
"Apa benar kalian mengajarkan Wilona membaca menghitung bahkan bermain musik" tanya cardis pada kedua pelayanan dihadapannya
"Benar tuan" jawab Anna tangannya mulai bergetar wajahnya pucat, Wilona panik melihat kedua pelayannya ketakutan
"Lancang sekali kalian, siapa yang menyuruh kalian melakukan hal tersebut" bentak Edward pada kedua pelayan tersebut
Edward yakin Mereka pasti ada maksud tertentu mengajar kan Wilona membaca dan menghitung bagaimana pun wilona masih keluarga bangsawan bagaimana bisa di ajar oleh seorang pelayan rendahan
"Jawab jangan diam saja" bentak Wiliam karena kedua pelayan tersebut tetap diam
"Nona Wilona yang memintanya untuk diajarkan membaca dan menulis" kata Nana berusaha menjawab walaupun tangannya dan suaranya mulai bergetar
"Tidak mungkin anak sekecil dia meminta hal yang begitu rasional, anak seumuran Wilona hanya tau bermain dan menghamburkan uang bukanlah belajar" timpal leon saat Wiliam ingin bertanya kembali
Brak
Wilona memukul meja di hadapan nya dia tidak menyangka pengakuan yang dia buat akan menyebabkan dua pelayan kesayangan nya dalam masalah
"Kata siapa yang kau sebut hanya tau bermain dan menghamburkan uang, jadi kamu pikir aku hanya tau bermain dan tidak pandai dalam belajar gitu" kata Wilona menunjuk Leon dalam keluarga bangsawan menunjuk seseorang adlah tindakan yang kurang sopan apa lagi yang ditunjuk oleh Wilona adalah putra termuda di kediaman Duke sekaligus seorang jenius dalam ilmu pertahan dan kepemimpinan
"Jadi mau mu apa adik ku sayang" kata Leon dengan nada sinis anak ini masih tidak bisa menerima keberadaan Wilona karna menurutnya Wilona lah penyebab ia kehilangan sang ibu dan Wilona lah yang bertanggung jawab atas hilangnya kisah sayang ibunya
"Bagaimana jika kita bertaruh jika usul yang aku berikan kepada tiga masalah yang menimpa wilayah kita dapat terselesaikan aku akan mengabulkan tiga permintaan kalian apapun itu begitu juga sebaliknya" kata wilona. William yang mendengar nya sungguh tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengembalikan Wilona ke kediaman teratai
" Setuju batas waktu untuk semua Masalah ini satu bulan yang kalah selain mengabulkan permintaan pemenang yang kalah harus menjadi pelayan pemenang selama satu bulan aku yang kan mulai duluan " kata Leon menatap Wilona dengan sedikit sinis
"Baik satu bulan jangan curang" ingat Wilona sambil mengacungkan jari kelingkingnya kearah leon, Leon pun menyebut jari Wilona tanda setuju.
"Kalian sudah bisa kembali, mulai besok aku akan mencarikan guru terbaik di kerajaan ini untuk mengajarkan mu" kata cardis sebelum menurunkan Wilona dari pangkuannya
***
Selama satu bulan Wilona hanya mengikuti ayahnya entah keistana atau kemanapun kadang Cardis kesal dengan sifat keras kepala anak ini hingga akhirnya ia mengalah dan mengurangi jumlah kesatria dari sepuluh menjadi empat satu yang Wilona sering lihat dan tiga mengawasinya dari bayangan
Selama sebulan penuh Leon sibuk dengan masalah Astoria Astria dan Amaria Wilona sempat melihat bahwa Leon cukup kelelahan dapat dilaihat dari lingkaran hitam dimatanya yang sudah mirip dengan panda
__ADS_1
"Berhentilah ini sudah satu bulan lebih sekarang giliran aku kau istirahat lah" ujar Wilona saat berpapasan dengan Leon
"Hem" kemudian Leon pergi menuju kamarnya. Wilona melihat laporan yang Leon kerjakan selama sebulan ini Leon membangun lumbung untuk hasil panen yang dapat diselamatkan dan memberikan bantuan berupa air kepada korban kekeringan.
Semetara korban banjir ia pindahkan ketempat yang aman
Wilona pergi menuju barak kesatria dia melihat kedua kakak nya tengah berlatih pedang Wilona hanya memperhatikan dari pinggir lapangan setelah mereka selesai berlatih Wilona memberikan air kepada mereka
"Tolong aku. Perintahkan para kesatra untuk menangkap sebanyak-banyaknya ular piton dalam kondisi hidup dalam waktu satu Minggu" pinta Wilona pada dua pemuda dihadapannya tersebut
"Kalo kami tidak mau bagaimana" tantang Edward
"Aku tinggal mengadukan kepada ayah perbuatan kalian selama sebulan ini dimulai dari Ed selanjutnya wili jangan Fikir aku tidak tahu apa yang kalian sembunyikan terutama Wili yangi suka bermain p pfff" mulut Wilona langsung dibekap sebelum selesai mengatakan rahasia Wiliam
"Baik jaga rahasia ku terserah dengannya yang penting rahasia ku aman" kata Wiliam sebelum melepas bekapan pada mulut Wilona
" Bagaimana denganmu Ed apa mau membantu ku atau ku bocorkan rahasia milikmu" kata wilona dengan menarik turunkan aliasnya
Sebenarnya Edward tidak masalah jika rahasianya terbongkar toh itu bukan rahasia yang sangat luar biasa itu Hanya rahasia kecil yang mungkin membuat nya sedikit malu.
" Sampai ketemu seminggu lagi kakak" kata wilona sebelum meningkatkan lapangan tempat para kesatria berlatih, William dan Edward hanya berpandangan kemudian melihat kearah hilangannya gadis bergaun putih tadi
guna mendapat ijin untuk membangun sebuah waduk. Wilona membuka pintu ruang kerja ayahnya namun yang ia lihat adalah cardis yang tengah tertidur di kursi panjang diruang kerjanya tersebut
Wilona mengahampiri cardis dan berjongkok dihadapan kursi tempat cardis tidur.
Wilona memandangi wajah Cardis yang tengah tertidur rambut pirang nya yang terkena cahaya matahari menambah kesan tampan pada wajah pria yang sudah memiliki anak empat tersebut.
"Ayah. Andaikan dulu ayah tidak mengasing kan aku dan berusaha menyayangi ku aku pasti akan sangat bahagia memiliki ayah dan kakak- kakak aku harap suatu saat nanti ayah dan kakak dapat menerima ku" kata Wilona sambil menutupi cahaya matahari yang mengenai wajah sang ayah berharap tidurnya tidak terganggu
Wilona sekali merapikan rambut yang mengenai mata Cardis ingin rasanya ia memeluk pria dihadapannya ini, saat Wilona hidup sebagai Airin ayah dan ibunya sangatlah sibuk. ketika peristiwa yang menyebabkan tewasnya kedua orang tua Airin saat itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya
pertama kalian nya orang tuanya punya waktu untuk Airin mereka saat itu berencana untuk pergi ke pantai namun belum sampai ditempat tujuan sebuah truk menabrak mobil yang mereka gunakan
Saat mengingat kenangan kehidupan sebelumnya tanpa Wilona sadari air matanya menetes, mengenai tangan Cardis dan membuatnya terbangun, Cardis yang melihat Wilona tengah menangis otomatis langsung menghapus air mata Wilona hingga membuat Wilona tersadar dari lamunannya, Wilona langsung berdiri dan menghapus dengan kasar air matanya kemudian tersenyum kearah Cardis sekan ia tidak pernah menangis
__ADS_1
"anda sudah bangun ada yang perlu saya bicarakan" kata Wilona masih dengan senyum yang manis yang menghiasi wajah cantiknya
"Kenapa kamu menangis" tanya cardis
"Sa..saya menangis ayah pasti salah lihat itu hanya keringat bukan air mata" kata wilona dengan gugup berusaha mencari alasan
" Wilona jujur. Aku tidak suka punya anak pembohong" kata cardis sambil menatap wajah Wilona
" Ini bukanlah masalah besar aku Hanya merindukan bunda" kata wilona masih dengan senyum Cardis hanya mendengus melihat senyum di wajah Wilona
"Berhenti tersenyum" senyum diwajah Wilona langsung berganti menjadi wajah datar dan terkesan dingin
"jangan tersenyum jika tidak ingin, sekarang duduk dan katakan apa yang ingin kamu inginkan" kata cardis sambil menepuk kursi yang berada di sebelahnya
"Ayah aku punya solusi untuk masalah yang kita hadapi, aku meminta ijin ayah untuk membuat waduk Air untuk banjir yang melanda wilayah Amaria. Waduk sama seperti danau namun waduk lebih besar dan lebih dalam dari danau Air di wilayah Amaria dapat dialirkan ke waduk kita bisa memanfaatkan air waduk dari Amaria untuk wilayah Astoria dan bisa menjadi cadangan air jika wilayah lainnya mengalami hal serupa" Wilona menjelaskan kegunaan dari waduk kepada cardis
" Dimana rancana pembangunan waduk tersebut"
"Wilo bencana membangunnya di lembah valley Selain berada ditengah daerah kekuasaan kita lembah valley juga cukup terjang dan didaerah tersebut tidak terdapat kehidupan jadi ijinkan Wilo untuk meminta bantuan penyihir elemen bumi dan air serta para perajin besi"
"Baik. Kamu yang akan bertanggung jawab atas pembangunan waduk semua detailnya Tolong kirimkan ayah akan memprosesnya"
"Terimakasih ayah " tanpa sadar Wilona langsung memeluk leher cardis dengan sayang di susul dengan ciuman di kedua pipi cardis dan setelah melakukan hal tersebut Wilona langsung meninggalkan ruang tersebut.
Sementara cardis hanya diam memperoses apa yang baru saja terjadi senyumnya, pelukan dan ciuman yang Wilona berikan pada cardis mengingatkan pria tersebut akan mendiang istrinya ibu dari anak-anaknya
Olivia sering melakukan hal-hal yang tidak terduga seperti Wilona.
Anak ini sangat mirip dengan mendiang istrinya Cardis hanya menatap pintu dimana Wilona menghilang tangan Cardis terulur dan membelai pipinya tempat dimana Wilona mencium nya tadi, Sebuah lengkungan tipis terbit diwajah dinginnya.
.
.
.
__ADS_1
.
Hay kembali lagi dengan ku aku gimana nih Ada yang kangen nggak maaf nih baru bisa up kemarin laptop dan aku rusah dan baru bangun pagi ini sekali lagi aku mohon maaf see you next chapter