Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan

Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan
Explanation


__ADS_3

Bagaimana aku harus menjelaskan nya, mana mungkin aku bilang pada Swan kalau aku kesal karena si bodoh Kuga itu tidak paham dengan permasalahan *Naga yang ku buat.


“kau tidak mungkin menghajar kak Kuga hanya karena peliharaan mu bukan?”


SHHHHIIIIIIIIITTT...!!! percakapan macam apa ini?!


haruskah aku pura-pura gila dan melompat dari jendela?


keringat dingin memenuhi wajah Agan, dia menyesali keputusan singkat nya waktu itu..


“baiklah, kau tidak perlu menjawab nya.. kak Kuga juga tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut..”


Kuga ternyata kau tidak sebodoh yang kukira, makasih kawaan..


“dia bilang itu hal yang wajar, karena seorang pria akan merasa sangat terpukul saat mengetahui ada orang lain yang peliharaan nya lebih besar dari milik nya”


KUGAAAAAAAA...!! @+$-$+2!2($*+*+*6@-1 AKAN KUBUN*H KAU NANTI, SIAAAAALAN!!


Swan tiba-tiba tertawa kecil sambil melihat ku, si*l kurasa perasaan saat ini lebih buruk daripada saat menerima serangan telak dari seekor Griffin.


“kau lucu sekali ya.. aku bisa membaca isi pikiran mu hanya dengan melihat ekspresi mu kau tahu?”


“eh.. hah?”


“aku hanya bercanda, kak Kuga tidak benar-benar bilang seperti itu.. tapi justru itulah yang membuat ku kebingungan, kak Kuga terlihat diam tanpa ada menjawab pertanyaan siapapun”


tiba-tiba wajah agan terlihat serius, dan mulai terdiam mengingat kejadian kemarin.


beberapa hari yang lalu..


setelah menangkap tendangan Agan, Kuga mengajak nya untuk pergi ke tempat yang sepi supaya pertarungan mereka tidak di ganggu.


“kau tahu junior, aku adalah orang yang suka melakukan sesuatu sampai tuntas.. kau adalah orang yang sangat menyebalkan dan akan ku selesaikan semua nya di sini”


“kau bicara besar tanpa tahu siapa lawan mu yah? tenanglah.. semua orang akan dapat giliran nya untuk bertemu sosok yang lebih kuat, hanya saja ini belum waktu ku”


karena mereka berdua memiliki tinggi badan yang tidak terlalu jauh, Agan memutuskan untuk bergerak duluan dan mengambil inisiatif.


Agan menerjang ke depan dan bersiap ingin melakukan sebuah tendangan atas, simpel namun tidak terbaca oleh Kuga.


Agan melakukan tendangan tipuan dan menghantam betis kiri Kuga dengan cukup keras.


“aghh..!!”


Kuga yang sudah menerima tendangan tersebut merasa kalau murid kelas satu di hadapan nya sudah sangat meremehkan dirinya, dirinya pun maju dengan rencana ingin melakukan sebuah pukulan straight, karena dia yakin dengan lengan panjang nya serangan tersebut akan sulit untuk di hindari namun..


efek dari tendangan keras Agan mulai terasa, singkat namun hal tersebut mengganggu kuda-kuda Kuga untuk melakukan straight.


Kuga terjatuh dengan posisi menunduk, hal tersebut menjadi kesempatan untuk Agan untuk mengakhiri pertarungan tersebut.


Agan menendang wajah Kuga saat dia lengah, dan membuat Kuga terkapar di tempat.


“kau.. kau mengetahui cedera yang ku alami saat bertarung dengan Noir, dan bukan hanya itu kau juga mampu memanfaatkan titik buta seseorang dengan sangat baik”


Agan menginjak dada Kuga lalu melepas sendal nya, dan kemudian duduk di atas sendal yang ia lepas di atas badan nya.

__ADS_1


“kau tahu, ini dunia nyata.. seorang Murid SMA tidak mungkin memiliki badan yang dapat menerima banyak pukulan seperti orang dewasa, kebanyakan dari mereka bisa pingsan hanya dengan pukulan kuat di wajah”


Agan mengeluarkan sebuah permen dari kantong baju nya, lalu memakan nya.


“aku melihat beberapa komik fiksi yang menunjukkan satu orang murid SMA melawan 50 orang lebih yang menggunakan senjata, dia menerima banyak pukulan di badan atau di kepala nya namun dia tetap menang.. lalu kau tahu apa? setelah lewat 2 chapter semua luka nya menghilang dan dia sudah bisa beraktivitas seperti biasanya”


“ugh.. jadi, apa maksud mu menyampaikan ini pada ku?”


“hei.. kau terlihat seperti seorang main character dari suatu cerita, mari kita lihat apa kau juga bisa sembuh dalam waktu cepat seperti dalam cerita fiksi?”


semua terjadi dengan sangat cepat, Agan memukuli Kuga hingga babak belur.. dan kemudian pergi setelah permen nya habis.


“da–sar psikopat, ugh..”


Kuga kehilangan kesadaran sebelum akhirnya dia ditemukan oleh seseorang.


kembali ke saat ini..


“kurasa aku tidak semengerikan itu, tapi untuk orang dengan harga diri yang sangat tinggi seperti dirinya mungkin itu menjadi sebuah pukulan kuat.. pfftt, dasar main character”


Agan tertawa sendiri di dalam kelas, karena saat itu masih jam istirahat dan yang lain menghabiskan waktu istirahat mereka di luar kelas.


setelah suasana menjadi hening, masuk seorang siswi dari kelas sebelah yang kemudian menghampiri Agan.


“kamu pasti Agan kan?”


siapa gadis ini, bagaimana dia mengenal ku? oh iya aku kan memang sudah lumayan terkenal di sekolah ini, mungkin kah seorang penggemar?


dihadapan agan adalah seorang gadis dengan penampilan yang biasa saja dan tidak terlihat mencolok.


“maaf siapa ya?”


“tunggu, seingat ku ada seseorang yang memanggil ku di smp dulu menggunakan nama belakang ku..”


Agan mencoba untuk memikirkan hal tersebut dengan sangat keras.. tapi dia sudah lupa.


“ugh.. siapa ya?”


Agan bertanya dengan wajah polos


“dasar.. kamu tidak pernah berubah ya, perkenalkan nama ku Anais teman satu klub mu dulu di smp”


“oh.. Nice!! senang bertemu dengan teman lama”


Agan menjabat tangan Anais dengan penuh semangat..


“tuh kan, aku tahu kau masih mengenal ku”


“maaf-maaf, sudah 3 tahun soal nya sejak terakhir ketemu sama kamu”


Anais adalah teman dekat ku saat SMP, kami sama-sama bertugas sebagai pengurus perpustakaan, setidaknya itulah yang aku ingat saat ini..


“aku kemari karena mendengar berita tentang seorang anak kelas satu yang menghajar kakak kelas nya benar kah itu?”


“kurasa begitu, tapu senang rasanya bertemu teman lama”

__ADS_1


“aku tahu kita sudah cukup lama tidak bertemu, tapi kurasa terakhir kali kita bertemu adalah saat SMP kelas 2 sebelum akhirnya aku terpaksa harus pindah sekolah, dan itu terjadi satu tahun yang lalu kenapa 3 tahun?”


kurasa aku terlalu bersemangat tadi, karena seperti nya diriku yang dulu pernah menyukai Anais..


“aku hanya ingin mencoba mengucapkan kalimat tadi saja, tidak ada hal lain.. kebetulan momen nya pas jadi langsung ku praktikan saja”


“oh..ok terdengar seperti dirimu, sudah ya.. lain kali cobalah untuk menyapa ku saat kita berpapasan, kau sudah banyak berubah sejak terakhir kali kita bertemu”


dia pergi begitu saja.. tanpa membawa kotak makan siang nya yang sempat dia taruh di atas meja milik Swan.


lihatlah, dia balik lagi.. wajah nya memerah, pemandangan yang menarik.


“selamat siang Nice”


Agan tersenyum lebar menyapa Anais.


“ah.. parah sekali padahal aku ingin terlihat keren saat keluar tadi, dan kau Sain.. lupakan lah kejadian ini, ok!!”


Agan tertawa melihat teman lamanya, dan setelah mengingat-ingat ternyata selama ini Agan sudah di kelilingi oleh gadis-gadis cantik.


“hari yang menyenangkan..”


“seperti dugaan ku, Agan ternyata memang suka menggoda gadis-gadis.. dasar playboy”


Swan tiba-tiba berbicara seperti itu, meskipun begitu wajah nya tidak menunjukkan ekspresi terganggu melainkan ekspresi tenang seperti tidak mengharapkan apa-apa dari ku sejak awal.


“tidak Swan, kau salah.. jalan ku masih terlalu panjang untuk mendapatkan gelar sebagai playboy”


“begitu kah? kurasa jika saat itu tiba aku akan langsung memukul kepala mu sampai kau pingsan”


mengerikan, maksud ku itu menakjubkan bagaimana dia sangat perhatian padaku karena tidak ingin aku menjadi seorang baj*ngan.


di sisi lain, saat ini di kelas 2..


“Kuga, apa kau ingin tahu sesuatu?”


“...”


Kuga hanya diam mengacuhkan seseorang yang ingin bicara dengan nya.


“melihat mu begini kurasa kau tidak akan mendengarkan ku, datang lah ketempat ini.. setelah pulang sekolah nanti aku punya informasi yang berkaitan dengan teman dekat mu Swan”


seketika Kuga berdiri dan mencekik orang tersebut.


“kugh.. ka–u.. le–paskan, ugh..”


“hei si*lan lepas kan orang itu”


beberapa kawan nya membantu untuk membuat Kuga melepaskan cekikan nya.


“dia bisa mati.. woi!!”


setelah Kuga melepaskan cengkraman nya, dia mendekat dan mengatakan sesuatu..


“aku tidak suka dengan arah pembicaraan ini, bagaimana jika kau langsung membuka mulut mu dan katakan apa yang kau inginkan..”

__ADS_1


dengan nafas yang tersengal-sengal, dia menyebutkan nama tersebut


“Agan..”


__ADS_2