The Secret Lady

The Secret Lady
bangkitnya kekuatan


__ADS_3

"Saya setuju dengan Albert, Wilona adalah sesuatu yang berharga bagi keluarga Duke Razel saya tidak akan pernah memaafkan diri saya jika sesuatu yang buruk terjadi tapi saya tidak setuju untuk merahasiakan elemen cahaya Wilona karena itu kan menyebabkan masalah bagi keluarga Razel jika Wilona lepas kendali dengan elemen cahaya nya seperti hari ini saya setuju untuk merahasiakan semua ini dari orang luar" penjelasan duke Razel.


Pada malam itu diputuskan bahwa Wilona akan mendapat pelatihan sihir yang akan diajarkan oleh Albert dan pelatihan elemen yang ada didalam tubuh nya


Sejak kejadian itu hidup Wilona tidak lagi bebas kemanapun ia pergi pasti akan ada kesatria yang mengikuti, jika hanya satu Wilona akan tentang tapi ini sepuluh saat ini Wilona merasa dirinya seperti hidup di dalam sangkar emas atau lebih mirip seperti pengantin yang diarak keliling kampung


"AAAAA bisa kah kalian menjauh dariku" kesal Wilona saat melihat sepuluh pengawalnya yang terus mengikutinya seperti anak ayam


"Maaf nona tapi ini perintah Duke kami tidak berani Melanggar" kata pimpinan kesatria dengan nada tegas sementara para pelayan susah payah menahan tawa pasalnya ini sudah yang kesekian kalinya nona mereka mengusir para kesatria


Karna sudah tidak tahan dengan rombongan kesatria yang terus mengikutinya Wilona pergi ke ruangan Duke di sana dia kan protes tidak peduli jika sang Duke marah dan menghukum nya, Sepanjangan jalan para pelayan menatap Wilona dengan pandangan yang sedikit tidak suka karna rumor yang beredar bahwa putri bungsu Duke adalah sampah dan memiliki tubuh lemah.


Saat tiba di ruangan ayahnya Wilona langsung membuka pintu tanpa permisi membuat orang-orang yang berada di dalam ruangan tersentak karna kerasnya bantingan pintu tersebut


" Seperti ini sikap seorang putri bangsawan" sindir leon saat melihat tampang kacau sang adik, Wilona langsung berdiri dihadapan ke empat orang diruangan tersebut tanpa memperdulikan sindiran Leon


"Maaf atas kelancangan saya, saya punya sebuah permintaan saya harap yang mulai Duke dapat mengabulkan" Wilona berusaha terlihat manis dihadapan ayah dan ketiga saudara nya walaupun nada bicaranya tetap formal


"Apa"


"Saya ingin yang mulia menyingkirkan semua kesatria yang mengawal saya dan jangan memberikan saya kesatria lagi untuk saya" Wiliam yang melihat penolakan sang adik akan kesatria yang diberikan oleh ayah mereka menggap Wilona tidak hormat karna sebagian Putri Duke mendapatkan kesatria sudah bukan hal biasa namun gadis ini malah menolaknya


"Kamu berani menentang keputusan ayah Wilona" tegur Wiliam dengan nada yang sedikit meninggi


" Bukan menentang hanya saya tidak nyaman dengan sepuluh kesatria yang terus mengikuti, saya rasa ini sudah berlebihan" Wilona jengah mendengarkan omong kosong yang disampaikan kakaknya itu


Edward Wiliam dan Leon yang mendengar penuturan sang adik cukup syok pasalnya mendapatkan dua kesatria saja sudah cukup untuk mengawal Putri Duke tapi Wilona sepuluh.


pantas saja gadis itu tampak kesal jika mereka yang mendapatkan perlakuan seperti itu dapat dipastikan hidup mereka juga akan kesal bahkan biasa lebih dari gadis ini


"Ayah rasa jika kamu terus-menerus menolak para kesatria ayah pastikan akan makin banyak kesatria yang akan mengikuti"

__ADS_1


Wilona kembali memutar otaknya bagaimana cara mengatasi papan berjalan dihadapannya, Wilona tersenyum manis sekan melupakan kejadian tadi ia ingat di kehidupan aslinya cara ini dapat menaklukkan macan betina (ibu Airin) sekalipun


Wilona tersenyum manis dan berlari kecil kearah ayahnya mendorong ringan ketiga kakaknya yang menghalangi jalannya. Wilona memeluk lengan sang ayah kemudian mencium sayang pipinya kemudian ia memasang wajah manis yang sekan tidak berdosa


"Ayah. Bisakah ayah kurangin jumlah kesatria" kata Wilona dengan mimik wajah lucu, mata melotot pipi caby yang menggembung dan sedikit memerah dan bibir yang maju menambah kesan imut pada gadis tersebut


"Tidak" Wilona yang mendengarnya hanya mendengus kemudian melepaskan pelukannya pada lengan Duke yang terkenal kejam tersebut


Wilona menjauh memanjat kursi tempat ayahnya duduk dan memaksakan dirinya untuk duduk dipangkuan Duke Raze


l


"Turun" perintah Duke dengan tegas sementara yang di perintah hanya duduk dan sesekali melihat dokumen di hadapannya


"Tidak sebelum ayah mengabulkan permainan Wilo" kata Wilona tidak mau kalah


"Terserah kita lihat sampai kapan kamu akan betah seperti ini" duke razel hanya mengaggap anak seumuran Wilona akan bosan jika harus duduk dan berhadapan dengan tumpukan kertas apalagi harus mendengarkan diskusi seperti ini, tapi sang Duke salah gadis yang tengah dipangkuan nya bukanlah Wilona putrinya yang bodoh tapi Airin gadis cerdas dan punya pola pikir diluar nalar anak seumurannya


"Ayah terjadi gagal panen di daerah Astria karena serangan hama tikus para petani sudah mencoba segala cara untuk menyingkirkan hama tersebut, hingga sekarang belum  ada hasilnya sementara Penen yang mereka peroleh tidak cukup dan  hanya mampu untuk benih baru jika hal ini terusan terjadi kemungkinan tanaman di wilayah tersebut harus dimusnahkan tapi itu berakibat pada pengeluaran kediaman utama tahun ini " kata Leon sesekali dia Meliah Wilona gadis itu malah sibuk melihat laporan keuangan yang ada di meja sang ayah ia seperti tengah mengerjakan sesuatu atau mungkin gadis itu tengah merusak perkejaan ayahnya


" Wilayah Astoria mengalami bencana kekeringan yang sangat parah sebagai wilayah sudah tidak dapat pengairan dengan penuh" jelas Wiliam dengan tenang


" Amaria juga tidak kalah buruknya, terjadi hujan berkepanjangan Bahakan ada beberapa wilayah yang sudah mulai tergenang jika situasinya terus berlanjut kediaman kita akan mengalami masalah besar kemungkinan yang mulia raja akan menggap kediaman Duke tidak kompeten dalam mengurus wilayah kekuasaannya" jalas Edward dari wajahnya tampak jelas bahawa masalah yang dihadapi kali ini bukan masalah sepele


"Kita sudah tidak punya jalan lain mau tidak mau kita harus berkorban demi rakyat hancurkan lahan pertanian dan mulai membuka lahan baru dan untuk wilayah yang terkena kekeringan pindahkan mereka kewilayahan yang lebih kondusif dan untuk wilayah Amaria buat sungai yang mengarah ke laut" perintah Duke


"Aku tidak setuju dengan keputusan tersebut akan merugikan kediaman Duke dan membuat raja menggap kita tidak kompeten mengatasi masalah ini" kata Leon kepuasan yang ayahnya buat ini tidak menguntungkan kediaman dan akan membawa pengaruh buruk ada kediaman Duke razel


Wajah Duke razel sudah sangat kusut ditambah fakta bahawa anaknya menentang keputusan nya membuatnya semakin pusing. Wilona ingat didalam cerita asli kediaman Duke pernah mengalami masalah dan menyabakan rumor buruk tentang kediaman Duke yang tidak kompeten dalam mengatasi masalah dan mengakibatkanDuke harus mengalami masalah ekonomi.


Hingga Wilona asli harus kehilangan beberapa pelayan setianya sebelum memasuki kediaman utama namun sekarang semua berbeda dia telah memasuki kediaman lebih awal dan dia tidak ingin kehilangan orang yang setia padanya seperti didalam novel.

__ADS_1


Wilona yang Sejak tadi mengerjakan laporan keuangan akhirnya membuka suara


"Kenapa tidak menyebarkan ular di lingkungan pertanian selain bisa membasmi hama lingkungan pertanian juga akan aman. Ayah ini laporan keuangannya sudah selesai jika ayah meragukannya silahkan periksa ulang Wilo permisi" kata Wilona sebelum turun dari pangkuan ayahnya namun sebelum wilona berhasil turun sebuah tangan besar melingkar di pinggang nya


" Tunggu. Tetap duduk aku akan memeriksanya" Duke langsung membaca setiap laporan demi laporan yang dikerjakan Wilona


" Bagaimana mungkin kamu baru berusia 7 tahun seharusnya belum bisa membaca bagaimana bisa mengerjakan laporan keuangan yang rumit" Leon tidka percaya dengan apa yang dikatakan Wilona anak berumur tujuh tahun dapat melakukan nya sebuah hal yang mustahil kecuali adiknya seorang jenius,


Wilona hanya mengangkat bahu acuh tak acuh terhadap pertanyaan sang kakak


"Semua sempurna" kata sang duke tidak percaya dengan apa yang baru dilihatnya putri nya yang dulu dia anggap beban sekarang malah dengan mudah menyelesaikan laporan yang sudah satu bulan menumpuk di mejanya hanya dalam waktu satu jam


"Bagaimana mungkin" kata Leon Edward Wiliam bersamaan


Wilona ingin turun namun tangan yang berada diperutnya membuatnya mustahil untuk melarikan diri ditambah tatapan empat pria disekitarnya kini


" Bagaimana kamu melakukannya" tanya Wiliam


" Aku hanya melakukan apa yang Nana sering kerja dikediaman teratai dulu" kata wilona tenang


" Bagaimana mungkin kamu bahkan tidak bisa membaca dan menghitung bagaimana mungkin kamu hanya mencontoh apa yang Nana kerjakan" kata Edward dia merasa adiknya ini menyimpan banyak rahasia


"aku bisa membaca tidak hanya membaca aku bisa berhitung dan bermain alat musik, ketika senggang Ana sering mengajarkan ku membaca sementara Nana mengajarkan aku berhitung kadang ketika bosan Nana dan Ana akan mengajarkan aku caranya bermain alat musik" jelas Wilona memang betul ana dan nana mengajarkan semua itu tapi hanya sampai tahap awal sisanya dia pelajari ketika di kehidupan sebelumnya tidak mungkin kan dia menjelas kan kenyataannya pada empat orang tersebut


"Panggil Ana dan Nana kemari" perintah Duke razel pada tangan kanannya Rudolf. Rudolf segera keluar dan tidak lama datang ana dan Nana dengan wajah pucat apa aku telah melakukan kesalahan hingga membuat wajah mereka pucat seperti itu.


.


.


.

__ADS_1


.


Wow Wilona kamu baru aja menyabakan masalah baru untuk pelayan-pelayan kesayangan mu itu bagaimana kah nasib Anna dan Nana tunggu di chapter selanjutnya. Aku seneng banget ternyata cerita ini ada yang baca walaupun hanya sedikit aku sudah senang makasih buat yang udah vote dan coment ya see you next chapter 💞💞💞


__ADS_2