
Iqbal pun ahirnya pergi ke rumah Rania ada rasa yang tidak biasa dari sebelumnya, dia merasa gugup entah kenapa padahal sebelumnya dia tidak seperti itu. Apa mungkin karena sudah ada persetujuan dari sang ibu sehingga Iqbal mendadak gugup bertemu Rania.
Iqbal mengetuk pintunya dan mengucapkan salam, namun Rania tidak menyautnya padahal pintu rumah tidak di kunci bahkan sedikit terbuka.
"Rania!" panggil Iqbal, namun ketika di ruang tengah Iqbal melihat Rania sedang live di salah satu aplikasi yang sekarang sedang trand.
"Nah, ini juga tas bagus di mana tas ini bisa di gendong dan di taruh di samping," kata Rania menjelaskan dan memperagakan sambil menatap layar ponsel, dia tidak sadar ada Iqbal di sana.
Iqbal menatap tak berkedip sesekali dia tersenyum karena mengingat akan dirinya di mana persahabtan itu berubah jadi cinta tapi sayang hanya di saja.
"Harganya murah, hanya seratus delapan puluh ribu, ukuranya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, Nah untuk warna ada warna biru, black serta pink," kembali Rania menjelaskan ketika melihat ada yang berkomentar tentang warna dan harga.
"Nah, untuk skine care juga ada sesuai kondisi wajah buat yang berjerawat sampai berminyak atau untuk kulit normal juga ada. Kita kondisikan sesuai permasalahan wajah bahkan buat flak hitam juga ada."
Rania menoleh dan terlihat Iqbal sedang tersenyum, membuat Rania menganggukan Kepalanya.
"Nah, untuk cowok juga ada jika kalian ingin membelikan kaos. sebentar ya!" kata Rania sambil melangkah dan menarik Iqbal.
"eh eh mau apa ini?" ujar Iqbal ketika di tarik oleh Rania.
"Nah kebetulan modelnya ada bentuk bajunya seperti ini, pemirsah," kata Rana kebetulan Iqbal sedang memakain kaos yang di beli dari Rania.
Rania dan Iqbal terpampang jelas di layar ponsel, Aditama yang melihat dan mengikuti acar Live di tiktik itu langung terperanjat dia menggunakan aku fake agar tidak ketahuan sama Rania.
__ADS_1
"Kalian? ah shitt!" umpat Aditama memukul mejanya dia sengaja mengikuti akun sosial mantan istrinya menggunakan akun fake agar terpantau terus setidaknya dia terobati rasa rinudnya karena kalau komunikasi scara langsung Rania menolak.
"Nah, baju ini cocok untuk pasangan kalian," kembali Rania bicara sambil memutar tubuh Iqbal, dimana dia sedang menggunalan kaos berwarna abu-abu. Iqbal pasrah saja dan mengikuti intruksi Rania.
Rania membaca komentar yang beragam, komentarnya banyak yang menanyakan siapa lelaki yang ada di sampingnya? kadang mereka menebak bahwa dia suami atau pacarnya kebetulan followers Rania sudah lumayan banyak.
"Dia temen aku, dan selalu ada buat aku, laki-laki yang sangatt baik. Siapa yang mau daftar kebetulan dia masih jomblo loh, pokonya siapapun perempuan itu akan beruntung mendpatkannya,"canda Rania, tanpa sadar Rania dia sudah memuji sahabtanya membuat Iqbal merasa terbang ke nirwana hatinya berbunga-bunga medapat pujian itu.
"Jangan dengarkan owner ini, itu hoak, gak benar," wajah Iqbal semakin mendekat ke arah ponsel membuat wajah gantengnya sangat terlihat jelas membuat para gadis beramai-ramai berkomenar memuji Iqbal.
"Ih awas, tar kamu ke pedean karena banyak yang memuji," Rania menarik Iqbal kini posisi Rania berada di depan namun Iqbal kembali menarik Rania, hingga membuat keduanya tertawa karena merebutkan posisi yang paling dekat ke layar ponsel terlihat mereka seperti sepasang kekasih.
"Woah kalian cocok, serasi sekali,"
"Kalian seperti bukan sahabat, tatapan cowok nya dalam banget."
"Yang jomblo jangan iri ya."
"Mata ku ternoda," lengkap dengan emotikon tertawa dan menutupi mata.
"Aku harap kalian bukan sekedar sahabat, kita yang lihat bikin gemeesss."
Itu lah sederet komentar yang sedang mengukuti live Rania. Rania hanya tersenyum tidak menanggapi komentar mereka.
__ADS_1
"Nah, banyak yang ngedukung kita Rania," Iqbal tertawa, membuat Rania melempar baju yang dia pegang..
"Nah kan kita melihat seperti itu saja kaya melihat drakor," timpal netizen yang lain.
Aditama mengepalkan tangannya, sorot matanya memerah, rahangnya mengeras.
Terlihat Rania sedang tertawa lepas dan itu tak luput dari pandangan Iqbal yang menatap Rania sangat dalam. Aditama langsung berhenti mengikuti siaran langsungnya.
"Kenapa sesesak ini melihat mereka seperti itu," ucap Aditama sambil memegangi dadanya.
"Tapi aku yakin kamu masih mencintai aku," Aditama menatap lurus ke depan pandangannya kosong.
Sebuah dering telepon membat Aditama menoleh ke arah ponselnya, terlihat Khansa menghubunginya lewat Video Call. Dengan rasa malas Aditama menggeser tombol jawab dan panggilan pun tersambung.
"Sayang, aku ke kantor ya! biar kita makan siang bersama," ucap Khansa.
"Iya," jawab Aditama singkat.
"Ya sudah aku siap-siap," kata Khansa.
Panggilan pun terputus Aditama kembali meletakan ponselnya dia menyandarkan punggungnya.
"Apa aku nekat saja, menceraikan Khansa tidak peduli dia sedang hamil sekalipun," gumam Aditama sambil menatap kosong.
__ADS_1