
Valen orang yang mengusulkan untuk mengeksekusi Wilona saat itu sekaligus orang yang menyuruh Wilona asli untuk membunuh saudara tirinya, dia bahkan sampai lupa dengan valen si tokoh antagonis asli. Di dalam novel tidak diceritakan tentang putra Duke yang mengalami keracunan karna saat itu kediaman Duke mengalami kesulitan akibat banjir dan hama tikus. Hingga mengakibatkan merosotnya ekonomi Duke Razel kali ini ia tidak akan membiarkan dirinya dalam masalah hingga harus disalahkan
" Lusa rencana akan dijalankan, dengan tarian pedang yang akan membunuh sang pewaris Duke Razel dapat dipastikan kematian seluruh anggota keluarga Razel tamat hari itu juga dan pastikan semuanya sesuai rencana.
aku tidak ingin Razel bangga dengan pencapaiannya saat ini, aku ingin dia dan seluruh keturunannya hancur sama seperti ia menghancurkan keluarga ku" ujar pria bertudung
" Saya pastikan semua sesuai rencana, racun akan disajikan saat tarian puncak dimana Edward akan menjadi pusat dari pedang- pedang yang akan langsung menusuknya saat racun mulai berkerja.
Putri itu saya pastikan akan tetap selamat dan menanggung dosa anggota keluarganya dan mati dihadapan rakyat sebagai orang yang hina sama seperti Duke brengsek itu." Ujar valen
" Bagus- bagus aku bangga menjadikan mu anak buah andalan saya, pastikan Razel dan keturunannya mati kemudian kau dapat menduduki posisi Duke karna jasa mu terhadap negara selama mengabdi bersama Duke brengsek" ujar pria bertudung sebelum ia dan Valen meninggalkan taman.
Wilona yang ada disana hanya diam mendengarkan apa yang mereka rencanakan oleh kedua nya, setelah dirasa aman wilona keluarga dari persembunyiannya memikirkan rencana untuk membuatnya tetap aman. Ia tidak mungkin memberitahu Edward apa yang ia dengarnya. Pria itu pasti akan mengganggap dirinya membenci Valen atau memfitnah orang-orang kepercayaannya
Ia berfikir untuk memberitahu Wiliam. Diantara anak- anak Duke Razel wiliam merupakan anak paling waspada bahkan kepada keluarganya sendiri, ia yakin pemuda itu akan mempercayainya.
Wilona segera berlari menuju barak militer tempat wiliam biasa berlatih. Saat ia ingin menghampiri Wiliam, Valen ada di sana seharian penuh ia berusaha untuk memberitahu Wiliam namun Entah takdir tidak berpihak kepadanya Valen selalu ada di sekitarnya.
Makan malam kali ini hanya terasa canggung, Edward yang matanya masih terlihat bengkak karna menangis dan Wilona yang terus-menerus memikirkan cara agar semua rencana Valen dan pria bertudung dapat ia gagalkan.
Ia yakin cara ini mungkin akan membuatnya menjadi tersangka dalam musibah yang akan menimpa mereka, Wilona tidak mungkin mengorbankan nyawa keluarganya ia lebih memilih mengorbankan dirinya untuk keluarga yang bahkan tidak melihat ke arahnya.
Selesai makan malam Wilona mendatangi Leon, hanya dia pemuda yang kini membenci Wilona dan pasti akan selalu menaruh kecurigaan padanya
"Tuan muda ketiga, Bisa kah kita berbicara empat mata" ujar wilona saat hanya tinggal dirinya dan Leon yang belum meninggalkan ruangan
"Tidak bisa aku sibuk" jawab Leon tanpa melihat kearahnya
" Hanya sebentar aku mohon"
"Bicara sekarang atau tidak sama sekali"
__ADS_1
"Tapi.." ujar Wilona seraya melihat kerah pelayan yang masih ada, Leon yang ngerti maksud tatapan Wilona langsung menyuruh pelayanan untuk pergi
"Bicara"
"Tidak bisa kah kau menyayangiku, kematian bunda bukan murni kesalahan ku. Aku akan melakukan apa pun agar kau mau menyayangi aku" ujar Wilona.
"Aku hanya ingin kau mati, nyawa di balas nyawa aku tidak perduli dengan cerita ayah ataupun dengan apa yang bunda sampaikan melalui kau. Aku yakin itu semua rencana mu kau meracuni pikiran ayah" leon menatap Wilona dengan sinis seakan-akan ia dapat membunuhnya hanya dengan Hanya menatapnya
" kejadian di danau kau yang melakukannya, kau sengaja membuat disekitar danau sepi agar tidak ada yang akan menolong aku jika tenggelam, kau tau di danau terdapat tanaman monster di danua itu.
Aku akan mengabulkan keinginan mu di hari ulang tahunmu itu akan menjadi hari terakhir kau melihat ku" Wilona langsung meninggalkan ruang makan.
Wilona tidak memiliki rencana apa pun ia hanya berharap Leon akan menggagalkan upaya bunuh dirinya, otaknya seakan buntu memikirkan segala kemungkinan jika Leon tidak ingin menyelamatkannya.
Ia tidak ingin mati tapi dia juga tidak mungkin membiarkan keluarga Wilona meninggal dan dirinya yang akan disalahkan, dia tidak akan sanggup menerima kebencian disaat dirinya tidak bersalah ia hanya ingin hidup tenang tanpa harus takut kehilangan seseorang yang mulai berarti baginya
Hampir setahun dirinya tinggal di dunia asing ini tidak mungkin ia tidak memiliki rasa kepada keluarganya sekarang, ia hanya punya keluarganya sekarang untuk bertahan membuat mereka tidak terlalu membencinya, hingga pada akhirnya ia bisa pergi ketempat yang lebih baik
" Apa sangat jelas kak anna" tanya Wilona wajahnya sekarang sangat memperihatinkan lingkaran hitam yang tampak sangat jelas, wajahnya yang sedikit pucat dan terlihat sangat lelah
"Tentu saja nona, apa nona merasa tidak enak badan saya kan memanggil tabib" Anna tampak khawatir dengan nonanya saat ini
"Tidak. Aku hanya sedikit lelah dan bagaimana persiapan acara nanti malam" tanya Wilona
"Semua lancar nona" ujar Anna yang masih serius mendandani Wilona, acara akan dimulai pukul enam sore tapi sejak pagi Wilona sudah dirias entah sudah berapa baju yang ia coba saat ini.
"Nona sudah selesai apa nona ingin turun sekarang" tanya Anna sebelum keluar dari kamar Wilona
" Tidak kak Anna, bisa tolong cari kan Chester dan snow kalo sudah ketemu tolong bawa mereka kemari " pinta Wilona masih dengan senyum yang terpatri diwajahnya
"Ta..tapi nona saya takut bagaimana jika mereka menerkam saya" ujar Anna takut
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu kak Anna takut, kak Anna bisa pergi wilo nggak akan maksa. Kak Anna terima kasih" Anna sedikit terkejut dengan ucapan Wilona, kemudian menggunakan kepalanya singkat lalu pergi meninggalkan Wilona sendiri dikamar
entah kenapa ia tidak merasakan apapun hari ini hatinya terasa kosong ia pun merasa bingung ada apa dengan dirinya, padahal kemarin ia kacau karna rencana Valen terhadap keluarganya tapi hari ini ia merasa tenang sekaligus kosong
"Nona mencari kami" tanya Chester yang entah sejak kapan sudah berada disampingnya bersama snow
"Chester snow bisa kah kalian melindungi keluarga ku jika aku pergi" pinta Wilona mengelus sayang kepala Chester dan snow
"Ada apa dengan mu Wilona, kau seakan-akan ingin pergi meninggalkan kami" tanya Chester
"Aku tidak yakin Leon akan menggagalkan rencana Valen jika rencana ini gagal artinya aku akan mati, bagaimana pun malam ini akan berakhir hanya akan ada kematian entah itu Valen atau aku" juar Wilona menatap matahari yang mulai terbenam
"Aku hanya ingin hidup tenang dan mendapatkan kasih sayang, di kehidupan sebelumnya aku anak yatim-piatu ayah, bunda bahkan adik ku meninggal didepan mata ku sendiri. Aku hanya tidak ingin mati dengan penyesalan" wilona menyerahkan surat dan permanen kepada keduanya
" Apa pun yang terjadi malam ini malam ini berikan mereka permanen dan sutra ini, semalaman aku sudah mengumpulkan bukti jika Valen bersalah dan dia merupakan keturunan jendral banderol. Aku tidak mungkin memberikan nya secara langsung ayahku Duke dan ketiga saudara ku, mereka tidak mungkin percaya mungkin mereka juga akan menuduh ku memfitnah orang kepercayaan Edward" jeda Wilona air matanya menetes tanpa bisa ia pinta
"Kalo pun mereka tidak percaya, setidaknya aku sudah mengabulkan keinginan Leon dihari ulang tahun tahunnya aku harap ia akan suka dengan hadiah yang aku persiapkan" ujar Wilona dengan senyum manisnya
"Nona ada apa dengan mu hari ini, kenapa kau berbicara ngelantur. Anda akan panjang umur saya serta Chester tidak akan memberikan surat ini anda akan memberikannya sendiri kepada Duke anda yang akan membongkar kebusukan Valen didepan duke" ujar snow penuh ketegasan di setiap perkataan
" Hanya untuk antisipasi snow aku mohon" ujar Wilona entah mengapa snow merasa malam ini akan menjadi titik balik hidup Wilona
"Baiklah nona. Mari kita turun saya yakini Duke dan saudara anda telah menunggu" ujar snow mendorong Wilona dengan moncongnya. Willona hanya pasrah dengan perlakuan snow yang menurutnya cukup imut
...Hai aku up nih aku nggak tau Kalian puas apa nggak sama chapter kali ini, Aku mulai merasa kurang dapat rasanya di chapter kali ini, ...
...Jangan lupa follow ...
...WP @blue_bubbles 11 ...
...Ig @blue_bubbles11...
__ADS_1
...kritik dan saran aku tunggu ya see you next chapter bay bay 💞💞...