
"Ini kedua kalinya kita berdiskusi, gue harap Kendy bisa berpikir dengan cara yang lebih dewasa lagi." mata agak sipit itu menatap Kendy tajam, menyiratkan bahwa kali ini ia benar-benar serius dengan ucapannya.
Kendy yang duduk di sofa kamar Lasa menghela napas, kurang dewasa apa lagi ia, pikirnya. okay, just shut up now¹
Mata jernih nan tajam itu kemudian menatap kearah Abi yang duduk disebelahnya, "Dan lo bi, jelasin ke gue alasan kenapa kita harus ngerawat tu bayi," ujarnya, dengan tatapan tajam seperti mengintimidasi keduanya.
"Santai kali Sa, ga usah tegang gitu coba, ga tahan gue kalau serius-serius gini," celetuk Kendy ditengah-tengah suasana yang begitu. menegangkan. Lasa memutar bola matanya jengah, ia hanya merasa heran sebegitu ngerikah auranya sehingga membuat suasana menjadi tegang? perasaab biasa saja, pikirnya.
Abi hanya diam, ia berpikir keras mencari alasan yang kuat agar Kendy tak bisa membantah opininya dan bisa menerima keputusan akhirnya nanti.
"Tunggu bentar gue ambil iPad gue dulu," Kendy pun melanggang pergi kekamarnya. Setelah mendapatkan apa yang ia cari, ia kembali.
"So, gue mau jelasin kenapa gue nolak mentah-mentah buat ngerawat tu bayi," ujarnya, ia mencari beberapa file didalam iPad nya.
Sedangkan Abi yang duduk disebelah Lasa merasa khawatir. Ia takut Kendy benar-benar punya alasan yang kuat agar mereka tak merawat bayi itu.
"Oke, gue harap kalian bener-bener bisa mikir dengan jernih kali ini. Resapi kalimat yang keluar dari mulut gue," ucapnya, walaupun kalimat itu keluar dari mulutnya yang biasa berbicara humor, tapi kali ini ia benar-benar serius dengan apa yang ia ucapkan. Marahnya kemarin bukan tanpa alasan, marahnya tentu punya alasan yang kuat. Hanya saja sikap Kendy yang selalu hanyut pada emosi membuatnya tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya ia khawatirkan.
Abi dan Lasa mengedarkan mata mereka kearah Kendy. Seseorang yang biasanya selalu bercanda dan jarang serius tiba-tiba menjadi seserius ini, bukankah hal itu sangat luar biasa? what happened?² apakah kali ini kesalahan terletak kepada mereka?
"Pertama kali kita nemuin tu bayi seharusnya kita ngelapor ke polisi, agar apa?" ia memotong penjelasannya ia ingin melihat reaksi keduanya. Kemudian ia menatap dua orang yang sepertinya penasaran akan lanjutan kalimat yang akan ia keluarkan.
"Agar mereka bisa langsung nyari orangtua yang sengaja buang dia. Walaupun orang tuanya nggak ketemu, setidaknya bayi itu bisa jadi milik negara. Dan kita bukan seperti orang yang tertuduh yang terpaksa ngerawat bayi itu. Kayak cerita temen gue yang tertuduh ngehamilin cewenya, padahal mereka cuma nemuin bayi itu dideket kos-kosannya si cewe. Dan parahnya semua warga disana malah membenarkan tuduhan itu, dari bidan yang meriksa si cewe sampai ke RT dan pak Lurah yang__" ucapan, Kendy terpotong saat Lasa mengangkat tangannya tanda ia sudah bosan mendengar cerita Kendy.
__ADS_1
"Stop! gak usah ngegibah, lanjutin ke inti pembicaraan aja," Abi menyampaikan maksud Lasa.
"Eh, bener juga lo. Intinya begitu, kita bukan orang yang tertuduh." ucapnya, "Terus, kalau kita ngerawat tu bayi, dia masuk KK siapa? Kita yang kabur dari rumah aja masih numpang KK sama ortu kita dan identitas bayi itu pasti bakalan dipertanyakan masyarakat nanti," sambungnya.
"next, kita punya kerjaan masing-masing. Lo direktur keuangan, gue sekarang mau ngelanjutin sekolah Tata boga sambil kerja dan lo sebagai animation designer ga kebayang gue gimana sibuknya kita nanti. Walaupun kita bisa ngelewatin ini semua tapi satu yang masih berat, identitas bayi itu. Jadi gue harap banget sama kalian buat berpikir lebih jernih lagi, lebih dewasa lagi," ucapnya ia menekan beberapa kalimat agar terdengar jelas ditelinga keduanya.
"Gue sebenernya heran sama kalian berdua, lo Sa, yang biasanya cuek bebek tiba-tiba begitu peduli sama tu bayi. Dan lo Bi, argh ... gak tau lagi deh sama kalian," keluhnya.
Abi menunduk kemudian memejamkan matanya, ia mencerna seluruh kalimat yang keluar dari mulut Kendy dan semua yang Kendy katakan benar adanya. Ia berpikir keras, apakah yang dilakukannya salah? Kenapa ia tidak melapor kepada polisi saat pertama kali ia menemukan bayi itu? banyak pertanyaan yang bermunculan dikepalanya, namun tak ada satupun jawaban untuk pertanyaannya. Ia mengingat awal mula ia menemukan bayi itu. Entah kenapa hatinya terenyuh, emosi lebih mendominasi hati sedangkan akal sehatnya menguap bagai embun dipagi hari.
Lalu apakah disaat ia menemukan bayi itu ia sadar harus melapor ke polisi? jawabannya iya, ia sadar. Tapi hatinya lebih condong membawa bayi itu pulang dan merawatnya.
"Mohon maaf sebelumnya, gue mau kita ngerawat bayi itu sama-sama," Lasa memandang kedua manik hitam Kendy. Ia tahu pendapatnya ini pasti ditantang habis habisan oleh Kendy. Mengingat betapa marahnya Kendy tadi pagi.
"Dan kalau ternyata orang tuanya nggak ditemukan, bahkan mati?" Lasa kemudian melipat kakinya ke atas, tangannya ia lipat diatas dadanya.
"Maka bayi itu bakalan jadi milik negara, dan mungkin bila ada pasangan yang belum dikaruniai anak maka diperbolehkan untuk mengadopsi tu bayi," jawab Kendy.
Lasa terdiam, matanya menatap kosong kedepan, sedang pikirannya melayang entah kemana.
Keheningan menyeruak di kamar Lasa, Abi terbaring diatas ranjang bercover bad abu-abu milik Lasa matanya masih terbuka lebar, Kendy melihat-lihat iPad-nya banyak file mengenai kasus pembuangan bayi yang ia simpan disana, begitupula dengan Lasa yang masih terdiam dengan pikiran yang berkelana entah kemana.
Sekitar lima belas menit keheningan menyelimuti meraka, Kendy tidak sabar dengan keputusan yang Abi dan Lasa ambil, ia meletakkan iPad-nya dan menatap Lasa, "Gimana Sa lo setuju buat ngelapor ke polisi? Come on! tunggu apalagi semakin cepat kita ngelapor semakin cepat mereka bertindak," ucap Kendy dengan suara tegas. kali ini ia memaksa Abi dan Lasa agar segera mengambil keputusan.
__ADS_1
Lasa menghela napasnya pelan, kemudian ia menatap dalam mata Kendy. Mata yang menyiratkan sebuah keyakinan akan apa yang akan ia ucapkan,
"Gue ... "
.
.
.
.
Bersambung
Kira-kira bakalan diserahin kepolisi atau gak ya🤔? Duh author juga penasaran kedepannya sama tu bayi. Dan author juga penasaran bayi itu anak siapa sih ...
kalian ada yang penasaran gak? komen yah😆
Sok atuuuh bantu author like, komen and share
Note :
Oke, just shut up now ¹ \= Oke cukup diam sekarang.
__ADS_1
What happened? ² \= apa yang terjadi?