
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Uhuk
Tiba-tiba saja darah segar keluar dari dalam mulut nya. Kepala nya terasa pusing, pandangan mata nya mulai kabur. Eirlys berpegangan dengan gagang pembatas balkon. Mungkin hal ini di sebabkan, karena tubuh baru nya tersimpan elemen cahaya sehingga ia tidak boleh terlalu sering menggunakan sihir elemen kegelapan milik nya. Atau keseimbangan antar elemen dalam tubuh nya, tidak dapat saling menyeimbangi.
"Ini seperti kutukan"_Batin Eirlys kesal, memukul pagar pembatas balkon. Bagaimana mungkin ia dapat menggunakan dan mengendalikan elemen cahaya. Sedangkan ia sendiri tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang elemen cahaya. Apalagi ia memiliki dua elemen yang saling berlawanan, dalam tubuh nya.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
"Cukup dulu aku bertindak ceroboh"_Batin Eirlys. Tidak mungkin bukan ia harus menjadi seperti di kehidupan sebelum nya, di mana ia harus mempelajari sihir elemen yang sulit untuk di kuasai. Elemen cahaya memiliki tingkat kesulitan yang sama dengan elemen kegelapan. Lalu bagaimana dengan keingan nya, untuk hidup tenang.
"Apa setelah ini akan ada kata ketenangan dalam hidup ku"_Batin Eirlys. Tingkat elemen memiliki kesulitan nya tersendiri, tergantung elemen mana yang ingin kalian kuasai. Sedangakan elemen cahaya memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, kalian akan di hadapi dengan banyak nya rintangan.
Setiap keberhasilan, membutuh kan pengorbanan. Contoh nya seperti di kehidupan sebelum nya. Demi mengejar obsesi nya untuk menjadi penguasa elemen kegelapan, ia rela mengorbankan kehidupan normal nya. dan itu bukan lah hal yang mudah. Tidak semudah seperti kalian membalikan telapak tangan, semua itu butuh proses.
Eirlys tidak rela jika ia harus melepaskan kehidupan yang selama ini ia impikan, hanya untuk mempelajari hal yang tidak ia sukai. Keinginan nya di kehidupan kali ini adalah, hidup bahagia bersama dengan keluarga nya yang sekarang. Namun, Eirlys sadar. Ia tidak mungkin meninggal kan tanggung jawab nya sebagai salah satu pengguna elemen cahaya.
"Aku tidak membutuh kan yang lain nya, saat ini yang aku butuh kan hanya lah sebuah keluarga yang dapat menyayangi ku apa ada nya, dan aku telah mendapat kan apa yang aku ingin kan"_Ucap Eirlys sembari menatap bulan.
__ADS_1
"Aku hanya menginginkan kehidupan normal. Apa itu sulit?"_Batin Eirlys, ia sedikit merasa sedih. Namun, ia tidak dapat mengabaikan tanggung jawab nya. Ia hanya merasa bahwa takdir telah menyulitkan nya.
"Kita dapat memilih jalan takdir yang kita inginkan. Namun, bagaimana jika takdir itu sendiri lah yang memilih kita?"_Batin Eirlys, sembari memejamkan mata nya. Mengapa takdir nya harus menjadi salah satu pengguna elemen cahaya. Apa semua ini adalah pertanggung jawaban nya, atas seluruh kelalaian yang ia lakukan dimasa lalu. Semua ini terlalu menyulitkan diri nya. Setidak nya, untuk saat ini. Biarkan ia menikmati masa kecil nya terlebih dahulu.
Eirlys kembali masuk kedalam kamar nya. Ia mendudukan diri di salah satu sofa yang tersedia di dalam kamar nya. Eirlys termenung, pikiran nya masih pada jalan takdir nya. Raut wajah nya tampak terlihat sedih, ia terlalu terbawa suasana. Jika ia mengabaikan tanggung jawab nya sebagai pengguna elemen cahaya, itu sama saja dengan ia bertindak egois. Eirlys tidak ingin bertindak egois, hanya demi kesenangan nya sendiri, ia sampai mengabaikan tanggung jawab nya.
Tok tok tok
"Tuan Putri, ini saya pelayan Keby"_Ucap salah satu pelayan wanita yang di kenal bernama Keby. Ia adalah salah satu pelayan wanita yang telah mengurus Putri Eirlys dari sejak ia masih bayi. Kedatangan nya malam ini, hanya untuk menyampaikan suatu pesan yang di berikan untuk Putri Eirlys.
"Masuk"_Ucap Eirlys, segera merubah raut wajah nya menajadi tersenyum. Ia tidak ingin memperlihat kan sisi lemah nya, di hadapan orang lain. Eirlys mempersilahkan pelayan Kaby untuk memasuki kamar nya. Pelayan Keby yang mendapatkan izin pun segera masuk kedalam kamar Putri Eirlys.
"Keby, ada apa. Mengapa kamu terlihat seperti tergesa-gesa begitu?"_Ucap Eirlys. Pelayan nya satu ini sebenar nya kenapa, seperti ada apa-apa saja. Pelayan Keby menarik nafas dalam-dalam, lalu membuang nya secara perlahan.
"Tuan Putri_ anu_ itu_ hah hah"_Ucap pelayan Keby tergesa-gesa. Perkataan nya terpotong-potong, ia kesulitan berbicara dalam keadaan seperti ini. Tanpa di sadari oleh pelayan Keby. Eirlys tersenyum kecil, saat ia menduga apa yang membuat pelayan Kaby sangat tergesa-gesa seperti ini.
"Keby, tenangkan diri mu terlebih dahulu. Santai saja, aku akan menunggu mu sampai kau benar-benar siap berbicara"_Ucap Eirlys, tersenyum polos. Ia tidak terlalu terburu-buru untuk mendengar perkataan yang ingin Keby sampai kan. Memikirkan apa yang ingin pelayan Keby sampai kan saja, sudah membuat nya merasa senang.
"Jadi, katakan"_Ucap Eirlys, saat melihat pelayan Keby sedikit merasa tenang. Pelayan Keby menarik nafas dalam-dalam, lalu membuang nya secara perlahan. Pelayan Keby sedikit merasa tenang, kini ia sudah benar-benar siap untuk berbicara.
__ADS_1
"I_itu. S_saya di perintahkan oleh Yang Mulia Raja Celix untuk menyampaikan pesan ini kepada Tuan Putri. Beliau menyampaikan bahwa, untuk sementara ini keadaan tempat ini akan di lakukan pengecekan"_Ucap pelayan Keby. Eirlys tersenyum polos, tapi tidak dengan pikiran nya.
"Memang nya apa penyebab nya?"_Ucap Eirlys dengan wajah polos nya. Pelayan Keby sempat mengerutkan kening nya, ia tidak menyangka bahwa Putri Eirlys akan berinisiatif untuk mempertanyakan hal yang terbilang cukup serius. Namun, pelayan Keby membuang pemikiran nya itu. Pelayan Keby kemudian berpikir, mungkin saja Putri Eirlys bertanya hanya sebatas penasaran tidak lebih dari itu.
"I_itu saya dengar dari pelayan sekitar. Barusaja di temukan di halaman belakang beberapa mayat yang seperti nya tiada, karena diakibat kan binatang buas. Terbukti dari bekas luka cakaran, yang berada di area tubuh mereka"_Ucap Pelayan Keby, ia menjawab dengan sangat detail. Tanpa di sadari oleh Pelayan Keby, Eirlys tersenyum miring.
"Astaga! Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi!"_Ucap Eirlys sembari menutup mulut nya menggunakan kedua telapak tangan nya, berpura-pura terkejut, seolah-olah ia baru saja mengetahui hal itu. Padahal ia sendirilah yang membantai para pembunuh bayaran itu, menggunakan mahluk buatannya. Eirlys harus berperilaku selayak nya seorang gadis kecil, polos dan murah senyum.
"Semoga saja dari pihak tempat ini, agar segera cepat menyelesaikan masalah ini. Bukannya apa-apa, aku hanya takut saja akan ada korban selanjut nya"_Ucap Eirlys menunjukan rasa simpati nya, padahal ia tau kemungkinan itu tidak akan pernah terjadi untuk yang kedua kalinya. Eirlys hanya tidak ingin Pelayan Keby mencurigai perilaku nya, yang tidak seperti anak seusia nya. Maka dari itu, ia harus berpura-pura berpierilaku selayak nya anak seusia nya, sampai ia beranjak dewasa nanti.
"Baiklah, hanya itu saja yang ingin saya sampai kan. Saya mohon izin pamit undur diri, karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus segera saya selesaikan. Semoga Dewa selalu memberkati anda"_Ucap Pelayan Keby mohon izin mengundur kan diri, atau lebih tepat nya izin pamit keluar. Eirlys menganggukan kepala nya pelan, sembari terus mempertahan kan senyuman polos nya.
Pelayan Keby keluar dari dalam kamar nya. Setelah memastikan bahwa ia benar-benar sendirian, Eirlys merubah raut wajah nya menjadi datar. Pikiran nya kembali semula seperti apa yang baru saja ia pikirkan, yaitu takdir yang terus mengikat diri nya.
Eirlys berjalan kearah kaca besar yang tersedia di dalam kamar nya. Dari pantulan kaca, ia dapat melihat pantulan diri nya sendiri. Eirlys terus memperhati kan setiap inci dari tubuh nya. Entah mengapa, ia menjadi mengasihani diri nya sendiri. Dalam usia yang masih terbilang sangat muda, ia harus memikirkan pemikiran yang cukup berat untuk di pikirkan.
"Tubuh ini terbilang cukup kuat. Namun, masih belum cukup kuat untuk melawan tekanan sekuat itu. Aku harus sering-sering melakukan peregangan otot, dan melakukan pelatiham khusus"_Batin Eirlys terbayang-bayang. Padahal ia sama sekali merasa tidak tertarik dengan pelatihan khusus atau lain sebagiannya. Namun, ia tidak bisa meninggalkan tanggung jawab nya sebagai salah satu pengguna elemen cahaya.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
__ADS_1