
Ini bukan cerita khayalan ketika pemeran pria akan tercengang dengan penampakan mengagumkan pemeran wanita yang awalnya lusuh menjadi lebih cantik dari siapapun.
Ini dunia Nyata, aku tidak berubah sedrastis itu dalam hitungan detik. Aku rasa aku butuh dokter bedah plastik untuk membantuku. Jadi...
"Tidak buruk, hanya sedikit kebesaran" kicau salah satunya ketika baru turun dari tangga.
"Apakah petugas kebersihan sudah tiba" Aku tidak peduli komentar mereka. Tidak akan Ada pilihan lain selain dress sepanjang tungkai yang sedang aku kenakan saat ini.
"Kamu tidak ingin mencoba yang lain?"
"Aku bukan boneka" Aku memotong ucapannya. Kalau tidak salah itu Michael, seandainya mereka tidak berganti posisi. "Aku juga punya peraturan"
Ketiganya terdiam dan mengerutkan keningnya bersamaan.
"Aku hanya mendengar suara yang tidak menyinggungku atau menyindir. Bukankah ketika menikah kita perlu menghormati satu sama lain?"
"Ehem..." sekian kalinya mereka juga serempak.
"Jadi kamu sudah tidak keberatan untuk menikah dengan kami?"
"Hanya salah satu dari kalian, aku bukan drupadi" jawabku santai.
ketiganya membuang nafas kasar. Membuatku bertanya - Tanya, apakah sempat mereka berfikir aku akan melakukan poliandri?
*****
"Sepertinya pilihan kita kali ini tidak salah" Malcomm tersenyum ke arah ku.
Sisanya mengangguk mantap, tanpa melepaskan pandangannya ke arahku.
"Sebenarnya Poliandri juga tidak terlalu buruk, hanya saja kami sering lepas kontrol ketika cemburu" Serempak kedua pemuda yang lain mengarahkan wajahnya Pada satu Di antara mereka.
Mungkinkah itu Michelle?
"Siapa yang menerornya?" gerutu pemuda itu.
Kali ini pandangan mereka tertuju Pada yang lain
"Siapa yang berencana membawa kabur ke Moldova? Dan menghilang"
Pandangan mereka Pada pemuda yang lain lagi.
__ADS_1
"Setidaknya kami sepertinya tidak punya bakat seperti para pandawa" jawab mereka serempak.
"Bagus kita sependapat" Aku segera menanggapi tanpa berfikir.
Uhf... Sepertinya aku harus terbiasa dengan kicauan mereka untuk beberapa waktu hingga aku bisa kabur dari tempat ini.
*****
"Mobil sudah siap"
Seorang Pria paru baya memasuki ruangan Dan menyita perhatian ketiganya.
"Kita berangkat?"
"Ayah kalian sudah menunggu Di rumah utama"
"Rumah utama?" Desisku.
"Ah.. Iya... Kamu belum sempat keluar rumah ya.."
"Rumah utama sekitar lima belas menit dengan mobil"
ketiganya tersenyum manis mendapati ku yang terperangah atas kenyataan.
Aku hanya mendengus Dan mulai memasuki mobil begitu saja.
****
10 hektar??? Yang benar saja.
Ini bukan rumah tapi Bisa di bilang desa kecil yang berisi keluarga mereka semua. Dalam logikaku, tidak ada rumah dengan luas seperti itu ataupun mendekati.
"Apakah kamu berniat melarikan diri?"
"Bisakah kalian menyebutkan nama dulu sebelum bertanya?"
Ketiganya menjawab "Tidak!!"
" Permainan ini sudah tercipta, tanpa ada bantuan SOS dari kami. That's fair" jelas Marvell yang duduk Di depan.
"Fair buat kalian bukan untukku" Aku kembali menyapu pemandangan Taman yang menakjubkan sepanjang perjalanan.
__ADS_1
Hamparan pohon pinus yang indah. Beberapa tanaman perdu seperti rosemary, and lavender, and zodiac Dan juga Serai.
'pantas tidak terdengar satu dengung nyamuk selama aku Di sini'
"Semua perempuan terkagum dengan selera Daddy" Celetuk Marvell yang sedang memegang kemudi.
"Semua ini ayah kalian yang melakukan, and maksudku mendesain"
Ketiganya serempak mendengus kesal "Common... Kali ini saja, jangan naksir Daddy"
Aku menatap mereka dengan Alis berkerut.
"Daddy cukup tidak buruk Dan pastinya kaya"
"Kalian punya ibu kan?"
"Tentu saja!! Kami manusia asli bukan hasil kloning" kali ini Marvell yang duduk Di kursi depan menjawab.
"Aku belum berfikir kalian sekaya itu, Tapi.... Bukankah kalau ibumu masih ada. Dia akan menghentikan para wanita itu bukan"
"Mungkin.. Tapi, apakah kamu nyaman menjalin hubungan dengan wanita yang jelas mengincar ayahmu?"
Aku mulai paham tentang kegelisahan mereka.
"Daddy kaya Dan tampan tapi tidak muda, para pemilik attitude sugar Baby akan mudah merubah arah untuk memilihnya"
"Gara - gara itu, kami akan siap menikah kapan saja. Bila ada yang mau dengan kami"
"Apakah kalian lupa dengan deritaku sepanjang bersama kalian?"
Para wanita selalu menerorku karena berstatus menjadi pacar Marvell. Kalau saja aku tahu mereka ada tiga kepala. Aku tidak keberatan membaginya agar hidupku lebih ringan.
"Mereka hanya ilusi, wanita dengan kemampuan bersolek yang tinggi lebih sering memilih daddy.. Tak peduli meski mereka dari kalangan atas atau biasa saja"
"Kamu Michelle kan?" Aku menebak lelaki yang baru saja bersuara Di sebelahku.
Mendadak mobil terhenti.
"Wow!!!" Ketiganya segera menatapku heran.
"Bagaimana kamu tahu" Pemuda yang memegang kemudi memutar badannya Dan menatapku.
__ADS_1
"Apakah kamu tahu aku? " pemuda yang lainnya juga ikut bersuara.