Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan

Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan
Tears, Fears and Joy ( 3 )


__ADS_3

Sebagai seorang petualang kita memiliki 2 jalur yang sudah pasti, yaitu gagal menjalankan misi dan mati atau tidak pernah berkembang sampai mati.


karir ku sebagai pengembara berjalan lebih menyenangkan dari pada kebanyakan petualang, kenapa? sini biar aku jelaskan.


seorang petualang membagi hadiah yang mereka dapatkan dari menjalankan misi dengan guild tempat mereka mendapatkan misi, terdengar biasa karena dari situ lah salah satu pendapatan guild namun..


para petualang dengan rank kecil kesulitan untuk menerima misi, dan bukan hanya itu hadiah dari menjalankan misi ringan akan sangat kecil hadiah nya karena harus di bagi lagi dengan guild.


namun karena seorang petualang sudah mendaftarkan diri dalam guild, mereka setidaknya harus menyelesaikan 5 misi dalam kurun waktu 2 Minggu, karena kalau tidak akan ada denda yang harus dibayar dan kemungkinan kartu guild di cabut.


untuk sekedar informasi, biaya untuk mendaftar kan diri dalam guild ada 1 koin perak dan 5 koin tembaga, dengan uang segitu seseorang bisa bertahan hidup selama 3 hari makan enak dengan penginapan bagus.


aku sebagai pengembara memiliki cara mencari uang yang lebih menyenangkan, pertama aku akan langsung berinteraksi dengan banyak orang, kemudian mencari masalah yang di miliki oleh penduduk sekitar dan menyelesaikan nya.


tentu saja aku akan memperjelas semua nya di awal seperti contoh yang sedang aku lakukan saat ini..


•Desa kyft


Agan membuat perjanjian tertulis dengan kepala desa, dia akan memburu monster babi yang berkeliaran di hutan dan suka merusak ladang warga, dengan bayaran 1 koin emas.


kok mahal?, karena si babi yang satu ini ada monster yang bermutasi karena energi iblis.. dan rank nya meningkat dari yang awal nya monster rank B menjadi A.


kepala desa juga tahu, kalau mereka membuat sebuah quest penaklukan pada guild biaya nya akan lebih mahal dan lebih merepotkan.


“kau benar-benar bisa kan menghabisi monster itu sendiri?”


“tentu saja, yang penting kau membayar ku langsung setelah aku kembali nanti dan memberikan ku penginapan gratis selama 2 hari dengan pelayanan lengkap ( makan 3 kali sehari dan akses ke pemandian air panas )”


“tenang saja tuan Agan, bayaran seperti itu sangat pantas untuk anda dapatkan jika dibandingkan dengan meminta pertolongan pada guild”


Agan langsung berangkat dari desa dan melacak keberadaan babi tersebut.


dengan beberapa ilmu sihir yang ia pelajari selama di kota Fennix, Agan dapat melacak sang babi dengan lebih mudah.. namun menaklukkan akan sangat berbeda dengan menemukan.


“Ramen!! apa kau bisa menemukan letak kelemahan babi itu?”


tambahan informasi, Ramen adalah panggilan Agan pada C.O.Li.. dia merasa sedikit risih karena tidak bisa memanggil skillnya dengan benar maka dari itu dia menawarkan sebuah panggilan pada skill nya.


dan entah apa yang di pikirkan oleh C.O.Li dia setuju dengan panggilan Ramen, nama makanan khas jepang..


•ו


belum, tolong berikan aku sudut pandang yang lebih baik.


•ו


“baiklah”


Agan langsung mendekati monster babi tersebut dan memancing amarah nya.


babi itu terpancing dengan provokasi yang di lakukan agan, dan mulai mengejar.. seperti tehnik yang di lakukan oleh nya dulu untuk membunuh serigala yaitu dengan berlari memutar di satu titik dalam hutan, dengan sedikit improvisasi yaitu melakukan serangan yang sekiranya dapat melukai monster itu.


berlari adalah kemampuan terbaik yang di miliki oleh Agan, dan dia masih belajar sihir-sihir dengan pelafalan mantra yang singkat.


selama dia berlari, Agan menyerang berbagai bagian babi menggunakan sihir es yang di gabung dengan sihir petir.

__ADS_1


terdengar suara gaduh dari setiap serangan yang di terima oleh si babi, monster itu memiliki kemampuan regenerasi tapi tetap saja setiap serangan yang mengenainya membuat nya merasa kesakitan.


“sepertinya babi tersebut menjadi lebih marah dari sebelumnya, Ramen.. kau punya saran?”


•ו


tetap berlari dan jangan berhenti, sekuat apapun monster nya pasti dia memiliki kelemahan.. sabar lah sebentar lagi.


•ו


di saat stamina Agan yang mulai menipis terjadi hal mengejutkan di luar nalar, muncul sebuah petir besar yang menyambar si babi dan membuat Agan terhempas karena gelombang kejut nya..


suara petir tersebut masih terdengar dalam kepala ku, nyaring sekali sehingga membuat ku kehilangan indera pendengaran dan penglihatan ku untuk beberapa saat.


•ו


aku sudah menemukan kelemahan nya, tapi sudah terlambat ya?


•ו


“apa itu tadi.. apakah ada mahluk lain yang juga memburu babi itu?”


seorang wanita menghampiri Agan, melihat nya sesaat kemudian berbisik tentang sesuatu.


mari bertemu lagi nanti, kau berhutang satu padaku~


“ternyata kelemahan nya adalah elemen petir, kau lambat Ramen..”


•ו


aku melakukan penilaian menggunakan perhitungan berdasarkan kemampuan yang kau miliki saat ini Agan.. maaf tidak bisa membantu lebih jauh.


•ו


chance of living yang awalnya hanya memberikan informasi atas apapun yang terjadi di sekitar pengguna, sekarang sudah berkembang seperti memiliki kepribadian nya sendiri.


karena sudah tidak ada yang bisa mereka lakukan tentang babi tersebut, Agan kembali sambil membawa sisa mayat nya ke desa.


“aku berhasil membunuh babi nya, bisakah aku langsung menggunakan kamar ku sekarang? uang hadiah nya nanti saja.”


“baik tuan silahkan beristirahat, terima kasih karena sudah membantu desa ini”


“sama-sama..”


Agan menjawab dengan suara pelan, sambil sedikit menundukan badan nya untuk menghormati yang lebih tua.


kembali ke saat ini..


“lihat itu, dia tampan sekali yah”


“apa kelas kita kedatangan murid pindahan lagi?”


beberapa siswi melihat Agan dengan penampilan baru nya seperti orang yang benar-benar berbeda.


aku penasaran bagaimana reaksi mereka setelah mengetahui kalau aku adalah murid penyendiri menyedihkan yang selalu kalian gosipkan.

__ADS_1


Swan yang juga masuk hari ini, tiba-tiba berbicara padaku..


“maaf, itu kursi tempat duduk temanku, kau boleh menggunakan kursi yang lain”


“ah.. maaf apakah keberadaan ku di sini mengganggu mu?”


“bukan begitu, hanya saja rasanya merepotkan untuk.. baiklah terserah kau saja”


pak Aldi yang kebetulan memiliki jadwal mengajar di kelas Agan pagi itu sedikit terkejut melihat perubahan orang yang bertaruh dengan nya.


“Agan.. Agan.. Agan.. pantesan kamu percaya diri banget kemarin, ternyata ini kartu andalan kamu”


setelah mendengar perkataan pak Aldi, murid-murid di kelas menjadi lebih terkejut.


“itu beneran Agan?”


“mungkinkah itu keajaiban kosmetik..?”


ah.. perasaan ini, aku mengingat nya.


perasaan saat menemukan formula sihir baru di tower magic, para magician rendahan itu akhirnya menelan ludah mereka sendiri.


“kamu operasi plastik ya, Agan?”


Swan bertanya langsung dengan nada bercanda.


“hehe.. aku tahu kamu hanya pura-pura tidak mengenali ku, rasanya tidak banyak hal yang berubah dari ku kecuali di bagian wajah dan rambut”


“tapi, aku sempat meragukannya tadi.. rasanya tidak mungkin seseorang berubah sebanyak itu hanya dengan sedikit mengubah gaya rambutnya”


karena pak Aldi melihat Agan yang terus mengobrol di kursi belakang dengan Swan, dia melempar kapur yang biasa digunakan untuk menulis.


pak Aldi melempar dengan tujuan supaya Agan memperhatikan nya saat pelajaran, namun sangka kalau Agan akan menangkap lemparan tersebut bahkan tanpa melihat nya.


setelah menangkap kapur tersebut dia berjalan ke tempat guru kemudian meminta maaf karena mengobrol saat pelajaran.


pak Aldi membisikan sesuatu..


“aku tahu kalau kau ingin mendekati gadis tersebut, namun bisakah kau melakukan nya nanti.. jika tidak murid-murid akan melihat ku sebagai guru yang tidak kompeten dan mulai ikut bermain-main juga.”


“tenang saja pak, aku akan berusaha untuk tidak terlalu mencolok”


“sialan.. kau itu tampan, tidak mungkin yang lain tidak menyadari nya”


“aku menyadari hal tersebut, beberapa dari mereka mencuri-curi pandang saat pelajaran berlangsung..”


pak Aldi menghela nafas nya karena mereka tidak akan ada akhirnya jika berbicara langsung dengan Agan, dia benar-benar mirip dengan ibu nya.


“tenang saja itu mungkin hanya akan berlangsung selama beberapa hari, kau tahu mereka bukan benar-benar tertarik dengan ku atau semacamnya, tapi hanya penasaran karena belum ada pria yang benar-benar tampan selama ini di sekitar mereka”


“aku tidak ingin terlalu tegas saat mengajar, jadi jangan salahkan aku jika itu sampai terjadi.. ok?”


Agan dengan hormat sekali lagi menunduk lalu kembali ke kursinya.


setelah jam pelajaran pertama selesai, jam istirahat pun di mulai.

__ADS_1


“jadi bisakah kau jelaskan padaku kenapa kau menghajar kak Kuga hingga babak belur seperti itu ?”


aku lupa beberapa hari yang lalu, Kuga kuhajar habis-habisan.. tentu saja Swan akan penasaran akan hal tersebut.


__ADS_2