa salahku aku tidak pernah meminta untuk dilahirkan jika bunda meninggal
Mungkin saat kalian membaca surat ini, kalian tidak percaya bahwa aku bukan pelaku penyerangan, aku sudah menyiapkannya semua buktinya jika masih kurang ada batu perekam didalam laci meja disana terdapat bukti pembicaraan Valen dan orang misterius.
Di dalam permanen yang telah aku siapkan ada bukti bahwa Valen adalah putra dari kepala pengawal yang saat itu mengawal bunda, dalam perjalanannya kembali ke kediaman. Valen ingin balas dendam Setelah apa ayah lakukan terhadap keluarganya, ayah yang paling paham dengan tindakan ayah saat itu.
Kak Leon Aku sudah mengabulkan permintaanmu untuk aku mati, kau harap kakak akan bahagia dengan kepergian ku dan Aku harap kak Leon akan senang dengan kembang api yang telah aku persiapkan. Aku menyayangi kalian.
Ayah jangan merasa bersalah karna tidak merawat ku sejak kecil, kak Ed apapun yang terjadi dimasa depan aku tetap akan tetap menyayangimu dan kak Ed aku sudah memaafkan kesalahanmu, hari itu kak Wili bertanya kenapa aku ingin pergi jawabannya aku membenci hidupku, aku benci menjadi penyebab bunda meninggal aku benci menjadi beban kalian aku harap ini bukan yang terakhir bagi kita
Leon yang membacanya langsung terduduk mendadak kakinya terasa lemas semua yang telah ia tuduhkan ternyata salah, apa semua yang ia lakukan selama ini salah? apa membenci kelahiran Wilona adalah sebuah kesalahan, apa Selama ini semua yang ia lakukan salah. Bukan hanya Leon yang kondisinya tampak mengenaskan tapi ke tiga pria lainnya pun menyesali semua perbuatannya andai mereka tidak mementingkan ego mereka Wilona tidak akan seperti sekarang. Gadis kecil itu pasti akan tertawa bahagia di perayaan ulang tahun saudaranya
...Hai aku up nih aku nggak tau Kalian puas apa nggak sama chapter kali ini, aku pribadi lumayan puas sama chapter kali ini . Aku senang banget baca komentar kalian untuk pertama kalinya sepanjang cerita ini komentar kalian sampe 29 komentar. Rekor paling banyak untuk cerita the secret lady makasih banyak buat kalian yang udh vote dan komen. Up selanjutnya 100 vote dan 11 coment...
...Jangan lupa follow ...
...WP @blue_bubbles11...
__ADS_1
...Ig @blue_bubbles11...
...kriti dan saran aku tunggu ya see you next chapter bay bay 💞💞...