
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Seseorang itu perlahan memudar, berubah menjadi butiran debu. Eirlys terkejut."Tunggu"_Ucap Eirlys lemas. Tidak, tolong jangan pergi. Masih banyak hal yang ingin ia katakan. Dadanya semakin terasa sesak. Eirlys terjatuh, perlahan menutup kedua kelopak matanya.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
"Hah hah hah"_Eirlys terbangun dari mimpi yang sulit diartikannya itu. Eirlys memegang dadanya, tidak terasa sesak. Eirlys mengedarkan pandangan mata nya ke sekitar kamar. Ia terdiam, mengumpulkan kesadaran diri.
"Jadi semua itu hanya mimpiku saja. Tapi rasanya terasa sangat nyata"_Batin Eirlys terdiam. Eirlys bertanya-tanya pada diri nya sendiri. Siapa orang itu? Mengapa ia merasa dekat dengannya? Dan lain sebagiannya. Eirlys menatap langit-langin kamar nya, memikir kan beberapa kemungkinan yang masih dapat diterima akal sehat.
"Mau dipikirkan bagaimana pun, tetap saja semua ini tidak masuk akal. Lupakan sajalah, tidak usah terlalu dipikirkan, toh semua itu hanya sebuah mimpi"_Ucap Eirlys pada diri nya sendiri, untuk tidak terlalu memikir kan hal yang membuat nya pusing sendiri.
Eirlys bangun dari kasur nya, berjalan kearah jendela kamar. Eirlys membuka tirai kamarnya, munculah sinar matahari. Dengan langit perpaduan warna antara orange, dan kuning. Ternyata ia tertidur hingga sore hari. Eirlys memperhatikan matahari itu, hingga terbenam sepenuhnya.
"Seperti nya malam ini aku tidak akan tidur semalaman"_Batin Eirlys. Sulit untuk tidur di malam hari, jika bangun di sore hari. Malam ini ia akan berjaga semalaman seperti burung hantu, sulit di bayangkan. Eirlys mendudukan diri nya di salah satu sofa yang tersedia di dalam kamar nya. Eirlys terdiam, memikir kan kegiatan apa yang akan ia lakukan selama semalaman penuh.
"Kalau dipikir-pikir, membosan kan juga kalau aku hanya berdiam diri semalaman didalam kamar. Atau aku mengendap-ngendap keluar saja, aku rasa itu bukan pilihan yang buruk"_Batin Eirlys mangut-mangut sendiri. Mengapa ia tidak menggunakan sihir teleportasi milik nya? Jawaban nya karena menggunakan sihir teleportasi menghabiskan banyak energi, dan ia tidak dapat menggunakan nya sesuka hati, di karena kan tubuh baru nya ini masih sangatlah kecil dan kurang terbiasa dengan hal itu.Eirlys sudah memutuskan pilihan nya. Saat ini ia hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Malam semakin larut. Eirlys masih berdiam diri didalam kamarnya, menunggu waktu yang tepat. Hingga beberapa saat kemudian. Eirlys berjalan kearah balkon kamarnya, dan melihat keadaan sekitar. Masih ada beberapa pengawal yang berjaga berada di sekitar sana. Eirlys tau akan hal itu, ia sudah merencanakan bagaimana caranya agar dapat pergi dari tempat ini dengan aman, tanpa diketaui seorang pun. Hal seperti ini tidaklah sulit baginya.
Eirlys merapalkan mantra sihir transformasi. Tubuh nya kini terbalut jubah berwarna putih seputih salju, ia mengenakan jubah ini agar tidak dikenali oleh orang lain bahwa ia adalah Putri Eirlys. Eirlys menggenggam erat suatu benda yang berada di tangan nya.
__ADS_1
"Saat nya beraksi"_Batin Eirlys tersenyum miring. Eirlys melompat kepermukaan tanah, menggunakan sihir peringan tubuh, agar tidak terasa sakit saat sudah sampai dipermukaan tanah. Para pengawal sekitar yang mendengar suara asing itu, langsung saja menoleh kearah asal suara tersebut. Pada saat para pengawal itu teralihkan, Eirlys membuka satu botol yang berisikan serbuk tidur. Eirlys melempar kan serbuk tidur itu ke sekitar para pengawal berada.
"Serbuk aneh apa ini!"_Ucap salah satu pengawal terkejut pada saat melihat disekelilingnya sudah dipenuhi oleh serbuk. Bahkan ia tidak dapat melihat keadaan sekitar, karena terhalang oleh serbuk aneh itu.
"Sial! ini serbuk tidur!"_Ucap salah satu pengawal lainnya. Ikut terkejut pada saat baru menyadari bahwa serbuk yang berada di sekitar mereka merupakan serbuk tidur. Para pengawal lainnya sudah terjatuh, tertidur nyenyak memasuki alam mimpi.
Kabut serbuk tidur memudar, Eirlys disuguhi pemandangan para pengawal yang sudah tertidur nyenyak memasuki alam mimpi, bahkan di antara mereka ada yang mendengkur. Eirlys merasa senang sendiri, sudah lama sekali ia tidak melakukan hal ini.
"Sudah lama sekali aku tidak melakukan hal seperti ini, rasa nya masih sama menyenangkannya"_Ucap Eirlys sembari merapalkan suatu mantra, mantra yang sedang ia rapalkan dapat menghilanhkan jejak dari perbuatannya. Setelah memastikan bahwa tidak ada satu jejak pun, Eirlys berjalan pergi meninggal kan tempat kejadian.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Eirlys dengan santai nya berjalan menuju pagar tinggi. Eirlys Mengendap-ngendap dari pohon satu ke satu pohon lainnya, terus seperti itu. Terlihat dari tempat nya, Eirlys dapat melihat masih ada beberapa pengawal yang setia berjaga di area sekitar sana. Pada saat para pengawal itu lengah, Eirlys dengan kecepatannya dapat melompati pagar yang tinggi nya kurang lebih tiga meter itu. Terdengar sangat mustahi, tapi memang begitulah kenyataannya, kenyataan bahwa ia memang mampu melakukan hal yang menurut orang lain mustahil.
Eirlys berjalan menuju sungai yang mengalir deras disana, hanya sekedar untuk membersihkan wajah. Tanpa sengaja, Eirlys melihat ada satu anak panah yang tertancap di salah satu pohon yang berada disebrang sungai. Karena penasaran, Eirlys berjalan melawan arus sungai menuju sebrang sungai tersebut dengan perasaan penasaran. Eirlys sudah berada di sebrang sungai, ia mencabut anak panah itu dari pohonnya. Terdapat bau darah, yang sangat amat terasa meyengat hidung.
"Aku merasa seperti pernah mencium bau darah ini"_Ucap Eirlys sembari mengendus-endus darah itu. Ini merupakan darah hewan spiritual, hanya saja darah satu ini memiliki keunikan nya tersendiri. Ada tetesan darah di rerumputan. Merasa tertarik, Eirlys mengikuti jejak darah. Eirlys merasa bahwa ia harus terus berjalan sampai menemukan apa yang ia ingin kan.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
"Dasar tidak berguna! Menangkap satu ekor rubah saja kalian tidak bisa! Kalian benar-benar mengecewakan"_Ucap seseorang kepada anak buahnya. Anak buahnya itu hanya tertunduk, enggan untuk berbicara. Seseorang itu di buat kesal.
"Pergi! Tangkap rubah sialan itu sekarang juga! Aku tidak ingin melihat kalian kembali dengan tangan kosong! Jika kalian sampai gagal, akanku penggal kepala kalian!"_Ucap seseorang itu dipenuhi amarah. Para anak buahnya menelan ludah kasar tidak berani membantah, hanya mengangguk patuh.
__ADS_1
Sekumpulan orang-orang itu pergi dari tempat, mereka bertujuan untuk kembali menangkap satu ekor rubah itu yang telah membuat mereka dimarahi habis-habisan oleh tuan mereka. Dengan ragu mereka kembali menginjakan kaki di hutan yang telah membuat mereka sengsara.
Mereka memutuskan untuk berpencar menjadi dua orang, agar lebih mudah untuk menangkap rubah itu. Mereka mencari dengan mengendap-ngendap, agar rubah itu tidak menyadari tanda-tanda keberadaan mereka. Mereka mencari dengan cara merasakan kehadiran rubah itu.
"Ikuti aku"_Ucap salah satu dari mereka pada saat melihat ada jejak darah di sekitar rerumputan. Setelah memastikan, bahwa darah ini merupakan darah rubah itu. Kemudian mereka mengendap-ngendap mengikuti jejak darah rubah itu, dengan perasaan yang sulit diartikan.
Setelah lama berjalan. Akhirnya mereka dapat menemukan hal yang mereka ingin kan. Rubah itu kini berada dihadapan mereka, rubah itu seperti nya tidak menyadari kehadiran mereka. Mereka dengan perlahan mendekati rubah itu. Namun, saat berjalan___
Krak
Salah satu dari mereka tanpa sengaja menginjak ranting pohon yang tergeletak dipermukaan tanah. Membuat rubah itu menoleh kearah asal suara, rubah itu terkejut pada saat melihat para pemburu yang ingin menangkap nya berada di sekitarnya. Tanpa banyak pikir, rubah itu pergi melarikan diri.
"Sial! Kejar dia!"_Ucap salah satu dari mereka sembari menujuk rubah yang melarikan diri itu. Salah satu dari mereka mengejar rubah itu, dan satu orang lainnya mengirim sinyal panggilan menggunakan elemen sihir keatas udara.
Sedangkan disisi lain, orang-orang yang melihat sinyal panggilan itu segera pergi menuju kearah sinyal panggilan itu berada. Mereka beramai-ramai kini mengejar rubah itu, bahkan mereka juga sudah melancarkan serangan. Namun, berhasil dihindari oleh rubah itu.
Sraaash
Salah satu serangan dari sekumpulan pemburu itu berhasil mengenai tubuhnya, membuat goresan kecil. Namun, serangan yang para pemburu itu lancarkan merupakan serangan berupa racun. Membuat langkah kaki rubah itu secara perlahan melambat. Rubah itu terdiam, menahan rasa sakit yang berada diarea sekitar goresan. Rubah itu berusaha melawan pada saat para pemburu ingin menyentuhnya.
"Tidak ada gunanya melawan. Tangkap dia!"_Ucap salah satu dari mereka sembari tersenyum remeh melihat kondisi rubah itu yang kini kian melemah. Rubah itu kini terdiam, ia ingin melakukan perlawanan. Namun, kondisi tubuhnya tidak memungkinkan.
Craasssh
__ADS_1
...•~•~•~•~•~•~•~•...