
"Aku mau jadi pacarmu Sweety" Marvell meraih Tanganku Dan mengecupnya tanpa permisi.
Mengundang semua mata ke arah kami Dan terperangah secara serempak. Termasuk wanita yang sedang duduk satu meja dengannya saat itu.
Aku hanya terpaku menerima semua keterkejutan Di sekitarku.
" Aku anggap aku Di terima" Marvel melempar senyum begitu saja menanggapi keteganganku. Dan kemudian memutar langkahnya kembali ke mejanya."Sorry aku sudah punya pacar" dengan santainya dia mengantakan itu kepada wanita cantik yang semeja dengannya.
Wajah wanita itu mendadak merah padam, antara marah atau malu.
Aku masih tidak bisa berkata - kata. Hingga...
"Maaf... Kamu tidak serius bukan? Aku tidak masalah membantumu menolak wanita yang tidak kamu sukai" Aku menegurnya ketika dia menyelesaikan tagihannya Di kasir.
"OK" potongnya cepat " Berarti kamu serius jadi pacarku bukan?" jawabnya santai.
Aku dan Pras yang sedang mengembalikan kartu Marvell, langsung berbagi pandang.
"Bukan....!" Aku memekik Dan segera mendengus.
"Kamu sudah punya pacar?" todongnya.
"Bukan!"
"Kamu sudah menikah?"
"Bukan!"
"Kamu sudah punya orang yang kamu sukai?"
"Bukan.." aku mulai merengek.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu tidak punya alasan menolakku" Segurat senyum indah itu kembali hadir, dan yang pasti cukup membiusku saat itu "Sampai jumpa besok, aku kerja dulu sayang!" Marvell melanjutkan mengerlingkan matanya sekali lagi. Dan tentu saja aku hanya membuatkan mulutku dengan rasa kaku yang Mengantarnya pergi.
"Jadi... Kamu beneran pacarnya dong" Pras mulai menyadarkanku.
"Entahlah, perasaanku mulai tidak enak saja" gumamku yang mulai kembali bekerja "
*****
Lalu lalang pengunjung mall mulai memadati area. Satu persatu kami mulai menjadi pilihan untuk mengisi waktu mereka.
Strategy ku bukan memaksa orang datang, tapi membuat orang yang sudah memilih restaurant kami menjadi menghargai kami lebih Dan memilih lebih banyak menu dari biasanya.
10%... 30%....50%....80%... Meja mulai terisi. Dan teknikku berjalan cukup lancar, rata - rata setiap meja memesan lebih dari satu menu setelah mendengar cerita yang kami sampaikan. Kami sedang bermain perasaan manusia yang selalu penasaran. Dan itu menguntungkan.
Aku tersenyum puas, meski aku belum tahu hasilnya. Sepertinya aku tidak terlalu buruk untuk menyusun strategy. Namun..
Jemari kuat sedang mencengkeram kedua sisi bahuku. Dengan cepat beberapa pasang mata juga mengarah padaku.
"Kemasi barangmu Dan ikut aku" Suara Berat mulai menggema Di Telingaku. Nadanya seperti sedang dalam suasana tidak baik.
"Aku sedang bekerja" Nadaku menjadi ketus menjawabnya. Jemariku tanpa ragu mencoba melepasnya dari pundakku. Namun cengkeraman itu makin. "Aku sedang berusaha mencapai target ku" gumamku.
"Aku bayar" Sebuah kartu sakti berwarna hitam mengkilat membayang Di depan mataku. "Kemasi barangmu sekarang" Pinta pria itu seiring jemariku yang tak ragu meraih kartunya.
"Marvell?" pekik ku tertahan dengan nama yang tertera Di kartunya.
Reffleks Aku memutar tubuhku, hanya saja sepertinya aku segera tergelincir. Dan...
Yup.. Marvell menangkapku dengan tepat. Adegan drama pun terpajang indah Di antara keramaian yang mulai mendengungkan komentar.
Tapi jauh dari romantics,
__ADS_1
"Aku serius... Sedang tidak ingin di tolak" Nada ketus Marvell mengusik ruang dengar ku.
"Aku juga serius ingin menolak, aku sedang berkarir" itu tidak salah,
"Kalau begitu aku tidak punya pilihan" Marvell.. Menggenggam Tanganku Dan menarik ku keluar area restaurant dengan kasar.
Herannya tidak ada satu orang pun yang menghiraukanku yang secara konstan berteriak Lepaskan Dan Tolong.
Dunia Sungguh memuja good looking.. Huh.. Meski dia tampan bukan berarti dia baik.
"Aku mau Di bawa ke mana?" Ahirnya mulutku mengatakan kalimat yang berbeda.
"Itu urusanku" Jawabnya masih tidak ramah.
"Hei, ini penculikan!" pekik ku ketika ahirnya kami Berahir Di roof top.
"Kalau benar, kamu mau Apa?" Senyum Marvell terasa menyeramkan "Tidak akan Ada orang yang percaya pria setampan aku menculik gadis sepertimu"
Meski perkatannya benar, tapi aku jadi jijij Pada diriku yang pernah tidur dengannya "Cih...!! Aku hampir tak percaya kamu pernah mengerang bersamaku"
"Apakah kamu merindukannya hingga menjadi ketus begini" Kali ini Jemari marvell meraih daguku Dan berusaha mendaratkan bibirnya Namun...
Brrrr brrr brrr
Suara baling - baling helokopter sudah mendarat Di depan Kami. Marvell dengan cepat mengganti niatnya dengan memangul tubuhku.
"Hei... Ini kiriminal" Teriakku yang tenggelam Di antara suara berbisik "Ini penculikan... Tolooong" Tapi sepertinya sia, dalam hitungan menit aku sudah terhimpit dengan tubuh kekar marvell dalam ruang baja ini.
Aku memutuskan untuk mengalah sementara, bukankah tidak mungkin aku melompat saat ini?
Helokopter mulai menunggi.. Mengubah gedung - gedung besar perlahan mengecil dari perspektiveku.
__ADS_1
"Kamu jahat...." Aku mengumpat sendiri, seiring sepasang bola mataku yang mulai mengembun...