THE Twins (Terjebak Cinta Si Kembar)

THE Twins (Terjebak Cinta Si Kembar)
Melangkah


__ADS_3

Sebenarnya aku belum yakin, kalau aku mungkin hamil. Aku tidak punya keberanian lebih untuk sekedar melakukan test.


Namun setidaknya ketika aku mengakui hamil aku mulai sedikit merasa lega, membayangkan marvell yang bingung Dan mungkin mulai panik untuk menghadapi ayahnya. Atau setidaknya berusaha menutupi keberadaanku. Aku anggap kami setidaknya impas. Saling takut Pada satu sama lain.


"Selamat siang nona Candy..." suara merdu itu memanggil namaku lagi dari seberang.


"Selamat Siang.." Jawabku malas.


"Untuk pertemuan yang kami ajukan sebelumnya. Bagaimana kalau Di laksanakan Pada ahir pekan. Apabila tidak bisa ahir pekan ini, bagaimana kalau akhir pekan berikutnya?"


"Apa tuanmu Sungguh ingin sekali bertemu denganku secara cuma - cuma?"


"Maaf saya hanya Di minta menanyakan hal tersebut"


Sekali lagi dia hanya robot berbentuk manusia.


"Katakan Pada tuanmu aku mengajukan syarat untuk menemuinya" Aku menahan nafas Sejenak "Pastikan dia menemui semuanya baru aku mau bertemu"


"Boleh saya tahu syaratnya?"


"Apakah aku bisa menghubungimu Di nomor ini?"


"Tentu saja"


"Jadi tunggu saja, aku juga sibuk. Dia tidak bilang aku prngangguran kan"


"Begitu rupanya.., saya Akan sampaikan Pada tuan Marvell"


Apakah aku terlalu sombong? Dan jual mahal? Setidaknya aku berjuang untuk sedikit kelayakan diriku. Mungkin aku pernah jadi murahan Di mata marvel tapi aku juga Bisa menaikkan hargaku Pada saat yang lain. Hidup tidak selalu sama.


*****'


"Kamu gila Cand... Nyari omzet 20jt dalam sejam? " Rully membelalakkan matanya menatapku setelah pengumuman program promosi ku.


"Enggak" Aku sangat optimis dengan strategiku. Dan aku tidak sedang bercanda.

__ADS_1


"Yang benar saja Can... Kita adem - adem aja selama ini, trus kamu mau bikin suasana Panas gitu" Laura perwakilan dari waitress.


"Sebaiknya kalian mengikuti systemku Dan lihat hasilnya. Bukan menyangkal sebelum mencoba. Kuncinya kita harus kerja sama"


Para crew restaurant mencebik untuk beberapa saat.


"Dalam jam promosi ini, semua menu yang ready adalah. Menu yang hanya butuh waktu dua menit pembuatannya untuk minuman Dan lima menit untuk makanan"


Semua mata mulai memperhatikanku.


"Jangan Di lihat kerjanya, tapi sesuai janji manager kita tercinta Pak. Ari... Kita Akan dapat lima puluh persen dari penghasilan kalau kita berhasil" Aku mengarahkan pandangan ku Pada pria cunkring yang masih tertawa mengejekku Di sudut dia berdiri.


"System penjualan kita rubah. Dari yang kuat take order and leave. Kita ganti, Ratri kamu cukup good looking sama Bryan penerima pelanggan Dan menawarkan menu. Pras, Putri Dan Indah kalian cukup supel Dan cerewet, kalian khusus untuk antarkan makanan Dan melakukan. Upsale. Aku sendiri akan memastikan mereka memasuki restaurant " Aku mengambil jeda penjelasan ku. Memastikan semua mengerti.


" Konsep kita adalah bercerita, hafal kan semua soal menu. Termasuk sejarahnya atau pengetahuan classic tentangnya. Misalnya soal kopi, kita Bisa menceritakan sejarah awal manusia me minum kopi. Bagaimana menyeduh kopi dengan benar hingga rasanya maksimal. Dan begitu dengan menu - menu yang lain seperti spaghetti atau renang sekali pun... OK? "


" Kamu yakin itu akan bekerja "Rully mulai meragukan caraku.


" Kami harus punya keyakinan kalau ingin hidupmu berubah "


" Seperti caramu menggaet pria tampan? " ledek Sandra.


" Kalian sudah mantan? "Sandra selalu tertarik menjadi orang ketiga Di antara aku dan Marvell seperti wanita yang sering menyerangku.


" Masih calon.. Jangan berharap banyak, karena kamu tidak lebih special daripada aku "Aku mengangkat alisku tinggi - tinggi dengan sepasang mata yang menegang.


Aaah... Sesungguhnya aku sepertinya juga belum rela menepis Marvell dari hidupku. Secara keseluruhan diantara personal kami berdua tidak ada yang salah. Marvell malah cenderung sosok manja, kadang tegas Dan kadang juga romantics serta yang terpenting, sejauh ini dia selalu setia. Hal seperti itu cukup langka bukan?


Tapi terror yang beruntun, membuatku merasa aku akan terkenal gangguan mental karenanya. Dari urusan menggangguku Di tempat kerja, mengirim bangkai lewat kurir, surat ancaman gelap Dan masih banyak hal lagi.


*****


"Kita tunangan saja, lulus kuliah aku akan menikahimu" kata - kata ajaib itu selalu Di ucapkan Marvell ketika mendengar keluhanku.


**'****

__ADS_1


Marvell memang sedikit gila dari Pada diriku. Itu sudah jelas ketika dia menjatuhkan pilihannya padaku.


*****


"Aku mencintaimu... Maukah kamu menjadi pacarku?" Ungkap seorang wanita cantik berkaki jenjang yang sedang duduk berhadapan dengan marvell Di restaurant saat itu.


Marvell mengatupkan sepasang bibirnya sambil menggumam sendiri. "Hmmm..."


Aku yang kebetulan tidak mendapatkan order tertarik menikmati adegan percintaan itu dengan seksama. Dalam hati aku bahkan menyeru kan "Terima - terima.. Terima" Berharap bahwa aku akan meyaksikan kisah romantics hari itu.


Tapi hasilnya....


Marvell memiringkan wajahnya yang saat itu menjadi sejajar denganku. Sejenak mata kami Saling bertemu, aku tidak berfikir apapun selain menantinya untuk mengatakan "OK" Pada wanita cantik do hadapannya. Tapi yang ada Marvell justru mengerlingkan matanya, padaku?


Aku mengerjapkan mataku dengan cepat.


"Apakah aku tidak salah lihat?"


Marvell membuka sepasang bibirnya dengan sejajar Dan terus begitu dalam beberapa detik.


"Aku harus menanyakan Pada Candy, apakah dia tidak keberatan aku menerimamu"


Aku langsung terbelalak mendengar ucapannya. Apalagi Marvell mulai berdiri Dan melangkah me dekat kearahku Di ikuti tatapan depresi perempuan itu.


"Bagaimana Candy?"


"A... Mas Marvell Tanya saya?"


Marvell tersenyum menawan Dan menganggukkan kepalanya.


"Andaikan kalau kita sudah pacaran?" sambungnya membuatku jadi grogi.


"Ma... Maksudnya.."


Bukan rahasia kalau kami para pegawai wanita Di sini tak jarang mencuri pandang Pada Marvel, Termasuk aku. Namun tak sedikit pun aku berani bermimpi lebih daripada itu.

__ADS_1


"Aku mau jadi pacarmu Sweety" Marve meraih Tanganku Dan mengecupnya tanpa permisi.


Mengundang semua mata ke arah kami Dan terperangah secara serempak. Termasuk wanita yang sedang duduk satu meja dengannya saat itu.


__ADS_2