
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh Agan datang juga, semua hal yang dibutuhkan untuk menjatuhkan VAIN sudah lengkap..
pagi itu Agan datang ke kelas Kuga dan menghampiri sang ketua kelas
“apa ini..”
Agan langsung berlari setelah memberikan Ramdan sebuah amplop, yang saat di buka terlihat sebuah catatan dan foto Ramdan sedang melakukan sebuah transaksi pembelian jawaban UAS pada salah satu guru.
dalam catatan tertulis
‘kena kau..!! sekarang kau jaga :D ’
“si*l..!! kau, ajak beberapa orang untuk mengejar ku.. kita akan menghajar orang itu sampai mamp*s”
Ramdan Isa atau yang biasa dipanggil Ra'is langsung berlari ke luar kelas dan mengejar Agan yang terlihat dari lantai atas pergi keluar gerbang sekolah.
saat ingin menuruni tangga, Ra'is bertemu dengan seorang guru yang bertugas mengajar di kelasnya.
“Ramdan..!! mau pergi ke mana kamu?!”
Ra'is mengabaikannya dan terus berlari menuruni tangga, karena melihat gerbang sekolah sudah mulai di tutup oleh satpam Ra'is berlari menuju salah satu pohon dekat dengan dinding menuju keluar sekolah.
dia memanjat pohon tersebut dengan cukup mudah karena memiliki bentuk yang mendukung dan melompat ke atas tembok..
satpam yang melihat hal tersebut langsung berlari mendekat untuk menangkapnya, namun Ra'is berhasil lolos dengan menuruni tembok dan pergi keluar sekolah mengejar Agan.
“jangan lari kau..!! pengecut..”
Agan terus berlari memasuki pelosok, diluar dugaan Ra'is mampu mengejar dengan cukup baik.. bahkan hampir menangkapnya
“uggghh..!! pejalan kaki si*lan”
Agan mulai melambat setelah sampai di suatu tempat, Ra'is yang merasa menang langsung menarik kerah baju bagian belakang Agan..
namun hal tersebut sesuai dengan dugaan Agan, dia tidak mengancingkan kemejanya dan langsung melepaskan seragam yang ia kenakan saat di tarik kemudian mengikat salah satu tangan Ra'is bersama dengan tangannya
“jadi setelah berlari sangat jauh tadi, kau hanya merencanakan ini?”
“tidak.. karena kita akan langsung ke permainan berikutnya, petak umpet..”
Agan mengambil pasir dari salah satu kantung celananya menggunakan tangannya yang tersisa kemudian melemparkannya ke mata Ra'is..
“akhh!! mata ku..”
tidak berhenti sampai di situ, preman yang menjadi bawahan Agan menutup wajah Ra'is menggunakan tas belanja yang terbuat dari kain dan mengikat bagian pegangannya..
“sekarang mari kita mulai, A!!”
bagian perut Ra'is di pukul dengan cukup kuat oleh sang preman..
“aghhkk..!!”
belum siap bersiap untuk hal akan terjadi berikutnya, Agan sudah memberikan perintah sekali lagi pada si preman.
“D!!”
__ADS_1
“aghhk..!! dasar.. pengecut, kau yang tidak bisa bertarung dengan curang melakukan semua ini..”
Agan langsung memukul wajah Ra'is yang tertutup menggunakan tangan kirinya sebanyak dua kali..
“yap.. tangan kiri ku lebih lemah karena aku pengguna tangan kanan, A!!”
buaghh..!!
“urggh..k-kau, kenapa sampai sejauh i-ni?”
“simpel saja.. itu karena aku suka, eh.. tidak-tidak bagaimana jika aku menjawabnya karena aku suka uang, apa itu cukup masuk akal?”
Ra'is benar-benar merasa tidak berdaya, untuk mengusap matanya yang berair karena pasir saja dia tidak bisa.. tangan kirinya terikat dengan tangan kanan Agan, dan musuhnya bukan hanya satu orang..
“A!!”
“UAGHHKK..!! kuh, ber-henti.. tolong.. itu menyakitkan”
di sekitar mereka tidak ada siapa-siapa karena tempat ini jarang di lewati, menariknya semua berjalan terlalu lancar sampai-sampai Agan sendiri terkejut mengetahui hal tersebut.
“hei.. mau jadi bawahan ku?”
sang preman melepaskan penutup kepala Ra'is, Ra'is yang matanya masih perih melihat Agan dengan kondisi sebelah mata terpejam dan yang saat itu dirinya lihat adalah..
iblis yang sedang tersenyum.
iblis tersebut senang melihat mainan baru yang bisa dia gunakan..
Agan yang melihat Ra'is ketakutan dan tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun melepas seragam yang digunakan untuk mengikat tangan Ra'is.
“A!!”
Agan membalikkan tubuh Ra'is yang tergeletak dengan posisi tengkurap, kemudian menginjak dadanya dan melepas sepatu yang dia gunakan saat itu di atas dada kemudian mendudukinya.
“aku berharap lebih darimu, tapi ternyata hanya segini ya.. juara 2 boxing nasional tingkat SMA, bahkan ketua VAIN yang kau kalahkan masih bisa berbicara setelah ku hajar habis-habisan”
Agan bermain ponsel dengan santai di atas dada Ra'is..
17 menit kemudian..
“lihat, aku menang.. moba juga tidak semenarik itu ya, hei.. Ramdan, apa kau bisa main moba ini juga?”
Agan menunjukkan layar ponselnya pada Ra'is
“bang.. bisakah kau biarkan aku mengusap wajah ku menggunakan air? mataku perih dan tidak bisa melihatnya.”
“begitu ya, kalau begitu jawab dulu pertanyaan ku yang ini..”
setelah menyuruh sang preman untuk membeli air mineral, Agan bertanya tentang streamer favorit Ra'is..
Ra'is yang kurang mengerti mengenai hal tersebut merasa rasa takut yang merambat ke seluruh tubuhnya.
“aku menyukai yang menggunakan kostum hiu, dia imut..”
“a-aku juga sependapat dengan mu..”
__ADS_1
tiba-tiba Agan tersenyum dan mengatakan kalau Ra'is mudah di tipu dan gampang sekali terbaca jika sudah ketakutan.
“jika kau tidak mengerti katakan saja lebih baik jujur daripada harus berbohong hanya karena takut dipukuli”
“kalau begitu bisakah aku bertanya?”
“kenapa..?”
“apa itu streamer..?”
Agan menjelaskan dengan sangat panjang dan mendetail, Ra'is yang merasa hidupnya di ujung tanduk berusaha untuk menyimak untuk pertama kalinya..
dia berusaha untuk memahami setiap perkataan yang keluar dari mulut Agan.
“.. intinya, streamer adalah orang-orang pilihan.. mereka pernah susah kemudian mendapatkan sebuah pencerahan dan terkenal”
“oh.. seperti seorang main character di dalam komik ya? mereka sulit dahulu bersenang-senang kemudian..”
“begitulah.. dan streamer favorit ku adalah Kobokan Aer Yu, dia awalnya hanya sebuah Kobokan biasa di warung nasi Padang.. sekarang dia sudah menjadi Kobokan yang lebih baik yang wadahnya dilapisi emas, si*lan aku bangga sekali padanya”
sang preman datang dan mengganggu momen emosional Agan, untungnya dia membawakan beberapa minuman, yang salah satunya adalah air mineral..
Agan berdiri dari tempat duduknya dan memberikan Ra'is air tersebut.
seusai membasuh wajah, terlintas sebuah pikiran bagaimana jika aku memukulnya menggunakan batu ini sekarang?
namun..
“hei.. kau harus melihat ini sekarang”
Agan yang mendekat membuat pikiran tadi seketika menghilang, Ra'is sudah secara penuh di dominasi oleh Agan.
Agan menunjukkan sebuah Kobokan yang sedang melakukan live streaming bermain sebuah game horror.
“kobokannya bicara?”
“begitulah.. kau lihat, sekali dia streaming orang yang menontonnya secara live bisa menyentuh angka 3000 sampai 4000 orang secara bersamaan.”
Agan menepuk-nepuk punggung Ra'is, dan mengatakan kalau kemampuan itu ada di kepala.. bukan otot.
itulah yang membuat dirinya kalah hari ini, karena terlalu mengandalkan otot dan bela dirinya.
“kau tahu, aku berencana memb*nuh mu tadi..”
tubuh Ra'is seketika merinding ketakutan, dia mengeluarkan keringat dingin setelah mendengar ucapan Agan.
“tapi kita sudah berteman.. ya kan?”
Agan bertanya dengan ramah.
“kau benar, kita teman sekarang..”
Ra'is menyingkirkan rasa takutnya dan berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam menjadi bawahan Agan.
“berhati-hatilah, karena sebentar lagi aku akan menghancurkan ketua ADMIN.. karena kau sudah menjadi orang ku usahakan gunakan otak sebelum bertindak.”
__ADS_1
Agan bolos sekolah hari itu meskipun sudah menaruh tasnya di dalam kelas, Ra'is yang ketahuan kabur dihukum berlari keliling lapangan 20 putaran dan harus membuat surat permintaan maaf.