The Secret Lady

The Secret Lady
Kepergian


__ADS_3

Setelah semua keributan di ruangan Wilona berakhir, Duke razel memanggil tabib terbaik istana ia tidak perduli lagi jika dicap ayah tidak berguna oleh dua binatang buas yang tidak punya akhlak itu. Sejak semua fakta terbongkar kedua makhluk seakan-akan tidak ada berhentinya untuk menghina Mereka, seperti sekarang saat Duke razel baru kembali dari istana dan membawa tabib terbaiknya.


"Lihatlah seseorang yang berlagak sebagai ayah yang baik nyatanya hanya sampah yang tidak berguna" ucap snow sinis ketika melihat sang Duke baru membawa tabib terbaik ketika kondisi Wilona mulai memburuk.


"Sudah lah berhenti menghina mereka nona akan marah jika ia tau kau menghina dan memprovokasi mereka" jeda Chester melirik sinis kearah empat pria yang sejak tadi menunduk


"Kau membuang tenaga dengan percuma hanya untuk menghina sampah yang nona tinggalkan" lanjut Chester seakan-akan ucapannya itu bukanlah hinaan melainkan sebuah fakta, kedua bintang buas itu nampak sedikit santai ketika Wilona sudah tidak kejang-kejang.


Kini mereka telah di luar ruangan Wilona para tabib mengusir mereka dari ruangan sejak tabib istana datang


Pintu besar yang memisahkan ruangan Wilona dan mereka terbuka, seorang tabib paruh baya keluar dengan kondisi yang tidak begitu baik. Rambut yang sedikit acak-acakan dan wajah kurang tidur menambah kesan menyedihkan diwajahnya


"Bagaimana kondisinya sekarang" tanya Duke razel yang langsung berlari ketika ruangan putrinya terbuka


"Maaf yang mulia kondisi nona cukup memperihatinkan. Menurut penyelidikan nona Wilona meminum sebanyak dua cangkir yang didalamnya terdapat racun bunga aster hitam, racunnya telah menyebar dan untuk anak-anak racun ini sangat berbahaya dapat membunuh dalam hitungan jam saja" jeda sang tabib kaki kempat pria itu langsung lemas air mata tidak berhenti mengalir,


mereka menyesal andai mereka lebih teliti dan lebih waspada semua ini tidak akan terjadi. Mereka tidak sanggup jika harus kehilangan seorang wanita yang mereka cintai untuk kedua kalinya


"Masih ada sedikit kemungkinan nona untuk sembuh seperti semula_"


"Berapa persen kemungkinan untuk Wilona sembuh, saya tidak mau tau ada harus menyelamatkan adik ku apapun caranya" ucap Wiliam seraya mengguncangkan tubuh tabib tua itu


"Kemungkinan nona untuk sehat kembali sangatlah kecil sekitar lima puluh persen. kita hanya bisa bedoa semoga nona dapat melewati masa kritisnya, Kami sudah memberikan nona obat penawar namun semua tergantung pada keinginan nona untuk bertahan hidup"


"Apa Kami sudah bisa melihat Wilona" Duke razel hanya ingin menebus dosanya kepada putri kecilnya itu berharap ketika putrinya bangunan orang pertama yang putrinya lihat adalah dirinya


"Tentu tuan, kalo begitu saya permisi"


Saat mereka sudah berada di kamar wajah Wilona yang dulu penuh dengan rona merah dikedua pipinya berganti dengan warna pucat, bibirnya yang merah merona kini sedikit membiru.


Hancur sudah petahana mereka Duke razel dan ketiga putranya duduk di ranjang wilona, memegang tangan kecil yang dulu bahkan enggan untuk mereka genggam.


"Sayang bangun, ayah dengar dari Anna Wilona ingin ayah cium dan peluk kan Sekarang Wilona bisa peluk dan cium ayah sepuasnya. Wilona boleh mukul ayah bahkan benci ayah tapi ayah mohon buka mata kamu sayang" Duke razel mencium kening Wilona penuh kasih, dulu ia hanya bisa mengamati perkembangan putrinya melalui Anna ataupun nana.


"Sayang, kakak minta maaf karena sudah buat kamu kesal kemarin. Kakak berjanji akan mengabulkan semua keinginan kamu, kakak mohon kamu bertahan" Wiliam memegang tangan kecil itu menciumnya berulang kali


"Hai wilona, aku tau kamu kecewa sama kita kakak mohon sadar sayang" Edward hanya memandang Wilona penuh kasih mengelus pipinya yang pucat wilona


"Kamu pernah bertanya apa aku tidak bisa menyayangi kamu, aku bisa wilo... aku bisa.. makasih untuk semua pengorbanan yang sudah kamu lakukan. Jadi aku mohon bangunnya biarkan aku menebus dosaku ini" ujar Leon pemuda itu Bahkan lebih hancur dibandingkan tiga pria keluarga razel itu.


Kondisi Leon cukup menyedihkan bibirnya pecah, wajahnya lebam di sana sini, Bahkan beberapa luka tidak ia obati darah kering pun masih terdapat di kemejanya.

__ADS_1


"Pergilah ganti bajumu kau tidak inginkan ketika ia bangun dan melihat mu kacau seperti ini" ucap Edward ketika melihat kondisi Leon yang tidak memperdulikan dirinya sendiri


"Baik lah, aku titip adik ku panggil aku jika ada perkembangan atau apapun tentang kondisinya. Jaga dua dengan baik" ujar Leon sebelum meninggalkan kamar Wilona


" Tanpa kau suruh pun aku pasti akan menjaganya" ujar Edward santai dan kembali menggenggam tangan adiknya penuh kasih


"Nona ada harus bangun bukan kah nona berkeinginan melihat bayi serigala yang saya lahir kan, saya ingat saat itu nona sangat bersemangat ketika kita membicarakan tentang bayi saya" serigala putih merebahkan dirinya di kaki Wilona seakan-akan memberikan semangat kepada nona nya untuk kembali sehat


"Wilona kau sudah berjanji akan selalu menjadi sahabatku dalam kondis apapun kau juga berjanji tidak akan meninggalkan aku kan. Kita sudah berjanji bagaimana aku akan menepati janjiku pada buku jika kamu pergi, aku janji Wilona jika kamu bangun aku akan membawa mu kemana pun kamu mau ke negeri barat ataupun ke wilayah kekuasaan monster pun akan aku penuhi jadi aku mohon Bagun" ucap Chester demon beat itu bahkan sudah menangis meletakkan kedua kaki depannya di atas ranjang berharap sang majikan akan membuka mata, namun harapan hanya sebuah harapan tubuh kecil itu kembali kejang, dari mulutnya keluar darah.


" CEPAT PANGGILKAN TABIN ITU KEMARI CEPAT" teriak Duke razel kepada salah satu pelayan yang tengah berada di ruangan itu. Tidak lama tabib pun datang sepertinya tabib itu baru ingin beristirahat dapat dilihat dari piyama yang ia kenakan, bahkan sang tabib tidak memakai alas kakinya


" Permisi tuan ijinkan saya untuk memeriksa kondisi nona, tuan Duke beserta tuan muda bisa menunggu di luar" ucap sang tabib tanpa memperdulikan reaksi orang-orang yang telah ia usir


Waktu terasa lambat bagi mereka yang tengah menunggu di luar ruangan, tiga jam telah berlalu namun belum ada tanda-tanda bahwa pria tua itu sudah selesai memeriksa kondisi Wilona. Pintu besar itu terbuka menampakkan wajah tabib yang terlihat lelah


"Bagaimana kondisinya sekarang, semua baik-baik saja kan" ucap sang Duke penuh dengan rasa khawatir ia tidak sanggup jika harus kembali kehilangan seseorang yang berharga bagi nya


"Maaf taun Duke, saya membawa berita yang kurang baik" jeda sang tabib pendangan menusuk layaknya pedang diarahkan pada tabib tua itu


"Saya sudah berusaha semaksimal mungkin tapi takdir berkehendak lain nona Wilona tidak dapat saya selamatkan" bagaikan dunia runtuh semua orang dipaksa untuk menerima kenyataan pahit atas pergi nona muda mereka


" Tidak adikku masih hidup, MINGGIR KALIAN SEMUA" ucap Wiliam mendorong orang yang berada didepan pintu kamar Wilona, ia berjalan menuju tubuh kaku yang berada diruang tersebut


"Sayang bangun lihat kakak disini, kakak sudah mencium dan memeluk mu tidakkah kamu marah" ucap Wiliam putus asa pemuda itu menatap kosong tubuh Wilona yang mulai mendingin


"Ayo wilona marahi kakak pukul, mengumpati kakak sepuasnya wilo asalkan kamu bangu ayo bagun de kakak mohon" lanjut Wiliam pemuda itu mencium seluruh wajah adinya itu berharap orang yang sedang ia cium dan peluk akan marah padanya


"Wil tenang lah aku yakin semua akan baik-baik saja, aku yakin ini hanya mimpi" ujar Edward berusaha menenangkan Wiliam yang sudah histeris


" Wiliam ikhlas Wilona biarkan ia beristirahat" ujar Duke razel saat Melihat kondisi putranya yang seperti orang gila


"Ayah, Edward, Wiliam kenapa kalian menangis dan apa yang harus di ikhlaskan" ucap Leon pemuda itu baru datang di tangannya terdapat makanan manis kesukaan Wiliam serta karangan bunga lili putih dan mawar putih bunga kesukaan adik kecilnya itu.


Namun pemenangan yang ia lihat ketika kembali ke kamar Wilona membuatnya khawatir pasalnya ayah dan saudaranya tengah berusaha menyenangkan Wiliam yang menagis histeris disamping ranjang wilona,


"Wilona bangun sayang jangan tinggalkan kakak" gumam Wiliam pelan ia tidak dapat menerima fakta bahwa ia harus kehilangan seseorang yang berharga untuk kedua kalinya dan kali ini karna kecerobohannya


"Ayah ada apa ini Wilona baik-baik saja kan, ia akan bangun kan jawab kenapa kalian hanya menangis. Aku tau dia sakit tapi adikku akan Bagun kan... Adik ku baik-baik saja kan" ujar Leon mengguncang tubuh ayahnya pemuda itu tidak peduli jika harus dihukum sekalipun asalkan merka menjawab pertanyaan nya


"Kau puas sekarang Leon ADIK KU MATI DAN ITU KARNA MENOLONG SEORANG SAMPAH SEPERTIMU" ujar Wiliam penuh amarah sambil menggenggam tangan adiknya penuh kasih.

__ADS_1


"Maaf sayang kakak membuatmu takut, tidur lagi kakak akan menjagamu" ujar Wiliam pemuda itu seperti orang gila yang berbicara dengan mayat


"Nggak... nggak Wilona belum mati adik ku masih hidup MINGGIR kalian pembohong liat dia hanya tudur, sayang bangun buktikan kalau mereka salah" ujar Leon entah kemana makanan manis dan karangan bunga lili dan mawar putih yang ia bawa


" Leon, Wiliam ikhlaskan Wilona. biarkan ia istirahat dengan tentang kalian hanya memberatkan nya saja " ujar Duke razel dengan sedih bohong jikania tidak sedih ke hinggan putrinya satu-satunya dan itu karna ego dan kecerobohannya sendiri


" Sayang bangun Maafkan kakak"


"Ayo bangun lihat kakak bawakan kamu bunga dan makanan kesukaan kamu ayo bangun"


"Leon ikhlas Wilona sudah pergi. Biarkan ia istirahat dengan tenang" ujar Edward paru matanya sembab


"Tidak adikku masih hidup"


"Terima kenyataan Wilona sudah meninggal Leon sadar adik kita sudah meninggal" ucap Wiliam pemuda itu sudah mulai menerima kenyataan pahit dalam hidupnya


" TIDAK ADIKKU MASIH HIDUP" ujar Leon penuh kesedihan. Malam itu Hidupnya hancur saat itu melihat adiknya terbujur kaku dengan baju yang ia kenakan saat pesta tadi baju putih yang kini telah berubah warna, Leon dengan telatennya kebersihan darah disudut bibir adiknya itu


.


.


.


.


...Aku nggak nyangka bakalan up secepat ini biasanya untuk 100 vote kalian bisa makan waktu seminggu nggak nyangka cuma 3 hari tapi udah 103 aja gimana nih part kali ini ada yang penasaran nggak sama kelanjutan. Penasaran lah masa enggak up selanjutnya 130 vote dan 20 coment ...


...Aku tau sih nggak mungkin cepat untuk sampe target jadi sabar ya, kalo nggak sampe pun aku tetap bakal up sesuai jadwal,...


...Gimana kalian udah puas belum sama part kali ini....


...Jangan lupa follow ...


...Ig @blue_bubbles11...


...kriti dan saran aku tunggu ya see you next chapter bay bay 💞💞...


...


...

__ADS_1


__ADS_2