
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Salah satu dari mereka mengangkat pedang milik nya tinggi-tinggi, lalu hendak menebas anak lelaki di hadapan nya"Enyalah dari hadapan ku!"_Ucap salah satu orang berjubah hitam itu. Anak lelaki itu terdiam tidak berdaya, ia merutuki nasibnya yang harus tiada dalam keadaan mengenaskan.
Trang
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Trang
Eirlys berhasil menangkis serangan dari orang berjubah hitam itu. Orang berjubah hitam itu terpental hingga kejauhan beberapa meter. Anak lelaki itu terkejut bukan main, pada saat melihat ada seseorang yang menolong diri nya. Eirlys memfokuskan diri pada orang-orang berjubah hitam itu, yang kini seperti nya sedang mempersiapkan serangan balikan.
"Tunggu apa lagi, serang dia!"_Ucap salah satu dari orang berjubah hitam itu, yang berhasil di jatuhkan oleh Eirlys. Orang-orang berjubah hitam itu seketika tersadar, dan mengepung Eirlys serta anak lelaki itu.
Eirlys berwaspada, ia sesekali melirik anak lelaki itu yang tubuh nya tampak gemetaran. Ia mengerti, dan itu merupakan hal yang wajar di rasakan oleh anak pada seusianya. Ini merupakan situasi yang cukup sulit. Orang-orang berjubah hitam itu kini mulai maju, satu demi satu langkah.
Eirlys merapalkan mantra, dalam sekejap kini pelindung sihir telah mengelilingi mereka berdua. Yang jelas pelindung sihir itu jauh lebih kuat dari pada pelindung sihir sebelum nya. Dan hal itu di ketahui oleh orang-orang berjubah hutan itu, yang membuat mereka tersadar bahwa seorang gadis kecil di hadapan mereka, bukan lah seorang gadis kecil biasa.
"Jangan"_Ucap anak lelaki itu lirih, sembari berusaha bangkit, walau itu sulit. Eirlys merasa kasihan, tidak mungkin ia membiarkan seseorang yang sedang terluka, harus ikut serta dalam hal ini. Eirlys menatap manik mata berwarna merah cerah itu, menandakan bahwa ia akan baik-baik saja. Anak lelaki itu terdiam, ia hanya mengiyakan.
Eirlys berjalan keluar dari pelindung sihir milik nya. Sebisa mungkin ia akan menyelesaikan semua ini dengan cepat. Ia mengambil belati perak milik nya, kali ini ia tidak akan menggunakan belati keputus-asaan milik nya. Menarik nafas dalam-dalam.
Orang-orang berjubah hitam itu, kini mulai berlarian kearah diri nya. Eirlys tersenyum miring, kali ini ia tidak akan ragu untuk menghabisi mereka. Eirlys merapalkan mantra, ini semacam sihir pelambat diri. Dimana orang yang terkena sihir pelambat diri, pergerakan fisik nya akan melambat secara menyeluruh. Orang-orang berjubah hitam itu, kini terkena sihir pelambat diri milik nya.
"Sihir macam apa ini!"_Ucap salah satu dari orang-orang berjubah hitam itu, yang terkena sihir pelambat diri milik nya. Orang-orang berjubah itu, seakan-akan seperti melayang di udara. Hal itu tidak luput dari pandangan anak lelaki itu, yang kini sedang ter duduk lemas.
Eirlys menggenggam belati perak milik nya. Langkah selanjut nya, adalah memanfaat kan sihir teleportasi milik nya. Setelah itu, ia akan melakukan serangan secara bersamaan. Namun, sebelum itu, ia merapalkan mantra sihir peringan tubuh, agar mempermudah dalam penyerangan.
__ADS_1
Srek
Eirlys tanpa ampun, kini memulai aksi nya. Sebagai permulaan, ia memotong sebagian anggota tubuh orang-orang berjubah hitam itu. Teriakan orang-orang kesakitan pun mulai terdengar. Namun, bagi Eirlys. Hal itu terdengar seperti suara melodi yang menyenangkan, dan Ia menyukai hal itu.
"AAAAAAAAA!"_Suara orang-orang berjubah hitam itu kesakitan. Namun, hal itu tidak membuat Eirlys menghetikan kegiatan nya. Ia justru merasa senang, akhir nya ia dapat mendengar suara merdu yang selama ini ia rindukan.
Dengan tangan yang berlumuran darah. Belati perak milik nya, kini perlahan menghisap darah yang berada di tangan nya. Sekilas belati perak milik nya, terlihat seperti berubah menjadi berwarna merah. Anak lelaki itu tidak dapat melihat perubahan yang berada di dalam belati perak milik Eirlys, karena posisi Eirlys yang membelakangi tubuh anak lelaki itu.
Eirlys membalikan tubuh nya, dengan posisi tangan yang berada di belakang sembari menggenggam erat belati perak milik nya, lalu belati perak milik nya seketika menghilang. Ia mengulurkan satu tangan nya, sembari sedikit membungkuk. Anak lelaki itu mengambil uluran tangan Eirlys. Tanpa sepengetahuan anak lelaki itu, sebenar nya Eirlys telah mentrasnfer energi milik nya kedalam tubuh anak lelaki itu. Sehingga anak lelaki itu dapat bangun kembali, dan dapat berdiri dengan normal.
"Pegangan yang kuat"_Ucap Eirlys sembari merapalkan mantra. Belum sempat anak lelaki itu menjawab, Eirlys telah menarik diri nya bersama dan memasuki teleportasi. Ini adalah kali pertama nya, anak lelaki itu memasuki portal.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Saat ini Eirlys, dan anak lelaki itu berada di suatu hutan. Yang jelas tempat ini jauh lebih aman dari pada tempat mereka berada sebelum nya. Eirlys segera melepaskan genggaman tangan mereka, situasi nya menjadi canggung. Ini adalah kali pertama nya, ia bertemu dengan seorang lawan jenis selain sang Ayah, Raja Celix.
"Terimakasih karena sudah menyelamatkan nyawa saya"_Ucap anak lelaki itu, sembari tersenyum polos. Astaga, lihat wajah nya yang polos itu, terlihat sangat menggemaskan. Eirlys menyadarkan diri nya, ini bukan lah waktu yang tepat untuk memikir kan hal semacam itu.
"Maaf, saya tidak dapat memberitahukan masalah itu"_Ucap anak lelaki itu menolak. Walau seorang gadis di hadapan nya ini telah menyelamatkan diri nya, dari orang-orang berjubah hitam itu. Namun, tetap saja. Mereka berdua merupakan orang asing yang secara kebetulan saling bertemu. Ter lebih lagi, ia belum mengenal pasti seorang gadis di hadapan nya ini.
"Sekali lagi saya mohon maaf apa bila pertanyaan saya barusan, terdengar kurang sopan"_Ucap Eirlys dengan wajah polos nya. Ia sungguh merasa tidak enak hati, karena sudah mempertanyakan hal pribadi milik orang lain.
"Tak apa, saya memaklumi nya"_Ucap anak lelaki itu, sembari tersenyum. Senyuman nya itu mampu membuat dunia tunduk padanya. Bayangkan saja, sekecil ini saja sudah sangat tampan, apa lagi pada saat sudah dewasa nanti, memikir kan nya saja sudah membuat hati melayang. Eirlys segera menepis pemikiran konyol nya itu.
"Sebelum itu, perkenalkan nama saya, Eirlys Evelyn Ece. Anda bisa memanggil saya, Eirlys. Saya berasal dari Kerajaan Eceland"_Ucap Eirlys, memperkenalkan diri nya. Ini sudah merupakan etika seorang keluarga kerajaan, memperkenalkan diri mereka. Ia hampir saja melupakan hal itu.
"Kalau saya, anda dapat memanggil saya Stev"_Ucap anak lelaki itu, yang di kenal ber nama Stev. Eirlys menganggukan kepala nya pelan, pertanda mengerti. Kini mereka sudah saling memperkenalkan diri, dan mengenal nama satu sama lain.
__ADS_1
Anak lelaki itu mengulurkan tangan nya kepada Eirlys, Eirlys mengerutkan keningan nya."Teman"_Ucap Stev sembari tersenyum. Satu kata itu, seketika membuat getaran aneh dalam hati nya. Mungkin ini di sebabkan, karena ia tidak pernah sedekat ini dengan lawan jenis, kecuali sang Ayah, Raja Celix.
Deg
Dengan ragu, ia menerima uluran tangan itu. Kini mereka sudah resmi berteman, sesingkat itu. Namun, entah mengapa perasaan nya menjadi lebih baik. Lalu mereka berjalan bersama, dengan saling bergandengan tangan. Stev merasa jika itu adalah hal yang normal di lakukan sebagai seorang teman, itu di karena kan usia nya yang terbilang masih sangat muda. Namun, berbeda dengan Eirlys, tetap saja ia merasa canggung.
Mereka berhenti di sebuah danau, lalu mendudukan diri di tepi danau. Eirlys terdiam, ia tidak tau harus memulai dari mana. Sedangkan Stev sendiri, sibuk dengan kegiatan nya. Eirlys tidak tau apa yang sedang di lakukan oleh Stev. Ia memilih diam, sembari menikmati pemandangan indah di hadapan nya.
Eirlys memejamkan kedua mata nya, menikmati setiap dari hembusan angin yang menerpa wajah nya. Tempat ini cukup menenagkan, pikiran nya menjadi tenang kembali. Pada saat sedang menikmati ketenangan nya, tiba-tiba ia merasa ada sesuatu di atas kepala nya. Eirlys membuka kedua mata nya, pandangan yang pertama kali ia lihat adalah wajah manis milik Stev.
"Kamu terlihat cantik dengan itu"_Ucap Stev, yang tiba-tiba mengubah cara bicara nya menjadi akrab. Eirlys terdiam, ia sedang berusaha menyimak perkataan Stev. Seketika tersadar, wajah nya memerah malu. Kalian tau lah rasa nya di puji oleh seorang anak kecil itu bagaimana rasa nya.
"Ada apa dengan wajah mu?"_Ucap Stev polos. Eirlys menunduk malu, menyembunyikan wajah nya yang memerah menahan malu. Ia di puji oleh seorang anak kecil, yang benar saja. Eirlys menarik nafas dalam-dalam, lalu membuang nya secara perlahan. Ia mengangkat kepala nya, yang sebelum nya menunduk malu.
"Tak apa. Luapakan!"_Ucap Eirlys salah tingkah. Tingkah laku nya justru menarik perhatian Stev. Stev merasa jika Eirlys merupakan seorang gadis yang sangat imut, dan juga kuat tentu nya. Stev kemudian memindahkan posisi tubuh nya, menjadi bersebelahan dengan Eirlys.
"Kamu tau. Tadi saat kamu bertarung melawan orang-orang berjubah hitam itu, kamu terlihat sangat keren. Aku jadi iri dengan mu, karena kamu memiliki kemampuan sihir yang cukup hebat"_Ucap Stev mengutarakan isi pikiran nya, kepada Eirlys. Sembari memperagakan bagaimana Eirlys melawan sekumpulan orang-orang berjubah hitam itu. Di mata Eirlys, hal itu terlihat sangat lucu sekaligus menggemaskan.
"Hahahaha"_Eirlys tidak bisa lagi menahan gelak tawa nya. Ini terlalu sayang untuk di lewatkan. Stev kemudian kembali mendudukan diri nya, tangan nya menjadi pegal sendiri. Lalu ia sedikit meregangkan kedua tangan nya, dan hal itu tidak luput dari pandangan Eirlys. Eirlys terkekeh kecil, melihat tingkah laku Stev, yang menurut nya lucu sekaligus menggemaskan.
"Owh ya, bagaimana bisa kamu mempelajari semua hal itu. Pasti rasa nya sangat sulit"_Ucap Stev menatap mata Eirlys, menunggu jawaban. Eirlys terdiam. Ia tersenyum, lalu menghela nafas pelan.
"Tidak juga. Semua hal akan menjadi lebih mudah, jika kita menjalani nya dengan niat"_Ucap Eirlys, tersenyum sembari menunjukan lesung pipi nya. Membuat Stev semakin terkagum-kagum dengan sosok di hadapan nya. Stev merasa jika Eirlys memiliki pemikiran yang cukup dewasa, dari pada anak seusia nya.
"Saat aku sudah besar nanti, aku ingin menjadi seperti mu. Agar aku dapat melindungi mu, seperti kamu melindungi ku"_Ucap Stev dengan bersemangat. Ia berbicara, sembari menajamkan mata nya. Namun, tetap saja. Di mata Eirlys, itu masih hanya lah sebuah omong kosong. Eirlys tidak akan mempercayai nya, kecuali hal itu di saksikan oleh diri nya sendiri.
__ADS_1
"Bukti kan"_Ucap Eirlys tidak kalah serius nya. Ia tidak membutuh kan kata-kata, yang ia butuhkan hanya lah sebuah bukti. Bukti kan bahwa yang baru saja kau katakan tadi, tidak hanya sebuah omong kosong. Stev yang melihat reaksi Eirlys, merasa sedikit kurang nyaman. Karena ia berpikir bahwa Eirlys tidak mempercayai ucapnya.Stev mengepalkan tangan kiri nya kuat. Stev akan membuktikan kesungguhan nya.
...•~•~•~•~•~•~•~•...