This Is My Way Of Life

This Is My Way Of Life
•°Liburan°•


__ADS_3

...•~•~•~•~•~•~•~•...


Terimakasih Ibu, karena mu, aku dapat merasakan kasih sayang seorang Ibu. Terimakasih Ayah, karena mu, aku dapat merasakan kasih sayang seorang Ayah. Terimakasih Nenek, walau aku tidak memiliki seorang Kakek. Namun, Setidak nya aku memiliki seorang Nenek"_Batin Eirlys tersenyum hangat.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Malam hari tiba


Saat ini di Istana Putri. Eirlys bersama Ratu Christy dan juga Raja Celix, saat ini tengah berada di Istana Putri. Malam semakin larut, Ratu Christy dan Raja Celix hendak memberikan ucapan selamat tidur kepada sang Putri tercinta, Putri Eirlys. Tepat di depan pintu kamar Putri Eirlys.


"Tidur yang nyenyak"_Ucap Raja Celix kepada nya. Eirlys menganggukan kepalanya, mengiyakan perkataan sang Ayah, Raja Celix. Eirlys menatap kearah sang Ibu, Ratu Christy.


Cup


Satu kecupan mendarat di kening nya. Ratu Christy tersenyum hangat kepada Putri tersayang nya itu."Ingat jangan tidur terlalu larut"_Ucap Ratu Christy mengelus puncak kepala sang Putri tersayang nya itu. Eirlys kembali menganggukan kepala nya, pertanda mengiyakan perkataan sang Ibu, Ratu Christy.


"Selamat malam"_Ucap Eirlys dengan nada pelan, kini ia sudah sangat mengantuk. Mungkin ini adalah efek lelah, karena hari ini ia lebih aktif dari biasa nya. Lalu ia masuk kedalam kamar, dan menutup pintu.


Ceklek


Setelah memastikan Putri Eirlys masuk ke dalam kamar dengan aman, Raja Celix dan Ratu Christy melanjutkan langkah mereka menuju kamar bersama.


Eirlys saat ini sudah tertidur lelap. Ia benar-benar sangat mengantuk, sehingga mudah tertidur. Tanpa sadar ia tertidur dalam keadaan tersenyum, entah apa yang sedang di mimpikan nya, sehingga membuat diri nya tersenyum.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Pagi hari tiba.


Sinar matahari menyeludup masuk, membuat seorang gadis kecil yang tengah tertidur lelap merasa terganggu. Namun, hal itu tidak membuat nya terbangun dari tidur lelap nya.


Eirlys.


Beberapa pelayan wanita telah berusaha mencoba membangunkan diri nya. Namun, tidak berhasil. Beberapa pelayan wanita sudah mencoba segala cara agar dapat membangunkan Putri tidur itu. Crystal bergerak kesana kemari pada saat para pelayan membangunkan diri nya.


Ceklek


Pintu kamar Putri Eirlys terbuka, memperlihatkan Ratu Christy dengan raut wajah cemas nya. Ratu Christy mempercepat langkah kaki nya, ia berjalan cepat menuju Putri Eirlys yang masih tertidur lelap. Para pelayan wanita yang melihat kedatangan Ratu Christy, membungkukan badan mereka.

__ADS_1


"Ada apa ini?"_Ucap Ratu Christy kepada para pelayan wanita, yang sudah berkeringat dingin. Pandangan mata nya beralih menatap Putri Eirlys yang masih tertidur lelap. Ratu Christy mendekatkan diri nya dengan Putri Eirlys, mengusap puncak kepala sang Putri, Putri Eirlys.


Eirlys yang di perlakukan seperti itu, kini tertidur menghadap Ratu Christy. Tanpa sadar, ia membuka mata nya. Pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah wajah damai Ratu Christy. Eirlys terdiam, detik berikut nya ia tersenyum hangat.


"Selamat pagi Ibu"_Ucap Eirlys dengan suara serak nya, karena ia baru saja terbangun dari tidur lelap nya. Eirlys memeluk pinggang sang Ibu, Ratu Christy. Ratu Christy terkekeh kecil, lalu ia mengusap pelan puncak kepala sang putri, Putri Eirlys.


"Selamat pagi sayang. Seperti nya, kamu tidur dengan nyenyak semalam"_Ucap Ratu Christy, sembari menggendong tubuh mungil Putri Eirlys. Eirlys yang di perlakukan dengan hangat seperti itu, semakin mengembangkan senyuman nya.


"Jadi ini rasa nya, berada dalam gendongan seorang Ibu. Nyaman, aku menyukai nya"_Batin Eirlys sembari menghirup aroma tubuh Ratu Christy, yang dapat membuat nya merasa nyaman.


"Ibu aku ingin di mandikan oleh mu, apa boleh?"_Ucap Eirlys yang masih dalam gendongan Ratu Christy. Ratu Christy menganggukan kepala nya, ia berjalan dengan langkah tenang menuju kamar mandi.


"Tentu boleh. Kalian siapkan keperluan Putri Eirlys yang lain nya"_Ucap Ratu Christy kepada para pelayan yang berada di sana. Para pelayan segera melakukan perintah sang Ratu.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Eirlys telah siap dengan gaun indah yang melekat pada tubuh mungil nya, membuat siapa saja orang yang melihat diri nya akan terpesona oleh pesona indah milik nya. Ia sesekali berputar, memperlihatkan gaun indah milik nya kepada sang Ibu, Ratu Christy. Ratu Christy menutup mulut nya, terkagum. Ia tidak menyangka telah melahirkan seorang Putri, yang terlihat seperti boneka hidup. Putri satu-satu nya ini memang memiliki pesona yang luar biasa.



"Kyaaa, imut nya"_Ucap Ratu Christy dengan gemas mencubit pipi gembul Putri Eirlys. Eirlys yang di perlakukan seperti itu oleh sang Ibu, Ratu Christy. Menatap malas, lagi dan lagi ia di cubiti. Jika terus seperti ini, kapan pipi gembul nya ini dopat kempes dengan sendirinya.


"Sudah. Terasa lebih baik bukan"_Ucap Ratu Christy tersenyum hangat kepada sang Putri, Putri Eirlys. Eirlys menganggukan kepala nya, memang rasa nyeri nya sedikit mereda. Namun, bekas memerahan di pipi gembul nya tidak dapat menghilang.


"Lalu bagaimana dengan ini"_Ucap Eirlys dengan polos nya, menunjuk pipi gembul nya yang masih memerah. Ratu Christy tersenyum kecil, lalu ia mengusap puncak kepala Putri Eirlys.


"Biarkan saja. Anggap saja sebagai perona alami, kau terlihat cocok dengan itu"_Ucap Ratu Christy, yang di angguki oleh Putri Eirlys. Ratu Christy berjalan sembari menggenggam tangan Putri Eirlys. Eirlys dapat merasakan kehangatan dari tangan sang Ibu, Ratu Christy.


"Ayo kita pergi sekarang, yang lain pasti sedang menunggu kita"_Ucap Ratu Christy berjalan dengan langkah pelan, ia menyeimbangi langkah kaki nya dengan langkah kaki mungil Putri Eirlys, agar Putri Eirlys dapat berjalan dengan langkah tenang.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


"Ayah!"_Ucap Eirlys saat melihat Raja Celix dari kejauhan, Ia berlari kearah Raja Celix. Raja Celix yang mendengar nama nya di panggil pun menoleh kearah sang pengguna suara, betapa terkejut nya ia saat melihat Putri Eirlys berlari menuju kearah nya.


Hap


Raja Celix segera mengangkat tubuh mungil Putri Eirlys, dan menggendong nya."Jangan berlari seperti itu lagi, atau kau akan terjatuh"_Ucap Raja Celix, sembari mencubit pipi gembul Putri Eirlys. Eirlys yang di perlakukan seperti itu oleh sang Ayah, Raja Celix. Menyunggingkan senyuman polos andalan nya.

__ADS_1


"Yaampun lari mu lumayan kencang juga untuk anak seusia mu"_Ucap Ratu Christy terkekeh kecil, sembari mengelus puncak kepala Putri Eirlys. Yang berada dalam gendongan Raja Celix.



Di dalam kereta kuda.


"Ayah, mengapa Nenek tidak ikut pergi liburan bersama dengan kita"_Ucap Eirlys sembari menatap polos wajah datar Raja Celix. Akan sangat di sayang kan, padahal ia berharap bahwa Ibu Suri Cray dapat ikut pergi liburan bersama dengan mereka. Pasti rasa nya akan sangat menyenangkan.


"Karena Nenek memiliki beberapa tugas kerajaan yang tidak bisa di tinggalkan"_Ucap Raja Celix lembut, ia tidak mau membuat Putri Eirlys merasa bersedih atas ketidak hadiran Ibu Suri Cray.


"Begitu ya"_Ucap Eirlys sembari menatap kebawah, menyembunyikan perasaan kecewa dalam hati nya. Ia tau ini sangatlah kekanak-kanakan untuk jiwa yang sudah lama hidup lebih dari puluhan tahun. Namun, bagi orang seperti diri nya, yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari seseorang mana pun. Hal kecil seperti tentang kebersamaan dalam keluarga adalah hal yang penting dalam kehidupan baru nya.


"Hmm, apa kamu tau kita akan pergi liburan kemana. Ayo, coba tebak"_Ucap Ratu christy kepada Putri Eirlys, ia berusaha mengalihkan pembicaraan agar Putri Eirlys melupakan pembicaraan sebelum nya.


"Memang nya kita ingin berlibur kemana!"_Ucap Eirlys dengan bersemangat. Seketika ia melupakan pembicaraan tadi, ia memang mudah teralihkan dengan kata-kata.


"Rahasia, kamu akan mengetahui nya setelah kita sampai nanti"_Ucap Ratu Christy terkekeh kecil, ia berniat sedikit menjahili Putri Eirlys. Eirlys yang mendengar jawaban dari Ratu Christy, mengalihkan pandangan nya kesal.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Sesampainya di tempat tujuan.



Gerbang terbuka. Kereta kuda kerajaan memasuki halaman depan. Putri Eirlys turun dari kereta kuda dengan di bantu oleh Raja Celix, dan Ratu Christy. Putri Eirlys berada di antara Raja Celix, dan Ratu Christy, ia menggenggam kedua tangan orang tuanya, sembari tersenyum lebar.


Eirlys mengedarkan pandangan mata nya kesegala arah. Bangunan yang menjulang tinggi, serta banyak bunga-bunga yang bermekaran. Angin yang menyejukan serta menenangkan, ia menyukai tempat ini.


"Ibu, apa tempat ini yang kamu maksudkan itu"_Ucap Eirlys tersenyum polos. Ratu Christy mengangukan kepala nya, menandakan membenarkan perkataan Putri Eirlys. Eirlys tersenyum semakin ceria, ia sangat senang dapat berlibur di tempat yang indah seperti ini.


"Sayang sekali Nenek tidak bisa ikut berlibur bersama dengan kita. Nenek kan sangat menyukai bunga, ia pasti akan sangat senang jika dapat melihat pemandangan indah ini"_Ucap Eirlys tersenyum hampa. Entah mengapa semenjak ia berada dalam tubuh seorang anak kecil, perasaan nya menjadi sangat sensitif. Semoga saja ia tidak terlihat aneh.


"Hei jangan bersedih, kita kan masih dapat bertukar pesan dengan Nenek"_Ucap Ratu Christy, sembari mengelus pelan pipi gembul Putri Eirlys. Ia ingin sedikit memberi sentuhan, agar Putri tercinta nya itu tidak bersedih lagi.


"Benar, lagi pula hari ini adalah hari yang membahagiakan, jadi jangan bersedih hati"_Ucap Raja Celix mensejajarkan tinggi tubuh nya dengan Putri Eirlys, sembari mengelus puncak kepala Putri Eirlys.


Eirlys yang di perlakukan dengan hangat seperti itu, tersenyum tulus. Perasaan nya kembali membaik, hanya dengan sentuhan dan beberapa kata-kata dari kedua orang tercinta nya itu, Raja Celix dan Ratu Christy.

__ADS_1


...•~•~•~•~•~•~•~•...


__ADS_2