Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan

Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan
Another Page


__ADS_3

Setelah Agan sembuh dari demam yang di deritanya, dia harus menjadi pesuruh pak Aldi selama sebulan, dan dalam waktu sebulan itu hubungan antara Agan dan Swan mulai merenggang.


karena Agan yang masih berfokus pada tujuannya untuk mendapatkan informasi dari pak Adnan, dia dan Kuga memulai operasi reformasi.


mereka mulai mengambil jatah dari para perundung, tidak semua perundung masuk dalam kelompok, tapi tetap saja mereka melakukan tindakan buruk karena melakukannya.


Agan tidak banyak turun tangan dalam menangani para preman sekolah, sebagian besar hal di tangani oleh Kuga.


“ugh.. kenapa kau malah berpihak pada bocah kelas satu seperti Agan?”


“karena rencana yang dia buat terdengar cukup masuk akal di kepala ku, dan tentunya dia seratus kali lebih mengerikan daripada preman-preman seperti kalian”


Kuga kembali ke kelasnya setelah selesai menghajar beberapa target yang diberikan oleh Agan.


saat beristirahat di dalam kelas, seseorang yang paling di cari oleh Agan datang untuk langsung menemui Kuga..


“Ra'is, akhirnya kau merasa harus menangani kejadian ini secara langsung”


“menyebalkan sekali.. jadi kau yang membuat para bawahan ku babak belur belakangan ini?”


Ra'is duduk di kursi yang tepat berada di hadapan Kuga, dia mengeluarkan kertas yang berisi persetujuan dari 3 kelompok besar.


“OSIS bahkan menyetujuinya, aneh sekali..”


“kurasa itu karena Ryan memahami posisinya, tidak seperti seseorang yang setiap hari kerjanya mencari masalah di wilayah ku”


Ra'is pergi bersama dengan para eksekutifnya setelah memberikan kertas tersebut.


“jadi bagaimana menurutmu?”


“mereka payah, semua hal yang mereka lakukan memiliki resiko tinggi untuk ketahuan, dan sepertinya pemimpin ADMIN masih belum mau menanganinya secara langsung”


Agan menjelaskan pada Kuga, kalau perundungan fisik, jatah perlindungan, arena pertandingan, les palsu, pemerasan dan beberapa hal lainnya..


itu semua beresiko tinggi, Agan yakin pak Adnan memahami hal tersebut, tapi diaq belum menemukan jalan lain untuk mendapatkan uang tambahan.


“belakangan ini aku juga menerima informasi dari para preman mengenai pinjaman ilegal yang beroperasi di sekitar sini”


“tapi apa hubungan pinjaman ilegal dengan semua hal yang kau beritahukan sebelumnya?”


“pak Adnan sepertinya terlibat dengan salah satu pinjaman ilegal tersebut.. setiap kali dia mengajar di kelas tingkahnya aneh dan lebih mudah emosi”


Agan juga menjelaskan kalau sepertinya pemimpin ADMIN, sudah mulai terganggu dengan tindakan yang Kuga lakukan.


“singkatnya, sekarang kau sudah menjadi buronan mereka.. dan mungkin aku juga.”


“jadi kapan kita akan mulai meghajar mereka?”


“setelah kita menggunakan pak Adnan untuk merusak hubungan 3 kelompok”


Agan mengajak Kuga untuk pergi ke suatu tempat setelah mengganti pakaian, dan Kuga tidak menyangka mereka akan ke tempat ini..


“rumah sakit..!?”

__ADS_1


“anak perempuan pak Adnan sakit, dan harus di rawat.. di sinilah tempatnya”


mereka datang ke resepsionis, dan menyampaikan kalau mereka ingin menitipkan surat untuk seseorang.. dan namanya adalah pak Adnan Suhen.


mereka menggunakan baju kasual, dan memperkenalkan diri sebagai kenalan pak Adnan.


“ah..lalu bisakah aku juga meminta nomor pribadi mu?”


“eh.. maaf tapi, kami tidak bisa–”


saat sang resepsionis ingin menolaknya, tapi salah satu temannya yang sedang berada dekat di tempat tersebut menggoda nya dan menyuruh dia untuk memberikan nomor pribadinya.


“terima kasih, akan ku hubungi nanti.. dah”


Kuga bertanya bagaimana Agan bisa melakukan hal tersebut padahal dirinya masih di bawah umur?


“kurasa nona resepsionis menganggap kita cukup dewasa dengan menilai dari cara kita berpakaian dan berbicara..”


“lalu untuk apa nomor telepon tersebut?”


“tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin mencobanya.. lagipula resepsionis tadi terlihat belum pernah memiliki hubungan dengan laki-laki”


mereka hanya tinggal menunggu sampai pak Adnan mendapatkan surat yang dititipkan pada resepsionis rumah sakit.


Agan juga sudah memberikan foto pak Adnan pada nona resepsionis yang bernama Kania, jadi mereka tidak mungkin salah memberikan surat tersebut.


keesokan harinya..


Agan yang sedang berada di toilet membasuh mulutnya yang baru saja memuntahkan darah.


“cepat sekali orang itu menanggapi surat ku.. ugh.. menyebalkan sekali aku harus bertemu dengan ular berbisa saat sedang seperti ini”


penyakit Agan mempengaruhi daya tahan tubuhnya sehingga setiap kali Agan memuntahkan darah, tubuhnya akan menjadi lebih rentan terhadap penyakit.


“namun karena sudah sejauh ini, aku harus tetap menjalankan semuanya sesuai dengan rencana”


setelah bell sekolah berbunyi yang menandakan sekolah sudah usai, Agan segera merapikan barang-barang pribadinya dan bergegas pergi


tapi sesaat setelah dia sampai di pintu keluar, Swan menarik tangannya..


“jangan pergi dulu, sekarang waktunya kau piket membersihkan kelas..”


tersisa Agan, Swan dan Hendi yang berada di dalam kelas, mereka membagi tugas lalu mengerjakannya bersama-sama.


karena Swan ingin mendapatkan waktu untuk berduaan dengan Agan, dia menyuruh ketua kelas pergi menggunakan isyarat.


Hendi yang mengerti langsung pamit untuk pulang duluan, Agan yang tidak mau mengalami momen berdua bersama Swan juga ingin melarikan diri namun sekali lagi Swan berhasil menahannya.


“Agan, apa kau membenciku?”


Swan hanya menggenggam sedikit bagian belakang seragam Agan menggunakan jarinya.


Agan merasa tidak mampu untuk berbalik dan melihat wajah Swan, dia takut tidak mampu menahan mulutnya untuk menyatakan perasaan yang dimilikinya.

__ADS_1


“haruskah aku menjawab pertanyaan tersebut?”


“kau terlalu banyak mengelak, jawab saja pertanyaan ku dengan iya atau tidak”


Agan bergumam dalam hatinya, apakah dia membenci gadis tersebut? tentu saja, tidak..


apa aku mencintainya?


“iya..” aku mencintainya.


Swan terkejut mendengar jawaban Agan.


“kenapa.. kenapa kau membenciku..?”


air mata Swan mulai mengalir dan menetes ke lantai.


“kenapa kau menangis, bukannya kita baru bertemu sekitar 2 bulan yang lalu?”


“kau tahu.. kupikir kau menyukaiku, apa aku terlalu percaya diri dengan menyatakan hal tersebut..?”


Agan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini..


“lalu.. apa kau menyukaiku?”


“aku tidak mengerti.. hiks.. hanya saja, aku merasa seperti sudah mengenal mu sejak lama dan ingin terus bersama dengan mu”


saat Agan membalikkan badan untuk melihat Swan, Swan menutup wajahnya karena malu..


“hei, coba perlihatkan wajahmu pada ku..”


setelah membuka wajah nya, Agan sekali lagi merasa terkesima dengan apa yang dilihatnya..


dia terpaku seperti tiga tahun yang lalu.


wajah Swan memang sangat cantik, Agan tidak bisa menggambarkannya dengan baik.. dan dia baru saja selesai menangis, hal tersebut membuat nya menjadi lebih imut berkali-kali lipat.


aku ingin sekali mencium bibirnya saat ini.. lagipula dia sudah mengatakannya padaku kalau dia ingin terus bersama dengan ku.


“kwnapa? uhm.. maksud ku kenapa, apa ada yang salah di wajah ku?”


tiba-tiba Agan melakukan hal yang tidak pernah disangka oleh Swan, dia mendekat kemudian mencium keningnya.


belum sempat bereaksi karena tindakan Agan yang tiba-tiba, Agan sudah pergi melarikan diri..


“Ah, aku benar-benar tidak mengerti lagi”


Swan duduk di salah satu bangku kemudian menutupi seluruh wajahnya yang memerah dengan menghadap kearah meja..


“sepertinya wajah ku ingin meledak karena perasaan yang tidak ku pahami..”


Agan langsung pergi menuju tempat pak Adnan dengan perasaan senang mengetahui kalau Swan juga memiliki perasaan yang sama dengannya.


namun dia tidak mengetahui bencana yang tidak lama lagi akan segera menimpanya.

__ADS_1


__ADS_2