
...••~•~•~•~•~•~•~•...
Eirlys melompat dari balkon kamar nya ke satu pohon hingga seterusnya. Ia akan mengikuti orang-orang berjubah hitam itu, sampai mengetahui niat tersembunyi mereka. Salah mereka sendiri, karena telah melewati area pribadi milik nya. Di kehidupan sebelum nya, sebagai Crazy. Tidak pernah dari satu orang pun yang berani melewati area pribadi, atau area kekuasaan milik nya, tanpa sepengetahuan diri nya. Kini ia merasa tertantang.
Hap
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Eirlys terus melompat kesana kemari, mengikuti orang-orang berjubah hitam itu. Kini ia berada di luar zona aman. Eirlys menghentikan langkah kaki nya, dan mendarat di salah satu pohon yang tidak jauh dari orang-orang berjubah hitam itu berada. Ia diam memperhatikan dari atas pohon, ini aneh. Dari atas pohon, ia dapat melihat seorang anak lelaki yang seperti nya menjadi sasaran orang-orang berjubah hitam itu.
"Sebenarnya apa yang mereka inginkan dari anak lelaki itu"_Batin Eirlys bertanya-tanya, ia memilih diam untuk melihat pergerakan selanjutnya. Jika mereka berniat jahat untuk melukai anak lelaki itu, maka dengan terpaksa ia akan ikut turun tangan. Anak lelaki itu tampak seumuran dengan diri nya, bahkan lebih pendek dari tinggi tubuh nya. Ia ragu, apakah anak lelaki itu dapat mengatasi orang-orang berjubah hitam itu sendirian.
Anak lelaki itu kini memasang pelindung yang terbuat dari elemen es. Eirlys terdiam, seperti nya ia terlalu meremehkan kemampuan dari anak lelaki itu. Tapi tetap saja, apa dia dapat bertahan hanya dengan pelindung yang terbuat dari elemen es itu. Eirlys menggerutu dalam batin, mengapa ia harus ikut terlibat dengan urusan orang yang bahkan tidak ia kenali.
__ADS_1
"Kau pikir, kau akan aman hanya dengan pelindung lemah milik mu itu!"_Ucap salah satu dari orang berjubah hitam itu, sembari melaju dan menyerang pelindung elemen es milik anak lelaki itu. Anak lelaki itu tampak kehabisan energi, karena untuk dapat membuat dinding pelindung membutuhkan energi yang lumayan banyak, terlebih lagi ia masih terlalu kecil.
"Egh"_Anak lelaki itu kini sudah mulai kehabisan energi, sihir pelindung milik nya perlahan mulai memudar, dan hal itu semakin mudah membuat nya dapat di hancurkan. Ia mem pasrahkan diri nya pada takdir, ia hanya berharap semoga terjadi keajaiban, walau mustahil sedikit pun.
Eirlys yang menyaksikan adegan itu dari atas pohon, hati nurani nya meronta-ronta ingin membantu anak lelaki itu. Namun, ia memilih momen yang tepat. Mau bagaimana pun, tubuh nya saat ini merupakan tubuh anak berusia lima tahun, bukan lagi usia dua puluh tahun keatas. Terlebih lagi, kini di dalam tubuh nya menyimpan elemen cahaya, otomatis hal itu membatasi kekuatan elemen kegelapan milik nya.
Prang
"Mau sampai kapan ia akan bertahan. Jumlah mereka terlalu banyak, kalau seperti ini terus maka dapat di pastikan ia akan kalah. Sebenarnya bisa saja aku membantu nya. Namun, aku membutuhkan belati keputus-asaan. Tapi jika aku melakukan nya, itu sama saja dengan aku menunjukan kekuatan asli ku"_Batin Eirlys sembari terus memperhatikan dari atas pohon. Tidak ada pilihan lain selain menunggu momen yang tepat.
Trang
Bunyi senjata yang saling beradu, terdengar sangat nyaring. Anak lelaki itu terpental akibat tekanan yang terlalu kuat mengenai belati milik nya. Orang-orang berjubah hitam itu tanpa ampun, mengangkat tubuh nya, lalu meninju perut bagian bawah nya. Hal itu membuat nya kembali terpental, dan mengenai salah satu pohon.
__ADS_1
Uhuk uhuk uhuk
Darah segar keluar dari dalam mulut nya, ia berusaha bangkit. Namun, tidak bisa. Karena ia sudah benar-benar kehabisan tenaga, dan tidak sanggup untuk melawan lagi. Eirlys yang menyaksikan langsung adegan sadis itu, menggerutu kesal pada diri nya sendiri karena hanya mampu melihat dari kejauhan.
Orang-orang berjubah hitam itu, kini menghampiri anak lelaki itu. Anak lelaki itu terdiam, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Melawan pun percuma, kali ini ia benar-benar mem pasrahkan diri kepada takdir. Orang-orang berjubah hitam itu, kini sudah berada tepat di hadapan anak lelaki itu, yang kini terdiam tidak berdaya.
"Ini dia saat nya"_Batin Eirlys pada saat menemukan celah, untuk menolong anak lelaki itu. Ia merapal kan mantra kekebalan diri, agar tidak terasa sakit saat mendarat di permukaan. Mengumpulkan energi sihir milik nya, dan menempatkan nya di satu titik belati perak milik nya.
Salah satu dari mereka mengangkat pedang milik nya tinggi-tinggi, lalu hendak menebas anak lelaki di hadapan nya"Enyalah dari hadapan ku!"_Ucap salah satu orang berjubah hitam itu. Anak lelaki itu terdiam tidak berdaya, ia merutuki nasibnya yang harus tiada dalam keadaan mengenaskan.
Trang
...•~•~•~•~•~•~•~•...
__ADS_1