THE Twins (Terjebak Cinta Si Kembar)

THE Twins (Terjebak Cinta Si Kembar)
Pertemuan keluarga


__ADS_3

Ah.. Expresi ini memang benar aku kenal dengan baik. Aku sering menemuinya Di hari senin ketika the restaurant ku sangat padat dengan para pekerja yang membicarakan hal - hal serius.


Pantas saja sosok pacar ku marvel selalu ada untukku, Di antara profesinya yang cukup padat. Karena mereka adalah tiga orang bukan satu.


"OK..." Jawabku ringan, anyway tidak ada salah ya mendebat sekali lagi ayah si kembar. Dari Pada aku tetap miskin.


Who know the queen of fortune ada padaku.


******


Malcom membawa ku ke dalam mobil yang tentu saja, mencoba mengingatkanku kedua wajah serupa lainnya sudah bersemayam Di dalamnya


"Kata mommy kita bertemu Di gallery pribadinya" ucap si kembar yang sedang di belakang kemudi.


"Wanita itu selalu saja dominant" keluh yang lain.


"Aku juga heran daddy tidak pernah selingkuh darinya"


"Apakah kalian akan selingkuh kalau saja aku dominant? " Aku menyela keluhan sikembar ini. Karena aku sudah memiliki rencana dominant sejak bertemu dengan ibu mereka.


Ketiganya hanya berdecih Dan melaju kan mobil ke lokasi yang di maksud.


Nervous? Yup... Aku lebih nervous bertemu dengan ibunya yang Anggun tapi sedikit misterius. Bukankah terkadang seorang psikopat akan seperti itu?


"Uh... Semoga tidak" gumamku tanpa sadar.


"Kamu membayangkan apa?"


Yang di sebelah ku adalah Malcom? Yang saat ini menanyaiku adalah...


"Kamu bertanya apa Michael? " Aku mencoba menebak random.


"Bagaimana kamu tahu" Michael sepertinya tidak suka akan tebakanku yang tidak meleset.


"Dia juga menebakku dengan benar tadi" Malcom menimpali pertanyaan Michael .

__ADS_1


"uhf... Mungkin kah pernikahan Di antara kita semakin dekat?" sahut Michelle dengan wajah manisnya.


Aku hanya tersenyum simpul "mungkin" desisku.


Bukankah aku punya kebebasan memilih Di antara mereka bertiga. Meski mungkin bukan ayah dari anakku. Aku butuh yang terbaik dari ketiganya. Tapi Sungguh aku belum punya kriteria pasti tentang Sebuah pernikahan.


Aku yang dulu masih sangat naif, mengharap kan suami yang sempurna. Dan aku hampir saja bertunangan dengan pacar sempurnaku. Yanh Pada ahirnya itu hanya manipulasi saja. Memang manusia sempurna itu nggak mungkin ada.


****


Ayah si kembar pemilik asli nama Marvell itu sepertinya tidak keberatan sama sekali dengan sikap dominant istrinya. Meski Ketiga anaknya protest.


"Masalah ini ada karena daddy terlalu ramah dan tampan mom! " jawab Malcom ketika ibunya memprotest apa yang terjadi padaku.


"Hey... Kenapa harus daddy yang di salah kan?"


"Apakah daddy tidak ingat berapa gadis yang menerobos ke kamar daddy atau bersembunyi diam diam dengan memakai lingery Di dalam mobil sport daddy"


"Ehem..." Ibu mereka berdehem melerai apa yang dibperdebatkan."Mommy melihat itu sebagai alasan sampah. Kalian sendiri yang tak pandai melihat kualitas wanita"


"Ada yang salah?" mommy memandang tuan Marvell dengan lembut Dan penuh cinta "Dia tampan Dan sukses sejauh ini setia, ramah... Dan.. suka berkebun" Wanita yang memiliki nama Sophia itu menatap melempar senyum manis Pada suaminya. Yang tentu saja di balas tak kalah mesranya oleh suaminya.


Oh aku mengidolakan mereka.


"Tapi pilihan kalian kali ini tidak buruk" Tuan Dan Nyonya marvel Kini melayang kan padang padaku.


"Ah.... Terimakasih" jawabku sedikit ragu.


"pertama dia tidak tertarik Pada Daddy kalian"


"Bahkan dia sempat sedikit kurang ajar padaku" Tuan Marvel tersenyum mengadukan sikapku yang kurang baik.


"Oh bagus... Wanita harus tegas" jawab Nyonya Sophia santai.


Tegas? Benar sikapku kemaren itu memang tegas. Bagaimana mungkin aku diragukan mengandung bukan dari anaknya, padahal aku hanya bercinta dengan mereka.

__ADS_1


Aku menatap bergantian kepada sikembar yang mulai Saling bersahutan dengan ibu mereka. Dan aku menggeleng sekali lagi, menyadari bahwa sulit membedakan mereka.


"Bagaimana keadaanmu candy? Apakah kamu mual atau mulai sedikit merasa cepat lelah?" Nyonya Sophia segeraenghampiriku Dan mendarat kan jemari tangannya Pada punggungku. Rasanya nyaman sekali, sepertinya dia memang tulus menyukai ku.


Dengan perlahan langkah kami menuju Sebuah ruangan dengan beberapa sofa Dan satu coffee table. Nyonya Sophia kemudian mulai meninggalkanku Dan beralih Pada pesawat telpon Di meja console si sudut ruangan.


"Tolong bawa pesanan saya segera" Ucapnya Pada siapapun Di seberang sana.


"Duduk Candy?"


Aku mengangguk Dan mengambil duduk Di satu satunya sofa satu seater. Aku sengaja tidak ingin terlalu dekat dengan semuanya. Mungkin ibu mereka cukup terlihat sangat baik. Tapi melihat anaknya, aku sulit percaya ini Nyata.


Semua anggota ini sangat berbeda. Ayah, ibu Dan Ketiga anaknya. Sejenak terlintas bahwa mereka keluarga yang cukup aneh.


Kep3laku sejenak menjadi pusing, rasanya semua mulai berputar untuk sesaat. Aku memejamkan mataku sesaat. Terdengar ocehan si kembar yang bergantian membahas tentang masalah kami.


"Candy..." Sebuah suara memanggilku.. "Candy..." suara itu serasa makin lantang dam terkesan sedikit panik "Candy...."kali ini mulai lembut. Benar lembut Dan dalam.


Suara itu, suara ayah dari anakku." Dasar pengecut"aku megumpatnya dalam batin. Pertanyaan Kenapa dia menyeretku dalam permainan konyol ini? Tak kunjung terjawab. Bahkan aku masih belum Bisa menemukannya Di antara wajah yang tak berbeda.


Aku menutup mataku semakin dalam. Dan...


" nona. Candy..." kali ini suara wanita yang tak muda memanggilku "nona..."


Perasaanku terasa sedikit lebih tenang, aroma lavender cukup kuat. Aku mulai berani membuka mata secara perlahan. Kamarku?


Nyonya Dolores menorehkan senyum padaku.


"Ada sudah sadar?"


Aku hanya membalas senyumnya. "Apa yang terjadi?" tanyaku.


Seingatku aku hanya mendatangi gallery pribadi Nyonya Sophia bersama sikembar. Di sana juga ada tuan Marvell. Tapi sekarang aku Di sini.


"Anda pinsan" Nyonya Dolores menjawabku sambil mulai mengeluarkan handphone dari sakunya. Tentu saja, dia pasti perlu mengabari tentang kesehatanku.

__ADS_1


Aku meraba perutku yang tersembunyi di balik selimut. Benarkah aku sungguh hamil?


__ADS_2