This Is My Way Of Life

This Is My Way Of Life
•°Kejanggalan°•


__ADS_3

...•~•~•~•~•~•~•~•...


Eirlys berjalan kearah kaca besar yang tersedia di dalam kamar nya. Dari pantulan kaca, ia dapat melihat pantulan diri nya sendiri. Eirlys terus memperhati kan setiap inci dari tubuh nya. Entah mengapa, ia menjadi mengasihani diri nya sendiri. Dalam usia yang masih terbilang sangat muda, ia harus memikirkan pemikiran yang cukup berat untuk di pikirkan.


"Tubuh ini terbilang cukup kuat. Namun, masih belum cukup kuat untuk melawan tekanan sekuat itu. Aku harus sering-sering melakukan peregangan otot, dan melakukan pelatiham khusus"_Batin Eirlys terbayang-bayang. Padahal ia sama sekali merasa tidak tertarik dengan pelatihan khusus atau lain sebagiannya. Namun, ia tidak bisa meninggalkan tanggung jawab nya sebagai salah satu pengguna elemen cahaya.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Eirlys berjalan kearah kasur nya. Ia terduduk di pinggiran kasur. Eirlys termenung, lalu tiba-tiba ia kepikiran tentang kemungkinan terburuk dalam setiap pilihan yang ia pilih. Ia masih belum seratus persen yakin dengan pilihan nya sendiri, masih banyak keraguan dalam hatinya. Eirlys meremas kuat gaunnya, pada saat ia kembali teringat di saat-saat terakhir dalam hidup nya, dimana ia terbunuh oleh tindakan konyol nya sendiri.


"Entah aku harus merasa sedih, atau malah merasa bersyukur"_Batin Eirlys terheran-heran. Entah ia harus merasa sedih, atau malah merasa bersyukur. Karena setidak nya, di kehidupan kali ini, ia memiliki sebuah keluarga yang menyayangi diri nya apa adanya. Dan tidak lagi harus merasakan kesepian. Karena di kehidupan sebelumnya ia tidak memiliki seorang pun untuk menemani diri nya, bahkan di saat-saat terakhir dalam hidup nya sekali pun.


"Dari pada aku terus memikirkan hal yang membuat ku merasa berat hati, lebih baik aku melakukan hal yang bisa mengembalikan suasana hati ku"_Ucap Eirlys, lalu beranjak dari tempat tidur nya. Menuju tempat yang dapat merubah suasana hatinya, menjadi lebih baik lagi. Eirlys terus berjalan sampai ia berada tepat satu langkah lagi dari tempat itu.


Tok tok tok


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Disisi lain.

__ADS_1


Di tempat yang berbeda. Namun, masih berada di waktu yang bersamaan. Raja Celix, dan Ratu Christy sedang menghabiskan waktu bersama. Mereka mendudukan diri disalah satu sofa yang tersedia di dalam kamar mereka, sembari meminum teh sebagai pelengkap. Mereka tengah berdiskusi, perihal tentang kejadian baru-baru ini.


Spphhh


Ratu Christy menyesap teh miliknya, sembari menunggu sang Suami memulai pembicaraan."Kamu pasti sudah mengetahui tentang hal yang baru-baru ini terjadi, aku ingin mendengar pendapat mu tentang hal itu"_Ucap Raja Celix datar, sembari menyesap teh panasnya.


"Iya, jujur saja awalnya aku sempat merasa terkejut. Hanya itu saja, tapi entah mengapa aku merasa sedikit ada hal yang janggal. Apa kamu juga merasa kan nya? Suamiku"_Ucap Ratu Christy dengan tutur kata yang lembut, sungguh jauh berbeda dengan Raja Celix yang lebih terkesan kaku.


"Ya, aku juga merasakan hal yang sama. Sebenarnya aku masih memiliki beberapa kemungkinan, dan ini adalah salah satunya. Menurutku, ini seperti hal yang di lakukan atas da__"_Ucap Raja Celix terpotong, pada saat mendengar suara ketukan pintu. Raja Celix, dan Ratu Christy saling bertatap mata.


Tok tok tok


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Tok tok tok


Eirlys mengetuk pintu, hingga pintu itu terbuka. Pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah, wajah sang Ayah, Raja Celix."Ayah!"_Ucap Eirlys manja, maklumi saja. Eirlys memeluk tubuh Raja Celix walau hanya sampai selutut, Raja Celix membalas memeluk Putri kesayangan nya itu.


"Ayo masuk, diluar dingin"_Ucap Raja Celix lembut, sembari menggendong tubuh mungil Putri Eirlys. Eirlys sendiri yang di perlakukan dengan hangat oleh sang Ayah, merasa suasana hati nya kembali membaik. Memang tidak salah Eirlys memilh pergi menuju tempat ini.

__ADS_1


"Ibu!"_Ucap Eirlys pada saat melihat Ratu Christy juga berada di dalam sana. Raja Celix menurunkan tubuh mungil nya, dengan cepat Eirlys membaur kepelukan Ibu nya. Ratu Christy membalas mengelus punggung Putri tersayangnya itu, setelah itu ia mencium singkat pipi gembul Putri Eirlys. Ratu Christy membawa Putri Eirlys ke dalam pangkuannya.


"Maaf, kalau misalnya kedatangan Eirlys mengganggu waktu kalian"_Ucap Eirlys dalam pangkuan Ratu Christy. Merasa tidak enak hati, karena tadi ia sempat mendengar pembicaraan kedua orang tuanya. Dan ia merasa tidak enak hati, karena sempat memotong waktu pembicaraan serius mereka berdua.


"Tak apa, sayang. Kedatangan mu kemari sama sekali tidak membuat kami merasa terganggu, kami justru malahan merasa senang"_Ucap Ratu Christy lembut, sembari mengusap puncak kepala Putri Eirlys. Eirlys menikmati setiap sentuhan hangat, yang di berikan oleh sang Ibu, Ratu Christy.


"Hehe, senang mendengar nya"_Ucap Eirlys tersenyum lebar, suasana hatinya semakin membaik. Eirlys tersenyum polos kearah Raja Celix, yang seperti nya sedang sibuk dengan urusannya. Eirlys mengerutkan keningnya, sebenarnya apa yang sedang di kerjakan oleh sang Ayah, Raja Celix.


"Ayah, apa yang sedang kamu kerjakan. Apa boleh kulihat!"_Ucap Eirlys bersemangat, entah mengapa ia menjadi merasa tertarik dengan hal yang sedang di kerjakan oleh Raja Celix. Eirlys turun dari pangkuan Ratu Christy, menghampiri Raja Celix yang tengah berada di kasur. Ratu Christy yang melihat tingakah laku Putri Eirlys merasa gemas sendiri, ia terkekeh kecil.


"Ada-ada saja kelakuannya"_Batin Ratu Christy terkekeh kecil, sembari menutupi mulut nya dengan satu telapak tangan nya. Ratu Christy kemudian ikut berdiri, dan menghampiri kedua nya. Ratu Christy membaringkan tubuh nya, dengan mengahadap ke Putri Eirlys, dan Raja Celix. Posisi Eirlys berada di tengah antara kedua nya.


"Ayah, apa yang sedang kamu kerjakan itu"_Ucap Eirlys, sembari sedikit mengintip. Namun, dengan cepat Raja Celix menyudahi kegiatannya. Membuat Eirlys menjadi merasa kesal sendiri, ia berpikir bahwa Raja Celix tidak ingin memberitahukan hal itu pada diri nya.


"Bukan apa-apa. Ini urusan orang dewasa, anak kecil tidak boleh tau"_Ucap Raja Celix lembut, sembari mengelus puncak kepala Putri Eirlys. Eirlys memanyunkan bibirnya, ia tidak suka di panggil anak kecil, walau saat ini tubuh nya memang merupakankan tubuh seorang anak kecil.


"Hmph"_Eirlys memalingkan posisi tubuh nya, menjadi mengahadap kearah Ratu Christy. Ratu Christy tersenyum kearah Putri Eirlys, kemudia mengelus pipi gembul Putri Eirlys dengan penuh kasih sayang.


"Sudah, lebih baik kita tidur sekarang. Besok pagi-pagi sekali kan kita harus sudah siap, untuk kembali ke Istana"_Ucap Ratu Christy, sembari menarik selimut, yang diikuti oleh Raja Celix, sedangakan Putri Eirlys mengambil bagian nya.

__ADS_1


"Iya-iya, aku tidur. Selamat malam!"_Ucap Eirlys dengan menarik selimut nya sampai menutupi bagian mulut nya. Raja Celix, Dan Ratu Christy saling berpandangan, lalu mereka terkekeh kecil melihat tingakah laku Putri Eirlys kalau sedang mode ngambek nya. Eirlys kalau sedang mode ngambek, persis sekali sama seperti Ratu Christy kalau sedang mode ngambek. Memang ya, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


__ADS_2