Three Sweet Dads

Three Sweet Dads
Your Type


__ADS_3

Ternyata Kendy tak main-main dengan ucapannya. Terbukti saat ini jalan yang keduanya lalui bertepatan dengan jalan menuju rumah pak Gun.


"Mas beneran nih kita minta izin ke pak Gun?" Mila terus bergerak gelisah karena tak nyaman dengan posisi duduknya.


"Kenapa lo gak mau?" tanya Kendy sembari tersenyum miring.


"Ya udah deh gak papa. Lagian kan kalo kita di fitnah ya udah tinggal ke KUA aja. Gitu doang kok repot ya kan?" kelakar Kendy.


"Haish ... ga mau ah aku tuh nikah sama buaya kayak mas." Mila menepuk gemas punggung Kendy yang terkekeh karena ucapannya.


"Jangan salah loh Mil buaya itu setia," cetus Kendy. Sengaja ia dari tadi mengajak Mila mengobrol dan bercanda karena ia tak ingin Mila mengingat hinaan Fany. Dan akhirnya ia berhasil karena ia bisa melihat Mila yang mulai gemas dengan tingkahnya. Tingkah Mila yang seperti itu membuat sesuatu dalam dirinya bergejolak. Ah, entahlah perasaan apakah ini? ia pun tak punya jawaban untuk hal ini.


Bila mengingat ucapan Fany ingin rasanya ia menjahit mulut tak berakhlak itu karena telah berani menghina Mila. Tapi kenapa ia merasa kesal seperti ini ya? aneh ...


Lalu Kendy memperlambat laju motornya karena beberapa meter didepan, terlihat rumah yang berpekarangan penuh dengan bunga. Ada yang merah dan ada yang putih. Itulah rumah Pak Gun, bunga didepan rumahnya itu adalah hasil tanaman dari bu Puspa, istri pak Gun yang konon katanya sangat gemar menanam bunga.


"Nah sampe deh dirumah pak Gun, yok turun!" ajak Kendy.


Kemudian Kendy turun dari motor, begitu pula dengan Mila.


"Nah ayok!" Kendy menarik pelan tangan Mila.


"Eh mas aja aku gak mau malu," tolak Mila sambil mengguncang tangan sebelah kanannya yang di tarik Kendy.


"Lagian aneh aneh ih ... jalan minta izin segala," keluh Mila.


"Tadi yang takut kena fitnah siapa? kalau gue mah kena fitnah juga gak papa biar langsung nikah," seloroh Kendy membuat Mila lagi dan lagi memukul punggung Kendy. Kali ini menggunakan full tenaga.


"Waduuh ... sakit Mil!" pekik Kendy.


"Ini ada apa ya?" tiba-tiba saja bu Puspa keluar dari rumah dan ia terkejut melihat sejoli yang menjadi bahan gosip hangat para emak-emak sesama kaumnya. Tapi untungnya ia mengetahui kebenaran dari suami tersayangnya. Bahwa apa yang digosipkan itu tidaklah benar.


Kendy dan Mila terkesiap. Kendy yang awalnya berniat iseng saja bingung harus berbuat apa. aish bingung gue tapi terobos aja lah.


kemudian Kendy melangkahkan kakinya mendekat pada bu Puspa yang berada di teras rumahnya.


"Assalamualaikum bu Puspa,"

__ADS_1


"Wa'alaykummussalam,"


"Jadi gini bu kite bedua mau izin jalan sebentar. Hmm ... jadi karena ga mau jadi salah satu daftar gosip hangat besok, jadiiii ... izin ke ibu deh hehehe ... itu aja bu," jelas ini hanya sebuah selorohan Kendy. Tapi tampaknya bu Puspa menanggapi dengan serius.


Memperbaiki kerolan rambutnya bu Puspa lalu meletakkan sapu kemudian ia berujar, "Aman!" kemudian mengacungkan jempolnya sambil tersenyum lebar.


Sungguh jawaban yang tak disangka sangka oleh Kendy. Ia tak menyangka bahwa bu Puspa kurang lebih seperti dirinya. Yaa ... hmm sedikit sableng mungkin.


Mila yang melihat kesablengan keduanya hanya melongo, tak menyangka istri pejabat kalangan bawah mempunyai tingkat kesablengan yang hakiki.


"Makasih bu, pamit dulu ... "


"Eh tunggu! saya pesan martabak manis ya," pinta bu Puspa.


"Ahsiyaaap Assalamualaikum,"


"Wa'alaykummussalam,"


Kendy kemudian menarik lembut tangan Mila, menghampiri motor yang tadi mereka parkir.


"Ga nyangka aku bu RT kita kayak gitu, kok mas tau gimana nanggepinnya?" Tanya Mila heran, bukannya Kendy adalah spesies warga yang jarang bersosialisasi dan mungkin jadwal ronda mungkin tak pernah dijalankannya, tapi kenapa dengan mudahnya ia berseloroh akrab dengan istri pejabat kalangan bawah itu?


"Nah udah yok naik!"


"Eh," Mila tersentak karena Kendy sudah memasangkan helm padanya. Kemudian ia naik medudukkan bo kongnya pada jok motor Kendy.


Setelah memastikan Mila naik dan memposisikan duduk dengan benar Kendy melajukan motornya. Yah, tujuannya mengajak Mila berjalan-jalan sejenak adalah agar Mila melupakan kejadian kurang mengenakkan tadi dan juga bersiap menyambut kesibukan esok hari yang menanti. Ia sibuk dengan kuliahnya serta pekerjaannya dan tentunya kesibukan baru yaitu mengurus bayi yang merepotkan. Huh ... Sedang Mila bisa dipastikan juga bekerja keras esok hari.


"Mas kok bisa sih baca sifat orang dari ciri khasnya?"


Ucapan Mila menghentikan lamunanya, "Bisaaa dong lihat aja kerolan rambutnya yaa ... walaupun kerolan itu tandanya orang itu galak tapi lihat lagi dari wajah beliau."


"Emang wajah beliau gimana?" tanya Mila penasaran.


"Gitu deh, walaupun ciri khasnya emak emak galak tapi wajahnya ayu nyaman di pandang. Wajah wajah orang ramah sekaligus sableng," jelas Kendy kemudian terkekeh.


"Kalau wajah aku gimana mas?" tanya Mila.

__ADS_1


"Hmm ... " Kendy memvisualkan wajah Mila dalam benaknya.


"Culun, polos, baik, pekerja keras, manis"


"Huh, ga ada cantiknya toh?" lirih Mila tapi masih bisa terdengar oleh Kendy.


"Tapi ga papa deh aku kan udah ada cowok juga," ujar Mila lalu tersenyum bangga.


Membuat Kendy cepat menyusun kalimat indah. yah, bukan sekedar kalimat indah namun, kalimat tulus berasal dari hatinya yang terdalam.


"Cantik itu ga penting sih menurut gue, hidup gue dipenuhi cewek-cewek cantik tapi zonk semua, dalam tanda kutip perilaku mereka ga tulus, benci banget gue!" penjelasan yang diakhiri pekikan ketidak sukaan Kendy pada sesuatu. Fakta dan bukan hoax.


Mila terdiam mendengar ucapan Kendy, ia berpikir apakah Kendy ini adalah sadboy mantan dari playgirl dimasa lalu. Poor you Kendy. Ah, tak tahu saja ia bahwa Kendy adalah playboy kelas kakap.


"Mil tipe lo tu yang gimana sih?" tanya Kendy. Entahlah Kendy pun tak tahu apa alasannya ia bertanya seperti ini.


"Tipe ya mas hmm ... baik nomor satu, terus ganteng, banyak duit juga deh keknya hehehe," ujarnya sambil terkekeh.


Membuat Kendy tertawa mendengar standar tipe cowo idaman Mila.


"Terus cowo lo menuhin kriteria itu?" tanya Kendy.


"Iyaaaa dooong," jawabnya pede.


"Penasaran gue sama cowok lo, beneran lo punya cowok?" tanyanya sekali lagi, karena ia merasa ragu dengan standar cowok idaman Mila yang sepertinya berat tuk ditemukan.


"Udah ... dalam mimpi,"


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2