This Is My Way Of Life

This Is My Way Of Life
•°Mimpi°•


__ADS_3

...•~•~•~•~•~•~•~•...


"benarkah! Terimakasih, kalian yang terbaik!"_Ucap Eirlys bersemangat, sembari memeluk tubuh Ratu Christy sangking senang nya. Ratu Christy mengelus lembut punggungnya, sembari terkekeh kecil. Raja Celix yang melihat interaksi antar kedua nya, hanya tersenyum.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Tak tak tak


Gerbang Istana terbuka, kereta kuda keluarga Kerjaan memasuki halaman depan Istana. Raja Celix turun terlebih dahulu, disusul oleh Ratu Christy dengan di bantu oleh Raja Celix. Eirlys turun dengan di bantu oleh Raja Celix, dan Ratu Christy. Para pelayan yang di tugaskan membawa barang bawaan, segera mengambil barang-barang yang berada di kereta kuda.


Di depan pintu masuk Istana. Ibu Suri Cray sudah menunggu kepulangan anggota keluarga Kerjaan, dengan senyumannya yang tidak pernah luntur. Ibu Suri Cray merasa sangat senang, karena dapat kembali melihat cucu kesayangan nya itu. Mereka hanya berpisah selama beberapa hari. Namun, bagi Ibu Suri Cray, beberapa hari itu sudah cukup membuat nya merasa kan rindu.


"Nenek!"_Ucap Eirlys tersenyum senang pada saat melihat Ibu Suri Cray sudah menunggu di depan pintu masuk Istana. Eirlys berlari menggunakan kaki mungilnya, ia terlihat sangat menggemaskan. Raja Celix, dan Ratu Christy membiarkan Putri Eirlys bertindak sesukanya. Ratu Christy terkekeh kecil, melihat Putri Eirlys yang seperti nya sudah sangat merindukan sang Nenek, Ibu Suri Cray.


"Cucuku! Nenek sangat merindukanmu, bagaimana dengan liburan mu disana?"_Ucap Ibu Suri Cray gemas sendiri, sembari menggendong tubuh mungil Cucu tersayangnya itu. Sayang sekali ia tidak bisa ikut berlibur bersama, padahal pasti akan sangat menyenangkan. Tak apa, diliburan lain waktu, ia pastikan saat itu ia akan ikut pergi berlibur bersama dengan anggota keluarga Kerjaan lain nya.


"Aku juga sangat-sangat merindukan Nenek. Kalau liburan, tentu nya sangatlah menyenangkan. Aku mempelajari banyak hal baru disana. Aku juga membawakan hadiah untuk Nenek"_Ucap Eirlys, tersenyum senang. Ia membawakan beberapa benih Bunga Tulip Biru untuk ditanam nantinya. Eirlys berencana untuk menanam beberapa benih Bunga Tulip Biru di Istana Putri, dan akan meletakan nya di kamar, sebagai hiasan agar suasana di dalam kamar terasa lebih hidup.


"benarkah, yaampun terimakasih. Nenek sangat senang, akhir nya kamu kembali. Asal kamu tau saja, Istana ini menjadi sangat sepi pada saat tidak ada kamu. Sebentar lagi Istana ini pasti akan terasa ramai lagi karena kamu sudah kembali"_Ucap Ibu Suri Cray apa ada nya. Semenjak Putri Eirlys berlibur meninggalkan Istana untuk sementara waktu, Istana menjadi terasa sangat sepi.


"Hoho~"_Batin Eirlys bangga pada saat mendengar perkataan Ibu Suri Cray. Secara tidak langsung, Ibu Suri Cray telah mengatakan bahwa kehadiran diri nya sangat berperan penting pada Istana. Namun, berbeda dengan wajahnya yang tampak tersenyum malu-malu. Sungguh berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan. Entah berapa banyak wajah yang ia gunakan, untuk menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.

__ADS_1


"Ibu, bisakah kita masuk terlebih dahulu. Nanti kita lanjutkan pembicaraannya setelah sudah berada di dalam"_Ucap Raja Celix. Ibu Suri Cray tersenyum kesal. Putranya ini suka sekali mengganggu momen mengharukannya, tidak taukah bahwa ia ini sedang saling melepas rindu dengan Cucu kesayangan nya itu.


"Tidak perlu kamu beritau pun, aku sudah tau. Mengganggu saja"_Ucap Ibu Suri Cray kesal, sembari membalikan badannya, membelakangi Raja Celix, dan Ratu Christy. Ibu Suri Cray berjalan terlebih dahulu, dengan Putri Eirlys dalam gendongannya. Para penjaga membukakan pintu masuk Istana, sembari menunduk hormat.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Ibu Suri Cray, dan Eirlys telah sampai di Istana Putri. Ibu Suri Cray merasa ada yang aneh dengan Putri Eirlys, karena tidak ada pergerakan kecil sedikit pun. Ibu Suri Cray menolehkan sedikit kepalanya. Ibu Suri Cray melihat Putri Eirlys yang sudah tertidur pulas dalam gendongannya. Ibu Suri Cray memelankan langkah kakinya, tidak ingin membuat Cucu kesayangan nya itu terbangun.


Sampai tepat di depan pintu masuk kamar Putri Eirlys. Ada beberapa orang pelayan wanita yang menghampiri Ibu Suri Cray. Ibu Suri Cray memberikan isyarat pada mereka, agar tetap diam. Para pelayan wanita menganggukan kepala mereka, sembari menunduk hormat. Dua orang pelayan wanita membukakan pintu masuk kamar Putri Eirlys. Ibu Suri Cray merebahkan tubuh mungil Putri Eirlys di kasur empuk itu.


"Seperti nya dia sangat kelelahan, sampai tertidur pulas begini"_Batin Ibu Suri Cray, sembari menarik selimut hingga sepundak tubuh Putri Eirlys. Ibu Suri Cray mengecup singkat dahi Putri Eirlys. Ibu Suri Cray memerintahkan beberapa orang pelayan wanita untuk selalu mengawasi dan selalu menjaga kapan dan dimana pun Putri Eirlys berada.


Cup


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Eirlys tertidur sampai sore hari. Istana Putri tampak sepi. Didalam kamar Eirlys, tidur nya terasa terganggu, entah apa yang sedang di mimpi kan nya. Eirlys tanpa sadar membolak-balikan posisi tidurnya.


Di alam bawah sadar Eirlys.


__ADS_1


Eirlys membuka kedua kelopak mata nya. Betapa terkejut nya ia pada saat menemukan diri nya berada di suatu tempat asing, yang sebelum nya tidak pernah ia kunjungi bahkan mebayangkan nya saja tidak pernah. Seingatnya, terakhir kali ia berada dalam gendongan Ibu Suri Cray. Lalu bagaimana ceritanya ia bisa berada di tempat ini.


Pemandangan di tempat ini sangatlah indah. Banyak bunga-bunga dari berbagai jenis dan warna, dengan pohon yang menjulang tinggi. Eirlys berjalan tanpa arah, ia hanya mengikuti insting nya saja. Eirlys menghentikan langkah kakinya, pada saat melihat seseorang yang tampak tidak asing baginya. Seseorang itu membelakangi dirinya, sehingga ia tidak dapat melihat jelas siapa seseorang itu.


"T_tubuhku!"_Ucap Eirlys terkejut, pada saat melihat tubuh nya yang ternyata merupakan tubuh di kehidupan sebelum nya, yaitu sebagai Crazy. Sebenarnya apa yang terjadi! Situasi macam apa ini! Eirlys mencubit lengan kirinya.


"Ini bukan mimpi, tapi terasa seperti mimpi"_Batin Eirlys kebingungan. Kalau dilihat dari sudut pandangannya, hal seperti ini seperti merupakan sebuah mimpi. Eirlys berjalan kearah seseorang itu. Namun, aneh nya. Setiap kali ia mencoba mendekati seseorang itu, seseorang itu seolah mengetahui dan dengan sengaja menghindari diri nya.


Eirlys mempercepat langkah kakinya. Namun, setiap kali ia melangkahkan kakinya, seseorang itu juga ikut melangkahkan kakinya. Eirlys terdiam, jika seperti ini terus kapan selesainya. Eirlys memperhatikan seseorang itu, entah mengapa ia merasa tidak asing. Eirlys kembali melangkahkan kakinta dengan sangat perlahan, hingga jaraknya dengan seseorang itu hanya berbeda satu langkah. Eirlys terhenti, tubuh nya seakan membeku di tempat.


"Apa-apan ini, mengapa aku tidak bisa menggerakan tubuhku?"_Batin Eirlys bertanya-tanya. Tubuhnya seakan membeku, ia tidak dapat bergerak. Seseorang itu membalikan badannya, hingga menghadap Eirlys. Eirlys tidak dapat melihat wajah seseorang itu dengan jelas, aneh sungguh aneh!


"Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, siapa dia sebenarnya?"_Batin Eirlya bertanya-tanya. Eirlys menatap tajam seseorang itu, apa yang akan ia lakukan padanya. Seseorang itu terdiam, menatap sendu Eirlys.


Deg


Eirlys merasa kan dadanya sesak, seperti ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam mulutnya."Uhuk!"_Darah ber warna hitam keluar dari dalam mulutnya. Eirlys meremas kuat dadanya, yang terasa sesak. Eirlys terduduk, darah berwarna hitam itu mengotori bunga-bunga.


"Egh"_Eirlys terdiam tidak berdaya. Dadanya terasa sangat sesak, pasokan udara pun semakin menipis. Tubuh nya lemas seketika, pandangan mata nya mulai kabur. Apa yang terjadi dengan tubuh nya?!


Seseorang itu perlahan memudar, berubah menjadi butiran debu. Eirlys terkejut."Tunggu"_Ucap Eirlys lemas. Tidak, tolong jangan pergi. Masih banyak hal yang ingin ia katakan. Dadanya semakin terasa sesak. Eirlys terjatuh, perlahan menutup kedua kelopak matanya.

__ADS_1


...•~•~•~•~•~•~•~•...


__ADS_2