
“being able to hold down the sword means, u're the chosen one!!”
Agan sedang bermain sebuah game, di rumah nya tepat setelah pulang sekolah.. dan dia sedang meniru seorang npc yang berbicara tentang kemampuan sang player.
“ini sudah yang ke dua kali kau menamatkan cerita dari game sampah itu..”
“hei, Lia.. terdapat sebuah momen dalam game ini yang sangat aku sukai, sampai-sampai aku rela mengulang game hanya untuk melihat scene itu saja.”
Alia tidak terlihat peduli dengan alasan kakaknya bermain game itu, dia hanya merasa bosan karena kakaknya bermain game itu saja tanpa mengganti permainan yang lain.
lihat, dia bahkan sudah mengulang cut scene ketika sang tokoh utama pertama kali mendapatkan pedang cahaya sebanyak 23 kali.
“you.. you're the chosen one!!”
“no.. u're wrong, I'm just another villager like my parents.”
“being able to hold down the sword means, u're the chosen one!!”
Agan dan Alia mengatakan kalimat tersebut secara bersamaan dengan logat sang npc.
“kau.. kau juga menghafal nya?!”
“tidak.. kau salah, aku hanya tanpa sengaja mendengar kalimat tersebut berkali-kali.”
“kalau kau sudah hafal itu tandanya, kau adalah orang yang terpilih!!”
tepat setelah Agan menyelesaikan kalimatnya, mereka berdua tertawa karena merasa bodoh.
“main bola aja kak, biar aku ikut main.”
“Lia..”
“kenapa kak? kau melihat ku dengan tatapan yang mengerikan..”
Agan menggenggam tangan adik nya dengan mata berkaca-kaca ingin menangis.
“mungkinkah kamu benar-benar orang yang terpilih?”
setelah bermain beberapa pertandingan melawan adiknya, Agan merasa frustasi karena dari 4 pertandingan dia hanya menang sekali dan sisanya dia dikalahkan telak oleh Lia.
“bagaimana bisa?! Lia, mungkin kah kau aslinya om-om nganggur yang penyendiri?”
“itu bukan karena kemampuan ku yang hebat kak, memang kau nya saja yang payah.. lagipula kenapa kau mengatakan aku om-om nganggur hanya karena jago main bola dalam game? minta maaf lah pada semua om-om di dunia ini.”
sepertinya aku belum benar-benar bangun dari tidur ku..
setelah selesai bermain, mereka makan malam bersama dan kembali ke aktivitas masing-masing.
Agan yang sedang bermain smartphone di dalam kamarnya mendapat sebuah pesan dari nomor tak di kenal.
“ini aku Kuga, keluar lah dari dalam rumah dan temui aku di taman komplek rumah mu”
__ADS_1
aku membaca pesan nya dengan lantang, aneh sekali..
karena mendapatkan pesan seperti itu Agan merasa kalau selama ini dirinya di buntuti sampai ke rumah nya oleh seseorang.
“karena dia sudah bertindak sejauh ini harus kah aku memb*nuh nya?”
Agan tersenyum jahat dan merasa semua masalah yang dia mulai ini harus segera di selesaikan saat ini.
langsung setelah membaca pesan, Agan minta izin pada ibunya untuk pergi menemui seorang teman di taman komplek.
“baiklah, tapi jangan lama-lama Gan.. angin malam buruk untuk kesehatan”
“baik mah!!”
ayah Agan yang penasaran bertanya pada istrinya.
“tumben sekali dia bersemangat seperti itu untuk bertemu dengan kawan nya.. bukan kah dia jarang sekali memiliki teman?”
“mungkin itu seorang perempuan, hanya tebakan.. tapi intuisi ku mengatakan kalau ini ada hubungan nya dengan perempuan”
ah.. rasanya ingin sekali aku makan mie goreng, kenapa orang-orang ini selalu mencari masalah di jam sibuk sih?
tepat saat sampai di taman, Agan bertemu dengan Kuga seorang diri sedang duduk di salah satu kursi taman.
di saat bertemu, Agan langsung berlari ke arah Kuga dan menghantam wajah nya.
beberapa saat kemudian..
“dasar psikopat gila, apa kau selalu tiba-tiba menerjang seseorang ketika kau kesal?”
wajah sebelah kanan Kuga membengkak karena menerima hantaman keras dari Agan.
Kuga menjelaskan kalau dirinya mendapat informasi tentang Agan yang menjadikan Swan sebagai alat taruhan dengan seseorang.
Agan yang mendengar nya langsung tertawa.
“kenapa kau tertawa?”
“kau itu benar-benar seperti badut yah, kenapa kau tidak langsung melabrak ku di tempat saja, dengan niat membuka mulutku karena sudah menjadi kan Swan sebagai alat taruhan?”
“itu karena aku tidak bodoh, kau itu licik cerdas dan sangat pintar dalam memilih kata-kata.. lebih tepatnya kau itu seorang–”
Agan menghentikan kalimat Kuga dengan mengarahkan pisau lipat ke arah perut nya..
“jangan di terus kan.. hal itu membuatku sedikit sedih kau tahu, kak Kuga tidak bodoh kan?”
“jauhkan, tidak baik untuk mu membawa alat seperti itu..”
Agan melipat kembali pisau tersebut dan memasukkan nya kedalam kantong.
dia menarik nafas dalam-dalam kemudian membuang nya dan begitu lagi hingga beberapa kali.
__ADS_1
“jadi bagaimana kau mendapatkan nomor telfon dan alamat rumah ku?”
“rumah kita berdekatan, dan aku meminta nomor telepon mu dari Swan.. aku bilang pada nya ada yang ingin aku sampaikan pada mu secara langsung, dan dia setuju”
“rumah kita berdekatan? kau serius!!?”
Kuga menjelaskan kalau rumah mereka berdua tidak terlalu jauh, bahkan rumah Swan berada tepat di sebelah rumah Agan.
“kau tahu adik mu yang bernama Alia itu, sejak Swan pindah kemari, dia sudah menjadi teman akrabnya.”
Agan terlihat sangat shock dan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi..
“kau benar-benar payah dalam melihat lingkungan di sekitar mu benarkan? itu sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh adik mu”
“mari kita menjadi sohib kawan, aku sudah tidak melihat mu sebagai lawan ku..”
“haruskah aku berterima kasih?”
akhirnya Kuga bisa bernafas dengan lebih lega, dia merasa sangat takut saat mengundang Agan ke taman, karena dia yakin mungkin dia akan terluka lebih parah lagi jika terlibat dengan Agan.
“jadi apa kau mau mendengar sedikit cerita ku? aku benci kau salah paham tentang ku dan membuat hidup ku jadi jauh lebih sulit”
“kau bisa cerita kapan pun bro, aku pasti akan mendengarkan.”
Kuga bercerita kalau karena ayahnya dan ayah Swan adalah seorang sahabat, dan hal itu membuat mereka berdua ingin di jodohkan.. tentu saja Swan tidak tahu tentang ini karena ayah nya adalah orang yang hebat dalam menyimpan rahasia.
namun tidak dengan Kuga, ayahnya sudah memberikan pelatihan khusus sejak kecil supaya dia terlihat pantas untuk anak dari sahabatnya..
namun Kuga tahu betul kalau Swan sama sekali tidak punya perasaan padanya, itu adalah kenyataan dan Kuga tidak menyangkalnya tapi setidaknya sampai Swan menemukan orang yang benar-benar ia sukai, Kuga akan tetap melindunginya sampai saat itu tiba.
karena merasa sangat sedih Agan mengeluarkan air mata, air hidung, dan sedikit air liur mungkin?
“hei si*lan!! aku hanya mengeluarkan air mata karena sedih, bang*at”
“kau bicara dengan siapa Gan?”
“tidak, aku hanya sedikit kesal pada sesuatu yang aku sendiri tidak terlalu mengerti..”
setelah menyelesaikan cerita singkat tentang masa lalu Kuga, Agan menjadi simpatik dan mendukung Kuga untuk mendapatkan cinta sejati nya.. namun dia juga mengatakan kalau itu sudah pasti bukan Swan karena dia adalah milik nya.
“bro.. kau tahu adik mu Alia memiliki kepribadian yang menarik, bisakah–”
“dia masih SMP, bang*at!!”
Agan menekan pipi Kuga yang bengkak.
“aduh..!! aku juga masih SMA woi, lagi pula aku hanya minta kau untuk memperkenalkan aku pada nya..”
“kalau begitu aku akan langsung jujur saja, aku yakin kau termasuk tipe adik ku.. aku yakin 80% jika itu kau dia mungkin akan menerima nya”
“sungguh?”
__ADS_1
“oleh karena itu, setiap kali kau terlihat oleh adikku aku akan membuat wajah mu berubah sedikit seperti saat ini.. ok?”
Kuga langsung merasa lemas dan tidak berdaya, dia tahu betul kalau orang seperti Agan adalah orang yang memegang ucapannya.