THE Twins (Terjebak Cinta Si Kembar)

THE Twins (Terjebak Cinta Si Kembar)
Surprise


__ADS_3

Satu, dua Dan tiga???


" Apakah kamu membelah diri?" suara candy lirih Dan bergetar melihat kenyataan Di depan matanya.


Lelaki yang menjadi pacarnya selama dua tahun belakangan ini berubah menjadi tiga orang yang berbeda dengan wajah yang sama.


Candy memaku Di sofa ruang tamu keluarga Marvell dengan mata yang susah berkedip.


**'*****


Tiga bulan yang lalu.


"Drrrrrt" handphonenya Candy bergetar bertubi tubi. Menganggu tidurnya yang baru saja nyenyak.


Sayup - Sayup candy menangkap angka 3 Pada layar jam digitalnya. Ini berarti jam tiga pagi.


"Siapa yang mengirim pesan seperti terrorist Di pagi buta ini?" Batin Candy ketika menggeser layar handphonenya.


Candy menngosok matanya memastikan pemandangan notifikasi Di handphonenya. Ada beberapa pesan dari chat aplikasi Dan semua social medianya.


Mata Candy seakan ingin keluar ketika apa yang tersaji Di layar handphonenya.


"Aku...???? Dia mulai zoom Dan hampir tak percaya" Marvell..???" Dia hampir tak percaya bahwa itu adalah pacarnya Dan tentu wanita yang bersamanya adalah dirinya.


Seluruh tubuh candy serasa membantu.


Candy memeriksa kembali siapa pengirim video asusilanya ini.


"Marvelll..!! Dasar lelaki tak tahu Di untung" Candy bermonolog.


Secara otomatis Candy langsung menghubungi lelaki yang sudah di pacarinya selama dua tahun belakang ini.


"Nomor yang anda tuju tidak aktive atau Di luar jangkauan"


"Sial!!!" umpatnya.


Candy Dan marvel berencana bertunangan tahun depan. Tapi pertengkaran terahir mereka membuat Candy mengeluarkan kata - kata ingin mengahiri hubungan mereka. Meski Sebenarnya pertunangan sempat menjadi topik utama mereka.


Dan hasilnya....??


Candy terancam.

__ADS_1


Bukan hal yang benar untuk melakukan kegiatan itu sebelum menikah. Tapi harus Di akui bukankah hal seperti itu sudah mulai lumrah saat ini. Dan yang pastinya tidak lumrah adalah mereka Dan menggunakannya untuk mengancam calon tunanganmu.


Candy segera melajukan motor matic bututnya ke Jalanan Kota yang masih sepi. Udara dingin yang menusuk sweater merahnya tidak menyurutkan niatnya untuk menemui Lelaki rupawan itu.


' Seharusnya aku sadar kalau sedang di manfaat kan' batinnya sepanjang jalan.


Menjadi cinderella memang satu dari impiannya meski bukan yang utama.


Marvell adalah pelanggan tetap tempat restaurannya bekerja. Dia adalah seorang model Dan yang jelas anak orang kaya.


Beberapa kali dia ingin menepis harapan yang di tebar oleh lelaki tegap itu untuknya. Bahkan dia menolak cintanya.


"Kamu itu playboy" Candy langsung memotong pernyataan marvel untuk yang ketiga kalinya.


"Apakah kalau banyak wanita yang menyukaiku atau berusaha dekat denganku itu salah?"


Tentu saja tidak. Andaikan dia adalah rekan kerja marvel atau mungkin teman sepergaulan yang lainnya. Saat itu dialah yang akan melakukan pendekatan emosional.


"Kenapa harus percaya kata orang, Kenapa kamu tidak mencoba duduk denganku beberapa kali, kita Berbincang Dan kamu Bisa memulai membuka Pikiranmu tentang ku" tawar marvel yang ahirnya harus Candy sesali hari ini.


'Bukankah kumbang memang pandai mendengung?' Candy mengutuki keputusan yang di sesalinya.


******


"Kamu Candy?" sapa tetangga yang muncul dari seberang.


"Benar bu" Candy mnyunggingkan senyum nya dengan sedikit terpaksa Di antara hati gundahnya.


"Anak - anak itu menitipkan surat ini untukmu, kalau kamu mencari mereka"


Surat? Candy menahan rasa dongkol sangat dalam Pada kenyataan bahwa marvel hanya menitipkan surat. Padahal dia Bisa mengantakan apapun Dan kapan saja dengan para aplikasi canggih yang sudah Saling terhubung Di antara mereka.


Wanita itu menggenggamkan sepucuk surat itu Pada candy yang masih termenung tak menentu.


"Te.. Te.. Rimakasih"


Candy merespon dengan terbata.


Tanpa menunggu candy segera membuka lipat an kecil amplop putih itu.


"Cih... Ternyata hanya alamat" Candy mengumpat dalam batinnya.

__ADS_1


Candy segera berlari lagi ke area parkir. Tempat ini berjarak sekitar dua jam jika Di tempuh dengan motor. Namun...


Motor candy hanya lah motor tua, kemungkinan mogok Di area pegunungan itu tentu sangatlah mungkin mengingat terjalnya Jalanan Di sana.


"Apa yang di lakukan lelaki sialan itu Di sana"


Candy mengamati sekali lagi video yang dikirim marvel Di handphonenya.


"Apakah Sungguh dia berniat menyebarkannya, bukankah itu akan merugikan dirinya?"


Candy hanya mampu mengembalikan benda pipih itu ke dalam sakunya. Dan kembali melakukan motor bututnya kembali ke tempat kos Di mana dia tinggal saat ini.


*****


"Ngaak kerja Can?"


"Kerja mbak.. Masuk siang" jawab candy singkat ketika putri ibu kost menanyakannya yang nampak belum rapi saat matahari mulai meninggi.


Candy segera berlalu dengan cepat dan menghilang Di balik pintu kamar kosnya.


Tubuhnya yang di paksa bangun Di pagi hari mulai merasa kan kantuk lagi. Dia berniat merebahkan tubuhnya Dan mencoba mengatupkan kedua maniknya. Tapi wajah marvell kembali muncul dengan kata - kata menyeramkan.


****


"Aku akan menyebarkannya" kata marvell dalam bayangan Candy.


Candy dengan tidak sabar meraih kembali handphone Di sakunya. Dan mengamati satu per satu pesan yang di kirim oleh Marvell.


"Tidak ada ancaman sih, bahkan tidak ada kata -kata " Candy bermonolog. "Marvell kurang kerjaan banget beginian. Bikin situasi jadi membingungkan "


Candy meraih surat yang tadi Di terima ya dari tetangga Marvell, siapa tahu mungkin ada pesan penting yang tersembunyi.


Candy meraba, menerawang mencoba menemukan mungkin ada sedikit hal yang bisa mengutarakan maksud pacarnya itu. Meskipun ahirnya hanya sederet catatan alamat.


"Pergi? Jangan ? Pergi?" Candy memutar mutar maniknya "Kalau aku hamil gimana ?"


Candy mengajak rambut ikalnya Dan menggerutu tak jelas.


Dia merasa bodoh untuk menyanggupi Keinginan lelaki kurang ajar itu. Harusnya dia menolak dari awal.


'Tapi fisik sempurna itu sulit di tolak ' batin nya 'aku juga wanita dewasa yang sangat normal '

__ADS_1


Samperin ngga ya ?


__ADS_2