
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Stev dengan sangat terpaksa, harus melepaskan pelukan mereka."Aku berjanji"_Ucap Stev tersenyum tulus, sembari menunjukan jari kelingking milik nya. Eirlys menyauti jari kelingking milik Stev, kini mereka sudah saling berjanji antar satu sama lain.
"Sampai jumpa"_Ucap Stev lirih, sembari berjalan pergi, meninggalkan Eirlys sendirian di tempat nya. Eirlys terdiam di tempat nya, ia ingin melihat Stev untuk terakhir kali nya, sampai ia melihat bahwa Stev benar-benar menghilang dari pandangan nya.
"Aku akan menunggumu, bahkan jika aku harus menunggu selama ribuan tahun sekalipun. Bagiku kamu merupakan seseorang yang berharga, Stev"_Batin Eirlys, sembari memastikan bahwa Stev benar-benar telah menghilang dari pandangan mata nya. Setelah memastikan bahwa Stev benar-benar telah pergi meninggalkaan diri nya seorang diri. Eirlys ber teleport kembali menuju tempat pertama kali ia berada, balkon kamar.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Eirlys berteloportasi menuju balkon kamar nya. Eirlys termenung, ia sedang memikirkan pertemuan pertama nya dengan Stev. Tiba-tiba saja cincin yang di berikan oleh Stev, bersinar terang. Eirlys mengangkat tangan nya, cincin itu terlihat sangat indah.
__ADS_1
Eirlys menjadi teringat dengan momen-momen indah nya bersama dengan Stev. Pertemuan mereka memang terkesan sangat singkat. Namun, di balik pertemuan singkat itu. Terdapat kenangan yang tidak dapat terlupakan. Eirlys terdiam, memperhatikan setiap ukiran yang terdapat pada cincin itu. Ukiran yang indah, serta batu kristal yang terlihat seperti potongan es.
"Aku akan menjaga cincin ini. Mulai sekarang, kau menjadi salah satu barang berharga ku"_Ucap Eirlys, sembari mendekap tangan nya sendiri, yang terdapat cincin pemberian dari Stev untuk nya. Entah mengapa, ia menjadi merasa dekat dengan Stev.
Tok tok tok
Eirlys menghentikan kegiatan nya, saat mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya. Eirlys segera berjalan menghampiri pintu itu, lalu membuka nya."Eirlys!"_Ucap Ratu Christy terkejut, sekaligus khawatir. Sembari memeluk tubuh mungil Putri tercinta nya itu.
"Ibu tenanglah, aku baik-baik saja. Maaf sebelum nya, karena sempat membuat Ibu dan yang lain nya meresa khawatir"_Ucap Eirlys merasa bersalah, karena tadi pagi ia pergi tanpa sepengetahuan orang-orang sekitar nya. Untung saja ia segera kembali, kalau tidak. Entah apa yang akan terjadi.
"Baiklah Ibu maafkan. Tapi kamu harus berjanji, tidak akan mengulangi hal yang sama"_Ucap Ratu Christy lembut. Eirlys menganggukan kepala nya, pertanda mengiyakan. Eirlys tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang sama.
"Anak pintar"_Ucap Ratu Christy gemas, sembari mentoel hidung Putri Eirlys. Eirlys terkekeh kecil, ia berpikir bahwa Ibu nya akan memarahi diri nya. Namun, ternyata pemikiran nya salah. Alih-alih di marahi, Eirlys justru mendapat perlakuan hangat dari sang Ibu, Ratu Christy.
__ADS_1
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Ratu Christy memutuskan untuk meninggalkaan Putri Eirlys sendirian di dalam kamar nya, karena ia masih harus memberitaukan kepada yang lain bahwa Putri Eirlys telah di temukan. Tinggalah Eirlys sendirian di dalam kamar nya. Eirlys membaringkan tubuh nya di atas kasur empuk milik nya. Eirlys terdiam menatap langit-langit kamar nya.
"Hah~"_Eirlys menghela nafas lelah, ia merasa bosan. Kehidupan damai nya ini menjadi sedikit membosankan, mungkin karena di kehidupan sebelum nya dulu di penuhi dengan banyak nya rintangan hidup. Akan lebih menyenangkan jika ia mendapat kan seorang teman. Namun, ia menyadari satu hal. Mendapatkan seorang teman di kehidupan nya kali ini mungkin akan sangat sulit, mengingat bahwa ia merupakan seorang Putri tunggal Kerajaan Eceland. Akan sangat sulit mendapatkan seorang teman yang benar-benar tulus berniat ber teman dengan diri nya, tanpa niat tertentu.
"Aku jadi penasaran dengan latar belakang keluarga Stev, bahkan dia tidak menyebutkan nama lengkap nya. Tapi sayang sekali aku sudah terlanjur berjanji dengan nya, agar tidak mencari tau siapa dia sebenarnya"_Batin Eirlys merasa kesal sendiri. Sebenarnya bisa saja ia mengingkari janji itu. Namun, ia tidak ingin mengingkari janji dari teman setulus Stev.
Masih dalam posisi berbaring di kasur. Eirlys mengangkat tangan nya, yang terdapat cincin pemberian dari Stev di jari tangah nya. Cincin itu masih sama indah nya. Entah kenapa, saat ia melihat cincin pemberian dari Stev itu, seketika rasa rindu nya dengan Stev menghilang begitu saja.
"Stev adalah teman tertulus, yang pernah ku punya dalam kehidupan ku kali ini mau pun kehidupan ku sebelum nya"_Ucap Eirlys, setelah itu ia tertidur dalam posisi tangan yang terlentang. Eirlys tertidur pulas, ia bermimpi bertemu dengan Stev. Tanpa sadar, Eirlys tersenyum dalam keadaan sedang tertidur pulas.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
__ADS_1