Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan

Tidak Ada Yang Namanya Pahlawan
Sickness


__ADS_3

Sudah 2 hari sejak kak Agan jatuh sakit, dia sering mengigau tidak jelas, aku saja yang adiknya benar-benar tidak mengerti dengan ucapan yang keluar saat kak Agan mengigau.


aku sedikit penasaran, kenapa tidak ada seorangpun yang datang menjenguk nya, kakak pernah bilang dia memiliki banyak teman dan menjalani hari-hari nya di sekolah dengan senang..


apa mungkin kak Agan berbohong?


tiba-tiba terdengar suara bell dari pintu depan, karena mamah dan papah sedang tidak di rumah saat ini, aku berharap ini bukan paket atau sesuatu semacamnya.


saat Alia membukakan pintu, seseorang yang sangat tampan muncul di hadapannya.


“kamu pasti adiknya Agan kan? saya wali kelas yang–”


perhatian Alia terpaku melihat orang tampan tersebut, namun setelah Swan menyapanya, Alia baru sadar kalau yang datang adalah teman-teman kak Agan dari sekolah.


Alia mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu, yang datang menjenguk ada 4 orang.. kak Swan, senior kak Agan, wali kelas dan ketua kelasnya.


setelah mereka semua duduk, Alia menyediakan minuman dan beberapa makanan yang memang disediakan untuk tamu.


“permisi, bapak mau ngobrol sama orang tua nak Agan.. bapaknya ada di rumah?”


“papah sedang ada di luar pak”


“kalau ibu mu?”


“mamah juga sedang di luar, mereka sepertinya akan kembali ke rumah sore atau malam nanti”


pak Aldi merasa kalau adik Agan memiliki sifat yang benar-benar mirip dengan kakaknya..


setelah pak Aldi selesai bertanya, kak Swan menanyakan keadaan kak Agan, karena Alia adalah adik yang baik.. dia menjelaskan semuanya pada Swan.


kalau Agan demam dan sempat terjatuh di tangga yang membuat dirinya mengalami sedikit luka.


namun ada sesuatu yang menjadi pertanyaan bagi Alia, kenapa senior kak Agan ikut menjenguk ke tempat ini?


saat pertanyaan tersebut ingin disampaikan pada Swan, Swan langsung memperkenalkan Kuga sebagai sahabat Agan dan juga temannya.


“eh.. tapi kakak tidak pernah mengatakannya padaku kalau dia memiliki seseorang sahabat”


“karena sepertinya hanya aku yang menganggap nya begitu”


Kuga berbicara sambil tersenyum canggung.


dia terlihat seperti orang yang baik, aku sebagai adiknya setuju kalau kak Kuga adalah sahabat kak Agan.


“lalu apa ketua kelas juga dekat dengan kakakku?”


“pertama-tama biarkan aku memperkenalkan diri, nama ku Hendi, dan aku kemari sebagai perwakilan dari teman-teman.. aku menganggap agan sebagai guru– anu, maksud ku sebenarnya banyak dari siswi di kelas yang ingin ikut untuk menjenguk ke sini tapi aku menahannya”

__ADS_1


hal itu terdengar masuk akal, karena kak Agan memang memiliki wajah yang cukup sensasional, jika dia populer di kelas, itu adalah hal yang wajar.. bahkan ke dua temannya yang hadir di sini juga memiliki paras yang luar biasa.


“jadi.. apakah kami bisa melihat kondisi nak Agan? bapak cukup penasaran, berharap bisa memberikan sedikit bantuan”


“maaf pak, kak Agan kurang suka dengan keramaian saat sedang sakit.. dia bahkan menolak papah dan mamah yang ingin merawatnya”


karena mereka sudah berada cukup lama di rumah Agan, dan sudah membicarakan banyak hal, karena pak Aldi merasa sudah mengganggu terlalu lama dia memutuskan untuk pamit duluan bersama dengan ketua kelas.


kak Kuga juga memutuskan untuk pamit, beberapa saat setelah kak Kuga pergi kak Agan memanggil ku.


“apa aku bisa membantu?”


kak Swan memang calon pasangan yang sangat sempurna, jika aku terlahir sebagai seorang pria mungkin aku akan jatuh cinta padanya.


“apa kak Swan mau mencoba melihat keadaan kakak?”


“u sure? aku takut dia akan merasa terganggu dengan kedatangan ku..”


“tidak apa kak.. aku bisa menjamin hal itu”


Alia menyediakan alat kompres dan bubur untuk makan siang kak Agan dan memberikannya pada Swan.


karena sudah berada di dalam kamar, Swan memutuskan untuk segera menyelesaikan hal yang sudah di percayakan padanya sekaligus memeriksa kondisi Agan saat ini.


Agan yang dalam kondisi setengah sadar melihat samar kedatangan Swan, dia duduk di atas kursi yang disediakan tepat di sebelah Agan terbaring.


“Guide?”


“sheesh.. ini semua karena mu, kenapa aku sangat mencintaimu ya?”


Agan berbicara menggunakan bahasa dari dunia lain dan membuat Swan kebingungan, tapi Swan juga khawatir melihat Agan dengan kondisinya saat ini.


“sebaiknya kau berbaring saja.. dan beristirahat”


“tapi aku lapar.. suapin dulu–”


uhuk..!! uhuk..!!


Agan merasa bingung, kenapa penyakit nya saat di dunia lain masih menjangkitnya saat ini.


saat batuk untuk yang ke tiga kalinya, Agan memuntahkan darah, darah yang dikeluarkan berhasil di tahan oleh Agan menggunakan tangan kirinya.


“persis seperti saat itu..”


“Agan haruskah aku memanggil dokter, atau.. atau setidaknya biarkan aku memanggil orang tuamu”


menggunakan tangan kanannya, Agan menggenggam tangan Swan kemudian menenangkannya.

__ADS_1


“hei.. Swan.. dengarkan aku dan tenanglah, ok?”


Swan sedikit mengeluarkan air mata karena sedih dan merasa kasihan, Agan menyuruh nya untuk duduk dan mendengarkan sedikit ceritanya.


“kau tahu, aku pernah menyukai seseorang.. aku tidak tahu hal apa yang benar-benar membuat ku suka, tapi aku merasa ingin menikahinya dan membuat keluarga bahagia bersamanya”


“lalu..?”


“kurasa aku sudah bercerita terlalu banyak..”


“eh.. u can't just suddenly make me hear ur story and end it just like that..”


Agan melihat wajah Swan yang sedang bersedih dan mengatakan sesuatu..


“aku akan menceritakan semuanya saat kau mengerti ucapan ku saat ini”


“...”


“aku sudah menyelesaikan tugas ku, sekarang saat nya kau menjawab pernyataan ku.. aku mencintaimu mau kah kau menikah dengan ku?”


Swan yang tidak mengerti langsung mengusap air mata di wajahnya kemudian..


“apa aku boleh memberi tahu orang tua mu tentang penyakit mu?”


“maaf, tapi tidak.. aku punya alasan tersendiri untuk itu, kuharap kau bisa mengerti”


“baiklah, aku akan kembali ke rumah untuk mulai mencari tahu arti dari ucapan mu.. bersiaplah untuk menceritakan semuanya pada ku”


aku tidak pernah menyangka penyakit ku di dunia lain akan menyerang ku juga di sini, tapi.. bisakah aku sembuh dari penyakit ini untuk yang kedua kalinya?


memberitahu hal ini pada orang tua ku hanya akan membuat mereka khawatir dan melupakan adikku.. itulah cerita yang pernah ku dengar dari salah satu anggota guild ku.


mereka dari keluarga bangsawan yang bahagia, namun suatu saat sang kakak sakit dan menyebabkan seluruh fokus orang tuanya hanya pada sang kakak, karena merasa cemburu dengan kakaknya sang adik berakhir tewas karena di bunuh perampok.


bukannya aku takut adik ku di bunuh perampok, hanya saja aku takut Alia akan kehilangan perhatian dari orang tuanya.


Agan baru merasakan sulitnya menjadi seorang kakak.


“setidaknya aku sudah melamarnya, meskipun aku belum mendapatkan jawaban darinya seperti ini saja juga sudah cukup untuk ku..”


Agan tidak tahu kapan terakhir kali dia menangis, namun sepertinya hari ini menjadi momen yang tidak akan pernah dia lupakan.


air mata masih mengalir deras dari mata Agan, dan dia tidak tahu kalau sebenarnya Alia mengintip pada saat dia berbicara sendiri.


“lamaran?! kakak sedang menangis karena lamaran nya di tolak? aku tahu kalau kak Agan menyukai kak Swan tapi aku tidak menyangka itu hanya perasaan sepihak”


terjadi sebuah kesalahpahaman tepat setelah kejadian ini.

__ADS_1


“aku akan menghiburnya nanti saat dia sudah sembuh.. tenang saja kak, masih banyak gadis cantik diluar sana, dan aku akan selalu mendukung mu”


Alia terlihat antusias.


__ADS_2