
...•~•~•~•~•~•~•~•...
"Jangan terlalu sombong"_Ucap Raja Celix sembari menyesap teh nya dengan tenang. Ratu Christy yang mendengar perkataan sang Suami, Raja Celix. Wajah nya berubah menjadi kesal, merusak suasana saja.
"Ck, ada baik nya jika kau diam saja Suamiku"_Ucap Ratu Christy dengan ketus, Suami nya ini memang tidak bisa sekali melihat diri nya bahagia satu detik saja. Tidak lihat kah dia, bahwa ia sedang berbahagia. Benar-benar mengganggu.
"Seseorang tolong keluarkan aku dari situasi ini"_Batin Eirlys tersenyum kikuk, saat mendengar pertengkaran kedua orang tuanya. Rasa nya ia ingin bersembunyi di suatu tempat. Benar-benar suasana yang menghebohkan.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Kini keesokan hari nya. Matahari tampak menampakkan diri nya. Sinar cahaya masuk dari sela-sela tirai, suara burung-burung berkicauan, membuat seorang gadis yang tengah tertidur pulas merasa terganggu. Gadis itu bergerak kesana-kemari, mencari posisi ternyaman. Ia dengan perlahan membuka mata, menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina mata.
Eirlys.
Eirlys mengedipkan kedua mata nya, menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina mata. Detik berikut nya ia terdiam, mengumpulkan kesadaran diri. Dalam waktu yang bersamaan, terlintas pemikiran yang berhasil membuat kedua mata nya membola sempurna.
__ADS_1
"Tidak! Aku terlambat"_Teriak Eirlys panik. Bagaimana mungkin ia bisa melupakan hari spesial ini. Yaampun, bagaimana mungkin ia bisa se ceroboh ini. Kemana para pelayan itu, mengapa mereka tidak membangunkan nya?
Eirlys sibuk merapihkan rambut panjang nya yang berantakan. Bahkan ia kesulitan dalam menyisir rambut. Ada beberapa rambut yang rontok, dan itu membuat nya merasa kesal. Ayolah! Pagi-pagi sudah di buat kesal begini.
Tok tok tok
"Masuk!"_Ucap Eirlys sedikit berteriak, sembari menyisir rambut panjang nya itu. Semoga saja itu adalah ketukan pintu dari para pelayan, jadi ia tidak perlu serepot ini. Dan benar saja, para pelayan wanita segera masuk setelah mendapat kan izin dari sang pemilik kamar. Para pelayan menatap bingung kearah Putri Eirlys yang kini menatap mereka heran.
"Mengapa kalian diam saja? Cepat bantu aku"_Ucap Eirlys dengan nada kesal. Namun, hal itu justru membuat nya terlihat menggemaskan. Dua orang pelayan wanita menghampiri diri nya, dan membantu nya dalam menyisir rambut. Eirlys memejamkan mata nya, para pelayan wanita itu menyisir rambut panjang nya dengan perlahan.
"Mengapa kalian tidak membangunkan ku lebih awal? Asal kalian tau, aku hampir saja terlambat untuk memulai hari"_Ucap Eirlys dengan sedikit mengantuk, mungkin itu di karenakan bagian kepala nya di sentuh. Para pelayan wanita yang tidak melakukan kegiatan, menatap bingung kearah Putri Eirlys. Mereka saling menatap satu sama lain, apa mereka melakukan kesalahan?
"Tunggu-tunggu, itu tanda nya aku kepagian bukan kesiangan"_Batin Eirlys dengan wajah lusuh nya, bagaimana mungkin ia dapat di bodohi oleh pemikiran nya sendiri. Benar-benar ceroboh, yaampun mengapa sifat ceroboh nya itu ikut terbawa ke dunia ini.
Para pelayan wanita yang melihat wajah lusuh Putri Eirlys, merasa gemas sendiri. Menurut mereka, apapun jenis ekspresi yang di tunjukan oleh Putri Eirlys, pasti akan berakhir menggemaskan, sama seperti sekarang ini. Dalam hati, mereka ingin sekali mencubiti pipi gembul yang menggemaskan itu.
__ADS_1
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Para pelayan keluar dari kamar Putri Eirlys, karena mereka telah menyelesaikan tugas mereka. Eirlys membuka pintu balkon, lalu mendudukkan diri nya di salah satu kursi yang tersedia di sana. Menatap pemandangan indah di hadapan nya. Angin pagi yang menyejukan, serta di suguhi pemandangan berupa pepohonan yang menjulang tinggi, serta pegunungan yang tidak kalah indah nya.
Srek
Hingga beberapa saat ia terdiam. Tepat pada saat ia hampir menutup kedua mata nya, terlintas bayangan hitam yang melewati tempatnya. Hal itu berhasil membuat nya terdiam sesaat, hingga ia tersadar. Eirlys bangun dari duduk nya, ia memegang pembatas tembok. Ia tidak sedang berhalusinasi, bayangan hitam itu adalah orang-orang aneh berjubah hitam.
"Bagaimana mungkin mereka dapat memasuki area sini? Sedangkan orang yang dapat memasuki area sini hanya aku seorang diri"_Ucap Eirlys sembari memandang orang-orang berjubah hitam itu hingga mereka menghilang sepenuhnya dari pandangan mata nya.
"Ada yang tidak beres. Bagaimana jika mereka berniat melukai orang-orang sekitar, tidak, aku tidak akan membiarkan sampai hal itu terjadi"_Ucap Eirlys dengan wajah serius, sembari mengepalkan kedua tangan nya kuat. Ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Menarik nafas, lalu membuang nya perlahan. Ia harus tenang, tidak boleh gegabah.
Hap
Eirlys melompat dari balkon kamar nya ke satu pohon hingga seterusnya. Ia akan mengikuti orang-orang berjubah hitam itu, sampai mengetahui niat tersembunyi mereka. Salah mereka sendiri, karena telah melewati area pribadi milik nya. Di kehidupan sebelum nya, sebagai Crazy. Tidak pernah dari satu orang pun yang berani melewati area pribadi, atau area kekuasaan milik nya, tanpa sepengetahuan diri nya. Kini ia merasa tertantang.
__ADS_1
Hap
...•~•~•~•~•~•~•~•...