This Is My Way Of Life

This Is My Way Of Life
•°Perpisahan°•


__ADS_3

...•~•~•~•~•~•~•~•...


"Tidak juga. Semua hal akan menjadi lebih mudah, jika kita menjalani nya dengan niat"_Ucap Eirlys, tersenyum sembari menunjukan lesung pipi nya. Membuat Stev semakin terkagum-kagum dengan sosok di hadapan nya. Stev merasa jika Eirlys memiliki pemikiran yang cukup dewasa, dari pada anak seusia nya.


"Saat aku sudah besar nanti, aku ingin menjadi seperti mu. Agar aku dapat melindungi mu, seperti kamu melindungi ku"_Ucap Stev dengan bersemangat. Ia berbicara, sembari menajamkan mata nya. Namun, tetap saja. Di mata Eirlys, itu masih hanya lah sebuah omong kosong. Eirlys tidak akan mempercayai nya, kecuali hal itu di saksikan oleh diri nya sendiri.


"Bukti kan"_Ucap Eirlys tidak kalah serius nya. Ia tidak membutuh kan kata-kata, yang ia butuhkan hanya lah sebuah bukti. Bukti kan bahwa yang baru saja kau katakan tadi, tidak hanya sebuah omong kosong. Stev yang melihat reaksi Eirlys, merasa sedikit kurang nyaman. Karena ia berpikir bahwa Eirlys tidak mempercayai ucapnya. Stev mengepalkan tangan kiri nya kuat. Stev akan membuktikan kesungguhan nya.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Hari semakin sore.


Masih di tempat yang sama. Eirlys saat ini tengah bermain bersama Stev. Mereka sedang bermain kejar-kejaran, di mulai dari Stev yang mengejar Eirlys. Stev terus berlari mengejar Eirlys. Eirlys berlari kesana kemari, menghindari kejaran Stev, agar tidak tertangkap.


"Hehe, kejar aku kalau bisa!"_Ucap Eirlys dengan bersemangat, sembari berlari kesana-kemari. Stev yang mendengar perkataan Eirlys, semakin mengencangkan setiap langkah kaki nya. Namun, tetap saja. Stev kalah unggul di banding kan dengan Eirlys.


"Lihat saja, aku akan menangkap mu!"_Ucap Stev tidak kalah bersemangat nya, sembari terus berlari. Stev terus berlari mengejar Eirlys, hingga ia tinggal sedikit lagi dapat menyentuh nya. Eirlys yang melihat hal itu, berusaha menghindari setiap sentuhan tangan Stev yang hampir saja menyentuh diri nya.


Grepp

__ADS_1


"Ketangkap!"_Ucap Stev, saat ia berhasil memeluk tubuh mungil Eirlys. Ya, tubuh nya memang sedikit lebih besar di banding kan dengan tubuh Eirlys. Eirlys menghela nafas kesal, karena ia berhasil tertangkap oleh Stev. Eirlys yang kesal, beberapa kali memberontak dalam dekapan Stev. Stev semakin mengencangkan pelukan nya, ia tidak akan membiarkan Eirlys terlepas dari dalam dekapan nya, dengan begitu mudah nya.


"Hwaaa! kau curang! lepaskan aku"_Ucap Eirlys tidak mau mengakui kekalahan nya, sembari memukul lengan Stev. Mungkin hal ini di sebabkan, karena ia sudah terbiasa menang dalam segala hal. Mana mungkin ia di kalah kan oleh seorang anak kecil, meski dalam hal kecil sekali pun.


"Tidak mau! aku merasa nyaman seperti ini"_Ucap Stev, tanpa sadar menyenderkan kepala nya di pundak Eirlys. Tentu saja ia melakukan hal itu tanpa berpikir panjang, karena pemikiran nya masih terlalu polos. Namun, berbeda dengan Eirlys. Walau ia tidak memiliki pengalaman dalam hal seperti ini, tapi tetap saja, menurut nya hal seperti ini terlalu intim. Mau bagaimana pun, Eirlys adalah seorang gadis normal.


Jangan lupa kan bahwa ia merupakan seseorang yang sudah hidup puluhan tahun lama nya. Tentu saja pemikiran nya tidak lah sepolos itu. Eirlys menjadi merasa aneh sendiri. Merasa ada yang aneh dengan Eirlys, Stev melepaskan pelukan nya. Eirlys terdiam, bahkan ia sampai tidak menyadari bahwa Stev telah melepaskan pelukan nya. Stev yang melihat Eirlys terdiam merasa aneh, apa ia melakukan suatu kesalahan? Seperti nya tidak.


"Apa kamu baik-baik saja?"_Ucap Stev merasa cemas, sembari menggenggam erat kedua tangan Eirlys. Eirlys merasa ada seseorang yang menyentuh tangan nya, ia tersadar begitu melihat wajah Stev yang tampak nya sedang mencemaskan diri nya.


"Tak apa, aku hanya merasa lelah setelah berlari cukup lama"_Ucap Eirlys berbohong, tidak mungkin bukan ia mengatakan'Ini semua karena tindakan mu yang mengejutkan ku'. Eirlys berbicara dengan lancar, sehingga Stev tidak menyadari bahwa sebenar nya Eirlys telah membohongi diri nya. Mungkin karena kepolosan nya lah, sehingga ia mudah untuk di bohongi. Ternyata terlalu polos juga tidak terlalu baik.


Mereka ber istirahat di bawah pohon, dengan Eirlys yang bersender di paha milik Stev. Stev merasa tidak keberatan, karena menurut nya tubuh Eirlys teresa sangat lah ringan. Mereka sama-sama terdiam, dengan mata yang sama-sama terpejam.


Stev tiba-tiba saja teringat hal yang membuat hati nya, terasa sesak"Eirlys, ada sesuatu yang ingin aku berikan kepada mu"_Ucap Stev dengan lembut nya. Eirlys yang mendengar perkataan Stev, membuka kedua kelopak mata nya. Pemandangan yang pertama kali ia lihat, adalah wajah sayu milik Stev.


"Ada apa?"_Ucap Eirlys, sembari membenarkan posisi duduk nya. Stev tidak menjawab, melainkan ia melepaskan cincin yang berada di jari tengah milik nya. Stev melepaskan cincin itu, lalu memasangakan cincin itu di jari tengah milik Eirlys. Eirlys terdiam, ia tidak mengerti maksud dari semua tindakan yang Stev lakukan.


"Aku teringat satu hal, bahwa aku harus segera pergi dari tempat ini sebelum matahari terbenam. Anggap saja cincin ini sebagai bentuk dari ketulusan hati ku dalam pertemanan kita, agar kau dapat terus mengingat ku sampai kita bertemu nanti"_Ucap Stev dengan lirih, sembari menggenggam erat kedua tangan milk Eirlys.

__ADS_1


Eirlys yang mendengar perkataan Stev, ia terdiam. Apa mereka harus berpisah secepat ini. Baru saja ia mendapat kan teman setulus Stev, ia tidak rela menerima kenyataan. Bahwa ia harus segera berpisah dengan teman setulus Stev. Eirlys merupakan seseorang yang sangat mengetahui jelas, bahwa mendapatkan teman yang tulus, bukan lah hal yang mudah.


"Apa kau berniat pergi secepat itu"_Ucap Eirlys sembari menatap mata Stev dalam. Stev yang melihat hal itu tidak bisa berbuat apa-apa, ia tidak memiliki pilihan lain. Stev harus segera kembali, tempat ini bukan lah tempat ia berada. Stev dengan berat hati, menggeleng kan kepala nya.


"Lalu, kapan kau akan segera kembali menemuiku"_Ucap Eirlys, dengan harapan bahwa ia akan segera dapat kembali bertemu dengan Stev. Namun, tidak ada jawaban dari Stev. Stev terdiam, ia menarik nafas dalam-dalam, lalu membuang nya secara perlahan.


"Entahlah, yang jelas tidak dalam waktu dekat. Aku tau hal ini sangat lah berat untuk mu, begitu pula dengan ku. Pertemuan kita memang terkesan sangat singkat. Namun, aku tidak akan pernah melupakan setiap hal yang kita lakukan bersama"_Ucap Stev lirih, sembari menatap dalam mata Eirlys. Eirlys merupakan teman pertama yang ia miliki, ia dapat melihat ketulusan hati Eirlys.


"Aku berjanji akan segera menemui mu, secepat mungkin. Namun, sebelum kita saling bertemu. Aku ingin kamu berjanji satu hal kepada ku, untuk tidak mencari tau siapa aku sebenarnya"_Ucap Stev, sembari membantu Eirlys untuk berdiri. Entah mengapa, Eirlys merasa kaki nya terasa sangat lemah, bahkan untuk berdiri saja ia tidak sanggup.


"Aku juga ingin kamu berjanji satu hal kepada ku, untuk tidak melupakan ku"_Ucap Eirlys, berusaha merelalan kepergian Stev. Stev yang mendengar hal itu, tersenyum. Stev kemudian memeluk tubuh mungil Eirlys. Stev memeluk Eirlys begitu erat, seakan-akan tidak akan ada hari esok.


"Kamu berjanji tidak akan melupakan ku, bukan?"_Ucap Eirlys membalas pelukan Stev, ia memeluk Stev tidak kalah erat nya. Hari sudah semakin sore, matahari sebentar lagi akan terbenam. Stev tidak memiliki banyak waktu. Eirlys yang melihat matahari hampir saja terbenam, semakin mengeratkan pelukan nya. Seakan tidak menerima bahwa Stev akan segera pergi meninggalkan diri nya, dalam waktu yang sangat lama.


Stev dengan sangat terpaksa, harus melepaskan pelukan mereka."Aku berjanji"_Ucap Stev tersenyum tulus, sembari menunjukan jari kelingking milik nya. Eirlys menyauti jari kelingking milik Stev, kini mereka sudah saling berjanji antar satu sama lain.


"Sampai jumpa"_Ucap Stev lirih, sembari berjalan pergi, meninggalkan Eirlys sendirian di tempat nya. Eirlys terdiam di tempat nya, ia ingin melihat Stev untuk terakhir kali nya, sampai ia melihat bahwa Stev benar-benar menghilang dari pandangan nya.


"Aku akan menunggumu, bahkan jika aku harus menunggu selama ribuan tahun sekalipun. Bagiku kamu merupakan seseorang yang berharga, Stev"_Batin Eirlys, sembari memastikan bahwa Stev benar-benar telah menghilang dari pandangan mata nya. Setelah memastikan bahwa Stev benar-benar telah pergi meninggalkaan diri nya seorang diri. Eirlys ber teleport kembali menuju tempat pertama kali ia berada, balkon kamar.

__ADS_1


...•~•~•~•~•~•~•~•...


__ADS_2