This Is My Way Of Life

This Is My Way Of Life
•°Kehangatan Keluarga°•


__ADS_3

...•~•~•~•~•~•~•~•...


"Tuan putri terlihat semakin menggemaskan"_Ucap salah satu pelayan wanita nya. Andai saja seorang di hadapan nya ini bukan seorang Tuan Putri, maka sudah sedari tadi akan ia cubiti pipi nya, sangking menggemaskan nya.


"Berhenti memujiku seperti itu, aku jadi malu"_Ucap Eirlys dengan wajah memerah merona, menahan malu. Ia sengaja mengembangkan pipi gembul nya agar terlibat menyeramkan. Namun, justru hal itu terlihat menggemaskan.


"Hahahahaha"_Kedua pelayan wanita nya itu tertawa, mereka merasa lucu melihat tingkah laku Tuan Putri mereka.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Setelah selesai dengan kegiatan nya di danau pagi tadi. Siang ini ia berencana menghabiskan waktu bersama dengan kedua orang tuanya, Raja Celix dan juga Ratu Christy. Walau satu hari yang lalu mereka sempat menghabiskan waktu bersama. Namun, tetap saja, kerinduan di hati nya tidak dapat terabaikan.


Eirlys berjalan dengan langkah cepat, dengan membawa keranjang bunga hasil petikan nya. Ia berencana membuat mahkota bunga lain nya bersama dengan Ratu Christy dan juga Raja Celix. Ia berharap bahwa sang Nenek, Ibu Suri Cray juga dapat bergabung bersama dengan mereka.


Eirlys sampai di taman Istana Utama, ia berencana mengundang tiga anggota keluarga lainnya. Mengapa ia tidak langsung mengajak mereka? Jawaban nya, karena ia sudah merasa lelah, dan membutuhkan waktu istirahat. Bagaimana pun juga, tubuh nya ini merupakan tubuh anak berusia 5 Tahun. Fisik nya juga tidak sekuat pada saat ia menjadi Crazy.


"Sampai kan undangan ini, kepada Raja Celix, Ratu Christy, dan Juga Ibu Suri Cray"_Ucap Eirlys kepada tiga bawahan dari masing-masing tiga anggota keluarga yang di sebutkan oleh nya.


"Baik Tuan Putri"_Ucap dari masing-masing ketiga orang itu. Masing-masing dari mereka mengirimkan undangan dari yang di berikan oleh nya. lalu menyampaikan nya kepada masing-masing junjungan mereka.


Hingga beberapa saat kemudian. Raja Celix bersama Ratu Christy, dan juga Ibu Suri Cray sampai di taman Istana Utama. Eirlys mengembangkan senyuman nya, saat melihat ketiga orang yang di rindukan nya.

__ADS_1


Raja Celix, Ratu Christy, dan Ibu Suri Cray, mereka menduduki kursi yang telah di sediakan."Terimakasih karena kalian telah menerima undangan yang aku berikan"_Ucap Eirlys dengan senyuman polos nya.


"Sama-sama cucu ku"_Ucap Ibu Suri Cray, sembari mengusap puncak kepala Putri Eirlys. Eirlys memejamkan mata nya, menikmati setiap sentuhan hangat yang di berikan oleh sang Nenek.


"Hehe, lihat apa yang aku bawakan untuk kalian"_Ucap Eirlys sembari menunjukkan keranjang bunga milik nya. Lalu ia letakan keranjang bunga milik nya, diatas meja.


Ketiga orang disana menatap bingung keranjang bunga yang di bawa oleh nya, lalu menatap kearah nya seolah mempertanyakan sesuatu."Apa yang akan kita lakukan dengan bunga-bunga indah ini"_Ucap Ratu Christy, ia sungguh di buat kebingungan dengan tingkah laku Putri kesayangan nya itu.


"Hehe, Crystal ingin membuat beberapa mahkota bunga bersama dengan kalian"_Ucap Eirlys menyampaikan keinginan nya. Ketiga orang yang berada disana mengerutkan kening mereka. Eirlys yang melihat hal itu, sontak memberikan tatapan memohon.


Ratu Christy, dan juga Ibu Suri Cray jujur saja tidak merasa keberatan. Berbeda dengan Raja Celix, ia menghela nafas pelan. Namun, masih dapat terdengar oleh Eirlys.


"Apa Ayah merasa keberatan"_Ucap Eirlys dengan wajah yang berubah menjadi sedih, apa keinginan nya terlalu berlebihan, sehingga membuat sang Ayah merasa keberatan.


"Benarkah! senang mendengar nya"_Ucap Eirlys dengan perubahan sangat cepat. Kini ia tersenyum lebar mendengar penjelasan dari sang Ayah, Raja Celix. Raja Celix sendiri membalas memberikan senyuman hangat, rasa lelah nya seakan menghilang saat melihat Putri tersayang nya itu tersenyum begitu lebar.


Mereka berempat kini memulai membuat mahkota bunga. Eirlys tampak begitu serius saat ia satu persatu merangkai karangan bunga nya itu, perlahan membentuk nya menjadi sebuah mahkota bunga yang indah. Eirlys telah menyelesaikan mahkota bunga buatan nya.


"Indah sekali"_Ucap Eirlys tersenyum ceria, saat melihat mahkota bunga buatan sang Ibu, Ratu Christy. Ratu Christy yang mendengar diri nya di puji seperti itu oleh sang anak, merasa bangga.


"Hoho, tentu saja. Dulu Ibu mu ini merupakan seorang ahli merangkai bunga yang hebat, hal seperti ini hanyalah masalah kecil bagi ku. Kamu harus bangga memiliki seorang Ibu yang hebat seperti Ibu mu ini"_Ucap Ratu Christy mempamerkan kemampuan merangkai nya.

__ADS_1


"Bukankah begitu suami ku"_Ucap Ratu Christy memandang Raja Celix dengan senyum bangga nya.


"Iya-iya, kau sangat hebat"_Ucap Raja Celix mengiyakan perkataan sang Ratu, ia terlalu malas meladeni Ratu Christy saat sedang dalam mode narsis nya seperti ini.


"Kau ini narsis sekali"_Ucap Ibu Suri Cray dengan candaan nya. Ia memang suka sekali bercanda, apa lagi menjahili sang menantu, yang mudah sekali berekspresi.


"Ibu jangan meledek ku"_Ucap Ratu Christy dengan memanyunkan bibir nya. Walau ia seorang wanita dewasa. Namun, sifat nya akan berubah seperti anak kecil, apa bila berada di dekat orang tersayang nya.


"Hahahahaha"_Eirlys tertawa, ia merasa lucu melihat ekspresi sang ibu yang terlihat menggemaskan. Ratu Christy walau terlihat dewasa, ternyata memiliki sifat yang terbilang cukup kekanak-kanakan. Namun, itu justru terlihat lucu.


"Ibu berhenti, sudah jangan meledek nya lagi"_Ucap Raja Celix menghentikan sang Ibu, Ibu Suri Cray. Ibu Suri Cray berhenti melakukan aksi nya. Ia melanjutkan merangkai bunga milik nya dengan senyuman puas, karena telah berhasil menjahili Ratu Christy.


"Nenek, kau ini jahil sekali"_Ucap Eirlys tersenyum polos, Ibu Suri Cray merespon dengan kekehan kecil. Eirlys kemudian memilih memperhatikan ketiga orang itu yang sedang sibuk dengan rangkaian bunga buatan mereka. Sesekali ia tertawa, saat melihat mahkota bunga buatan Raja Celix, yang tidak terlihat seperti sebuah mahkota bunga.


Dalam batin, ia sungguh merasa bersyukur. Dewa telah memberikan nya kesempatan untuk hidup di dunia ini, dan telah menempatkan nya di keluarga ini. Ibu yang telah melahirkan diri nya di dunia ini, dan merawat diri nya dengan penuh kasih sayang, sehingga ia dapat merasakan kasih sayang seorang Ibu, yang sebelumnya tidak dapat ia rasakan.


Ayah yang selalu siap melindungi diri nya dari segala mara bahaya, dan memperlakukan diri nya dengan begitu hangat, sehingga ia dapat merasakan kasih sayang seorang Ayah, yang sebelumnya tidak dapat ia rasakan.


Walau ia tidak memiliki seorang Kakek. Namun, setidaknya ia masih memiliki seorang Nenek, yang selalu ada pada saat diri nya merasa kesepian. Seseorang yang membuat diri nya selalu merasa nyaman.


"Terimakasih Ibu, karena mu, aku dapat merasakan kasih sayang seorang Ibu. Terimakasih Ayah, karena mu, aku dapat merasakan kasih sayang seorang Ayah. Terimakasih Nenek, walau aku tidak memiliki seorang Kakek. Namun, Setidak nya aku masih memiliki seorang Nenek"_Batin Eirlys tersenyum hangat.

__ADS_1


...•~•~•~•~•~•~•~•...


__ADS_2