
...•~•~•~•~•~•~•~•...
"Sudah, lebih baik kita tidur sekarang. Besok pagi-pagi sekali kan kita harus sudah siap, untuk kembali ke Istana"_Ucap Ratu Christy, sembari menarik selimut, yang diikuti oleh Raja Celix, sedangakan Putri Eirlys mengambil bagian nya.
"Iya-iya, aku tidur. Selamat malam!"_Ucap Eirlys dengan menarik selimut nya sampai menutupi bagian mulut nya. Raja Celix, Dan Ratu Christy saling berpandangan, lalu mereka terkekeh kecil melihat tingakah laku Putri Eirlys kalau sedang mode ngambek nya. Eirlys kalau sedang mode ngambek, persis sekali sama seperti Ratu Christy kalau sedang mode ngambek. Memang ya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Keesokan paginya
Cuit cuit cuit
Suara burung berkicau, bagaikan sebuah alaram pagi yang merdu. Matahari menampakan dirinya. Eirlys terbangun dari tidur pulasnya, karena mendengar suara burung berkicau. Pada saat ingin bergerak, ia merasa bagian perut bawahnya terasa begitu berat, seperti tertimpa sesuatu. Eirlys melihat kearah bagian perut bawahnya, yang ternyata tertimpa lengan Raja Celix, dan Ratu Christy.
"Astaga"_Batin Eirlys terheran-heran. Pada akhirnya ia berdiam diri, karena bergerak pun percuma. Ingin melanjutkan tidur pun tidak bisa, pilihan satu-satu nya hanya berdiam diri. Eirlys ingin membangunkan Raja Celix, dan Ratu Christy. Namun, melihat wajah tenang mereka saat tertidur, membuat nya merasa tidak tega untuk membangunkan mereka. Hingga beberapa saat kemudian.
"Ugh"_Ucap Ratu Christy pada saat membuka kedua matanya. Ratu Christy sedikit terkejut, pada saat melihat Putri Eirlys sudah terbangun dari tidur pulasnya. Ratu Christy terdiam, mengumpulkan kesadaran. Detik berikutnya, Ratu Christy kembali terkejut pada saat baru menyadari bahwa lengan nya membuat Putri tersayangnya itu merasa tidak nyaman.
"Astaga sayang. Maaf kan Ibu, apa tidur mu jadi terganggu karena tangan ini"_Ucap Ratu Christy khawatir, sembari menyingkirkan lengan Raja Celix. Eirlys akhirnya dapat bernafas dengan nyaman, ia jadi sesak nafas sendiri karena perut bagian bawahnya yang terasa tertekak.
"Tak apa Ibu"_Ucap Eirlys dengan suara khas orang baru bangun tidur. Eirlys menyenderkan diri nya di lengan samping sang Ibu, Ratu Christy. Merasa ada pergerakan, Raja Celix perlahan membuka kedua kelopak matanya. Hal yang pertama kali Raja Celix lihat adalah, Putri Eirlys yang menempel pada Ratu Christy.
__ADS_1
"Selamat pagi"_Ucap Raja Celix serak. Raja Celix kemudian memeluk tubuh kedua orang tersayangnya itu, Ratu Christy, dan Putri Eirlys. Setelah lama berpelukan, mereka pun saling melepaskan pelukan itu. Eirlys kemudian bangun dari kasur, ia berjalan kearah pintu keluar.
"Aku akan pergi mandi di kamar ku. Sampai ketemu nanti!"_Ucap Eirlys tersenyum polos sembari berlari menuju kamarnya. Sebenarnya, Ratu Christy ingin menghentikan Eirlys, tapi terlambat karena Eirlys sudah terlanjur pergi. Pada akhirnya, Ratu Christy hanya geleng-geleng kepala melihat tingakah laku Putri tersayangnya itu.
"Ada-ada saja"_Ucap Ratu Christy sembari menyenderkan kepala nya di pundak Raja Celix. Raja Celix membiarkan Ratu Christy berbuat sesukanya, lagi pula ia menyukai sifat manja Ratu Christy. Raja Celix memalingkan wajah nya, menyembunyikan wajah nya yang memerah malu.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Eirlys telah siap dengan gaun pilihan nya. Gaun yang ia kenakan terkesan polos, tidak ada pernak-pernik khusus atau semacamnya. Namun, apa pun yang ia kenakan, maka akan terlihat sama indahnya, tidak kalah indahnya dengan gaun-gaun mewah yang sebelumnya pernah ia kenakan. Eirlys berdiri mengahadap cermin, melihat pantulan diri nya sendiri. Eirlys terlihat seperti boneka hidup, sangkin cantiknya.
"Mengapa kebanyakan gaun yang aku kenakan, bernuansa cerah. Apa benar-benar tidak ada satu gaun pun yang bernuansa gelap. Sebenarnya ini bagus, tapi akan lebih nyaman lagi kalau bernuansa gelap"_Batin Eirlys pada saat melihat pantulan diri nya dari cermin. Mungkin karena itu adalah kebiasaan lamanya yang terbawa sampai kehidupan kali ini.
"Lebih baik aku segera bergegas"_Ucap Eirlys lalu berbalik badan. Berjalan menuju pintu keluar kamar. Eirlys berjalan dengan langkah tenang, ia tidak terlalu terburu-buru untuk sampai di tempat tujuan. Langkah kakinya yang tenang, membuat orang-orang yang melihatnya, terasa seperti sedang melihat boneka hidup yang sedang berjalan.
"Hormat kami kepada cahaya agung Kerajaan Eceland, Putri Eirlys. Semoga Dewa selalu memberkati anda"_Ucap satu orang pelayan wanita, yang bertugas untuk mengantarkan Putri Eirlys sampai kereta kuda. Dan satu orang pengawal, yang bertugas membawa kan segala barang yang di perlukan.
"Salam kalian saya terima"_Ucap Eirlys lembut, menunjukan senyuman manisnya. Pelayan wanita, dan satu orang pengawal itu, terpana melihat senyuman manis yang di tampilkan oleh Eirlys. Lalu mereka melanjutkan jalan menuju tempat tujuan. Tentunya dengan Eirlys sebagai orang terdepan. Diam-diam Eirlys tersenyum miring, orang-orang di tempat ini mudah sekali termakan oleh senyuman buatannya, sungguh hal yang menyenangkan.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
__ADS_1
Eirlys tiba di depan gerbang, dengan kereta kuda yang sudah tersedia di sana. Raja Celix, Dan Ratu Christy terlihat sedang menunggunya. Eirlys mempercepat langkah kakinya, ia merasa tidak enak hati jika harus membiarkan kedua orang tersayangnya harus menunggu kedatangan nya.
"Ayah, Ibu. Maaf telah membuat kalian menunggu lama"_Ucap Eirlys lembut, sembari tersenyum polos. Ratu Christy mengelus puncak kepala Putri Eirlys, menandakan bahwa ia tidak mempersalahkan hal itu. Begitu pula dengan Raja Celix, yang tampak tidak merasa keberatan, dengan keterlambatannya.
"Tak apa. Mari, kita naik ke kereta kuda bersama"_Ucap Raja Celix lembut, sembari menggenggam tangan mungil Putri Eirlys. Begitu pula dengan Ratu Christy, yang menggandeng tangan Putri Eirlys satu nya lagi, sembari tersenyum lembut. Mereka berjalan beriringan, sungguh keluarga yang sangat harmonis.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Setelah memastika semuanya. Eirlys mendudukan diri di samping Ratu Christy, berhadapan dengan Raja Celix. Kereta kuda berjalan saat seluruh anggota keluarga kerajaan sudah memasuki kereta kuda. Di dalam kereta kuda. Suasana sunyi, tidak ada yang memulai membuka pembicaraan. Eirlys melirik Raja Celix, dan Ratu Christy.
"Ayah, Ibu"_Ucap Eirlys melembutkan suaranya, ia harus terlihat menggemaskan untuk mencairkan suasana. Raja Celix, dan Ratu Christy melihat kearah Eirlys, menunggu Eirlys untuk melanjutkan apa yang ia ingin katakan.
"Sebelum nya aku berharap, agar kalian mewujudkan keinginan ku ini. Apa boleh aku meminta suatu hal pada kalian?"_Ucap Eirlys melanjutkan kata-kata nya. Eirlys menoleh kearah Ratu Christy, dan melihat Ratu Christy menganggukan kepalanya sembari tersenyum lembut kearahnya. Lalu menoleh kearah Raja Celix.
"Tentu, katakan lah. Apa pun yang kamu inginkan, selagi kami mampu maka kami akan mewujudkan nya"_Ucap Raja Celix lembut, sembari tersenyum hangat. Dalam batinnya, jujur saja Eirlys merasa senang karena ia tidak perlu repot-repot untuk mewujudkan keinginan nya, kini akan ada seseorang yang akan mewujudkan keinginan nya apa pun itu. Namun, Eirlys tetap tidak akan pernah bergantung pada seorang pun.
"Hehe, sebenarnya. Aku menginginkan gaun baru yang setidak nya bernuansa gelap, aku merasa bosan menggunakan gaun bernuansa cerah. Aku ingin mencoba hal baru, apa boleh?"_Ucap Eirlys melembutkan suaranya, sembari menunjukan senyuman terbaiknya. Tentu nya membuat Raja Celix, dan Ratu Christy tidak bisa untuk tidak mewujudkan keinginan nya itu. Apalagi melihat wajah nya yang menggemaskan ini.
"Baiklah, apa kamu yakin hanya itu saja yang kamu inginkan. Katakan lah jika masih ada yang ingin kamu inginkan"_Ucap Raja Celix lembut, sembari tersenyum hangat kearahnya. Eirlys menggelengkan kepalanya pelan, hanya itu saja yang ia inginkan.
"Akan Ibu belikan gaun berkualitas terbaik untuk mu, pokok nya harus yang terbaik dari yang terbaik"_Ucap Ratu Christy menoleh kearah Putri Eirlys, sembari tersenyum hangat. Ratu Christy ingin memberi kan yang terbaik untuk Putri semata wayang nya itu. Eirlys menatap berbinar kearah Ratu Christy.
__ADS_1
"benarkah! Terimakasih, kalian yang terbaik!"_Ucap Eirlys bersemangat, sembari memeluk tubuh Ratu Christy sangking senang nya. Ratu Christy mengelus lembut punggungnya, sembari terkekeh kecil. Raja Celix yang melihat interaksi antar kedua nya, hanya tersenyum.
...•~•~•~•~•~•~•~•...